Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Kekasih Dari Dunia Lain

Kekasih Dari Dunia Lain

Pasca putus dari Kevin, Vania yang putus asa nyaris mengakhiri hidupnya di jembatan. Namun, Rangga hadir menyelamatkannya dan langsung menyatakan cinta. Meski bahagia, Vania tak tahu bahwa Rangga sebenarnya adalah hantu yang menyembunyikan identitas aslinya. Rahasia ini terbongkar saat Viola mengungkap kebenaran di rumahnya. Kini Vania terjebak dalam dilema besar. Sanggupkah ia bertahan dengan kekasih beda dunia, ataukah ada pria lain yang hadir menggantikannya?
Bab
Bagikan

Bab 2

Vania menyambut hari-hari barunya dengan senyuman. Ia masuk ke kelasnya, lalu duduk di bangkunya. Terngiang perkataan Rangga tadi malam.

“Rangga nembak aku? Terima jangan yah?” Vania bertanya dalam hatinya. “Tapi, aku merasa ada yang aneh. Kenapa tiba-tiba aku jadi suka sama Rangga? Padahal baru aja kenal?”

Plak!

Saat asyik memikirkan Rangga, bahu Vania ditepuk oleh seseorang. Spontan Vania menoleh, ternyata yang menepuknya Dinda, sahabat baiknya.

“Hey! Melamun terus!” Dinda mengejutkan Vania.

“Eh Dinda! Ngagetin aja!” kesal Vania. Lamunannya buyar seketika.

“Lagi mikirin apa sih? Sampai asyik gitu melamun,” tanya Dinda.

“Nggak papa, Din. Aku cuma ingat ibu aja." Vania memasang raut muka yang sedih.

“Yang sabar ya, Van.” Dinda mengusap punggung Vania, berusaha menenangkannya.

Vania mengangguk. Saat sedang asyik berbicara dengan Dinda, tiba-tiba Kevin masuk ke kelasnya bersama seorang perempuan. Vania mengenal perempuan itu.

Viola namanya, gadis yang biasanya dekat dengan Kevin. Waktu masih pacaran, Kevin sempat bilang bahwa Viola adalah teman kecilnya. Vania juga pernah mendengar dari teman-teman sekelas kalau Kevin memang menaruh hati kepada Viola. Namun, dirinya tidak mempercayai kata-kata mereka.

Ibarat luka yang belum sembuh, Kevin menambahkan luka baru di hati Vania. Vania hanya geleng-geleng kepala saat melihat Kevin menggandeng tangan Viola. Bagi Vania, itu sama saja Kevin membakar amarahnya.

Vania menghampiri Kevin dan Viola. “Ini pacar baru kamu?” tanya Vania dengan napas yang terengah-engah.

“Iya. Ini pacar baru aku yang lebih cantik dan lebih kaya daripada kamu. Kenapa? Kamu cemburu?” tanya Kevin sinis.

“Ish! Nggak usah cemburu juga kali! Kamu kan udah jadi mantan. Aku pacar barunya,” kata Viola dengan sombongnya. “Dan kamu harus tau, Kevin itu lebih mencintai aku dibanding kamu!”

“Jadi, selama ini kamu bohongin aku? Kamu bilang, kamu lagi pengen sendiri? Oke. Tapi maaf yah, aku nggak cemburu!” Vania bangkit lalu berlari.

Vania berlari ke sebuah gudang kosong. Di sanalah Vania meluapkan kesedihannya. Dia menjatuhkan diri. Bulir-bulir hangat menetes ke pipinya. Dirinya sangat kecewa. Walaupun sudah menjadi mantan, tidak mudah juga bagi Vania untuk melupakan Kevin.

Agak lama Vania berpikir. Namun, pada akhirnya, Vania memutuskan untuk menerima cinta Rangga.

“Satu-satunya cara agar aku bisa melupakan Kevin, aku harus menjadi pacar Rangga. Rangga, Aku harap kamu bisa menggantikan posisi Kevin di hatiku.” Vania menyeka air matanya.

“Aku akan membuatmu menyesal, Kevin!” desis Vania sambil tersenyum sinis. “Ya. Dengan kelebihan yang aku miliki, aku akan membuatmu menyesal!”

Vania bangkit, lalu kembali ke kelas.

...

Semangat belajar Vania tumbuh. Semua pelajaran di kelas dia ikuti. Vania benar-benar ingin membuat mantannya menyesal. Saat jam kosong, Vania selalu mengisi waktu luangnya dengan belajar.

Bel istirahat berbunyi. Vania ke luar kelas, lalu masuk ke perpustakaan, mengambil beberapa buku untuk dipelajari. Saat membalikkan badan, dia terkejut melihat sosok tinggi berkulit putih.

“Hay,” sapa Rangga.

“Kok kamu bisa ada disini sih?” tanya Vania heran. Dia menatap Rangga dari bawah ke atas.

Dua alis Rangga bertemu. Dia mencoba menyembunyikan kegugupannya. “Lho, emangnya kenapa? Nggak boleh, ya?” tanya Rangga.

“Bukan gitu. Aku malu berduaan di sini. Gimana kalau ada orang yang melihat kita?” sahut Vania setengah berbisik.

“St!” Rangga menempelkan jari telunjuk di bibirnya. Tiba-tiba terdengar seseorang memanggil Vania.

“Vania! Vania!”

Mendengar suara itu, Rangga berpamitan kepada Vania.

“Oh iya, Van. Aku pergi dulu, ya?” Rangga membalikkan badan, lalu pergi entah kemana.

“Rangga!” panggil Vania. Saat hendak mengejar Rangga, tiba-tiba ...

Plak! Spontan Vania menoleh. Alangkah terkejutnya Vania ketika melihat Dinda berada di belakangnya.

“Ya ampun, Dinda. Kamu tuh ngagetin tau, nggak? Bikin orang jantungan!” kesal Vania. Dinda malah cengengesan.

“Maaf,” kata Dinda. Ia pun mengambil beberapa buku di rak perpustakaan. “Daritadi aku nyariin kamu, eh ternyata kamu di sini.”

“Belajar bareng yuk,” ajak Dinda. Vania hanya menjawab dengan anggukan.

“Tadi pas aku masuk ke perpustakaan, aku denger suara kamu di balik rak buku. Kamu ngomong sama siapa sih? Serius banget,” tanya Dinda sambil melangkah ke luar perpustakaan.

“Em-anu ... biasa, gebetanku,” sahut Vania gelagapan.

“Wah serius? Baru sehari putus dari Kevin udah mau dapat penggantinya?” tanya Dinda setengah tidak percaya.

“Iya lah. Emangnya si Kevin aja yang bisa nyari pengganti? Aku juga bisa!” tandas Vania.

Dinda mangut-mangut. “Tapi, nggak papa sih, biar bisa ngelupain si Kevin,” kata Dinda.

Tanpa terasa, keduanya sudah sampai di depan pintu kelas. Mereka pun masuk. Vanila dan Dinda pun belajar bersama.

Waktu bergulir begitu cepat. Bel pulang berbunyi. Siswa-siswi keluar dari kelas masing-masing. Saat Vania ke luar kelas, Viola menghampirinya.

“Eh ada Vania. Kasian banget sendirian. Pacarnya ke mana?” tanya Viola dengan nada mengejek.

Vania mengembuskan napas kasar. Ia kesal kepada Viola, ingin rasanya menampar pacar baru mantannya itu beberapa kali. Namun, ia malu karena di luar masih banyak siswa-siswi.

“Pacarku diambil sama perempuan gatal. Tapi, ambil aja. Aku udah nggak butuh!” sindir Vania.

Vania pun langsung berjalan cepat meninggalkan Viola. Sementara Viola mengentak-entakkan kakinya kesal. Mukanya memerah. Kevin yang melihat kekasih barunya diam saja, segera menghampirinya.

“Kenapa, Beb?” tanya Kevin.

“Itu tuh! Mantan kamu sok cantik pake ngatain aku perempuan gatal segala! Belum tau siapa aku!?” kesal Viola.

Kevin mengembuskan napas kasar. Dirinya tak habis pikir dengan kelakuan Vania. Dia pun menggandeng tangan Viola.

“Udahlah, Beb. Nggak usah ladenin dia. Anggap aja dia itu iri sama kamu. Kita pulang yuk,” ajak Kevin. Viola hanya mengangguk.

...

Malam tiba. Vania berdandan. Dia terlihat sangat cantik dengan dress putih yang dikenakannya. Usai berdandan, dia pun segera keluar dari kamar dan disambut dengan tatapan heran Rendra.

Rendra terkejut melihat penampilan adiknya yang berubah secara tiba-tiba. Selama ini, yang dia tahu, Vania jarang berdandan. Sebenarnya, tanpa sentuhan kosmetik pun Vania sudah terlihat cantik.

“Wih. Wangi banget. Tumben dandan, biasanya enggak. Mau kemana nih?" Rendra menatap Vania dari atas ke bawah. Baru kali ini Rendra melihat Vania memakai sepatu hak tinggi. Biasanya, Vania hanya memakai sandal.

“Iya nih. Aku mau ke acara ulang tahun temen,” sahut Vania. Bohong!

“Ya udah, jaga diri baik-baik! Pulangnya jangan malem-malem!” kata Rendra. Dia tidak menaruh kecurigaan apa pun terhadap Vania karena selama ini yang dia tahu, adiknya wanita baik-baik juga pendiam.

“Iya, Kak.” Mendengar ucapan Rendra yang memberi kesempatan, Vania senang. Dia tidak menyia-nyiakan kesempatan itu. Sesegera mungkin, dia melangkah menuju pintu depan.

Baru saja Vania membuka pintu, tiba-tiba ayahnya memanggilnya. Sang ayah baru saja keluar dari kamar. ‘Haduh! Apa lagi sih?’ batinnya kesal.

“Vania!” panggil ayah Vania.

Vania terdiam sejenak, lalu membalikkan badan. “Iya, Yah. Ada apa?” tanya Vania.

“Kamu mau ke mana?” tanya ayahnya penuh selidik.

“Aku mau ke pesta ulang tahun temen, Yah. Tapi nggak lama kok.” Vania berbohong kembali.

“Kamu jangan coba-coba boong sama ayah, ya?” Ayahnya menatap tajam.

“Eh. Nggak kok, Yah. Vania cuma mau ke pesta ulang tahun temen.” Sebisa mungkin, Vania meyakinkan ayahnya.

“Boleh ya, Yah? Baru kali ini Vania hadir di acara ulang tahun temen. Vania mau keluar sekali ini aja. Soalnya yang ulang tahun teman baik Vania.” Vania memelas, kedua tangannya dirapatkan.

Ayahnya terdiam sejenak, lalu mangut-mangut. “Ya sudah. Jaga diri baik-baik!” kata ayahnya.

“Rendra, anterin adik kamu nih!” teriak ayah Vania.

“Eh. Nggak usah, Yah. Kak Rendra pasti capek. Biarin aja dia istirahat. Lagian, Vania juga dijemput temen. Oh iya, Yah, Vania berangkat dulu, ya? Kasian temen udah nunggu lama,” Vania berpamitan lalu pergi.

Ayah Vanila geleng-geleng kepala, lalu bergumam, “Awas saja kalau akhirnya kau ketemuan sama laki-laki, aku nggak akan segan-segan memukulimu!”

...

‘Huh! Untung aja aku nggak ketahuan sama ayah. Kalau sampai ketahuan, ayah bisa marah besar.’ Vika berkata dalam hatinya.

Hanya membutuhkan waktu sekitar sepuluh menit untuk sampai di jembatan. Vania memandang ke sekelilingnya. Sepi, tiada seorang pun disana. Semilir angin malam menerpa dirinya, menyingkap rambut panjangnya yang indah.

“Oh iya. Aku baru inget. Kenapa nggak sekalian aja, ya, tadi aku bilang cinta ke Rangga? Ah! Dasar aku!” umpat Vania.

“Si Rangga ke mana sih? Lama banget. Kemarin katanya aku harus nemuin dia di sini. Ini udah malem, kalau aku pulangnya larut, aku bisa dimarahin ayah,” gerutu Vania sambil mengentakkan kakinya.

Hampir dua jam Vania menunggu di atas jembatan. Namun, Rangga tak kunjung datang jua. Vania mulai bosan berada di sana. Saat hendak pulang, tiba-tiba matanya ditutup oleh sepasang tangan. Vania melepaskan tangan yang menutupi matanya.

“Rangga?” Vika terperanjat kaget saat melihat Rangga.

“Iya, Vania. Aku di sini,” kata Rangga sambil memberikan senyum manisnya.

“Kamu ada di sini? Bukannya ...,” tanya Vika.

“Ya. Aku di sini, nunggu jawaban dari kamu yang kemaren. Gimana?” tanya Rangga.

“Rangga!” panggil Vania. Jantungnya berdegup kencang saat beradu tatap dengan Rangga.

“Iya. Kenapa?” tanya Rangga, menunggu jawaban dari Vania.

“Aku ... aku mau kok jadi pacar kamu,” sahut Vania gugup.

“Kamu serius?” Rangga seolah-olah tidak percaya.

Vika mengangguk. “Iya, aku serius,” ucapnya, meyakinkan Rangga.

“Makasih Vania,” ucap Rangga, dia pun memeluk wanita yang baru menjadi kekasihnya.

Vania merasa nyaman dalam pelukan Rangga, hal romantis yang jarang dilakukan Kevin saat masih berpacaran. Perlahan, Rangga melepas pelukannya. Dia meraih kedua tangan Vania.

“Vika, Aku janji. Aku akan setia sama kamu dan aku akan selalu menjaga kamu,” janji Rangga.

“Sungguh?” tanya Vania.

Rangga mengangguk. “Iya,” jawabnya.

Vania tersenyum manis sekali. Dirinya langsung percaya bahwa Rangga serius dengan janjinya itu.

Vania mangut-mangut. “Iya, Rangga. Aku percaya kok,” kata Vania.

Sekali lagi tangan Vania ditarik dan langsung dipeluk Rangga. “Aku sayang sama kamu,” bisik Rangga.

Sejenak Rangga melepas pelukan, pandangannya tertuju kepada Vania. “Kamu, seseorang yang sudah lama kuimpikan menjadi pacarku. Makasih udah mau nerima aku. Aku janji, aku akan selalu ada buat kamu,” ucap Rangga.

Cup!

Sebuah ciuman mendarat di kening Vania.

Malam itu adalah malam terindah bagi sepasang kekasih yang tengah dilanda asmara. Walaupun berbeda alam, tetapi mereka terlihat sangat akrab. Vania bersandar di bahu Rangga sambil menatap ke langit yang penuh dengan bintang-bintang, sementara Rangga mengelus rambut Vania.

Hari yang tidak akan Vania lupakan. Di mana dirinya berpacaran dengan Rangga. Dengan sekejap saja, beban pikiran Vania hilang. Semangatnya kembali tumbuh bersamaan dengan cintanya kepada Rangga.

BERSAMBUNG

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Annaya dan Kaisar Kegelapan
9.2
Vlad IV, pangeran vampir penguasa klan dari Kastil Bran, hidup dalam kesepian panjang meski memiliki kekuatan dan kekayaan melimpah. Takdir mempertemukannya dengan Annaya, gadis mandiri yang trauma akibat pengkhianatan masa lalu, di sebuah kelas merangkai bunga. Meski kekuatan supranatural Kazi tak mempan padanya, percikan asmara tetap muncul. Mampukah Kazi meyakinkan Annaya yang skeptis akan cinta untuk bersatu, sementara perbedaan dunia menjadi penghalang besar bagi mereka?
Sampul Novel Ketika Anak Kami Melompat, Saya Memutuskan Ikatan Kami
8.8
Alpha Damien mengabaikan ulang tahun putrinya demi sang selingkuhan. Akibatnya, Noah yang menderita gangguan jiwa merasa terbuang dan nekat mengakhiri hidupnya. Saat duka mendalam menyelimuti, Damien justru lebih memilih melindungi Omega lain daripada mendampingi istrinya yang hancur. Merasa dikhianati sepenuhnya, sang istri memutuskan melakukan Ritual Penolakan di depan seluruh kawanan. Kini, Damien memohon pengampunan saat ikatan takdir mereka terputus selamanya.
Sampul Novel Living with Mr. Arrogant
9.2
Zinnia Shafira tidak pernah menyangka hidupnya akan berubah drastis setelah insiden tabrakan di tangga. Secara misterius, jiwanya tertukar dengan Reyner Eka Sukmajaya, bosnya yang sangat angkuh dan dingin. Meski sempat kembali normal, fenomena aneh ini terus berulang hingga mengganggu aktivitas mereka. Demi menjaga reputasi, Reyner memaksa Zinnia tinggal bersama dan terlibat dalam pernikahan kontrak. Di tengah konflik, benih cinta mulai muncul, namun luka pun menyertai perjalanan mereka.
Sampul Novel Luna Jatuh Cinta pada Alpha Lain Setelah Pasangannya Mengkhianatinya
9.2
Di pesta ulang tahun Alpha Marc Dale, ia membawa Lucy Burton, mantan pasangan sejatinya yang dulu ia siksa. Namun, saat hari jadi kami, saya justru memergoki Marc sedang memeluk dan menandai Lucy di kamar. Marc berdalih itu adalah hukuman, namun Lucy justru mengejek saya dengan memamerkan cincin pernikahan yang identik dengan milik saya. Pengkhianatan ini menghancurkan jiwa serigala saya dalam kepedihan yang luar biasa saat melihat mereka berselingkuh.
Sampul Novel Mari Selingkuh
8.3
Julia, mahasiswi Hukum Tata Negara, tewas mengenaskan setelah jatuh dari gedung tinggi. Tak disangka, ia terbangun kembali di dalam dunia webtoon sebagai Ranesha, seorang karakter sampingan yang bernasib malang. Bertekad mengubah takdir tragisnya, ia nekat mendekati atasannya yang bernama Hail Delmara. Julia pun melancarkan aksi berani dengan mengajak suami dari tokoh utama tersebut berselingkuh. Akankah misi Ranesha merebut hati Hail berhasil?
Sampul Novel Omega yang Ditolak: Kesempatan Kedua Bersama Sang Raja
9.2
Tujuh tahun lamanya aku bertahan sebagai pasangan yang ditolak Alpha Kaelan Adhitama demi cintanya pada Livia. Saat aku difitnah mencuri, Kaelan justru menghinaku dan menjebloskanku ke sel perak tanpa ragu. Pengkhianatan itu memutus ikatan kami dan mematikan harapanku. Kini, setelah bebas, seorang Alpha rival menawariku posisi strategis untuk membalas dendam. Aku pun bersiap menghancurkan kerajaan Kaelan demi menebus luka masa laluku.