Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Kesempatan Kedua Cinta

Kesempatan Kedua Cinta

Nadia ingin memberi tahu Raul perihal kehamilannya, namun ia justru melihat pria itu bersama wanita lain. Kecewa karena pengabdiannya selama tiga tahun sia-sia, Nadia memilih pergi. Tiga tahun berlalu, Nadia telah menata hidup baru saat Raul datang membawa penyesalan mendalam. Raul memohon agar Nadia bersedia menikahinya, tetapi Nadia menolak dengan tenang. Sambil tersenyum, ia berujar bahwa kini dirinya telah bertunangan dengan pria lain.
Bab
Bagikan

Bab 3

"Jadi, kamu masih ingat bahwa kamu masih memiliki orang tua?" Ayah Nadia, Erik Havian, menatapnya dengan tatapan marah dan membentaknya.

Sherly Hirsan, istrinya, menatapnya dengan tatapan mencela dan berjalan menghampiri putri mereka. "Nadia," ucapnya sambil meraih tangan wanita muda itu. "Senang sekali kamu sudah kembali. Masuk dan duduklah."

Orang tuanya selalu mengikuti perkembangan berita tentang Raul, jadi mereka tahu bahwa pria itu akan menikah. Erik melihat kondisi putrinya yang sangat terpukul dan kembali gusar. "Aku selalu bilang padamu untuk tidak terlibat dengan pria semacam itu, kamu tidak pernah mendengarkan! Apakah kamu bahagia sekarang?"

"Apa yang kamu katakan, Erik? Tidakkah kamu lihat betapa sedihnya dia?"

"Apa kamu tahu apa yang dikatakan orang tentang keluarga kita? Mereka menyebut kita delusional dan tidak tahu malu karena berpikir kita bisa melekatkan diri kita pada Keluarga Alfando yang terkemuka itu!"

Sherly mengetahui hal ini, tentu saja, tetapi dia tidak melihat alasan untuk menyalahkan semua itu pada Nadia.

"Aku menyadari betapa salahnya aku," ucap Nadia dengan suara pelan. Dia menunduk untuk menunjukkan betapa dia menyesali tindakannya di masa lalu.

Erik gusar dan mendengus. Dia ingin bicara lebih banyak, tetapi ponselnya mulai berdering.

"Apa katamu?!" Erik berseru segera setelah dia menjawab panggilan tersebut. Dia langsung berdiri, wajahnya terukir dengan kekhawatiran.

"Apa yang terjadi?" Baik Sherly maupun Nadia menatapnya dengan penuh kekhawatiran.

"Ada masalah dengan perusahaan." Erik menjelaskan ketika dia akhirnya menutup telepon. "Keluarga Mahadi melanggar kontrak dan menarik diri dari proyek sebelum selesai."

Kerja sama semacam itu sering kali melibatkan sejumlah kontrak untuk menjamin kelancaran operasi. Dalam kasus ini, Keluarga Mahadi harus membayar biaya penalti. Hal itu bagus, tetapi perusahaan Erik telah menggunakan semua dana yang tersisa untuk membeli material yang dibutuhkan untuk proyek tersebut. Jika proyek tersebut gagal, semua bahan tersebut akan terbuang percuma, dan perusahaan tidak akan pernah mendapatkan uang mereka kembali.

"Apa yang akan kita lakukan?" Sherly bertanya dengan cemas. "Apakah mereka tahu bahwa jika mereka menarik diri, mereka akan dikenai denda?"

"Oh, aku yakin mereka tahu. Tapi biaya itu tidak seberapa dibandingkan dengan kerugian yang akan kita alami. Aku harus membuat janji temu dengan Keluarga Mahadi dan berbicara dengan mereka."

Jika Erik gagal mempertahankan mereka, maka dia tidak punya pilihan selain menyatakan pailit.

Nadia menyaksikan ayahnya menelepon beberapa kali, mendengarkan permohonan dan desahannya yang rendah hati, lalu menyadari bahwa Keluarga Mahadi tidak akan berubah pikiran.

Sherly menggenggam tangan putrinya saat mereka menunggu keputusan. "Bagaimana hasilnya?" tanya Sherly setelah hampir satu jam Erik mondar-mandir ke sana kemari.

Dia hanya menggelengkan kepalanya dalam kekalahan.

Keheningan menyelimuti mereka, hanya dipecahkan oleh isak tangis Sherly. Meski begitu, dia masih ingat untuk menghibur putrinya. "Tidak apa-apa, Nadia. Kita akan melewati ini bersama-sama."

Nadia mengangguk, tidak ingin membebani orang tuanya lebih jauh lagi dengan masalahnya sendiri.

Malam harinya, Nadia keluar rumah.

Dia telah mengirim pesan kepada Raul, tetapi tidak pernah dibalas. Jadi dia memutuskan untuk pergi dan mencarinya sendiri.

Dia menunggu di Vila Arka selama berjam-jam, tetapi tidak ada tanda-tanda pria yang ingin dia temui.

Nadia terlambat menyadari bahwa Raul pasti sedang bersama tunangannya. Tentu saja. Untuk apa pria itu harus kembali ke sini?

Ketika dia sudah berada di depan pintu, berniat untuk pergi, pintu itu terbuka dari luar.

Hal pertama yang dikatakan Raul kepadanya adalah, "Apa yang masih kamu lakukan di sini?"

Kata-katanya seperti belati yang menusuk ke dalam hatinya. Apakah pria ini begitu membencinya?

"Aku perlu berbicara denganmu."

"Cek dan akta properti ada di atas meja di sana. Silakan ambil jika kamu berubah pikiran." Raul berjalan melewatinya dengan ekspresi kosong dan meremehkan.

Nadia memaksakan sebuah senyuman. "Aku datang ke sini bukan untuk uang."

"Lalu, apa yang membawamu kemari?"

"Perusahaan keluargaku sedang dalam masalah. Aku butuh bantuanmu untuk meyakinkan Keluarga Mahadi agar tidak menarik diri dari kesepakatan mereka, setidaknya sampai proyek ini selesai."

"Nadia, ini bukan sesuatu yang bisa aku campuri. Orang yang mendukung Keluarga Mahadi adalah ayah Andini, Junaidi."

Nadia menarik napas dengan tajam. Junaidi Wijaya. Calon ayah mertua Raul. Semuanya masuk akal sekarang. Tidak heran Raul menolak untuk membantunya. Keluarga tunangannya mengincar keluarganya, dan pria itu hanya menonton dari pinggir.

Luar biasa.

"Jadi daripada menunggu keluargamu bangkrut, Nadia, aku sarankan kamu mengambil uang dan properti yang kutawarkan padamu, dan menggunakannya untuk menafkahi orang tuamu."

Nadia hampir tidak bisa memercayai apa yang didengarnya. Dia mengerjap-ngerjapkan matanya ke arah Raul seolah-olah baru pertama kali bertemu dengannya. Tiba-tiba dia tersadar bahwa dia tidak pernah mengenalnya sama sekali.

"Kamu sudah tahu selama ini, bukan?" bisiknya, bibirnya melengkung menjadi senyuman mencela diri sendiri.

Selama tiga tahun, dia mengira bahwa dia memiliki tempat khusus di hati pria itu, betapa pun kecilnya. Namun sekarang, kenyataan menamparnya dengan tajam.

"Dengar, Nadia, kamu seharusnya tidak terlibat dalam masalah ini. Dengarkan nasihatku. Terimalah kompensasi dariku dan pergilah."

Mereka bisa saja bertukar momen panas di atas seprai sepanjang malam, tetapi ketika mereka bangun dari ranjang, Raul masih tetap dingin dan tidak berperasaan seperti biasanya.

Nadia secara naluriah mundur dua langkah. Baru pada saat inilah dia benar-benar mengerti apa artinya patah hati.

Bagaimana dia bisa membuat dirinya percaya bahwa dia bisa menghangatkan hati yang tidak pernah ada?

"Bagaimana jika aku hamil?" tanyanya dengan suara gemetar. "Apakah kamu masih tidak akan membantuku?"

"Kukira aku sudah menjelaskannya kemarin, aku tidak ingin anak haram." Nada bicara Raul awalnya sabar, tetapi kemudian dia berhenti dan menyipitkan matanya. "Apa kamu hamil?"

Nadia mencemooh. "Kamu selalu memastikanku untuk meminum pil kontrasepsi, bagaimana mungkin aku hamil?"

Dia benar-benar kecewa. Seharusnya dia tidak pernah memberikan hatinya pada Raul.

"Jika kamu tidak bisa membantuku, aku akan pergi. Selamat atas pernikahanmu yang akan datang. Aku harap kamu ... kuharap kamu hidup bahagia selamanya."

Nadia bukanlah orang yang pendendam, jadi dia tidak pernah membayangkan bahwa akan tiba suatu hari di mana mengucapkan selamat kepada seseorang akan menjadi begitu sulit.

Kata-kata itu hampir saja tersangkut di tenggorokannya, tetapi dia berusaha mati-matian untuk menelan kembali kata-kata tersebut dan bertahan melewati rasa sakitnya.

"Kuharap kamu juga bahagia," jawab Raul dengan nada datar.

Nadia membuka pintu, tetapi sebelum dia melangkah keluar, dia berkata dengan lembut, "Jika aku memiliki kesempatan untuk kembali ke masa lalu, aku tidak ingin mencintaimu lagi, Raul."

Lanjut Nonton!
Cerita makin seru! Buka Aplikasi untuk melanjutkan membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Aku Tak Membencimu
8.5
Demi melunasi utang ibunya, Ayyara Faderica terpaksa menikahi CEO Kieran Bimantara. Meski Kieran memperlakukannya bak ratu karena rasa cinta yang lama terpendam, Ayyara justru sulit membuka hati dan diam-diam masih menjalin hubungan dengan mantan kekasihnya. Walau dikhianati, Kieran tetap gigih berjuang demi mendapatkan cinta sang istri. Akankah Ayyara akhirnya menyadari ketulusan Kieran, ataukah masa lalu akan menghancurkan pernikahan mereka?
Sampul Novel Balasan Setimpal Untuk Suami & Selingkuhannya
8.2
Kehidupan pernikahan yang semula damai hancur seketika saat pengkhianatan sang suami terungkap. Luka mendalam akibat perselingkuhan itu memicu tekad kuat dalam diri sang istri untuk bangkit dari keterpurukan. Ia tidak lagi tinggal diam meratapi nasib, melainkan menyusun rencana matang demi menuntut keadilan. Inilah perjuangan emosional seorang wanita dalam membalas rasa sakit hatinya dan memberikan ganjaran setimpal bagi mereka yang telah mengkhianatinya.
Sampul Novel Foto Suamiku Diruang Keluarganya
8.7
Dua tahun membina rumah tangga, Ane akhirnya menemukan kenyataan pahit bahwa dirinya hanyalah istri kedua Farel. Rahasia besar ini terungkap secara tidak sengaja saat Ane berkunjung ke rumah salah satu wali muridnya. Ketika sang ibu menjatuhkan foto keluarga yang selama ini ia simpan rapat-rapat, Ane terkejut melihat sosok suaminya ada di sana. Kini, Ane terjebak dalam dilema besar antara mempertahankan cintanya atau memilih pergi meninggalkan Farel.
Sampul Novel Hati Biru Affa
8.6
Air mata gadis 17 tahun itu pecah saat melihat sosok yang ia anggap kakak sendiri mengkhianati kepercayaannya. Rahasia hati yang ia titipkan justru dibalas dengan pengkhianatan menyakitkan; sang kakak terlihat pergi bersama pria pujaan hatinya. Meski sang kakak membantah, amarah sang remaja tak terbendung hingga nyaris melayangkan pukulan fisik. Di tengah keributan ini, seorang teman pria hanya bisa terpaku melihat persahabatan tulus mereka kini hancur karena cinta.
Sampul Novel La Tahzan, Miss Lemot
8.6
Vinessa adalah gadis cantik nan ceria yang harus menelan pahitnya kenyataan hidup. Meski memiliki hati yang baik, kehadirannya tak pernah diharapkan dan selalu dipandang rendah oleh orang-orang di sekitarnya. Alih-alih menaruh dendam atas segala perlakuan buruk keluarganya, ia justru menerima hinaan tersebut dengan lapang dada sebagai bagian dari nasibnya. Simaklah perjuangan menyentuh hati Vinessa dalam menghadapi kerasnya dunia yang tidak memihaknya.
Sampul Novel Mantan Istriku yang Penurut Adalah Seorang Bos Rahasia?!
9.4
Tiga tahun Emilia mengabdi sebagai istri penurut Brandon berakhir sia-sia demi wanita lain. Namun, setelah bercerai, ia muncul kembali sebagai sosok tangguh yang jauh berbeda. Brandon terkejut saat mengetahui identitas rahasia Emilia sebagai peretas, dokter, hingga pembalap. Saat pria itu berusaha mengejarnya kembali, Emilia justru menikmati kebebasan dan menunjukkan keahliannya yang tak terbatas. Kini, Brandon harus menghadapi kenyataan bahwa mantan istrinya adalah bos rahasia.