Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Kesabaran seorang istri

Kesabaran seorang istri

Terjebak dalam pernikahan tanpa cinta, seorang istri harus menanggung luka fisik dan batin akibat perlakuan kasar suaminya. Setiap hari ia menghadapi penghinaan yang menyakitkan, namun dirinya tetap memilih bertahan dengan kesetiaan yang luar biasa. Meski hatinya hancur berkeping-keping, ia terus berharap ketulusannya mampu mencairkan kedinginan hati sang suami. Inilah kisah emosional tentang keteguhan jiwa dan pengorbanan tiada henti di tengah badai penderitaan.
Bab
Bagikan

Bab 1

Setelah mengucapkan janji suci di depan altar, Stella kini resmi menjadi istri seorang pria kaya yang sudah lama ia cintai, William. Senyum bahagia mengembang di wajahnya, memancarkan kebahagiaan yang sulit ia sembunyikan. Namun, di sampingnya, William tak menunjukkan sedikit pun kegembiraan. Wajahnya dingin, kaku, seolah-olah pernikahan ini adalah beban yang tak diinginkannya.

Di dalam hati, William merasa kesal dan tersiksa. Ia tidak pernah berniat untuk menikahi Stella, tapi keadaan memaksanya. Tatapan tajamnya tertuju pada istrinya, dengan senyum sinis yang terlukis di bibirnya. "Lihat saja," gumamnya dalam hati. "Kau akan menyesal telah menikah denganku. Ini adalah awal dari penderitaanmu."

Meski Stella merasakan dinginnya sikap suaminya, ia tetap membalas tatapan William dengan senyuman lembut yang selama ini ia simpan hanya untuk pria itu. Stella bukanlah wanita biasa. Dia mungil, namun cerdas dan tangguh. Dengan gelar S2 dari Paris, ia telah meraih banyak pencapaian dalam hidupnya. Namun, satu hal yang selalu ada di hatinya sejak remaja adalah cintanya pada William-pria yang terkenal dingin, sombong, dan keras kepala.

Sejak masa sekolah, Stella sudah terpikat pada pesona William, meski pria itu tak pernah bersikap ramah padanya atau orang lain. Sekarang, pria itu berdiri di sampingnya sebagai suaminya, meski tanpa senyum yang menghiasi wajahnya. Bagi Stella, bisa menikahi pria yang ia perjuangkan sejak lama adalah sebuah mimpi yang menjadi kenyataan, meskipun ia tahu William tak pernah mencintainya. Namun, Stella berjanji dalam hati, suatu hari William akan mencintainya. Dia siap menghadapi konsekuensi menikahi pria keras dan kejam itu, apa pun yang terjadi.

William, di sisi lain, memandang rendah Stella. Baginya, wanita itu tak lebih dari seorang oportunis yang menikahinya demi harta. Pernikahan ini hanyalah formalitas yang dipaksakan oleh keadaan.

"Stella, selamat! Sekarang kamu resmi menjadi menantu kami," ucap Bella, ibu William, dengan penuh kegembiraan. Bella sangat menyayangi Stella sejak dulu, melihatnya sebagai wanita mandiri, tangguh, dan cerdas.

"Terima kasih, Ma. Aku akan berusaha menjadi menantu yang baik untuk Mama," jawab Stella sambil memeluk erat ibu mertuanya. Bella tersenyum, bangga pada menantu barunya yang selalu bersikap manis dan ceria.

"William, secepatnya Mama ingin cucu dari kalian. Mama sudah tidak sabar menggendong cucu," ucap Bella seraya mengusap bahu putranya.

William hanya mengangguk tanpa banyak bicara. "Iya, Ma. Mungkin bulan depan aku dan Stella akan pindah ke apartemen supaya lebih dekat ke kantor," katanya singkat.

Bella mengangguk setuju. "Baiklah, tapi ingat untuk selalu menjaga Stella, dan jangan lupa, Mama menunggu cucu, ya!"

Di sudut ruangan, sepasang mata penuh kebencian menatap tajam ke arah pengantin baru. Luna, kekasih gelap William, berdiri menyaksikan pesta itu dengan perasaan tersayat. Dia merasa tempat Stella di samping William seharusnya adalah miliknya. Namun, karena tidak ada restu dari keluarga William, Luna hanya bisa menyaksikan pernikahan yang menyakitkan ini dari jauh.

"Awas kau, Stella," geram Luna dalam hati. "Suatu hari kau akan menyesal merebut William dariku. Dia hanya mencintaiku, bukan dirimu." Dengan kemarahan yang membara, Luna berbalik dan pergi meninggalkan pesta.

Ketika pesta mulai sepi dan tamu-tamu mulai berpamitan, hanya keluarga William dan keluarga Stella yang masih tersisa. Nisa, ibu Stella, menghampiri putrinya yang kini telah menjadi seorang istri.

"Putriku, sekarang kamu sudah menjadi istri orang. Kamu harus menjaga dirimu baik-baik, ya?" ucap Nisa dengan mata berkaca-kaca.

Stella memeluk ibunya erat. "Iya, Bu. Aku akan baik-baik saja. Jaga Ayah dan dirimu ya, Bu."

"Tenang saja, kami akan baik-baik saja. Erik akan menjaga kami," ujar Nisa, menenangkan putrinya.

Stella kemudian beralih memeluk kakaknya, Erik. "Kak, jaga Ibu dan Ayah ya. Maaf aku mendahului Kakak," ucap Stella penuh haru.

Erik tersenyum lembut. "Jangan khawatir, semuanya akan baik-baik saja," jawabnya sambil mengusap punggung adiknya. Erik adalah kakak yang penyayang, meski dia sendiri masih terluka karena pengkhianatan cinta dua tahun lalu. Kekasih yang sangat ia cintai meninggalkannya di hari pernikahan mereka, dan sejak itu ia belum pernah membuka hatinya lagi, meski keluarganya selalu memintanya untuk move on.

Setelah keluarganya berpamitan, Stella masuk ke kamar pengantin mereka. Namun, ia terkejut ketika mendapati William tidak ada di sana. Malam pengantin mereka seharusnya menjadi momen berharga, tetapi William pergi tanpa memberitahu ke mana.

Setelah dua jam menunggu dalam kecemasan, Stella mencoba menghubungi suaminya. Namun, panggilannya tak dijawab. William ternyata pergi menemui Luna, kekasihnya, di sebuah hotel.

Di sana, William tak hanya mengabaikan istrinya, tetapi juga larut dalam hubungan terlarang dengan Luna. Mereka berdua tenggelam dalam gairah yang menyala, tanpa sedikit pun rasa bersalah. Di tengah kebersamaan mereka, Luna mendengar telepon William berdering. Melihat nama Stella di layar, Luna tersenyum licik.

"Kasihan sekali kau, Stella," bisik Luna, puas. "Suamimu yang baru saja menikah lebih memilih bersamaku malam ini."

Sementara itu, di kamar pengantin yang sepi, Stella akhirnya menyerah mencoba menghubungi William. Dengan hati yang berat, ia berjalan menuju kamar mandi untuk merendam tubuhnya yang lelah setelah pesta panjang.

"Aku tahu kau di mana, William," bisiknya lirih sambil menatap pantulan dirinya di cermin kamar mandi. "Tapi biarlah... Aku akan tetap menunggumu. Suatu hari nanti, kau akan sadar siapa yang seharusnya ada di sampingmu."

Meski hatinya terluka karena ditinggalkan di malam pengantin, Stella tetap tegar. Cintanya pada William begitu besar, hingga semua rasa sakit ini tidak mengikis sedikit pun perasaannya. Jika bukan karena cinta yang begitu dalam, mungkin ia sudah menyerah dan memilih bersama James-pria yang pernah meminangnya ketika ia berada di Paris.

Namun, Stella telah membuat keputusan. Ia akan berjuang untuk cintanya, walaupun harus menanggung penderitaan sendirian.

---

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Air Force Skadron7
7.9
Yudi Juliansyah, pemuda asal Bandung anak seorang dokter dan model Prancis, nekat mengejar mimpi menjadi tentara meski ditentang orang tuanya. Setelah terusir dari rumah, ia berjuang mandiri berjualan gorengan demi membiayai sekolah di AAU Yogyakarta. Kerja kerasnya membuahkan gelar Adi Makayasa sebagai lulusan terbaik Angkatan Udara. Kini, Yudi pulang berseragam untuk membuktikan baktinya. Akankah orang tuanya luluh dan mengakui pilihannya sebagai prajurit?
Sampul Novel Bukan Pelayan Biasa
8.8
Dunia Amanda Felicia runtuh saat kedua orang tuanya tewas dalam kecelakaan di hari kelulusannya. Kesedihannya kian mendalam ketika Fanny, sahabat setianya, harus pergi ke luar negeri. Di tengah keterpurukan, Amanda mencoba bangkit dengan bekerja sebagai pelayan di kediaman Alexander Mattew. Namun, pria kaya itu justru kerap menyulitkan hidupnya dan sengaja membuat Amanda tidak betah. Mampukah Amanda bertahan menghadapi sikap dingin Alex demi menyambung hidupnya?
Sampul Novel Dendam Membara CEO Mesum
8.5
Jent adalah CEO sukses yang menghadapi keretakan rumah tangga akibat belum hadirnya buah hati. Kecurigaan menuntunnya mengikuti sang istri secara rahasia, hingga ia menyaksikan sendiri pengkhianatan istrinya di ranjang pria lain. Terbakar amarah, Jent menolak sekadar bercerai. Ia merancang rencana pembalasan dendam yang kejam bagi sang istri dan selingkuhannya. Tragedi ini mengubah Jent menjadi sosok pria berdarah dingin demi menuntut keadilan.
Sampul Novel Gairah yang Berapi-api: Istri CEO yang Bersalah
7.9
Di malam pengantin, Rogelio bersumpah menyiksa Marian karena menganggapnya penyebab kematian sang kakak. Meski dibenci dan tak disentuh, sebuah insiden memaksa mereka tidur bersama hingga Marian hamil. Di tengah penghinaan Rogelio, pria itu justru diam-diam melindungi aset dan keselamatan istrinya dari gangguan orang lain. Saat Marian berniat kabur membawa rahasia kandungannya, Rogelio justru memeluknya erat dan menolak melepaskan ibu dari calon anaknya tersebut.
Sampul Novel Ketika Cinta Mati, Dendam Dimulai
9.8
Pasca kematian tragis putranya, Eva Anindita justru dikhianati suaminya, Jaksa David Adiwijaya. Demi melindungi Karin, pelaku tabrak lari, David memenjarakan Eva atas tuduhan palsu. Setelah tiga tahun mendekam di penjara dan kehilangan anak keduanya, Eva bebas hanya untuk melihat kenyataan pahit. David telah membina keluarga baru bersama Karin. Kini, jurnalis investigasi ini siap menuntut balas atas pengkhianatan keji yang menghancurkan hidupnya.
Sampul Novel RAHASIA BAPAK MERTUA
8.3
Di rumah ini, ada satu ruangan terlarang yang tak boleh kami masuki sesuai perintah bapak mertua. Namun, kecurigaan muncul saat beliau selalu keluar dari kamar tersebut dalam kondisi berkeringat dan kelelahan yang tidak wajar. Didorong rasa penasaran yang besar, aku memutuskan untuk menyelidiki aktivitas misteriusnya secara diam-diam. Siapa sangka, sebuah rahasia gelap dan mengejutkan yang selama ini tersimpan rapat akhirnya berhasil aku bongkar.