Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Kembar Yang Tak Sengaja Disentuh

Kembar Yang Tak Sengaja Disentuh

Jeremy melamar Dara secara romantis di restoran mewah, disaksikan banyak orang termasuk kembarannya, Dira. Namun, kebahagiaan pernikahan mereka yang baru seumur jagung langsung terancam oleh sebuah kesalahan fatal. Di malam pertama, sebelum Dara tiba di rumah, Jeremy justru tidak sengaja menjalin kontak fisik yang intim dengan Dira. Akankah rahasia gelap ini menghancurkan rumah tangga mereka jika Dara mengetahuinya? Simak kelanjutan konflik pengkhianatan ini.
Bab
Bagikan

Bab 1

“Dara, maukah kau menjadi pasanganku untuk sisa hidup yang akan kita jalani ini?” Jeremy berlutut di depan Dara, membuka cincin dari kotak kecil berwarna merah.

Wajah Dara langsung memerah melihat Jeremy yang dengan takzim berlutut, isu-isu tentang lamaran itu sudah terdengar beberapa hari sebelumnya. Tapi dia tidak menyangka kalau dia akan dilamar di salah satu restoran termahal di ibukota. Dengan pemandangan yang memperlihatkan gemintang di langit, duduk di samping kolam air mancur. Ditonton oleh puluhan pengujung yang datang, juga ada beberapa kolega kerja Dara dari kantor, dan kembarannya, Dira.

Dara mengangguk, lantas berkata. “Aku siap dan mau, Jeremy.” Kemudian memberikan tangan kecilnya untuk dipasangkan cincin.

Jeremy yang melihat itu langsung melepas cincin dari kotak kecil berwarna merah dan memasangkannya di tangan Dara.

Tepat ketika cincin itu dipasangkan, kerumunan yang menonton bertepuk tangan.

“Cium…cium… cium….”

Mendengar seruan itu Jeremy sang pria keturunan inggris itu langsung menarik tubuh langsing Dara. Menempelkan bibirnya di bibir lembut Dara, menutup mata, menikmati setiap detik ciuman itu.

Kerumunan kembali bersorak-sorak.

“Let’s party begin….” Rayyan, teman kerja Jeremy berseru kencang sembari membuka tutup champagne, menyemburkan air berbusa dari dalam botol kaca tersebut.

Musik dihidupkan, merayakan keberhasilan lamaran Jeremy.

“Selamat, Jer.”

“Jeremy, selamat, kawanku. Kau mendapatkan yang terbaik dari yang terbaik.”

“Waduh, waduh, ternyata Jeremy si paling tampan di kantor yang sekarang menjabat sebagai Direktur akan menikah.”

Bermacam-macam tanggapan dari kolega kerja Jeremy atas lamarannya malam itu.

Dara juga mendapat pujian serupa, mereka adalah dua orang paling beruntung malam itu. bak pangeran dan putri, dua insan itu terlihat cantik dan menawan.

“ADara Cahyana, selamat.” Suara berat itu menyapa.

“Zidan, hai,” Dara tersenyum lebar menyambut sahabatnya itu.

“Aku tidak menyangka kau akan menyukai pria blasteran. Kukira seleramu lokal,” ucap zidan sembari menatap Jeremy yang sedang bersalaman dengan beberapa orang berjas hitam.

“Jodoh itu tidak ada yang tahu, Zid. Semua bisa terjadi.” Dara membalas lembut.

“Oh, ya, kembaranmu mana? Si Dira.” Zidan memerhatikan sekitar melihat beberapa tumpukan kerumunan.

“Dira tadi ke kamar mandi. Dia makan banyak sekali kepiting, untung saja aku makan sedikit. Tidak lucu juga ketika Jeremy sedang berlutut perutku sakit, apalagi kalau kentut.” Dara tertawa kecil. Perutnya ada masalah pribadi dengan kepiting, tapi dia dan adiknya, Dira, sangat tergila-gila dengan binatang laut bercapit tersebut.

Beberapa menit kemudian yang ditanyakan banyak orang akhirnya sampai.

“Dir, kok lama kali di toiletnya?” bisik Dara ketika melihat wajah pucat Dira.

“Kak, aku menyerah makan kepiting. Sangat menyiksa.” Nafas Dira terengah-engah.

“Eleh, kita sudah mendeklarasikan menyerah puluhan kali, Dir. Tapi tidak ada yang berhasil. Nanti akhirnya itu jadi omong kosong,” cetus Dara.

Dira yang di sampingnya tak lagi mempedulikan.

“Oh, selamat Dara.” Salah seorang dari kolega kantor Dara memeluk Dira, yang wajahnya masih pucat.

“Kau tahu, Kawan. Kau baru saja memeluk orang yang salah,” ucap Dira. Membuat wajah pria tersebut memerah malu.

Dara yang disamping sudah menahan tawa.

“Oh, maaf.” Pria itu menatap Dara. “Kalian mirip sekali. Aku tidak bisa membedakannya.”

Dara hanya membalas senyum, dan pria itu langsung melangkah meninggalkan mereka berdua.

SauDara kembar ini sangat identik satu sama lain. mulai dari bentuk wajah, tinggi badan, cara berbicara, model rambut, selera makanan dan minuman, candaan, tidak ada yang berbeda dari mereka berdua. Semuanya identik, orang lain hanya bisa membedakan mereka hanya di dalam foto. Setiap kalia mereka berdua berfoto, maka Dara akan menampakkan giginya, dan adiknya, Dira akan menutup mulutnya, menyimpulkan senyum selebar-lebarnya. Selain itu, hampir mustahil membedakan mereka berdua.

Itulah kenapa dua sauDara itu bekerja di tempat yang berbeda, sang kakak, Dara bekerjadi perusahaan digital ternama. Sedangkan adiknya, Dira, bekerja di perusahaan arsitek. Pada hakikatnya mereka berdua menjabat sebagai jabatan yang sama di perusahaan yang berbeda, yaitu desaigner, hobi mereka sama-sama menggambar.

Malam itu adalah malam bahagia bagi sang kakak, tapi tidak adiknya. Dia baru saja putuh cinta dari mantan tunangannya sehari sebelum Dara dilamar. Itulah kenapa saking stresnya, Dira memakan lima kepiting besar-besar. kesal dengan hidupnya, tapi tidak dengan kakaknya.

“Honey, abis ini aku akan pulang lama ke rumah, ada beberapa kerjaan di kantor.” Di ujung pesta Jeremy menghampiri Dara, menyampaikan kabar buruk. Padahal malam itu dia ingin menghabiskan waktunya bercinta dengan calon suaminya tersebut.

“Iya, tidak apa-apa. Aku akan pulang sama Dira nanti.” Dara berusaha tersenyum.

“Kau yang terbaik.” Jeremy mengecup pipi Dara lantas melangkah kembali menemui kumpulan pria berjas.

Dara menatap lamat-lamat.

“Kak, jangan lama-lama ditatap begitu, nanti bosan pula.” Dira mengejutkan lamunan Dara.

“Apaan, sih, Dir. Aku tuh gak akan pernah bosan dengan Bang Jeremy, dia itu selalu punya kejutan.” Dara tersenyum lebar.

Setelah itu pesta selesai. Tamu-tamu undangan sudah berlalu pulang, tinggal beberapa lagi yang masih tinggal, termasuk Dara, Dira dan zidan.

“Mana si Jeremy?” tanya zidan sembari memerhatikan sekitar.

“Bang Jeremy ada kerjaan mendadak,” jawab Dara. Mereka berjalan menuju luar restoran, ke parkiran.

Zidan mengangguk-angguk.

“Kalian pulang berdua? Mau aku antarkan?” tawar zidan setelah melihat tidak ada siapa-siapa lagi di parkiran.

“Tak usah, Zid. Kami bisa pulang sendiri, lagi pula kau besok akan ada pertemuan besar, kan, di gedung DPR.” Dara tersenyum hangat, membuat zidan langsung mengalah. Zidan bekerja di Gedung DPR, menjadi ketua Departemen Administrasi disana. juga sering diundang ke televisi dalam beberapa bulan terakhir ini.

“Kalau begitu, aku aja yang pulang sama zidan. Siapa tahu kami bisa bersenang-senang.” Dira berucap genit, matanya sayu, bau alkohol tercium jelas di mulutnya.

“Tidak usah dihiraukan, Zid. Adikku jatah mabuk hari ini, dia pasti banyak kali minum champagne tadi.” Dara menarik tangan adiknya menuju ke dalam mobil, Dira melawan lembut, tidak punya lagi energi.

Mereka berdua langsung masuk mobil, memasang sabuk pengaman dan langsung berangkat membelah jalan. Meninggalkan zidan yang berdiri mematung disana.

Bukan hanya Dira yang sakit hati malam itu, tapi zidan juga ikut tersakiti. Dia juga mencintai Dara, tapi itu semua terlambat. Dia duluan masuk ke dalam friend zone yang buat Dara beberapa tahun lalu ketika pertama kali mereka bertemu.

“Dir, hari ini memang jadwal gantian mabuk kita. Tapi, jangan menyusahkan begitu dong,” ucap Dara pada adiknya di dalam mobil.

Dira menggaruk kepalanya. “Kak Dara mangnya tahu apa tentang sakit hati, heh? Seharusnya malam ini juga malam bahagiaku.”

Dara terdiam, iya, seharusnya malam ini mereka berdua akan dilamar oleh pujaan hatinya.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Bukan Teman Tapi Sekamar?
8.4
Amanda, sosialita kaya raya yang sombong, terjebak dalam masalah besar setelah menyetujui syarat ayahnya. Ia terbangun di pulau terpencil bersama Senja, pria dingin yang tak ia kenal. Keduanya terpaksa tinggal serumah demi misi reality show televisi dengan tujuan berbeda. Amanda yang manja membuat Senja kewalahan, sementara ketus pelayan itu membuat Amanda frustrasi. Di tengah konflik kepribadian yang kontras, mampukah mereka bertahan di lingkungan yang asing?
Sampul Novel Keluarga yang Mengkhianatiku Sendiri
8.8
Aluna adalah cucu kesayangan Hartawan, sang taipan besar yang mempersiapkannya menjadi pewaris utama. Tumbuh dalam kemewahan, ia memiliki sifat ceria dan bebas. Aluna bertekad mendapatkan apa pun, termasuk menaklukkan hati Reyhan, pria dewasa yang sangat disiplin dan dingin. Meski Reyhan selalu menjaga jarak dengan hidupnya yang kaku dan teratur, kehadiran Aluna yang penuh energi mulai mengusik ketenangan dunianya yang selama ini stabil dan tanpa celah.
Sampul Novel Keputusan Takdir
8.5
Sallyana mengira cintanya akan berakhir indah, namun Veen justru memaksanya pergi hingga hatinya hancur. Saat ia mulai berhasil merelakan dan melupakan luka lama, takdir justru mempertemukan mereka kembali dalam status yang sangat berbeda. Akankah Sallyana jatuh hati lagi pada Veen setelah perpisahan pahit itu? Ataukah ia akan memilih pemuda lain yang hadir saat ia mencoba bangkit? Takdir memegang kunci atas akhir kisah pencarian kebahagiaan sejati ini.
Sampul Novel Ketika Rencana Jahatmu Kembali Kepadamu
8.7
Maura Laksmi, gadis polos berumur 21 tahun, bekerja sebagai pelayan di kediaman mewah keluarga Santoso. Namun, hidupnya hancur saat Ravel Santoso melampiaskan rasa sakit hatinya akibat dikhianati tunangan kepadanya dalam sebuah insiden kelam. Trauma mendalam membuat Maura melarikan diri ke rumah kakeknya. Keadaan kian pelik saat ia menyadari dirinya tengah mengandung. Kini, Maura terjebak dilema besar antara menuntut pertanggungjawaban Ravel atau menanggung beban itu sendiri.
Sampul Novel Kisah Cinta Naomi
9.0
Hidup Naomi Clara hancur seketika saat suaminya, Adrian, tega menjualnya ke rekan bisnis hingga ia terjebak sindikat perdagangan manusia di Hongkong. Di tengah penderitaan itu, ia bertemu Zhou Tian, bos mafia dingin yang tak pernah mengenal cinta. Namun, situasi kian pelik saat seorang playboy kelas kakap justru turut jatuh hati padanya untuk pertama kali. Kini Naomi terjepit dalam pusaran cinta segitiga rumit yang mempertaruhkan hati dan nasibnya.
Sampul Novel Obsesi Sang Pewaris
8.3
Pasca lulus sekolah, Ambar Tri Handayani hanya ingin fokus kuliah dan bekerja. Namun, ancaman keselamatan memaksanya menikahi Diraja Sakala Sudibyo, pengusaha gila kerja di Sudibyo Corporation. Diraja sendiri terpaksa menerima perjodohan ini demi mempertahankan posisinya setelah diancam oleh sang ayah. Meski awalnya hanya sebuah kontrak dingin demi ambisi masing-masing, takdir mulai mengacaukan rencana hidup yang telah mereka susun dengan rapi.