Sampul Novel Hasrat Liar Istri Salihah

Hasrat Liar Istri Salihah

8.1 / 10.0
Dalam Hasrat Liar Istri Salihah, seorang wanita menghadapi kenyataan pahit tetap perawan setelah lima tahun menikah. Ikuti kisah romance modern ini saat ia memperjuangkan hak dan keinginannya. Baca web novel ini untuk mengungkap rahasia di balik pernikahan yang dingin dan penuh misteri.
Ringkasan Hasrat Liar Istri Salihah
Lima tahun membina rumah tangga, seorang istri yang dikenal salihah justru menyimpan rahasia besar yang tak terduga. Meskipun statusnya telah lama menikah, ia ternyata masih menjaga kesuciannya sebagai perawan. Apa yang sebenarnya terjadi di balik pintu kamar mereka? Kisah romansa dewasa ini mengungkap gejolak hasrat terpendam dan alasan mengejutkan di balik dinginnya hubungan suami istri yang telah berjalan bertahun-tahun tersebut.
Baca Selengkapnya

Hasrat Liar Istri Salihah Bab 1

Shakila masih tetap sebagai perawan suci, padahal sudah lima tahun menikah dengan suami yang dicintainya.

Ada apa gerangan?

Apakah Shakila terlalu kuat membentengi dirinya, sehingga suaminya pun sampai tidak mampu menjembol keperawanannya di malam pertama, atau karena adanya faktor lain.

Apakah Justin sebagai suaminya terlalu lemah? Tentu saja tidak. Justin bahkan teramat perkasa untuk ukuran seorang lelaki muda yang mapan.

Tentu saja itu akan menimbulkan pertanyaan bagi banyak orang, tidak terkecuali dari keluarganya, terutama mertuanya.

Atau jangan-jangan ada pihak ketiga yang turut campur dalam pernikahan mereka?

Lantas bagaimana Shakila dan Justin bisa menjelaskan semua itu?

Inilah sebuah kisah yang akan membuatmu nyaman dalam membacanya, merenung dan mengambil keputusan bijak. Banyak hal yang terjadi akibat kesalahan pengambilan keputusan di masa lalu, berakibat fatal di masa kini. Bahkan jika keputusan itu bukan diambil oleh kita sendiri.

Bacalah dengan hati lapang, jangan tergesa-gesa dan yakinkan, kamu telah siap mental untuk menerima kenyataan jika kisah ini memang sangat berbeda dengan kisah-kisah yang lainnya.

Cerita ini tidak panjang, tapi kamu akan selalu mengenangnya, bahkan mungkin ingin berulang-ulang membacanya hingga TAMAT.

^*^

^*^

Nabila menggosok-gosokkan kedua tangan ketika dirasanya udara malam itu mulai mendingin. Lengan kemeja yang awalnya dia gulung tadi, sudah dia panjangkan kembali agar udara dingin malam itu tak masuk lebih dalam menembus kulitnya.

Mata coklatnya melirik arloji di tangan kiri. Pukul sepuluh malam. Itu berarti sudah hampir satu jam lamanya Nabila berdiri di depan kafe, menunggu seseorang datang. Tapi, sosok yang ditunggunya sejak tadi masih belum menampakkan diri.

Nabila menghela napas panjang, dia melakukannya bukan tanpa alasan. Dia rela menghabiskan waktu hampir satu jam lamanya hanya untuk menanti seorang pria yang berjanji akan menjemput dan pulang bersamanya.

“Nabila!”

Suara berat itu membuat si gadis menoleh. Dia agak menengadah dan mendapati sesosok lelaki yang sejak tadi ditunggunya keluar dari mobil dengan terburu-buru.

“Sorry, aku terlambat.”

Lelaki itu tersenyum sedikit, menciptakan dua lesung pipi di wajahnya. Dia mengenakan setelan yang sederhana, tapi entah kenapa membuat aura ketampanannya makin terasa. Hanya kemeja dibalut jas hitam, celana kain dan rambut yang sedikit berantakan.

“Ayo kita pulang, hujannya semakin deras nanti,” ajak pria itu yang langsung membuat senyuman Nabila merekah sempurna.

*^*

“Di kantor lagi sibuk, ya? Lama banget jemputnya.”

Nabila bertanya di tengah keheningan yang menyelimuti. Pria di sebelahnya langsung mengangguk, fokus menyetir. Malam ini Bandung tengah diguyur hujan lebat, untung saja Nabila pulang tepat waktu.

Mendengar tanggapan singkat lelaki itu, Nabila mengangguk mengerti. “Tidak apa-apa, aku mengerti kok.”

“Kalau begitu Mas akan sering ngajak kamu jalan.”

“Aku harus kerja, Mas.”

Pria itu terkekeh mendengar jawaban Nabila, sementara itu si gadis menatap ke luar kaca mobil. Hujan mulai turun semakin deras saja.

Sebenarnya Nabila ingin menghabiskan waktu lebih lama dengan pria itu. Namun, obrolan mereka tidak berlanjut karena suara ponsel miliknya terdengar, bersaing dengan keramaian jalan raya di jam sepuluh malam.

Nabila mengecek ponselnya lalu beralih menatap pria di sampingnya. “Papaku telepon.” Nabila memberitahu.

“Angkat saja dulu.”

Nabila langsung menjawab telepon yang masuk. “Halo, Pah? Iya, aku lagi di perjalanan pulang. Tidak kok, langsung pulang, iya … tidak apa-apa sih.”

Justin Pratama, atau biasa dipanggil Justin hanya bisa mendengarkan sekilas percakapan antara ayah dan anak tersebut. Semoga saja Nabila tidak dimarahi karena malam-malam begini dia baru bisa mengangkat telepon ayahnya.

“Baik, Pah. Nanti aku langsung pulang.”

Begitu pembicaraan mereka selesai, Justin langsung memburu dengan tanya seusai telepon pendek itu terselesaikan dalam waktu yang amat singkat.

“Apa kata papa tadi?”

“Cuma nanya sudah sampai mana. Papa suka wanti-wanti buat jangan pulang kemaleman. Padahal, ya, aku juga udah gede gitu loh? Dari mana rumusannya jam sepuluh malam tuh udah kemaleman?”

Justin terkekeh mendengar ucapan Nabila. “Namanya juga orang tua. Papa kayak gitu karena dia sayang kamu.”

Nabila merasa apa yang Justin katakan memang benar adanya. Mereka lanjut bercerita. Namanya juga perempuan, pasti selalu ingin didengarkan, meski tak selalu menggunjingkan orang lain secara negatif, ya, tetap saja kalau ngobrol, lebih banyak membicarakan orang lain. Mau itu temannya yang baru didaulat sebagai asisten bos di tempat bekerja. Sampai perkara pemotongan gaji akibat teledor menulis pesanan.

Justin menanggapinya dengan senyum. Nabila adalah wanita mandiri yang selalu bersemangat dan rajin bekerja. Mungkin itulah salah satu alasannya enggan putus, sekalipun ada wanita lain yang tengah menunggu kepulangannya di rumah.

“Kamu udah makan? Sebelum pulang mau makan dulu, gak? Mampir ke restoran apa gitu biar kamu bisa istirahat nanti lanjut pulang?”

Justin menawari Nabila mampir ke salah satu restoran untuk makan malam. Tapi, Nabila dengan cepat menolak.

“Nggak dulu, deh. Ini udah malem, kan? Aku juga butuh istirahat karena besok ada mata kuliah yang tak bisa ditinggalkan.”

“Ya udah, tapi kamu sudah makan?”

Nabila mengangguk, dia masih kenyang. Sekarang suasana di dalam mobil itu kembali hening. Entah kenapa, merasa ada secercah perasaan tidak enak yang menyusupi batinnya.

“Mas Justin, kapan mau ketemu papa? Aku pengen banget ngenalin Mas sama papaku.”

Kalimat Nabila yang tiba-tiba membuat fokus Justin mendadak ambyar. Justin sempat menoleh sekilas pada gadis itu, tapi dia buru-buru menepis keterkejutannya. Ingat, dia sedang menyetir. Jangan sampai oleng!

Kalau dipikir-pikir, setahun hubungan mereka berjalan, Justin belum pernah bertemu dengan orang tua Nabila secara langsung. Gadis itu sering sekali mengajak Justin untuk bertemu.

Kadang pria itu hanya menjawab seadanya jika Nabila melontarkan pertanyaan itu, paling tidak Justin akan menjawab belum sempat karena masih banyak pekerjaan di kantor, tapi sekarang dia bingung harus menjawab apa. Terlalu sering dirinya menjawab nanti, sekarang pun Nabila sudah pasti bosan dengan jawaban itu.

Bukannya Justin tidak peduli pada Nabila, dia hanya bingung dengan posisinya sekarang, dia juga harus memikirkan segala kemungkinan. Tapi, setelah Justin pikir lagi, selama setahun belakangan ini, dia lebih sibuk dari tahun-tahun sebelumnya. Ada banyak urusan di kantor yang mesti dibereskan, terutama karena Justin yang memegang perusahaan.

Hal itu yang membuatnya belum bisa memikirkan tentang kepastian. Dia hanya bisa meminta Nabila untuk menunggu.

“Tenang saja. Nanti akan kuatur waktu agar kami bisa bertemu.”

Justin tersenyum pada gadis itu. Mungkin ada setitik rasa kecewa di hati Nabila karena jawaban Justin masih sama, tapi pria itu benar-benar akan mengusahakan supaya Nabila tidak lagi bertanya tentang hal itu.

*^*

Kisah lain yang teramat layak untuk dibaca KETAGIHAN MAMA TEMANKU. Kisah perjuangan anak muda masa kini yang terjebak dalam permainan seks orang-orang dewasa. Dia pun berusaha mati-matian membangun kembali kehidupan keluarga orang tuanya yang sudah hancur berantakan.

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi Hasrat Liar Istri Salihah

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Terbaru

Sampul Novel Di Atas Ranjang Om Rudy
8.4
Pasca kematian suaminya, Liany diusir oleh mertua hingga hampir menjadi gelandangan. Beruntung, Myla membawanya tinggal bersama keluarganya. Di sana, Rudy Hermawan merasa kesepian karena Katrin, istrinya, terlalu sibuk bekerja. Namun, hidup Liany kian pelik saat Satria muncul saat ia melahirkan. Pria misterius itu ternyata punya hubungan gelap dengan Katrin dan berniat menghalangi Liany agar tidak merusak rumah tangga kerabatnya tersebut.
Sampul Novel GREET'S WILDEST DREAM
9.3
Greet, wanita yang tidak percaya diri karena fisiknya, terkejut saat bertemu kembali dengan cinta lamanya, Tristian Delmar. Kesalahpahaman masa kuliah sempat memisahkan mereka, namun takdir mempertemukan keduanya lagi sebagai atasan dan bawahan. Situasi kian rumit karena sahabat Greet, Luna, kini menjadi calon tunangan Tristian. Di tengah konflik batin dan perasaan yang masih tersisa, mampukah Greet jujur pada hatinya atau justru memilih melepaskan Tristian demi Luna?
Sampul Novel Hati Suamiku Milik Sepupuku
8.5
Kirana telah mengerahkan segala upaya demi memenangkan cinta Revan dalam pernikahan perjodohan mereka. Namun, harapannya hancur saat mengetahui bahwa suaminya mencintai wanita lain, yaitu sepupunya sendiri, Sekar. Pengkhianatan menyakitkan ini terungkap secara langsung, membuat rumah tangga mereka yang dingin kian runtuh. Di tengah luka yang mendalam, sosok Bara Mahendra dari masa lalu kembali hadir, membawa warna baru saat Kirana berada di titik terendah.
Sampul Novel Noda Asmara
9.1
Mimpi indah Abell tentang pernikahan hancur saat ia memergoki Dariel, kekasihnya, sedang bermesraan dengan wanita lain. Pengkhianatan keji ini terjadi tepat sebelum hari besar mereka, meninggalkan luka batin yang mendalam bagi Abell. Meski masa depan yang mereka bangun telah sirna, Dariel justru menolak untuk melepaskan Abell dari hidupnya. Terjebak dalam situasi pelik, kini Abell harus menghadapi obsesi Dariel yang tidak ingin mengakhiri hubungan mereka.
Sampul Novel Sister-in-law Charm
8.9
Pertemuan di bandara saat menjemput adik iparnya menjadi awal mula perasaan tak terduga bagi Kaliendra Walker. Ketertarikan yang muncul seketika itu berkembang menjadi obsesi yang sulit dibendung. Meski terhalang oleh status kekeluargaan yang rumit, Kaliendra tidak berniat mundur sedikit pun. Ia bertekad melakukan segala cara untuk menaklukkan hati gadis itu dan memilikinya seutuhnya, tanpa peduli pada norma yang ada di hadapannya.
Sampul Novel Ternyata Aku Istri Kedua
7.9
Rania menaruh curiga saat Arya berpamitan untuk urusan pekerjaan. Ia memutuskan membuntuti suaminya diam-diam, namun fakta pahit justru terungkap. Arya tidak pergi bekerja, melainkan mengunjungi rumah wanita lain. Di sana, Rania menyaksikan suaminya menyambut seorang perempuan dan anak laki-laki dengan penuh kasih sayang. Siapakah identitas keluarga misterius itu? Rania kini terjebak dalam teka-teki mengenai posisi sebenarnya di hidup Arya.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan