Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Kekasih Dari Dunia Lain

Kekasih Dari Dunia Lain

Pasca putus dari Kevin, Vania yang putus asa nyaris mengakhiri hidupnya di jembatan. Namun, Rangga hadir menyelamatkannya dan langsung menyatakan cinta. Meski bahagia, Vania tak tahu bahwa Rangga sebenarnya adalah hantu yang menyembunyikan identitas aslinya. Rahasia ini terbongkar saat Viola mengungkap kebenaran di rumahnya. Kini Vania terjebak dalam dilema besar. Sanggupkah ia bertahan dengan kekasih beda dunia, ataukah ada pria lain yang hadir menggantikannya?
Bab
Bagikan

Bab 1

Malam semakin larut. Seorang gadis muda masih berdiam diri di atas jembatan. Mukanya sembap akibat menangis. Semilir angin malam menerpa rambutnya hingga berantakan.

Siapa gadis itu? Apa yang sedang dia lakukan di sana?

Gadis itu bernama Vania, seorang siswi berprestasi di suatu sekolah. Guru dan teman-temannya mengenalnya sebagai siswi yang ramah. Vania menjadi siswi teladan di sekolah.

Dari luar, Vania tampak seperti bahagia, tetapi sebenarnya tidak. Dia seperti seseorang yang tertawa di muka umum, tetapi menangis di belakang layar.

Vania teringat akan kenangan saat masih bersama ibunya. Rupanya, dia sangat merindukan saat-saat keluarganya berkumpul.

Kedua orang tua Vania sering bertengkar. Dua hari yang lalu, mereka bercerai. Vania dan kakaknya, Rendra tinggal bersama ayahnya. Sementara ibunya pergi meninggalkan mereka. Vania sangat terpukul karena perceraian itu. Dia yang biasanya ceria berubah menjadi pemurung.

Tiba-tiba dia teringat kepada Kevin, mantannya. Masih terngiang ucapan Kevin yang menusuk ke relung hatinya. Dalam situasi itu, alih-alih memberi semangat, Kevin malah memutuskan cintanya. Padahal, Vania sangat membutuhkan support dari orang-orang terdekatnya.

🍁🍁🍁

Hari anniversary hubungan Vania—Kevin yang ke-dua bulan ...

Pagi tampak cerah. Namun, tidak secerah hari Vania, dia baru saja baru kehilangan wanita yang dicintainya. Vania mencoba untuk tetap tersenyum walaupun hatinya sedang gelisah. Ia berniat memberikan kejutan untuk Kevin dengan memberikan hadiah berupa foto kebersamaannya kepada sang kekasih.

Vania berangkat ke sekolah dengan harapan mendapat perhatian lebih dari Kevin. Sesampainya di sekolah, ia bertemu dengan Maya, teman sekelasnya. Vania pun menanyakan Kevin. Maya memberikan tahu bahwa Kevin ada kelas.

Bergegas Vania menuju kelas. Perlahan Vania membuka pintu kelas. Ia mendapati Kevin duduk di sebuah bangku.

“Vania,” panggil Kevin lirih.

“Iya, Sayang. Kenapa?” tanya Vania. Dia segera mendekat. Namun, tangannya menyembunyikan sesuatu di balik tubuhnya.

“Aku mau putus sama kamu,” sahut Kevin. Raut mukanya tampak serius.

Terkejut bagai ditembak halilintar Vania demi mendengar perkataan Kevin. Tidak disangka bahwa Kevin yang amat dicintai malah pergi di saat dirinya tengah dihadapkan masalah. Hadiah yang akan diberikannya kepada Kevin terjatuh ke lantai.

“Kenapa? Aku salah apa sama kamu sampai-sampai kamu meminta putus?" Vania menghujani Kevin dengan berbagai pertanyaan.

“Aku cuma pengin menyendiri. Maaf ya, Vania.” Hanya itu jawaban Kevin.

Hancur perasaan Vania. Satu-satunya orang yang dia percaya dapat memberikannya dukungan dan solusi malah meninggalkannya.

“Iya. Makasih buat waktunya. Makasih udah kasih aku harapan. Makasih juga udah kecewain aku.” Vania membalikkan badan dan langsung ke luar kelas.

🍁🍁🍁

"Kevin, kamu jahat!" Vania berteriak sekencang-kencangnya. "Semua laki-laki itu sama! Pembohong!"

"Dunia ini kejam!” teriak Vania, memecah keheningan malam. “Tidak ada orang yang peduli padaku!”

Setelah puas berteriak, Vania terdiam. Dadanya terasa sesak, rasa sakit kian menguasai. Air matanya masih berlinang. Bertambah berat beban pikirannya. Tiba-tiba dia kepikiran untuk bunuh diri.

“Ya. Mungkin ini jalan yang terbaik untukku. Agar aku tidak lagi merasakan penderitaan,” gumam Vania sambil menatap ke bawah jembatan.

Vania siap melompat ke bawah. ‘Maafkan aku, Ayah, Kak Rendra. Aku tidak bisa menjadi Vania yang kuat, seperti yang Ayah dan Kak Rendra mau. Selamat tinggal,’ batin Vania.

Vania memejamkan matanya. Air matanya berjatuhan lebih banyak dari yang tadi. Ia menarik napas panjang. Keputusannya sudah bulat.

Saat akan melompat, tiba-tiba tangannya dipegang oleh seseorang entah siapa. Tangannya ditarik sehingga dia jatuh ke pelukan seorang pria berambut lurus.

Sejenak Vania memandangi pria itu. Entah dari mana dia datangnya. Pria itu mempunyai kulit putih, hidung mancung, dan mata yang sipit. Tampak memikat. Si pria memberikan Vania senyuman manis.

Vania bangkit dan berdiri. Jantungnya berdegup kencang saat menatap pria tampan itu.

“Maaf, aku cuma ingin menyelamatkanmu,” ucap si pria dengan gugup.

Vania membuang napas kesal. “Ngapain sih kamu nolongin aku? Biarin aja aku mati disini! Toh, nggak akan ada yang peduli sama aku!” ketus Vania.

“Hey, siapa bilang tidak ada yang peduli sama kamu? Aku peduli kok sama kamu.” Si pria menunjukan perhatiannya. Vania terdiam.

“Sepertinya kamu lagi ada masalah,” tebaknya.

“Iya. Aku lagi ada masalah. Kenapa?” Vania cemberut.

“Kamu punya masalah apa? Ceritalah sama aku! Kali aja aku bisa bantu,” pinta si pria.

Vania menatap si pria. Dari tampangnya, pria itu kelihatan serius. Akan tetapi, Vania masih ragu. Apakah dia bisa dipercaya?

“Tenang aja. Aku bisa kok jaga rahasia kamu,” ucapnya meyakinkan Vania.

Akhirnya, Vania menceritakan semua masalahnya. Saat kedua orang tuanya bertengkar sampai saat putus dengan Kevin. Si pria mendengarkan curhatan Vania dengan penuh perhatian. Sesekali ia mengangguk.

"Kasihan sekali. Oh ya, aku bisa kok menjadi penyemangat kamu,” ucap si pria, memberikan harapan.

“Kamu serius?” tanya Vania setengah tidak percaya.

Si pria mengangguk. “Iya, aku serius. Kamu mau kan jadi ...,” ucapnya. “Pacar aku?”

Mata Vania membulat. Tak disangka pria itu akan langsung memintanya untuk menjadi kekasihnya. “Hah? Kamu gila, ya? Baru aja ketemu. Kenal aja nggak,” ucap Vania.

Pria itu mangut-mangut. “Oke, kita perkenalan dulu, ya? Namaku Rangga. Kamu?" Si pria mengulurkan tangannya

Vania menerima uluran tangan Rangga. “Namaku Vania,” ucapnya.

“Gimana?” tanya Rangga.

Vania terdiam sejenak. “Aku pikir-pikir dulu, ya?” pintanya.

“Oke. Aku kasih waktu satu hari. Besok ke sini lagi, ya? Mau diterima atau nggak, pokoknya kamu ke sini. Kasih aku kepastian,” kata Rangga.

“Oke,” ucap Vania.

“Sekarang sudah malam, nanti ayah kamu nyariin. Pulang gih!” perintah Rangga.

“Iya. Aku pulang. Dahhh ....” Vania melambaikan tangannya kepada Rangga. Rangga tersenyum, lalu melambaikan tangan kepada Vania.

Vania melangkah menjauhi jembatan tempat dia akan melakukan aksi bunuh diri. Dia tersenyum-senyum sendiri ketika mengingat kelakuan dirinya tadi.

Sementara di atas jembatan, Rangga menatap Vania yang makin menjauh. Senyum mengembang di bibirnya. Dia tetap terlihat tampan, meskipun wajahnya terlihat agak pucat.

“Kasihan nasibmu, Vania. Saat ada masalah, pacar kamu malah minta putus. Tapi, kamu tenang aja. Aku ada di sini. Aku akan selalu dukung kamu.” Rangga bermonolog.

🍁🍁🍁

Vania baru saja sampai di depan rumah. Dia mencoba membuka pintu. Ternyata pintunya tidak dikunci. Vania masuk ke dalam dengan langkah pelan agar ayah dan kakaknya tidak tahu.

'Aman. Pasti Ayah dan Kak Rendra sudah tidur,' batin Vania tenang.

Vania masuk ke dalam kamar dan langsung merebahkan diti di atas spring bed. Ingatannya tertuju kepada Rangga. Teringat wajah tampannya saat tersenyum, teringat pula perkataan Rangga yang langsung menembaknya tanpa merasa malu.

“Rangga, kamu ganteng banget sih. Perhatian lagi.” Vania tersenyum-senyum sendiri saat mengingat dirinya jatuh ke pelukan Rangga.

Ia memejamkan mata. Napasnya mulai teratur. Malam itu, Vania dikerumuni oleh mimpi-mimpi yang indah.

BERSAMBUNG

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Alkisah Bunga Teratai
9.8
Terinspirasi oleh simbol reinkarnasi bunga teratai, tujuh pemuda dengan kekuatan mistik luar biasa disatukan dalam satu tim khusus. Di bawah bimbingan Sagara Widyatama, mereka menjalani latihan keras demi menstabilkan dunia supranatural yang sedang kacau. Namun, misi berbahaya yang mempertaruhkan nyawa ini bukan sekadar pertarungan fisik. Kehadiran Sagara perlahan membuka tabir rahasia mengenai hubungan mendalam mereka di kehidupan masa lalu yang misterius.
Sampul Novel Altair Onder de
9.4
Altair dan Claretta dipertemukan dalam situasi ganjil setelah dewa menukar tubuh mereka tanpa izin. Meski awalnya murka, Altair luluh saat melihat Claretta menangis merindukan kasih sayang ibu. Mereka saling memahami penderitaan masing-masing di tengah hembusan angin dan kelopak bunga. Akhirnya, keduanya sepakat menerima takdir baru ini. Altair merelakan identitasnya, sementara Claretta berjanji menjaga ibu Altair dengan tulus sebelum cahaya memisahkan mereka selamanya.
Sampul Novel Broken Vessel
7.9
Di dunia di mana setiap orang memiliki kekuatan spesial bernama Arte, Trystan yang berusia 21 tahun justru terjebak dalam bahaya besar. Kekuatan langka miliknya memicu perburuan mematikan; banyak pihak ingin menghabisinya atau memanfaatkan kemampuannya. Hidup Trystan kini dipenuhi pengkhianatan, dendam, dan rasa kehilangan yang mendalam. Di tengah paksaan serta tanggung jawab besar, ia harus berjuang melindungi hal berharga sambil menghadapi musuh yang terus mengincar.
Sampul Novel Hello Again, Husband!
9.5
Natta hancur saat memergoki pengkhianatan Hasbi. Keajaiban jam misterius membawanya kembali ke masa SMA, memberinya peluang untuk membalas dendam. Namun, saat menggali masa lalu suaminya, ia justru menemukan trauma mendalam yang selama ini tersembunyi. Pesona Hasbi muda membuatnya bimbang antara amarah atau jatuh cinta lagi. Natta harus memilih: menuntaskan dendamnya atau merajut kembali kebahagiaan di tengah misteri kesalahpahaman yang mulai terungkap.
Sampul Novel Ibuku Kuyang?
8.2
Sikap Ibu yang mendadak menolak makan bersama memicu kecurigaan besar dalam benakku. Situasi kian mencekam saat kabar hilangnya bayi secara gaib mulai menghantui desa. Setiap tengah malam tiba, Ibu selalu lenyap secara misterius tanpa jejak, seolah-olah ia bersembunyi dari pandangan dunia. Rahasia kelam apa yang sebenarnya ia sembunyikan dalam kegelapan? Aku mulai meragukan jati dirinya yang asli. Apakah sosok yang melahirkanku itu manusia ataukah siluman?
Sampul Novel Nilakandi
9.6
Selama enam tahun, Diwana terjebak dalam siklus mimpi misterius tentang seorang gadis bergaun biru yang selalu diiringi aroma harum dan bunyi lonceng. Aturan magis mencegahnya menyentuh atau berbicara dengan sosok tersebut hingga ia merasa hampir gila. Namun, delusi itu mendadak nyata saat Diwana bertemu Nilakandi, wanita yang wajahnya identik dengan bayangan mimpinya. Kehadiran Nilakandi yang penuh rahasia mulai mengungkap tabir takdir hidup Diwana yang selama ini tersembunyi.