Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Kembalinya Mantan Istriku yang Luar Biasa

Kembalinya Mantan Istriku yang Luar Biasa

Tiga tahun Elsa menikah tanpa pernah bertatap muka dengan suaminya yang misterius. Saat diceraikan demi wanita lain, Elsa memilih bangkit dan meninggalkan identitas lamanya. Dunia pun terkejut saat mengetahui ia adalah peretas jenius, agen rahasia, hingga ilmuwan hebat. Melihat bakat luar biasa sang mantan istri, pria itu kini bersujud memohon ampun. Ia rela menyerahkan harta dan nyawanya demi mendapatkan kembali cinta Elsa yang dulu ia sia-siakan.
Bab
Bagikan

Bab 3

Elsa tidak bertemu Joshua selama dua setengah tahun, tetapi dia mengingat wajah pria ini seperti baru kemarin.

Dia berjalan terhuyung menghampirinya dan meraih pergelangan tangannya. Joshua awalnya sedang berbicara di telepon, tetapi ketika melihatnya, dia mengerutkan kening. Dia langsung menyadari bahwa wanita ini adalah wanita dari lantai bawah dan kecurigaan pun tampak jelas di wajahnya.

Ternyata wanita itu ke sini untuk kencan satu malam, dan mengabaikan para pria itu hanya karena menurutnya mereka tidak layak untuknya.

Memikirkan hal ini, sedikit rasa jijik muncul di mata Joshua.

"Nona, jaga sikapmu." Nada bicaranya sedingin angin musim dingin karena dia mengira Elsa berusaha menggodanya.

Namun, sebelum dia bisa mengatakan apa pun lagi, Elsa mengangkat tangan dan menampar wajahnya dengan keras. Bunyi yang keras itu bergema, membuat Joshua tertegun sesaat.

"Dasar bajingan!" teriaknya, suaranya bergetar karena emosi yang terpendam.

Setelah tamparan itu, semua yang ada di sekitarnya terasa seperti berputar. Efek alkohol memengaruhi dirinya dan dia jatuh pingsan, merasa sangat pusing.

Joshua bereaksi lebih cepat dari yang dia kira, menangkap Elsa sebelum dia jatuh ke lantai. "Hei, bangun," ucapnya, mengguncang Elsa pelan, tetapi mata Elsa tetap terpejam. Sebaliknya, dia bergumam lemah, "Kamu ... bajingan ...."

Joshua terdiam menatapnya, tidak bisa berkata apa-apa, seolah-olah napasnya telah dipukul keluar dari paru-parunya.

Di ruang pribadi, Kurnia hampir memuntahkan anggur di mulutnya ketika dia melihat Joshua kembali dengan seorang wanita di pelukannya. Matanya terbelalak tak percaya.

"Apa yang terjadi? Bukankah dia wanita dari lantai bawah? Apa yang kamu lakukan padanya?" Kurnia sekilas mengenali bahwa ini adalah wanita yang baru saja memukuli beberapa pria pembuat onar di lantai bawah. Wajahnya yang cantik sulit dilupakan.

"Aku tidak tahu," gumam Joshua, kebingungan tampak di wajahnya dan dia dengan hati-hati menurunkan Elsa di sofa.

Keesokan paginya, ketika Elsa bangun, dia merasa seolah-olah kepalanya sedang dipukul dari dalam.

Dia berkedip melawan cahaya yang menyilaukan, menyadari bahwa dia sendirian di ruang pribadi dan ada setelan jas berwarna gelap yang bukan miliknya menyelimutinya.

Ingatan tentang kejadian tadi malam terlintas dalam pikirannya, apa dia benar-benar melihat Joshua dan menampar wajahnya?

Itu tidak mungkin. Pria itu seharusnya sedang berada di luar negeri.

Dia pasti salah mengira orang lain sebagai Joshua. Akan tetapi, siapa pun orangnya, pria itu tidak membalas, yang menurutnya cukup baik walaupun aneh, mengingat dia menamparnya tanpa alasan yang jelas.

Saat dia berusaha memikirkan teka-teki itu, ponselnya berdering, menyela pikirannya. Itu panggilan telepon dari Simon Badrian. Simon adalah kakak seperguruannya di bidang medis, sekarang bekerja di rumah sakit paling bergengsi di Antiva.

"Halo, Kak Simon?" jawabnya, suaranya terdengar mengantuk.

"Elsa, aku mendengar dari Brenda bahwa kamu berencana untuk kembali bekerja," ucap Simon langsung ke intinya.

"Benar sekali," jawabnya, terkejut karena kabar itu menyebar begitu cepat.

"Apa kamu punya waktu sekarang? Kami memiliki kasus yang mendesak, seorang gadis berusia sembilan belas tahun mengalami kecelakaan mobil yang parah. Tidak seorang pun di antara kami yang mampu menstabilkannya. Aku berharap kamu bisa datang dan memeriksanya."

"Aku akan segera ke sana," jawab Elsa, mendengar nada mendesak dalam suara pria tersebut membuatnya benar-benar terjaga.

Dia bahkan tidak sempat mengganti pakaian kemarin sebelum bergegas keluar.

Dalam perjalanan ke rumah sakit, Elsa mempelajari informasi tentang kondisi pasien di ponselnya, matanya mengamati rincian penting. Namun, kemacetan lalu lintas merupakan mimpi buruk dan setiap detik yang berlalu, kondisi pasien semakin memburuk. Waktu hampir habis.

Sebelum dia tiba, Simon sudah bersiap untuk menghadapi kemungkinan terburuk. "Kita tidak bisa menunggu lebih lama lagi," ucapnya, terdengar nada pasrah yang berat dalam suaranya. "Sekalipun Elsa ada di sini, mungkin sudah terlambat."

"Umumkan hasilnya pada keluarga," ucap Simon pada salah satu dokter, nadanya muram.

"Dokter Simon, apa kamu tahu siapa yang menunggu di luar? Keluarga Alfian bukanlah keluarga biasa, mereka memiliki pengaruh besar. Ini adalah satu-satunya putri mereka. Jika kita mengatakan pada mereka dia sudah meninggal, mereka bisa menghancurkan kita," ucap sang dokter memperingatkan, suaranya rendah dan tegang.

"Aku tahu siapa mereka," jawab Simon dengan serius. "Tapi kita harus jujur, tidak ada jalan lain."

Para dokter dengan berat hati menyetujuinya dan keluar untuk menyampaikan berita memilukan itu pada keluarga tersebut.

"Maaf, kami sudah melakukan semua yang kami bisa," ucap salah satu dokter.

Liska Ananta, ibu gadis itu, menggelengkan kepala dengan penuh penolakan dan berkata dengan suara gemetar, "Tidak, kumohon! Aku akan membayar berapa pun, tolong selamatkan putriku! Pasti ada hal lain yang bisa kalian lakukan!"

Dokter lain melangkah maju dan berkata dengan nada serius, "Putri Anda dibawa terlambat. Jantungnya hampir tertusuk dan cedera di kepala dan kakinya cukup parah. Bahkan keajaiban mungkin tidak bisa menyelamatkannya. Sekalipun dia selamat, dia mungkin tidak akan bisa berjalan lagi."

Kaki Liska lemas ketika mendengar kata-kata itu, tetapi suaminya menangkapnya sebelum dia terjatuh.

"Tidak ... putriku akan baik-baik saja ...," gumam Liska, menolak menerima kenyataan pahit itu.

Pada saat ini, sebuah suara terdengar penuh wibawa, memecah ketegangan. "Aku akan mencoba!"

Simon berbalik, matanya terbelalak ketika dia mengenali suara itu. "Akhirnya kamu datang," ucapnya, terdengar lega sekaligus terkejut.

Elsa berjalan dengan percaya diri ke dalam ruangan, membuat semua orang memperhatikannya. "Siapkan semuanya," perintahnya, tidak memberi ruang untuk diskusi.

Simon ragu-ragu, kekhawatiran terukir di wajahnya. "Jantungnya hampir tidak berdetak. Apa kamu yakin bisa melakukan ini?"

"Bagaimana kita bisa tahu kalau aku tidak mencobanya?" balasnya dengan tegas, tekadnya tak tergoyahkan. Tidak ada waktu untuk ragu-ragu.

Elsa baru saja keluar dari bar, aroma alkohol masih menempel di pakaiannya. Masker menutupi wajahnya, tetapi aromanya masih melekat, mengingatkan pada kejadian tadi malam.

Vincent Alfian, ayah gadis itu, menatapnya dengan curiga. "Dokter macam apa kamu? Kelihatannya kamu baru saja lulus kuliah! Dan ada apa dengan aroma alkohol yang menempel di tubuhmu? Bagaimana mungkin kamu bisa menyelamatkan putriku?"

"Aku memang minum, tapi itu tidak akan memengaruhi pekerjaanku. Sebaiknya kalian menyingkir sekarang atau nyawa putrimu tidak akan bisa diselamatkan," jawab Elsa dengan tegas.

Setelah mengatakan itu, dia masuk ke ruang operasi, pikirannya terfokus hanya pada apa yang harus dia lakukan. Kondisi pasien sangat buruk, tetapi Elsa bertindak dengan keterampilan seseorang yang telah melakukan ini berkali-kali sebelumnya.

Sudah tiga tahun sejak terakhir kali dia memegang pisau bedah, tetapi gerakannya begitu alami, seolah tidak ada waktu yang berlalu sama sekali.

Para dokter lain menyaksikan dengan kagum, mata mereka terbelalak karena takjub. "Dia ... hebat. Aku belum pernah melihat yang seperti ini."

"Tunggu ... apa jantung pasien ... berdetak lagi? Apa kita baru saja menyaksikan keajaiban?"

Ketegangan di ruangan itu terasa jelas dan semua orang menahan napas. Akhirnya, Simon menghela napas, rasa lega terpancar di wajahnya. Elsa memang seorang dokter yang hebat.

Namun, tiga tahun yang lalu, Elsa meninggalkan semua itu, tiba-tiba mengatakan bahwa dia akan menikah dan tidak akan pernah melakukan operasi lagi. Simon pun sangat menyayangkan jika bakat seperti itu tidak digunakan.

Lanjut Nonton!
Cerita makin seru! Buka Aplikasi untuk melanjutkan membaca
Buka Semua Episode
Cari "95HXS" di moboreader para membaca buku selengkapnya.
Salin kode dan cari di aplikasi Moboreader untuk melanjutkan membaca.
95HXS
Salin
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Bayang Hitam Sang Jenderal Tirani
8.5
Zane Alexander Thorn dikenal sebagai jenderal monster yang dingin dan kejam. Sebagai senjata mematikan di dunia yang nyaris hancur, ia hidup dalam bayang-bayang ayahnya demi misi berdarah. Namun, segalanya berubah saat ia menolak perjodohan politik dan justru mengurung gadis misterius berkekuatan super. Alih-alih berperang, sang jenderal malah terobsesi mengungkap rahasia besar sambil terjerat pesona tawanan tersebut. Inilah kisah sang tiran yang mulai kehilangan kendali.
Sampul Novel Escape
8.1
Emily Watson, model cantik yang terancam bahaya, berada dalam lindungan Ethan Davis, pemilik perusahaan keamanan elite di London. Dr. Watson menyewa jasa Ethan demi menjaga rahasia besar putrinya, sebelum ia ditemukan tewas mengenaskan tanpa kepala. Di tengah pelarian dan ancaman pembunuhan, Ethan dan Emily harus menghadapi trauma masa lalu mereka yang kelam. Akankah cinta yang lahir dari kegelapan ini mampu menyelamatkan mereka dari intrik mematikan yang mengintai di setiap sudut kota?
Sampul Novel Hot Love - George & Regina
9.8
George, agen CIA, dan Regina dari KGB, gagal menjalankan misi pembunuhan presiden lawan karena terlalu asyik bercinta hingga kesiangan. Kini, apartemen mereka dihujani tembakan helikopter Apache. Diburu oleh organisasi masing-masing dan tentara bayaran, sepasang kekasih ini harus melarikan diri demi nyawa mereka. Di tengah pelarian maut yang menegangkan, gairah panas tetap membara di antara keduanya. Mampukah mereka bertahan dari pengepungan global ini?
Sampul Novel Ibuku dijadikan pengasuh anak anak kakakku
8.9
Alih-alih dirawat dengan penuh kasih, ibu justru dipaksa menjadi pengasuh bagi kedua anak Sarah. Kakakku itu sungguh tega menyiksa ibu di saat aku sedang berjuang jauh di luar negeri. Namun, masa-masa penderitaan ibu akan segera berakhir. Kepulanganku kali ini membawa misi tunggal untuk menuntut keadilan. Aku tidak akan tinggal diam dan siap membalas setiap tetes air mata serta perlakuan buruk yang telah Sarah lakukan kepada ibu tercinta.
Sampul Novel Istri Kesayangan Tuan Mafia
9.5
Keadaan darurat memaksa Reynand pergi meninggalkan istrinya yang sedang hamil. Setahun berlalu, sang mafia kembali dan mendapati Keisha dikabarkan menikah dengan mantannya. Amarah Reynand memuncak pada Reza dan Bram, ayah Keisha. Ia bersumpah menghancurkan semua orang yang berkhianat setahun lalu. Saat berbagai rahasia kelam terungkap, Reynand semakin murka dan bertekad melindungi istrinya dari siapa pun, bahkan dari keluarga wanita itu sendiri.
Sampul Novel Putri delapan tahun: Feniks terlahir kembali
8.6
Yun Shang terbangun dalam raga dirinya yang berusia delapan tahun dengan ingatan masa depan yang kelam. Pernah menjadi istri yang dikhianati dan ibu yang kehilangan anaknya secara tragis, ia menyimpan dendam mendalam atas kekejaman kakak serta suaminya. Kini, sang putri kerajaan memiliki kesempatan kedua untuk mengubah takdir. Berbekal trauma dan pengetahuan masa lalu, Yun Shang mulai menyusun rencana balas dendam demi membalas setiap penghinaan yang pernah ia derita.