Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Ketika Suamiku  Minta Rujuk

Ketika Suamiku Minta Rujuk

Kehidupan pernikahan Reyna hancur seketika saat Damar, suaminya, berselingkuh dengan sahabatnya sendiri, Livia. Selama ini Damar membatasi penampilan Reyna, namun ia justru menghamili Livia yang lebih modis. Kecewa dengan pengkhianatan keji itu, Reyna memilih pergi dan membangun hidup baru yang mandiri. Namun, setelah Reyna berhasil meraih kebahagiaannya sendiri, Damar mendadak muncul kembali untuk memohon rujuk dan meminta kesempatan kedua darinya.
Bab
Bagikan

Bab 2

Damar berbaring di samping Reyna, tapi pikirannya masih melayang. Wajah Livia, senyumnya yang menggoda, dan sentuhannya yang membuatnya kehilangan kontrol terus menghantui. Dia memejamkan mata, tetapi rasa bersalah perlahan menyusup. Reyna di sebelahnya, tertidur lelap tanpa curiga sedikit pun.

Reyna menggeliat kecil, tangannya secara tidak sengaja menyentuh lengan Damar. "Mas, kamu baru pulang? Kerjanya berat sekali, ya?" bisiknya tanpa membuka mata.

Damar menahan napas, seolah-olah kata-kata Reyna adalah pengingat betapa ia telah mengkhianatinya. "Iya, Rey. Kerjaannya banyak banget," jawabnya datar, lalu membalikkan badan, membelakangi istrinya.

Namun, tidur tetap tak datang untuk Damar. Bayangan kebersamaan dengan Livia beberapa jam lalu terus terputar di kepalanya. Bagaimana bisa ia membiarkan dirinya jatuh sejauh ini? Reyna adalah wanita yang sempurna dalam kesederhanaannya, namun ada sesuatu dari Livia yang membuatnya sulit berpaling-ketertarikan yang tidak bisa dijelaskan.

Keesokan Paginya

Reyna bangun lebih awal seperti biasa. Dia menyibukkan diri di dapur, membuatkan sarapan kesukaan Damar: nasi goreng sederhana dengan irisan telur mata sapi. Damar masuk ke dapur dengan rambut masih acak-acakan, mencoba menghindari tatapan istrinya.

"Mas, sarapan dulu sebelum berangkat," ajak Reyna dengan senyum hangat.

"Enggak sempat, Rey. Aku harus langsung ke kantor," jawab Damar sambil menyambar kopi dari meja.

Reyna menatapnya dengan heran. "Tapi biasanya Mas selalu makan dulu. Apa ada sesuatu yang mengganggu?"

Damar tertegun sejenak, lalu memasang senyum palsu. "Enggak, cuma lagi banyak deadline aja."

Reyna mengangguk kecil, meski perasaan tidak nyaman mulai merayap. Akhir-akhir ini, Damar sering terlihat tergesa-gesa dan jarang menghabiskan waktu bersamanya seperti dulu. Namun, Reyna menepis pikiran negatif itu. Dia selalu percaya bahwa Damar mencintainya dan bahwa semuanya hanya soal pekerjaan.

Di Apartemen Livia

Livia sedang menikmati secangkir kopi di balkon apartemennya ketika ponselnya berbunyi. Pesan dari Damar masuk:

Damar: Aku nggak bisa lama hari ini. Reyna mulai curiga.

Livia tersenyum tipis, lalu mengetik balasan:

Livia: Kau selalu khawatirkan Reyna. Kau tahu, kita sudah terlalu jauh untuk kembali, Damar.

Damar membaca pesan itu dengan perasaan campur aduk. Benar yang Livia katakan-mereka sudah terlalu jauh terjerat dalam hubungan ini. Tapi setiap kali ia mencoba berpikir rasional, hasrat untuk Livia mengalahkan semuanya.

Beberapa jam kemudian, Damar tiba di apartemen Livia. Wanita itu sudah menunggunya di pintu, mengenakan pakaian santai tetapi tetap menggoda.

"Kau datang lebih awal hari ini," ujar Livia sambil menyeringai, membiarkan Damar masuk.

"Aku tidak bisa berhenti memikirkanmu," jawab Damar dengan nada rendah, mendekatinya.

Livia tertawa kecil, lalu menyentuh dada Damar dengan lembut. "Kau tahu, aku suka sekali saat kau berkata seperti itu."

Damar menariknya ke dalam pelukan tanpa berkata apa-apa lagi. Ada kehangatan di antara mereka yang ia pikir tidak pernah ia temukan dalam pernikahannya.

Di Rumah Reyna

Reyna merasa hari itu berbeda. Ketika ia membereskan pakaian Damar, ia menemukan sesuatu yang tidak biasa-aroma parfum yang asing tercium samar dari salah satu bajunya. Reyna mengernyit.

"Parfum ini... bukan milikku," gumamnya pelan, mencoba menyangkal pikiran buruk yang mulai muncul.

Ia mencoba mengabaikannya, tetapi rasa gelisah itu semakin kuat. Tanpa sadar, Reyna memutuskan untuk menghubungi Damar.

"Mas, kamu di mana?" tanyanya saat telepon tersambung.

"Oh, aku lagi di kantor. Kenapa, Rey?" jawab Damar dengan suara yang terdengar normal, meskipun sebenarnya ia sedang berada di apartemen Livia.

"Enggak apa-apa, cuma mau memastikan. Kamu pulang jam berapa nanti?"

"Seperti biasa. Jangan khawatir, ya," ucap Damar sambil melirik Livia yang sedang tersenyum di sofa.

Setelah menutup telepon, Reyna merasa sedikit lega, meskipun perasaan aneh itu masih ada. Sementara itu, Damar hanya menatap ponselnya dengan perasaan bersalah.

"Apa Reyna curiga?" tanya Livia sambil menyesap teh.

Damar menghela napas panjang. "Belum. Tapi aku takut suatu saat dia tahu."

Livia tersenyum sinis. "Jika dia tahu, apa yang akan kau lakukan? Kau akan meninggalkanku untuk dia?"

Damar terdiam, tidak mampu menjawab.

Malam Hari

Damar pulang lebih larut dari biasanya. Reyna sudah menunggunya di ruang tamu, tetapi kali ini ada sesuatu yang berbeda di wajahnya.

"Mas," panggil Reyna lembut, tetapi suaranya terdengar serius.

"Iya, Rey? Ada apa?"

"Aku mau tanya," Reyna menatapnya lurus, mencoba menahan perasaan gelisah yang terus menghantui. "Akhir-akhir ini, kamu seperti menjauh dariku. Apa aku melakukan sesuatu yang salah?"

Damar merasa dadanya sesak mendengar pertanyaan itu. Wajah Reyna terlihat penuh harap, tetapi juga terselip kesedihan.

"Enggak, Rey. Kamu enggak salah apa-apa," jawabnya, berusaha terdengar meyakinkan.

Namun, di dalam hati, Damar tahu kebohongan ini tidak akan bisa bertahan lama.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Bukan Aku Tak Setia
9.1
Tiga tahun berlalu sejak Raja dan Cahaya memilih jalan masing-masing, namun luka lama akibat perpisahan tersebut nyatanya belum sepenuhnya pulih. Kini, takdir kembali mempertemukan mereka dalam sebuah situasi yang tak terduga. Di tengah kenangan masa lalu yang kembali menyeruak, keduanya harus menghadapi perasaan yang dulu sempat tertunda. Akankah pertemuan kali ini menjadi kesempatan kedua bagi mereka untuk meraih akhir yang bahagia bersama?
Sampul Novel Cinta Tak Dapat, Persahabatan Pun Retak
9.5
Di New York, dua pemuda kaya raya—seorang pembalap F1 dan seorang genius finansial—telah bersahabat sejak kecil dan setia mengenakan lencana tembaga buatan Mia selama sepuluh tahun. Namun, persahabatan erat itu goyah saat Ella hadir dan merebut perhatian mereka, membuat keduanya membuang lencana Mia. Menyadari posisinya telah tergantikan, Mia memilih mundur tanpa suara. Dia menghubungi ayahnya di Sisilia untuk menerima pernikahan politik yang selama ini dihindarinya.
Sampul Novel Ciuman Pengkhianat
9.2
Sebuah unggahan video dari Lidya, wanita masa lalu Arkan, menghancurkan hati sang istri. Video itu memperlihatkan Arkan dan Lidya berciuman intim saat bermain kartu remi, lengkap dengan takar yang memuji keahlian Arkan. Setelah sang istri meninggalkan komentar ucapan selamat dengan getir, Arkan justru menelepon dan membentaknya, menuduhnya terlalu sensitif atas permainan biasa. Menyadari cinta selama tujuh tahun pernikahan mereka telah sirna, ia akhirnya memilih untuk pergi dan melepaskan segalanya.
Sampul Novel GAIRAH PRIA IMPOTEN
9.8
Mela, wanita memesona yang malang, diusir ibu tirinya dan menjadi korban pelecehan. Terdesak keadaan, ia terjerumus ke dunia malam sebagai wanita penghibur. Nasib membawanya pada misi khusus untuk menggoda seorang pria impoten yang menyimpan banyak rahasia besar. Tak disangka, interaksi itu membuat Mela mengandung anak sang pria misterius. Kini, Mela terjebak dalam dilema pelik mengenai masa depan janin di rahimnya dan rahasia yang menyelimuti mereka.
Sampul Novel Istri Mandul, Tak Pernah dicintai
9.6
Tiga tahun Alina bersabar menghadapi dinginnya sikap Rayhan dan hinaan keluarga yang melabelinya mandul. Meski merindukan kehadiran buah hati, harapan itu pupus karena sang suami tak pernah menginginkannya. Kini, Alina berada di titik jenuh setelah menyadari bahwa pernikahan mereka kosong tanpa rasa cinta. Di tengah kepedihan dan sikap abai Rayhan, ia mulai meragukan masa depannya. Haruskah Alina terus bertahan dalam ikatan yang hanya menyisakan luka?
Sampul Novel Not Seen
8.4
Demi membalas budi, seorang pria menikahi wanita yang telah menyelamatkan nyawanya. Pernikahan ini dipicu oleh desakan sang ibu yang justru membenci putri kandungnya sendiri dan memperlakukannya layaknya orang asing yang terjerat utang. Berharap menemukan kebahagiaan di kota, wanita malang ini malah menghadapi kenyataan pahit. Alih-alih lepas dari penderitaan masa lalu di desa, ia justru terjebak dalam kesepian dan dinginnya penolakan keluarga baru.