Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Kelakuan Papa Mertua

Kelakuan Papa Mertua

Kehidupan Riana mendadak kacau saat ia dipaksa menanggung konsekuensi atas tindakan sembrono papa mertuanya. Di tengah tekanan tersebut, ia mulai mencium gelagat aneh dari orang tuanya sendiri yang seolah mendukung situasi ini. Riana pun terjebak dalam teka-teki besar mengenai niat terselubung di balik sikap mereka. Apakah ada persekongkolan rahasia yang sengaja dirancang untuk menjebaknya? Kini ia harus mencari tahu kebenaran di balik drama ini.
Bab
Bagikan

Bab 2

“Kalau sampai Riana mau mengambil bayi itu, betul-betul perempuan bodoh dia!” seru Vivi sengit.

Tyo yang tengah memegang kemudi hanya melirik seraya mengumbar kesabaran. Sekarang mereka ada di dalam mobil, menuju pulang ke Jakarta. Sedari Vivi mengangkat koper dan keluar dari rumah Mama, hingga sekarang, perempuan cantik berkulit putih itu terus saja mengomel.

“Vi, aku minta maaf kalau ada ucapan Mama yang menyinggung kamu. Cobalah tenang sedikit. Setidaknya hormati Mama. Aku pun bisa tersinggung kalau kamu terus menerus menjelek-jelekkan Papa. Aku tau Papa salah, tapi enggak ada gunanya juga kalau kamu begini. Sama sekali enggak menyelesaikan masalah kan?” Tyo akhirnya terpaksa menaikkan nada bicara.

Vivi mendengkus. Tangannya dilipat depan dadanya sendiri.

Suara pendingin mobil berbaur dengan hembusan napas Vivi. Semakin lama napas perempuan cantik itu semakin cepat. Tiba-tiba dia mulai terisak.

“Aku benci perselingkuhan. Aku pikir, cukup keluargaku yang tercerai berai karena perbuatan serendah itu, ternyata sekarang keluargamu juga. Padahal tadinya aku berharap … ah, kenapa Papa bisa berbuat begitu sih?” cerocosnya di sela nada isak.

Tangan kiri Tyo terulur, menjangkau kepala istrinya. Dia elus dengan sayang perempuan terkasih itu untuk beberapa saat.

“Itulah kenapa Mama masih berusaha untuk menutupi semua ini,” kata Tyo pelan. Lelaki itu menatap Vivi sekilas, sekedar mengecek jika istrinya sudah cukup tenang.

“Dengan mengorbankan pernikahan anak-anaknya? Tidak masuk akal,” jawab Vivi, sama pelannya dengan suara Tyo.

“Karisma mengancam Papa dan Mama akan membuat kasus ini viral jika keinginan dia tidak dituruti. Mama sama sekali tidak egois, dia yang paling menderita dalam masalah ini. Permintaannya tadi juga sekaligus menyelamatkan kita.”

“Menyelamatkan gimana?”

“Kalau sampai viral, pasti kamu kena imbasnya kan? Bayangkan seandainya teman dan rekan bisnis kita tau.”

“Argh!” Vivi menjerit, tangannya terkepal kencang. “Aku ingin berkata kasar sebrutal-brutalnya!”

“Tenanglah, Sayang. Kalau kamu tidak mau bayi itu, ya udah. Habis perkara. Nanti pasti Riana mau.”

Vivi menoleh dengan cepat kepada suaminya. “Apa nanti Mama akan memaksa perempuan kampung itu? Jujur, aku memang tidak suka dengan Riana sejak awal dikenalkan. Bukan kenapa-napa, tapi dia itu terlalu lembek jadi perempuan.”

“Riana itu kan perempuan Jawa, lahir dan besar di kampung. Pastilah karakternya begitu.”

“Ah, siapa bilang. Pegawai kita juga banyak yang dari kampung, perempuan Jawa juga, tapi mereka lincah. Dasar Riana aja tuh, lembek!”

Vivi kembali memalingkan wajah. Pemandangan di luar yang biasanya dia nikmati sepanjang jalan, kini terasa menjadi menyebalkan.

“Tapi aku kasihan sama Riana kalau Mama benar-benar memaksa dia,” Vivi menceplos lagi.

“Mama enggak akan maksa, tapi kalau membujuk mungkin iya,” timpal Tyo mementahkan pendapat Vivi.

“Ngurus bayi itu enggak mudah, apalagi bayi hasil perselingkuhan. Astaga … kenapa Papa bisa berbuat begitu sih?” Vivi menjeritkan kata yang sama lagi.

Bukan tanpa alasan. Dia sama kagetnya dengan Riana, benar-benar di luar dugaan bahwa Papa mertua mereka yang berprofesi dosen dan terlihat sebagai orang alim tiba-tiba menghamili anak orang.

“Kita istirahat di depan ya, Vi,” kata Tyo. Dia sudah mengemudi selama tiga jam nonstop.

“Cari hotel aja deh, aku tau Mas capek. Kita bermalam di kota ini, besok pagi baru balik ke Jakarta. Sebentar aku cari info hotel di internet.”

Tyo mengangguk-angguk. Mereka sampai di rumah Ibu sekitar jam sepuluh tadi pagi, bahkan koper berisi pakaian belum sempat dibongkar. Seperempat jam kemudian Jagat dan Riana datang, lalu terjadilah pengakuan mengejutkan itu.

“Cuma ada hotel bintang tiga di kota ini, kayaknya lumayan sih,” ujar Vivi. Dia meninggikan volume gawainya. Terdengarlah suara khas perempuan menginstruksikan arah untuk mencapai hotel yang dimaksud Vivi.

Sampai di kamar hotel, Tyo segera merebahkan badannya. Sedang Vivi menuju balkon sambil membawa telepon genggam.

“Halo, Riana, ini Vivi,” sapa Vivi begitu panggilan teleponnya tersambung di sana.

“I-iya, Kak,” Riana menjawab. Cukup terkejut, ini adalah panggilan pertama dari kakak iparnya itu, selama dua tahun dia menjadi menantu keluarga Papa Sulis.

“Kamu udah pulang atau masih di rumah Mama?” tanya Vivi.

“U-udah pu-pulang, Kak.”

“Ck, kamu kenapa sih kalau ngomong tergagap-gagap gitu?”

Suara Vivi yang terkesan judes membuat Riana bertambah gugup. “Ma-maaf, Kak. A-ada apa ya?”

“Jadinya gimana? Apa kamu dipaksa Mama untuk menerima bayi itu?”

Riana melirik kepada Jagat yang duduk di sebelahnya. “Ka-kami masih mau mikir dulu, Kak. Ini baru mau diomongin sama Mas Jagat.”

“Tolak aja langsung, kenapa harus dipikirin? Jangan mau berkorban buat orang yang berselingkuh, meskipun itu mertua kita. Jadilah perempuan yang tegas, Ri. Bukannya mau ngajarin kamu melawan mertua, tapi permintaan Mama itu udah keterlaluan. Orang berselingkuh itu kalau dibela, akan melakukan hal menjijikkan itu lagi. Coba bayangin, kalau kamu mau menerima, tahun depan Papa akan punya bayi lagi. Kamu mau jadi penampungan bayi haramnya Papa?”

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Berakhir Menjadi Tawanan
9.5
Hidup di ibu kota memaksa Liana bekerja keras demi menghidupi adik-adiknya. Dari berpindah kontrakan hingga menjadi pacar kontrak, semua ia lakoni demi uang. Namun, rencana hidupnya berantakan saat bertemu Arsen, pemilik kos barunya. Pria misterius ini tidak hanya mengusik ketenangan Liana, tetapi juga menyeretnya ke dalam situasi pelik yang tak terbayangkan. Kini, kehadiran Arsen menjadi badai besar yang bisa menghancurkan atau justru menyelamatkan masa depan Liana.
Sampul Novel Cinta Sang Lady Killer
9.8
Daniel Millard adalah CEO Millard Corporation yang memiliki segalanya, mulai dari kekayaan hingga kuasa. Ia dijuluki Lady Killer karena kemampuannya menaklukkan wanita mana pun. Namun, pertemuannya dengan Anya mengubah segalanya. Sifat asli Daniel yang terpendam mendadak bangkit saat ia menyadari Anya adalah bagian dari masa lalunya yang kelam. Daniel pun bersumpah takkan melepaskan Anya kepada siapa pun, karena baginya Anya jauh berbeda dari wanita lain.
Sampul Novel Dua Hati, Satu Kehancuran
8.5
Menjelang hari pernikahan, sebuah pengkhianatan menghancurkan segalanya. Radit menuntut untuk menjalani program bayi tabung bersama Lisa, putri profesornya, demi alasan bakti yang tidak masuk akal. Menolak menjadi yang kedua sebelum pernikahan dimulai, protagonis mengambil keputusan nekat. Lewat sebuah unggahan media sosial, ia mengumumkan pencarian pengantin pria baru untuk menggantikan posisi Radit. Kisah romansa modern ini penuh dengan ketegangan emosional dan keputusan berani.
Sampul Novel Gadis yang Ternoda
7.9
Akibat insiden satu malam yang berujung pada kehamilan Leanna, Dean terpaksa membatalkan rencana pernikahannya dengan Trisha. Meski kini terikat dalam ikatan rumah tangga, api kebencian masih berkobar di hati Dean karena ia menganggap Leanna sebagai penghancur kebahagiaannya. Di tengah dinginnya sikap sang suami, mampukah Leanna meluluhkan kekerasan hati Dean? Perjuangan Leanna mencari cinta dalam pernikahan yang diawali dendam ini pun dimulai.
Sampul Novel Istri Rahasia Tuan CEO Dingin
8.0
Hidup Deana hancur setelah orang tuanya wafat. Kini, ia terdesak ancaman preman yang menagih utang besar keluarganya. Demi keselamatan nyawa, Deana nekat menjual kesuciannya kepada pria asing bernama Marvin. Namun, Marvin justru memberikan tawaran tak terduga yang bisa menghapus seluruh beban finansialnya. Deana diminta melahirkan seorang anak untuknya. Meski menjadi solusi instan, kesepakatan dingin ini justru menjadi awal dari masalah baru yang lebih rumit.
Sampul Novel Kehangatan Cinta
8.7
Pernikahan tujuh tahun dengan Hans hancur seketika saat Yeni, cinta pertamanya, kembali ke tanah air. Sadar hanya menjadi bayang-bayang, sang istri memutuskan bercerai. Ironisnya, putra mereka justru gembira menyambut Yeni sebagai ibu baru. Tanpa ragu, ia pergi membawa putrinya. Tiga bulan berlalu, takdir mempertemukan mereka kembali. Saat sang putra menatapnya sambil menangis tersedu-sedu, ia memilih menggandeng putrinya dan melangkah pergi, berpura-pura tidak mengenali masa lalunya.