Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Kematian Tragisku Menyadarkan Kakakku

Kematian Tragisku Menyadarkan Kakakku

Saat nyawanya terancam akibat mutilasi kejam, seorang adik mencoba menelepon kakaknya untuk meminta bantuan. Sayangnya, sang kakak yang kesal justru menyela pembicaraan dan menuntut kehadirannya di pesta ulang tahun Yeri akhir bulan nanti, bahkan mengancam akan menghabisinya jika tidak datang. Panggilan diakhiri begitu saja sebelum sang adik sempat menjelaskan keadaannya. Di tengah rasa sakit yang luar biasa, ia mengembuskan napas terakhir dengan air mata yang terus mengalir.
Bab
Bagikan

Bab 1

Saat tubuhku dimutilasi, aku berusaha untuk menelepon kakakku.

Ketika aku hampir kehilangan kesadaran, dia menjawab panggilan dengan kesal.

"Ada apa lagi?"

"Kak, tolong ...."

Sebelum aku selesai berbicara, dia sudah menyelaku.

"Kenapa kamu begitu suka berulah? Pesta ulang tahun Yeri akan diadakan pada akhir bulan. Kalau kamu nggak datang, aku akan menghabisimu!"

Setelah berkata demikian, dia langsung mengakhiri panggilan.

Aku sudah tidak sanggup menahan rasa sakit dan memejamkan mata untuk selamanya, air mata masih mengalir dari sudut mataku.

Kak, kamu tidak perlu membunuhku, aku sudah mati.

Setelah aku meninggal, anehnya arwahku belum hilang dan masih bergentayangan di dunia manusia.

Aku menyaksikan satu per satu potongan tubuhku ditemukan di tong sampah dan sungai. Pemandangan ini menggemparkan seisi kota.

Saking besarnya dampaknya, para petinggi meminta kakakku, seorang detektif untuk melakukan penyelidikan secara menyeluruh.

Aku merasa agak bersaalah. Karena aku menyadari bahwa diriku menimbulkan masalah pada kakakku lagi. Pada saat yang sama, sekujur tubuhku gemetaran.

Melihat potongan-potongan tubuh itu, kakakku mengerutkan keningnya.

"Apa ada informasi mengenai korban? Apa sudah dipastikan waktu kematiannya?" tanya kakakku dengan cemas.

Direktur Josh yang menawarkan diri untuk menangani kasus ini mengusap dahinya dengan lelah sambil menjawab, "Berdasarkan analisis awal, korban adalah seorang wanita berusia 20 sampai 22 tahun. Diperkirakan sudah meninggal lebih dari 48 jam."

"Jasad korban rusak parah. Saat ini, belum ditemukan informasi yang berguna. Hasil tes DNA paling cepat akan keluar dalam dua hari."

Direktur Josh lanjut berkata, "Selain itu, korban disiksa dengan kejam sebelum meninggal. Biar korban nggak bisa melawan, pembunuh memotong anggota tubuhnya hidup-hidup."

Pernyataan ini mengejutkan semua orang di tempat, tidak ada yang berani memercayai akan terjadi hal sesadis ini.

"Pembunuh ini sungguh berengsek!" kata seseorang dengan pelan.

"Anak ini pasti sangat menderita sebelum meninggal," kata seseorang dengan penuh simpati.

Kakakku memukul meja dengan marah sambil berseru, "Aku pasti akan menemukan pembunuh ini dan menghukumnya!"

Paman Roni menepuk bahu kakakku dengan lembut sambil berkata dengan rasa bersalah, "Kamu sudah bekerja keras. Kamu mungkin nggak bisa menghadiri pesta ulang tahun Nala kali ini."

Paman Roni adalah mentor kakakku, dia juga adalah sahabat ayahku.

Setelah orang tuaku meninggal, dia sangat memperhatikan kami, bahkan mengajari kakakku bagaimana cara menyelidiki kasus dan menangkap pembunuh.

Ketika mendengar namaku, kakakku langsung mengerutkan kening. "Jangan bahas dia, bawa sial saja."

"Bagaimana mungkin aku menghadiri pesta ulang tahunnya? Aku sedang sibuk mempersiapkan wisuda Yeri."

Kata-kata ini bagaikan pisau yang mengiris hatiku.

Setelah orang tuaku meninggal, kakakku sangat membenciku dan menganggap bahwa akulah yang membunuh mereka.

Dia tidak mengakuiku dan mengusirku dari rumah.

Kemudian, ketika sedang menyelidiki sebuah kasus, dia menyelamatkan seorang gadis. Setelah mengetahui bahwa gadis itu adalah anak yatim piatu, dia membawa gadis itu pulang dan mengangkat gadis itu sebagai adik angkatnya.

Di sisi lain, aku berubah menjadi "anak yatim piatu".

Sebelum aku meninggal, kakakku masih marah padaku.

Dia marah padaku karena aku menunda wisuda adiknya dan membuat adiknya dipertanyakan orang-orang.

Kalau dia tahu aku adalah orang yang terbaring di sana, dia pasti akan langsung pergi.

Bagaimanapun, dialah orang yang paling mengharapkan aku mati.

Kak, akhirnya aku sudah mati, seharusnya kamu senang, 'kan?

Paman Roni meninju dada kakakku dengan kuat, dia menegur kakakku, "Kamu ini, bisa-bisanya kamu bilang begitu? Nala itu anak yang pengertian. Dia khawatir kamu tidak menyukainya, setiap hari dia diam-diam mengantarkan makanan ke kantormu. Bocah sialan, kamu memang nggak punya hati!"

Kakakku hanya mendengus dingin. "Aku nggak butuh. Guru, jangan membahasnya lagi, kita bahas pekerjaan saja."

"Oh, ya, apa belakangan ini ada yang melaporkan orang hilang?"

Asisten Roni menggelengkan kepala sambil menjawab, "Nggak ada. Dua hari ini, kami nggak menerima laporan orang hilang dari warga setempat."

"Ck, gadis ini sudah hilang beberapa hari, masa keluarganya nggak sadar? Orang tuanya nggak becus sekali," kata kakakku dengan kesal.

Jam makan siang tiba, kakakku dan yang lainnya pergi makan siang bersama.

Paman Roni tiba-tiba teringat akan sesuatu. "Kenapa beberapa hari ini Nala nggak mengantarkan makanan untukmu?"

Kakakku tertawa sinis. "Dia sudah malas berpura-pura, inilah sifat aslinya."

Melihat sikap kakakku, Paman Roni agak marah. "Nggak mungkin. Selama beberapa tahun ini, baik cuacanya cerah atau hujan, Nala selalu mengantarkan makanan untukmu. Dia pasti ada urusan, cepat telepon dan tanyakan padanya."

Kakakku tampak sangat kesal. "Guru, abaikan saja dia. Itu semua cuma akal-akalannya."

"Dua hari lalu, dia masih meneleponku, pasti mau berulah lagi. Aku suruh dia datang ke wisuda Yeri, tapi dia nggak datang. Buat aku kesal saja."

Paman Roni ingin mengatakan sesuatu, tetapi ponsel kakakku berdering.

Melihat nama penelepon, ekspresinya berubah drastis dan nada bicaranya menjadi lebih lembut.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel DIA
9.5
DIA
Kebangkitan sesosok mayat secara misterius memicu gelombang kepanikan luar biasa di tengah masyarakat. Fenomena horor yang melampaui logika ini tidak hanya membawa teror fisik bagi mereka yang menyaksikannya, tetapi juga perlahan menguak sebuah rahasia kelam yang selama ini terkubur rapat. Di balik kehebohan jenazah yang hidup kembali tersebut, tersimpan kebenaran terlarang yang siap mengguncang segalanya dalam balutan misteri yang sangat mencekam.
Sampul Novel DIBALIK TOPENGNYA
8.2
Kehidupan Sarah berubah total saat ia menemukan sebuah buku mantra misterius milik Evander. Sosok pria itu masih menjadi teka-teki besar yang tak terpecahkan. Apakah dia sebenarnya seorang pangeran yang menderita, atau justru badut kejam yang haus akan darah? Sarah terus bertanya-tanya apakah Evander adalah pemilik sah dari rumah berhantu tersebut, ataukah dia hanya orang asing yang disewa untuk mengusir roh jahat yang bersemayam di sana.
Sampul Novel Jahatnya Pacar Kakakku
8.5
Rencana sederhana pergi ke festival musik bersama sahabat berubah menjadi petaka mengerikan bagi sang protagonis. Tanpa alasan jelas, kekasih kakaknya mengurungnya di toilet, menuduhnya menggoda pacar orang, lalu melakukan penyiksaan keji. Korban disiram air kotor, ditampar, ditelanjangi, hingga kulitnya disolder dengan tulisan hinaan. Saat sang kakak, Calvin, akhirnya tiba dan mendapati adiknya terluka parah hingga tak mengenali wajahnya, pelaku hanya bisa berdalih bahwa ia salah mengira korban sebagai orang asing.
Sampul Novel Janda Cantik Dan Psycopat Dingin
8.2
Pasca memergoki perselingkuhan sang suami, seorang wanita menolak untuk terpuruk dalam kesedihan. Alih-alih menyerah, ia menyusun rencana balas dendam yang kejam demi memberikan rasa sakit yang setimpal kepada para pengkhianat. Namun, langkahnya terhenti saat seorang pria misterius masuk ke hidupnya secara tiba-tiba. Siapa sangka, sosok tersebut adalah psikopat berdarah dingin yang terobsesi dan jatuh cinta padanya. Akankah ini membantu atau menghancurkan tujuannya?
Sampul Novel Kasih Sayang Yang Datang Terlambat
8.8
Murka karena anak dari wanita dambatannya pingsan akibat dehidrasi, seorang ayah tega menghukum putri kandungnya sendiri. Gadis itu diikat dan disekap di dalam bagasi mobil yang terparkir di garasi. Meski memohon ampun, sang ayah memberi perintah dingin agar tidak ada yang melepaskannya. Jeritannya tak pernah terdengar siapa pun. Saat sang ayah kembali setelah tujuh hari untuk membebaskannya, dia tidak menyadari bahwa putrinya telah tewas dalam kesunyian.
Sampul Novel Kecelakaan dan Penyesalan
9.7
Sebuah kecelakaan mobil tragis membuat jantungku robek hingga membutuhkan operasi darurat demi bertahan hidup. Namun, ibuku yang menjabat sebagai direktur rumah sakit malah mengerahkan seluruh tim medis hanya untuk memeriksa luka lecet ringan adikku. Saat aku memohon pertolongan, Ibu justru membentakku dan menuduhku mencari perhatian di saat adiknya hampir terluka parah. Tanpa ada yang peduli, aku pun mengembuskan napas terakhir di sudut rumah sakit yang sunyi dan terabaikan.