Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Ketika Suami Tak Peduli

Ketika Suami Tak Peduli

Selina Arista terjebak dalam pernikahan dingin dengan Nathaniel Astor, pengusaha yang hanya peduli reputasi. Kehampaan hidupnya berubah saat ia bertemu Dr. Adrian Vaughn, cinta pertamanya yang kini menjadi dokter spesialisnya. Meski Adrian sudah menikahi Katherine, api asmara lama kembali membara di antara mereka. Kini, di tengah pengkhianatan dan rahasia kelam, keduanya harus memilih: mengejar cinta terlarang atau tetap bertahan dalam belenggu duka yang menyiksa.
Bab
Bagikan

Bab 2

Adrian menatap layar USG dengan ekspresi yang sulit diartikan. Tangan Selina beristirahat di atas perutnya yang masih datar, sementara gel dingin yang Adrian oleskan tadi terasa kontras dengan kehangatan jemari pria itu yang menyentuh kulitnya dengan begitu lembut.

"Jantungnya berdetak dengan baik," ujar Adrian, suaranya dalam namun lembut. "Kau sudah memasuki minggu ke-12, semuanya terlihat normal."

Selina menatap layar di hadapannya. Ada kehidupan kecil di sana, di dalam tubuhnya. Seharusnya ia merasa bahagia, tapi entah mengapa, justru kehadiran Adrian di ruangan ini yang membuatnya merasakan sesuatu yang jauh lebih intens dibandingkan dengan berita kehamilannya sendiri.

Tatapan Adrian perlahan turun ke perut Selina. Hening menyelimuti ruangan saat tangan pria itu masih bertahan di sana, mengusap dengan sentuhan yang hampir tidak kentara. Seolah-olah, dalam pikirannya, ia sedang membayangkan sesuatu yang mustahil.

"Andai saja anak ini adalah milikku," gumam Adrian pelan, hampir seperti berbicara pada dirinya sendiri.

Selina menahan napas. Kata-kata itu seharusnya membuatnya terkejut, atau setidaknya membuatnya tersinggung. Tapi yang ia rasakan hanyalah kehangatan yang menjalar di hatinya, sesuatu yang seharusnya tidak ia izinkan tumbuh.

Ia tersenyum kecil, lalu menatap Adrian dengan tatapan yang tak kalah dalam. "Apa kau ingin menjadi ayahnya, Adrian?" tanyanya dengan nada menggoda.

Adrian menoleh padanya, mata mereka bertemu dalam tatapan yang sulit diartikan. "Selina..."

"Jawab aku," desak Selina, bibirnya melengkung dalam senyum yang sulit diartikan.

Adrian menarik napas dalam, mencoba memahami situasi yang sedang terjadi. Selina sedang menggodanya-dan itu berhasil. Ia masih menginginkannya. Ia masih mencintainya. Tidak ada gunanya berbohong pada dirinya sendiri.

Tapi kemudian, sebuah pertanyaan muncul di kepalanya, mencabik kesadarannya. "Bagaimana dengan suamimu?"

Selina tersenyum tipis, seolah pertanyaan itu adalah lelucon. "Nathaniel tidak mencintaiku. Dia tidak pernah menyentuhku."

Adrian mengerutkan kening. "Apa maksudmu?"

"Anak ini... bukan hasil hubungan kami. Nathaniel tidak pernah menyentuhku, Adrian. Kehamilan ini hasil dari bayi tabung," ujar Selina tenang, seolah kenyataan itu bukan sesuatu yang menyakitkan.

Adrian terdiam. Pikirannya mencoba mencerna fakta yang baru saja ia dengar. Nathaniel Astor, suami Selina, tidak pernah tidur dengannya? Itu berarti selama ini, Selina menjalani pernikahan yang hanya ada di atas kertas-tanpa cinta, tanpa kehangatan, tanpa sentuhan.

"Selama ini..." gumam Adrian. "Kau hidup seperti itu?"

Selina mengangkat bahu. "Aku sudah terbiasa. Aku menikah bukan karena aku menginginkannya, tapi karena keluargaku menginginkannya."

Adrian menatapnya dengan mata yang semakin gelap. Ada kemarahan yang bergejolak dalam dirinya, bukan hanya pada Nathaniel, tapi juga pada situasi yang membuat Selina harus menjalani kehidupan seperti itu.

Dan di saat itu juga, ia sadar-ia tidak ingin membiarkan Selina terus berada dalam ikatan yang tidak membahagiakannya.

Tanpa pikir panjang, Adrian meraih wajah Selina dan menangkupnya dengan kedua tangannya. Selina terkesiap, tapi ia tidak menolak. Mata mereka bertemu, dan dalam sepersekian detik, sesuatu yang sudah lama terkubur di antara mereka kembali muncul ke permukaan.

Adrian menundukkan wajahnya, bibirnya hanya berjarak beberapa inci dari milik Selina. "Aku menginginkanmu," bisiknya, suaranya serak karena emosi yang ia tahan.

Selina tersenyum tipis, matanya berbinar penuh tantangan. "Lalu milikilah aku."

Itu adalah kata-kata terakhir sebelum Adrian kehilangan kendali atas dirinya. Bibirnya menutup jarak, mencium Selina dengan penuh hasrat-bukan hanya sekadar ciuman biasa, tapi sebuah ciuman yang dipenuhi oleh tahun-tahun yang terbuang, oleh rasa sakit, oleh keinginan yang tidak pernah benar-benar padam.

Selina membalasnya, jari-jarinya mencengkeram jas putih yang dikenakan Adrian, seolah ingin menarik pria itu lebih dekat, lebih dalam. Mereka tenggelam dalam dosa yang seharusnya tidak mereka lakukan, tapi tidak ada dari mereka yang berusaha menghentikannya.

Karena di saat itu, tidak ada lagi yang lebih penting selain satu hal-mereka masih saling mencintai.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Bersama Kita Bangkit Dari Abu
8.0
Dalam kondisi hamil tua, mobilku ditabrak truk secara sengaja. Saat sekarat, aku menghubungi suamiku, Kian, namun ia justru mengabaikanku demi keluhan sakit kepala Florence. Pengkhianatan itu berujung tragis: bayi kami tewas dan kakakku kehilangan karier pianisnya selamanya. Kini, duka berubah menjadi amarah yang membara. Kian menganggap kami sampah, namun ia tak sadar bahwa kami akan bangkit dari kehancuran ini untuk menuntut balas atas semua penderitaan kami.
Sampul Novel Buku Harian Rahasia Fiona
8.5
Fiona mencengkeram erat sandaran kursi penumpang dan sabuk pengamannya sambil menangis tersengal. Di dalam mobil, tubuh jangkung seorang pria mendekapnya erat dari belakang. Sentuhan tangan di pinggangnya membuat Fiona semakin sesak hingga ia memohon untuk tidak melakukannya di sana. Ketika pria itu berbisik menawarkan untuk pindah ke rumahnya, tubuh Fiona mendadak lemas. Tanpa berani menatap wajah sang pria, ia hanya bisa memalingkan kepala dan pasrah menyetujui tawaran tersebut.
Sampul Novel Cinta Tak Terhalang Usia
8.9
Khawatir dengan perubahan sikap anaknya yang sering melamun dan hilang nafsu makan, seorang orang tua menyadari bahwa sang anak sedang puber dan mengagumi sahabat dekatnya. Saat menceritakan hal ini, sang sahabat ternyata menghadapi situasi serupa karena anaknya sendiri menaruh hati pada orang tua tersebut. Demi masa depan anak-anak, mereka sepakat bekerja sama untuk saling membimbing anak sahabat masing-masing agar memahami esensi hubungan lawan jenis dengan benar.
Sampul Novel Istri Lusuhku Jadi CEO, Setelah Aku Ceraikan
9.4
Pasca perceraian pahit, Surya tega mengusir Anaya dan memutus hubungan dengan darah dagingnya sendiri. Selama belasan tahun, ia tidak pernah memberi nafkah atau mencari tahu keberadaan mereka. Namun, desakan kebutuhan mendesak memaksa Surya melacak anak-anaknya setelah tiga belas tahun berlalu. Saat pencarian itu membuahkan hasil, Surya harus menghadapi kenyataan pahit bahwa kehidupan mantan istri dan anak-anaknya telah berubah total di luar dugaannya.
Sampul Novel Jessica, Luka Yang Terpendam
9.3
Jessica, seorang agen properti andal, terkejut saat Moses membawa klien yang ternyata mantan kekasihnya, Tommy. Pria itu datang bersama calon istrinya untuk mencari hunian menjelang pernikahan mereka enam bulan lagi. Meski awalnya bersikap seolah tak saling kenal, Tommy justru muncul di rumah Jessica keesokan harinya untuk bicara empat mata. Akankah pertemuan ini membangkitkan perasaan lama, atau justru mengacaukan rencana pernikahan Tommy yang sudah di depan mata?
Sampul Novel My Adorable CEO
8.6
Pasca maut merenggut orang tua mereka, dua bersaudara Van Willem tumbuh besar di bawah asuhan pelayan setia. Sang kakak kini memimpin dinasti keluarga, sementara adiknya, Irish, meniti karier di perusahaan besar. Namun, hidup Irish berubah drastis saat bertemu bosnya, seorang CEO kaya yang dikelilingi banyak wanita. Konflik memuncak ketika para mantan kekasih sang CEO muncul, memicu salah paham antar pemimpin perusahaan hingga nyawa menjadi taruhan.