Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Kesabaran seorang istri

Kesabaran seorang istri

Terjebak dalam pernikahan tanpa cinta, seorang istri harus menanggung luka fisik dan batin akibat perlakuan kasar suaminya. Setiap hari ia menghadapi penghinaan yang menyakitkan, namun dirinya tetap memilih bertahan dengan kesetiaan yang luar biasa. Meski hatinya hancur berkeping-keping, ia terus berharap ketulusannya mampu mencairkan kedinginan hati sang suami. Inilah kisah emosional tentang keteguhan jiwa dan pengorbanan tiada henti di tengah badai penderitaan.
Bab
Bagikan

Bab 3

Stella sibuk di dapur, menyiapkan hidangan untuk menyambut kepulangan Prisia. Sementara itu, Prisia berdiri di dekat pintu dapur, menatap kakak iparnya dengan ekspresi penasaran.

"Kak Stella, sejak kapan bisa masak? Dulu pas aku main ke rumah SMA, masakan Kakak nggak bisa dibilang enak," tanya Prisia ragu, mengingat pengalaman buruk saat Stella pertama kali memasak untuknya.

Stella tertawa kecil, mencoba menghilangkan keraguan adik iparnya. "Itu dulu, Prisia. Sekarang Kakak sudah berubah, sudah jadi chef sejati, kok!" jawabnya sambil tersenyum lebar, menutupi kekhawatirannya. Melihat senyum Stella, Prisia hanya mengangguk, meskipun dalam hati masih sedikit curiga dengan rasa masakan kakak iparnya.

Setelah mandi, Prisia keluar dari kamarnya dan melihat meja makan sudah penuh dengan hidangan yang tercium begitu harum. "Wah, Kak! Dari baunya aja udah bikin perutku keroncongan! Aku lapar banget gara-gara penerbangan kemarin," katanya sambil duduk di meja makan.

"Mama, masakan Kak Stella udah siap! Ayo kita makan!" teriak Prisia memanggil ibunya.

Bella muncul dari kamarnya dan tersenyum lebar. "Wah, harum sekali. Sepertinya masakan menantu Mama ini luar biasa," katanya sambil duduk di meja.

Prisia tertawa ceria, "Iya, Ma! Sayang sekali Kak Wiliam nggak ada. Tapi nggak apa-apa, kita bertiga saja sudah cukup seru."

Bella tersenyum melihat keceriaan Prisia. "Biarin saja mereka berdua. Mereka yang rugi nggak bisa menikmati masakan Stella. Ayo kita mulai!" ajak Bella.

Mereka pun makan bersama dengan suasana penuh tawa. Prisia, yang awalnya curiga dengan masakan Stella, terkejut dengan rasanya. "Wah, Kak! Masakanmu enak sekali. Kakak ipar, kapan-kapan ajarin aku masak dong," pintanya sambil terus menyantap hidangan.

Stella tertawa senang. "Tentu, kapan saja. Asal kamu punya waktu, Kakak akan ajarin kamu."

Setelah makan, mereka bertiga berjalan-jalan di taman luas di halaman rumah mewah itu. Prisia tak henti-hentinya bercerita tentang pengalamannya selama di luar negeri, butik yang dia kelola, dan rencananya untuk membuka cabang di kota ini. Stella mendengarkan sambil tersenyum, meskipun di beberapa titik dia mulai merasa lelah dengan cerita yang tiada habisnya.

***

Sore harinya, Stella memutuskan untuk menemani Bella berjalan-jalan di taman, sementara Prisia memutuskan untuk memberi kejutan pada Wiliam di kantornya. Dia tahu kakaknya pasti belum mendengar kabar kepulangannya.

Saat tiba di kantor Wiliam, semua pegawai mengenali Prisia. "Selamat siang, Nona Prisia. Silakan masuk, Tuan Muda ada di dalam," sambut salah satu petugas dengan hormat.

Prisia naik ke lantai tempat kantor Wiliam berada. Saat sampai di depan ruangannya, Prisia melihat sekretaris Wiliam yang terlihat panik begitu melihatnya. Sekretaris itu bergumam cemas, "Astaga, Nona Prisia datang. Bagaimana kalau dia tahu Wiliam sedang bersama wanita lain di dalam?"

Tanpa menunggu atau mengetuk pintu, Prisia langsung membuka pintu ruang kerja Wiliam, dan pemandangan yang dilihatnya membuat darahnya mendidih. Di depannya, Wiliam sedang duduk dengan mata terpejam, sementara seorang wanita sedang berlutut di depannya, telanjang, bermain-main dengan Wiliam.

"Kakak...! Apa ini yang kakak lakukan setiap hari? Apa Kak Stella tahu kelakuan kakak yang hina ini?" teriak Prisia penuh kemarahan.

Wiliam dan wanita itu, Luna, terkejut dan panik. Luna dengan cepat mencoba mengenakan pakaiannya, tapi Prisia sudah marah besar. "Tidak usah repot-repot pakai pakaian! Aku sudah melihat semuanya. Dasar pelacur! Berani sekali kamu merusak rumah tangga kakakku!" teriak Prisia sambil menarik rambut Luna dan menampar wajahnya.

Luna hanya meringis tanpa melawan, sementara Wiliam, yang sudah menutup resleting celananya, berdiri dan berteriak, "Cukup, Prisia! Lepaskan dia!"

"Apa yang cukup? Kakak sudah menghina pernikahan Kakak dengan Stella! Apa istimewanya wanita murahan ini dibandingkan Kak Stella?" bentak Prisia sambil tetap mencengkeram rambut Luna.

Wiliam maju, memisahkan mereka dengan paksa. "Aku tidak mencintai Stella. Aku mencintai Luna! Terserah aku mau apa dengan hidupku, kamu tidak perlu ikut campur! Sekarang keluar dari sini!" Wiliam berteriak marah, mengusir adiknya.

Prisia terdiam sesaat, matanya merah menahan tangis. "Apa kurangnya Kak Stella sampai Kakak lebih memilih wanita seperti ini? Sampai kapanpun, aku tidak akan pernah merestui dia bersama Kakak!" seru Prisia, menatap tajam kakaknya.

Wiliam mengangkat tangannya, hendak menampar Prisia, tapi dia berhenti di tengah jalan. Dia tidak tega menyakiti adik yang sangat disayanginya itu sejak kecil.

"Tampar aku kalau berani! Bunuh aku kalau Kakak mau! Aku malu punya kakak seperti ini. Seorang laki-laki yang tidak lebih dari binatang! Kakak sudah punya istri yang sempurna, tapi lebih memilih menghancurkan segalanya demi nafsu!" tangis Prisia. "Kalau Kakak tidak segera berubah, Kakak akan menyesal seumur hidup!" Prisia menangis tersedu-sedu, lalu berlari keluar dari ruangan.

Wiliam hanya bisa berdiri, marah dan frustasi. Dia memukuli meja kerjanya dengan keras, merusak barang-barang di sekitarnya. "Kenapa dia harus ada di sini?! Sial!" teriaknya, menendang kursi di dekatnya.

Luna mencoba menenangkannya. "Wiliam, tenang. Semua pasti ada solusinya. Jangan terlalu dipikirkan," ucap Luna lembut sambil membelai rambut Wiliam.

Wiliam mendesah dan memeluk Luna. "Maaf, sayang. Adikku memang keras kepala, tapi suatu hari dia akan mengerti. Aku yakin," ucapnya sambil mencium Luna.

Luna hanya mengangguk, balas mencium Wiliam dengan senyum penuh kepuasan.

Lanjut Nonton!
Cerita makin seru! Buka Aplikasi untuk melanjutkan membaca
Buka Semua Episode
Cari "95MUE" di moboreader para membaca buku selengkapnya.
Salin kode dan cari di aplikasi Moboreader untuk melanjutkan membaca.
95MUE
Salin
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Air Force Skadron7
7.9
Yudi Juliansyah, pemuda asal Bandung anak seorang dokter dan model Prancis, nekat mengejar mimpi menjadi tentara meski ditentang orang tuanya. Setelah terusir dari rumah, ia berjuang mandiri berjualan gorengan demi membiayai sekolah di AAU Yogyakarta. Kerja kerasnya membuahkan gelar Adi Makayasa sebagai lulusan terbaik Angkatan Udara. Kini, Yudi pulang berseragam untuk membuktikan baktinya. Akankah orang tuanya luluh dan mengakui pilihannya sebagai prajurit?
Sampul Novel Bukan Pelayan Biasa
8.8
Dunia Amanda Felicia runtuh saat kedua orang tuanya tewas dalam kecelakaan di hari kelulusannya. Kesedihannya kian mendalam ketika Fanny, sahabat setianya, harus pergi ke luar negeri. Di tengah keterpurukan, Amanda mencoba bangkit dengan bekerja sebagai pelayan di kediaman Alexander Mattew. Namun, pria kaya itu justru kerap menyulitkan hidupnya dan sengaja membuat Amanda tidak betah. Mampukah Amanda bertahan menghadapi sikap dingin Alex demi menyambung hidupnya?
Sampul Novel Dendam Membara CEO Mesum
8.5
Jent adalah CEO sukses yang menghadapi keretakan rumah tangga akibat belum hadirnya buah hati. Kecurigaan menuntunnya mengikuti sang istri secara rahasia, hingga ia menyaksikan sendiri pengkhianatan istrinya di ranjang pria lain. Terbakar amarah, Jent menolak sekadar bercerai. Ia merancang rencana pembalasan dendam yang kejam bagi sang istri dan selingkuhannya. Tragedi ini mengubah Jent menjadi sosok pria berdarah dingin demi menuntut keadilan.
Sampul Novel Gairah yang Berapi-api: Istri CEO yang Bersalah
7.9
Di malam pengantin, Rogelio bersumpah menyiksa Marian karena menganggapnya penyebab kematian sang kakak. Meski dibenci dan tak disentuh, sebuah insiden memaksa mereka tidur bersama hingga Marian hamil. Di tengah penghinaan Rogelio, pria itu justru diam-diam melindungi aset dan keselamatan istrinya dari gangguan orang lain. Saat Marian berniat kabur membawa rahasia kandungannya, Rogelio justru memeluknya erat dan menolak melepaskan ibu dari calon anaknya tersebut.
Sampul Novel Ketika Cinta Mati, Dendam Dimulai
9.8
Pasca kematian tragis putranya, Eva Anindita justru dikhianati suaminya, Jaksa David Adiwijaya. Demi melindungi Karin, pelaku tabrak lari, David memenjarakan Eva atas tuduhan palsu. Setelah tiga tahun mendekam di penjara dan kehilangan anak keduanya, Eva bebas hanya untuk melihat kenyataan pahit. David telah membina keluarga baru bersama Karin. Kini, jurnalis investigasi ini siap menuntut balas atas pengkhianatan keji yang menghancurkan hidupnya.
Sampul Novel RAHASIA BAPAK MERTUA
8.3
Di rumah ini, ada satu ruangan terlarang yang tak boleh kami masuki sesuai perintah bapak mertua. Namun, kecurigaan muncul saat beliau selalu keluar dari kamar tersebut dalam kondisi berkeringat dan kelelahan yang tidak wajar. Didorong rasa penasaran yang besar, aku memutuskan untuk menyelidiki aktivitas misteriusnya secara diam-diam. Siapa sangka, sebuah rahasia gelap dan mengejutkan yang selama ini tersimpan rapat akhirnya berhasil aku bongkar.