
Kenikmatan Bercinta
Bab 2
"Bu, Rey mau keluar dulu sama Faisal dan Anggi." Kata Rey sembari berpamitan.
"Yaudah, kalau bisa pulangnya jangan terlalu malam Rey." Kata Bu Widia, yang sedang duduk di sebelah Farah.
"Ia bu."
Beberapa saat kemudian, terdengar suara ketukan pintu dari depan rumah Rey.
Tok Tok Tok..
"Permisi bu." Kata Faisal sembari mengetuk pintu rumahnya.
Rey langsung membukakan pintu rumahnya, karena Rey tahu, yang mengetuk pintu rumahnya pasti sahabatnya.
"Udah siap Rey?" Tanya Faisal yang sedang berdiri di dekat pintu.
"Udah.... Mau masuk dulu apa mau langsung jalan?" Tanya Rey memastikan.
"Jalan sekarang aja, soalnya nggak enak di tungguin bosnya Anggi."
"Ya udah kalau gitu." Rey dan Faisal masuk kedalam mobilnya, setelah itu Faisal langsung mengemudikan mobilnya menuju lokasi.
20 menit kemudian, mereka tiba di depan Diskotik tempat Anggi bekerja, Anggi langsung membawa Rey dan pacarnya masuk ke dalam ruangan khusus.
"Elu tunggu disini sebentar, gua mau ganti baju dulu." Kata Anggi lalu pergi ke ruang ganti, sementara Rey dan Faisal sedang duduk di sofa sambil menunggu kedatangan Anggi.
Beberapa saat kemudian, Pelayan datang sambil membawa 10 Botol Minuman.
"Ini mas minuman nya." Kata pelayan, lalu meletakan minuman nya diatas meja kaca.
"Terima kasih." Kata Faisal dengan ramah, lalu membuka minuman nya, setelah itu menuangkan minuman nya kedalam gelas yang sudah terisi batu es.
"Ayo Rey diminum." Kata Faisal, lalu mendorong gelasnya.
Rey langsung meneguk minuman nya hingga kering, lalu menyalakan rokoknya.
Beberapa saat kemudian, Anggi datang dengan mengenakan pakaian yang sangat seksi, dan pakaian itu yang sering Anggi pakai selama di tempat kerjanya.
"Maaf ya menunggu lama." Ucap Anggi lalu duduk disamping Faisal.
Faisal kembali menuangkan minumannya ke dalam gelas, setelah itu mendorong kembali gelasnya ke Rey.
"Rey, ayo minum lagi." Kata Faisal, lalu menghisap rokoknya.
Rey langsung meneguk minuman nya hingga kering, lalu menghisap rokoknya.
Beberapa saat kemudian, Imelda datang lalu menghampiri mereka yang sedang asik minum.
"Hay tante." Ucap Anggi dengan sopan.
Faisal pun ikut menyapa nya.
"Malam tante." Ucap Faisal dengan sopan.
"Malam juga." Sahut Imel lalu duduk di sebelah Anggi.
"Oh iya tante kenalkan, ini Rey yang barusan aku ceritakan di telpon." Kata Anggi lalu menatap kearah Rey.
Rey langsung menganggukan kepalanya, dan berkata.
"Perkenalkan, namaku Rey tante." Ucap Rey dengan sopan.
Melihat wajah Rey yang terlihat tampan, Imel langsung menerimanya sebagai sopir nya, karena Imel sangat menyukainya.
"Namaku Imel, panggil saja tante Imel." Kata Imel dengan senyum manisnya.
"Ia tante." Sahut Rey dengan sopan.
"Kamu yakin mau kerja dengan saya?" Tanya Imel sembari memastikan.
"Ia tante." Hanya itu yang Rey katakan.
"Ya sudah, mulai malam ini juga, kamu sudah mulai bekerja dengan saya."
"Ia tante." Lagi-lagi hanya itu yang Rey katakan.
Mendengar Imel berkata seperti itu pada Rey, Anggi merasa lega, karena sebentar lagi Anggi akan mendapatkan komisi dari Imel.
Anggi sangat tahu sipat Imel, dari dulu, Imel selalu meminta Anggi untuk mencarikan pria tampan yang masih muda, karena menurut Imel, yang mudah lebih terlihat bergairah.
Anggi kembali bicara.
"Tante, silahkan diminum." Ucap Anggi lalu mendorong gelasnya.
Imel langsung meneguk minuman nya hingga kering, lalu meletakan gelasnya diatas meja kaca.
1 jam kemudian, mereka semua sudah mulai mabuk, karena cukup banyak alkohol yang masuk ke perut mereka.
Faisal sudah tidak tahan menahan hasratnya, Faisal langsung mencium Anggi didepan Rey dan Imel, hingga Imel mulai kepanasan.
Imel langsung mengajak Rey ke apartemen nya, karena Imel sudah tidak tahan menahan nafsunya.
"Rey, kita jalan sekarang yuk." Kata Imel lalu beranjak dari tempat duduk nya.
"Ia tante." Sahut Rey dengan patuh, lalu mengikuti Imel dari belakang.
Sementara Anggi dan Faisal masih asyik bercumbu di atas sofa, sampai mereka tidak sadar, Imel dan Rey sudah pergi meninggalkan nya.
Saat ini Rey sedang mengemudikan mobilnya, mengantar Imel ke tempat yang biasa Imel gunakan saat bertukar keringat.
20 menit kemudian, Imel sudah tiba di depan Apartemennya, Rey langsung memarkirkan mobil BMW nya di parkiran khusus.
Imel keluar dari mobilnya, lalu masuk ke dalam Lift khusus bersama Rey.
Saat didalam Lift, perasaan Imel sudah mulai gelisah, karena sudah tidak sabar ingin secepatnya mencumbu Rey.
Tak lama Lift pun berhenti tepat di depan pintu masuk kamar Imel, lalu mereka berdua masuk kedalam kamarnya.
Karena Imel dan Rey masih dalam pengaruh alkohol, langkah kaki mereka sedikit Sempoyongan.
Setibanya di dalam kamar, Rey duduk di ruang tamu, lalu menyandarkan kepalanya ke sandaran sofa, sementara Imel pergi ke kamarnya untuk berganti pakaian.
Setibanya di dalam kamar, Imel langsung mengganti pakaian yang lebih seksi, agar Rey, semakin terangsang saat melihat tubuhnya
Saat ini Imel hanya mengenakan pakaian Transparan berwarna putih, bahkan Imel tidak memakai pakaian dalam, sehingga terlihat bagian tubuhnya yang sexy.
Setelah berganti pakaian, Imel kembali ke ruang tamu, menemui Rey.
Melihat Imel memakai pakaian tembus pandang, Rey mulai terangsang, karena Rey bisa melihat dengan sangat jelas keindahan tubuh Imelda.
Seketika rudal Rey langsung mengeras, karena pakaian Imel sudah membakar gairah nya.
Imel duduk disamping Rey, lalu menatap Rey dengan penuh Nafsu.
Tak lama tangan Imel meraba-raba rudal Rey, yang masih terhalang celana jeans nya.
Rey diam saja, sambil merasakan sentuhan tangan Imel, yang sudah membangkitkan gairah di dalam tubuhnya.
Imel membuka semua pakaian Rey, lalu melemparkan pakaian nya ke atas lantai.
Setelah membuka pakaian nya, Imel melihat rudal Rey, cukup besar dan panjang, sehingga membuat Imel semakin tidak sabar ingin segera menikmatinya.
Imel mengelus-elus rudalnya, lalu menjilati tubuh Rey yang sedikit berkeringat, hingga membuat Rey semakin terangsang.
Karena sangat nikmat, Rey pun mendesah pelan, hingga matanya terpejam menahan nikmat.
Hhmm.. Hhmm.. Rey mulai mengerang merasakan kenikmatan di dalam tubuhnya, saat Imel menggerayangi tubuhnya.
Mendengar Rey mendesah, nafsu Imel semakin terbakar, Imel mendorong tubuh Rey, hingga terbaring di atas sofa.
Setelah itu Imel langsung menindih tubuh Rey, lalu mencium bibir Rey dengan sangat nafsu.
Cuuppss...Cuuppss... Imel sangat bergairah saat menjilati bibir Rey, hingga bibir Imel basah oleh air liurnya, Imel juga terus menggesekan bagian intim nya ke rudal Rey, yang sudah sangat keras.
Setelah merasa puas menjilati bibir Rey, Imel menurunkan kepalanya, lalu mencaplok rudalnya.
Haapp.. Aarghhh... Aarghhh.. Hhmm... Rey mendesah, saat rudalnya di makan Imel, hingga matanya merem melek menahan rasa nikmat.
Rey memegangi kepala Imel, lalu memaju mundurkan kepalanya lebih cepat lagi, agar lebih terasa nikmat.
Aarghhh...Hhhmmm.. Uurghhh... Rey tak henti-hentinya mendesah, hingga mata Rey terus terpejam menahan rasa nikmat.
Hampir 5 menit Imel memakan rudal Rey, hingga Imel mulai terasa lelah.
Imel melepaskan rudalnya, lalu merebahkan tubuhnya diatas sofa.
Anda Mungkin Juga Suka





