Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Kesempatan Kedua Cinta

Kesempatan Kedua Cinta

Nadia ingin memberi tahu Raul perihal kehamilannya, namun ia justru melihat pria itu bersama wanita lain. Kecewa karena pengabdiannya selama tiga tahun sia-sia, Nadia memilih pergi. Tiga tahun berlalu, Nadia telah menata hidup baru saat Raul datang membawa penyesalan mendalam. Raul memohon agar Nadia bersedia menikahinya, tetapi Nadia menolak dengan tenang. Sambil tersenyum, ia berujar bahwa kini dirinya telah bertunangan dengan pria lain.
Bab
Bagikan

Bab 2

Nadia pergi ke rumah sakit keesokan harinya. Hatinya bergetar ketika dokter memberikan hasil tes kehamilan.

Dia tidak menyangka dirinya benar-benar hamil karena mereka berhati-hati dengan metode kontrasepsi mereka setiap kali naik ke atas ranjang. Jadi, dia tidak tahu persis kapan dia hamil.

Wajah Raul terlintas di benaknya, dan Nadia menunduk dengan putus asa, lalu mengepalkan tinjunya.

Bayi ini adalah bayinya sendiri. Raul tidak ada hubungannya dengan bayi ini. Dan terlepas dari apa yang diinginkan pria itu, dia bertekad untuk melahirkan bayinya.

Nadia meremas hasil tes dan memasukkannya ke dalam sakunya.

Ketika dia meninggalkan rumah sakit, sesuatu menarik perhatiannya dan membuatnya berhenti di puncak tangga.

Melalui dinding kaca gedung, Nadia melihat Raul keluar dari mobilnya dan berjalan menuju kursi penumpang. Raul membuka pintu dan membantu seorang wanita turun dari mobil. Pria itu dipenuhi kelembutan, sesuatu yang tidak pernah dilihatnya.

Nadia merasa hidungnya perih. Raul tidak pernah menunjukkan sedikit pun kelembutan padanya selama tiga tahun mereka bersama.

Dulu, dia pernah mengeluh bahwa Raul sama sekali tidak seperti seorang pacar. Pria itu tidak pernah perhatian, tidak pernah memberinya hadiah, tidak mengingat tanggal-tanggal penting, dan tidak mengerti kelembutan.

Ternyata bukan karena Raul tidak mengerti. Pria itu tidak pernah berusaha karena menganggapnya tidak berharga.

Kalau memang seperti itu, mengapa Raul bersamanya?

Nadia mencoba dan gagal menahan air matanya.

Dia tidak dapat menyangkal bahwa wanita muda dari Keluarga Wijaya itu adalah istri yang ideal. Wanita itu anggun dan berprestasi. Bagaimana Nadia bisa berpikir bahwa suatu hari nanti dia akan diterima di kalangan masyarakat elit Nere?

Dia mengusap air matanya dan bergegas menuruni tangga.

Di tengah lobi, Raul merasakan ada yang memperhatikannya. Dia mendongak ke arah tangga lantai dua, tetapi tidak menemukan siapa pun.

"Apakah ada yang salah, Raul?" Andini Wijaya bertanya dengan sedikit bingung.

"Tidak ada apa-apa," jawabnya. "Ayo kita pergi."

Nadia langsung menuju ke Vila Arka untuk mengemasi barang-barangnya. Dia menyapu pandangannya ke seluruh ruangan yang telah dia dekorasi dengan cermat. Baru kemarin, tempat ini terasa hangat dan nyaman, sebuah rumah. Sekarang, tempat ini hanyalah sebuah monumen kebodohannya.

Konyolnya, perasaan tulusnya terhadap Raul tidak berarti apa-apa. Tidak berarti sama sekali.

Pada saat ini, ponselnya berbunyi dengan sebuah notifikasi. Sebuah artikel berita dimuat secara online, mengumumkan pertunangan antara masing-masing ahli waris dari Keluarga Alfando dan Keluarga Wijaya.

Nadia sudah bisa melihat bagaimana publik akan mengejeknya karena hal ini. Mereka selalu mengejeknya, dan meskipun Raul telah melindunginya dari kritik terburuk, pria itu tidak pernah menghentikan mereka sepenuhnya.

Sekarang, Raul telah secara resmi mengumumkan rencana pernikahannya dengan wanita lain. Hal itu hanya akan meningkatkan ejekan terhadap Nadia.

Nadia juga ingin sekali menikah, tetapi jelas baginya sekarang bahwa keinginan itu selalu sepihak. Raul bahkan tidak pernah mengakuinya sebagai pacar.

Sambil menelan kembali rasa patah hatinya, Nadia buru-buru mengumpulkan pakaian yang dibelinya sendiri, dan memasukkannya ke dalam koper. Jumlahnya tidak banyak. Kemudian dia menelepon layanan tata graha dan memberi mereka instruksi untuk mengembalikan vila seperti tiga tahun yang lalu.

Setelah membereskan semuanya, dia melihat untuk terakhir kalinya ke rumah yang pernah ditinggalinya bersama Raul. Dia meninggalkan Vila Arka tanpa menoleh ke belakang.

Dia bukanlah orang yang terus bergantung pada sesuatu yang dia tahu tidak bisa dia miliki. Dan seperti yang dia katakan pada Raul, dia sadar diri akan posisinya. Tidak mungkin dia bisa dibandingkan dengan Nona Andini.

Nadia menyeret kopernya dan berjalan kembali ke rumah keluarganya.

Dia telah membuat orang tuanya menjadi bahan tertawaan selama tiga tahun, karena dia mengejar Raul tanpa malu-malu. Akibatnya, hubungannya dengan orang tuanya memburuk. Dia jarang menelepon mereka, kecuali pada hari libur khusus.

Nadia kini berdiri di luar rumah mereka, matanya berkaca-kaca.

Ketika meraih gagang pintu, dia mendengar suara pertengkaran yang datang dari dalam.

Nadia berhenti sejenak dan ragu-ragu. Dia tahu bahwa dia telah menyebabkan semua ini, menabur perselisihan di dalam keluarganya sendiri, semuanya demi seorang pria.

Dia berjongkok dan memeluk lututnya saat gelombang rasa sakit dan malu menyelimutinya.

Dia telah memberikan begitu banyak hal kepada Raul, dan pria itu membalasnya dengan pernyataan ingin menikahi wanita lain.

Dia masih dapat mendengar kata-kata yang diucapkan Raul padanya semalam berulang-ulang di kepalanya.

Nadia harus mengambil beberapa saat untuk menenangkan diri. Dia berdiri, menarik napas dalam-dalam, dan masuk ke dalam rumah. "Ibu! Ayah! Aku kembali."

Percakapan terhenti saat kedua orang tuanya menoleh ke arahnya.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Komodo Hijrah
9.6
Mahesa adalah pengusaha waralaba sukses yang selalu gagal dalam urusan asmara. Ia merasa dikutuk oleh rival bisnisnya karena tak pernah berhasil membawa hubungan ke jenjang pernikahan. Berbagai metode, dari yang logis hingga di luar nalar, ia coba demi menemukan pendamping hidup. Dalam pencarian itu, Gayatri, sahabat masa kecil yang kerap bertindak bak pengawal pribadinya, selalu setia mendampingi. Namun, mampukah persahabatan mereka bertahan saat perasaan baru mulai tumbuh?
Sampul Novel Luka Seorang Ibu Rumah Era 80-an
8.7
Setelah delapan tahun menjalani rumah tangga, Lina Watson membulatkan tekad untuk pergi ke ibu kota dalam waktu setengah bulan. Keputusan besar ini mengharuskan Lina meninggalkan suaminya serta putranya, Alan, yang kini jauh lebih dekat dengan sang ayah hingga tidak lagi mengakui Lina sebagai ibunya. Dengan senyum getir, Lina memilih merelakan mereka dan hanya membawa putrinya, Alicia, untuk memulai kehidupan baru bersama gurunya yang telah menunggu di stasiun kereta ibu kota.
Sampul Novel Membawa Kabur Benih Presdir
8.8
Kebahagiaan Aurora Winters berubah menjadi dilema besar saat ia menyadari dirinya tengah mengandung. Di sisi lain, sang suami, Julian Ryder, telah menegaskan bahwa ia tidak menginginkan kehadiran seorang anak dalam pernikahan mereka. Terjepit di antara cinta pada janinnya dan sikap dingin suaminya, Aurora menolak keras ide untuk menggugurkan kandungannya. Kini, ia harus menyusun rencana rahasia demi melindungi sang buah hati dari pengetahuan Julian.
Sampul Novel My Teacher My Husband
9.1
Kim terjebak dalam dilema besar saat orang tuanya memaksa ia menikah demi mempertahankan aset pribadinya. Meski sempat menolak, permohonan sang ibu membuatnya pasrah pada perjodohan tersebut. Betapa terkejutnya Kim saat mengetahui calon suaminya adalah Alvin, gurunya sendiri di sekolah. Hubungan antara guru dan murid ini penuh tantangan, layaknya api dan air yang sulit bersatu akibat perbedaan usia serta pola pikir yang sangat kontras.
Sampul Novel Nafkah dua puluh ribu darisuamiku
8.4
Memiliki suami dengan karier mapan dan kondisi finansial yang stabil ternyata tidak menjadi jaminan kebahagiaan bagi seorang istri. Meski sang suami mampu menyediakan fasilitas hidup yang sangat layak dan serba berkecukupan, kenyataan pahit justru menghampiri rumah tangga mereka. Ia terpaksa berjuang sendirian untuk menghidupi dirinya sendiri di tengah kemewahan yang ada. Sebuah kisah tentang perjuangan batin dan kemandirian di balik bayang-bayang kemapanan.
Sampul Novel Obsesi Liar Mantan Bosku
8.3
Hidup Cindy Andriana Halim hancur seketika saat suaminya kalah judi dan menjadikannya sebagai jaminan utang. Kini, ia terperangkap dalam ancaman Sebastian Arson, mantan bosnya yang menuntut kepatuhan ranjang sebagai pelunasan. Sebastian kembali ke Indonesia dengan obsesi gelap untuk memiliki Cindy sepenuhnya. Terjepit antara kewajiban membayar utang besar atau menyerahkan kehormatannya, mampukah Cindy melarikan diri dari jeratan pria yang haus kekuasaan tersebut?