Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Kecanduan Ciumanmu

Kecanduan Ciumanmu

Midori, gadis blasteran berusia 18 tahun bermata biru, tak sengaja berciuman dengan Kenzo Watanabe saat berlibur di pemandian air panas Jepang. Insiden itu memicu obsesi mendalam di hati Kenzo, meski ia telah dijodohkan dengan bangsawan bernama Ayumi Tokugawa. Hubungan mereka pun terbentur tembok tradisi serta jarak antara Tokyo dan Perth yang memisahkan. Akankah takdir menyatukan Midori dan Kenzo di tengah segala rintangan? Sebuah sekuel emosional dari kisah cinta miliarder.
Bab
Bagikan

Bab 2

Ketika Kenzo ingin berbicara pada Midori, keluarga Midori lewat di situ. Dia pun menahan lidahnya.

Leeray melihat anak gadisnya berhadapan dengan seorang pemuda yang sepertinya berkebangsaan Jepang, dia pun bertanya, "Ada apa, Midori Sayang?"

"Ehh tidak apa-apa, Papi," jawab Midori salah tingkah karena kejadian yang baru saja terjadi antara dirinya dan pemuda itu sungguh memalukan.

Kenzo membungkukkan badannya di hadapan Leeray lalu berkata dalam bahasa Inggris, "Perkenalkan Paman, nama saya Kenzo Watanabe. Tadi Nona Midori terpeleset dan kami tidak sengaja bertabrakan. Maafkan, kelancangan saya."

Gadis itu memandang Kenzo sambil menggigit bibir bawahnya yang masih terasa sedikit kebas sementara mendongkol dalam hatinya. 'Dan kau melumat bibirku habis-habisan. Dasar pria menyebalkan!'

"Oohh, baiklah. Salam kenal, Kenzo. Saya ayah Midori, nama saya Leeray dan ini mamanya Midori, Deasy. Kalau ini saudara kembar Midori, Poseidon," ujar Leeray memperkenalkan anggota keluarganya dan dirinya pada Kenzo.

Kenzo membungkuk ke arah Deasy dan Poseidon seperti tradisi orang Jepang ketika menghormati orang lain di hadapannya. Kemudian dia berujar, "Paman Leeray, apa boleh saya mentraktir makan malam di restoran hotel ini nanti malam pukul 19.00?" Dia melirik ke arah Midori, gadis itu sepertinya masih kesal padanya. 'Tetapi merajuk pun kemolekannya tidak berkurang,' pikir Kenzo sembari tersenyum pada gadis itu.

Midori mengangkat alisnya ketika melihat Kenzo tersenyum kepadanya. Dia membatin, 'Sebenarnya tampangnya not bad lah, tapi ciumannya ganas sekali ... seram!'

"Baiklah, Kenzo. Nanti aku akan mengajak keluargaku makan bersamamu di restoran hotel. Kita ketemu pukul 19.00 ya. Kami permisi dulu." Leeray sedari tadi memperhatikan puterinya dan Kenzo yang saling beradu pandang.

Dia mengenal Midori sejak bayi, tentu dia tahu tatapan kesal dan merajuk puteri kecilnya itu. Ada apa dengan mereka berdua? Pemuda itu pun pemberani menurutnya karena berani mentraktir makan malam. Mereka toh baru berkenalan sekali, bagaimana kalau tamunya memesan makanan dalam jumlah banyak dan menghabiskan uang sakunya.

Keluarga kecil itu pun berlalu dari hadapan Kenzo setelah berpamitan. Midori kembali ke kamarnya sendirian karena kamarnya berada di sisi barat, sementara kamar orang tuanya dan Poseidon berada di sisi timur bangunan hotel itu.

Midori berganti floral dress selutut warna hijau muda dengan motif bunga lily merah muda. Dia duduk di teras kamarnya yang menghadap ke taman sambil menyisir rambutnya yang masih agak basah.

Taman kecil itu ditanami dengan pohon bunga sakura, saat itu sedang musim semi di Jepang jadi pohon itu penuh dengan bunga warna merah muda dan tampak cantik. Aroma wangi bunga sakura yang tertiup angin pun dapat Midori cium dari teras.

Dia memang suka negeri Sakura ini, membuat pikirannya menjadi tenang. Dia sebenarnya adalah seorang gadis yang introvert, sifatnya mirip ayahnya, Leeray. Saudara kembarnya, Poseidon yang temperamennya lebih meledak-ledak seperti maminya, sangat ekspresif dan hobi berkelahi di sekolah.

Setelah selesai menyisir rambut panjangnya, Midori berjalan ke dekat kolam ikan di taman itu. Ternyata ada banyak ikan Koi dan ikan Mas di dalam kolam berair jernih itu. Dia teringat masih menyimpan biskuit kering di tasnya. Midori pun bergegas mengambilnya di kamar lalu kembali ke kolam lagi. Dia meremas biskuit kering itu kemudian menaburkan remukan biskuit itu ke permukaan air kolam.

Ikan-ikan cantik itu berebutan memakan remukan biskuit pemberian Midori sehingga membuat gadis itu cekikikan sendiri.

Dari arah berlawanan dengan Midori jongkok di tepi kolam ikan, pemuda yang tadi menciumnya itu memperhatikan Midori. Dia duduk di atas dinding batu taman sembari tersenyum menatap gadis yang molek itu.

Pemandangan di hadapannya begitu menarik bagaikan lukisan. Kecantikan Midori baginya bagaikan puteri duyung Ariel yang ada di cerita dongeng Disney. Midori dan air adalah perpaduan yang indah nan menenangkan.

Midori merasa seperti ada yang memperhatikannya, dia pun celingak-celinguk mencari apa ada manusia lain selain dirinya di taman yang sepi itu. Akhirnya, matanya bertatapan dengan sepasang mata hitam yang sedang menatap lurus ke arahnya. Midori pun terkesiap dan sontak wajahnya merona. 'Pria itu lagi,' batinnya dengan perasaan galau.

Pria itu mengenakan yukata berwarna biru tua dengan motif burung Phoenix berwarna merah keemasan. Sebenarnya pria itu cukup tampan dan gagah, tetapi seumur hidupnya, Midori telah melihat papinya yang sangat tampan dan gagah. Hal itu sedikit banyak membuat indera penglihatannya menjadi tidak sensitif ketika melihat pria tampan selain papinya.

Lagipula dia tidak tertarik untuk berpacaran, dunia orang dewasa dengan kisah percintaan itu agak sedikit membuatnya pusing ketika memikirkannya. Semua film romantis yang pernah dia lihat selalu menyuguhkan adegan seorang wanita yang menangis karena galau dengan perasaannya pada sang kekasihnya. Dia tidak suka itu. Menangisi orang lain itu melelahkan dan menurutnya agak sedikit ... bodoh.

Kenzo heran dengan sikap Midori yang begitu pendiam. Gadis itu berbeda dengan gadis-gadis seusianya yang Kenzo kenal. Biasanya mereka heboh ketika Kenzo hadir dan mencoba menarik perhatiannya begitu rupa. Si Little Mermaid ini begitu dingin dan seolah mengacuhkannya. 'Apa dia mulai kehilangan pesonanya sebagai seorang pria tampan?' batin Kenzo.

Dia pun turun dari dinding batu taman dengan melompat lalu berjalan mendekati Midori sembari tersenyum berkata, "Hai lagi, Nona Midori. Kau suka ikan ya?"

"Maaf, aku lupa namamu ... Kenji?" ucap Midori menebak nama pria itu yang membuat wajah tampan itu berkerut.

"Kau keterlaluan ... bagaimana bisa melupakan namaku hanya dalam waktu kurang dari 1 jam setelah kita berkenalan?" rajuk Kenzo sembari menatap wajah Midori dari jarak 1 meter.

Kecantikan Midori membuatnya menahan napas sekian detik, mungkin ini yang dinamakan 'breath taking beauty'.

"Karena kau membuatku kesal, jadi aku cenderung melupakan namamu ... katakan lagi siapa namamu?" balas Midori dengan santai seraya meringis.

Setelah melihat gadis itu meringis menggemaskan, Kenzo tidak dapat marah. Dia begitu ingin merengkuh gadis itu ke dalam pelukannya. Tetapi, itu pasti akan membuat gadis itu salah paham dan lebih membencinya, pikirnya.

"Kenzo ... Kenzo Watanabe. Apa kau belum pernah mendengar merk mobil Genoz atau Richter?" ujar Kenzo ingin memberitahu Midori bahwa itu perusahaan milik keluarganya.

Midori menggelengkan kepalanya perlahan sembari menatap Kenzo. "Aku hanya tahu satuan kekuatan gempa bumi diukur dengan Skala Richter," candanya sambil tertawa kecil.

"Gadis cerdas ... sepertinya memang asal-usul nama mobil itu memang karena Skala Richter. Namun, itu merk mobil buatan perusahaanku, Sayang," balas Kenzo memanggil Midori dengan kata 'sayang', dia ingin tahu tanggapan gadis itu.

Ekspresi Midori datar saja seolah tidak peduli. 'Wow! Gadis-gadis yang dia kenal biasanya akan terharu bila dia memanggil mereka dengan kata 'sayang',' batin Kenzo.

"Apa rumahmu di sekitar hotel ini, Kenzo?" tanya Midori dengan penasaran sembari berjalan kembali ke teras kamarnya sementara Kenzo berjalan di sisinya.

"Tidak, rumahku ada di Tokyo. Aku berlibur ke Kyoto bersama teman-teman dekatku. Kami ingin menikmati pemandangan musim semi di sini. Apa kau menyukai Jepang?" jawab Kenzo sembari duduk di lantai kayu di teras kamar Midori.

"Huum ... aku menyukai Jepang, negeri yang indah dan seni budayanya masih begitu kental terasa. Aku suka seni karena mamiku seorang desainer jenius. Dia bahkan mendesain baju-baju pestaku sendiri ketika aku masih kecil," tutur Midori sembari tersenyum ketika membicarakan ibunya.

"Dari mana asalmu, Midori? Ceritakan padaku mengenai keluargamu," pinta Kenzo.

"Aku tinggal di Perth, Australia sejak aku dilahirkan. Namun, darahku mengalir darah Indonesia. Papi dan mamiku tadinya orang Indonesia, mereka lahir di Indonesia, hanya nenek moyang keluarga Carson adalah orang asli Australia, sedangkan keluarga Indrajaya adalah keturunan suku Hokkian. Rumit ya silsilah keluargaku?" Midori tertawa sendiri ketika menceritakan tentang silsilah keluarganya yang memiliki budaya yang bercampur aduk.

Kenzo memperhatikan penjelasan Midori dan senang mendengarnya bercerita. Entah kenapa mendengar suara Midori seperti lagu cinta di telinganya membuat perasaannya berbunga-bunga.

'Sepertinya aku telah jatuh cinta kali ini,' batin Kenzo sembari menatap gadis itu.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Aku Tak Membencimu
8.5
Demi melunasi utang ibunya, Ayyara Faderica terpaksa menikahi CEO Kieran Bimantara. Meski Kieran memperlakukannya bak ratu karena rasa cinta yang lama terpendam, Ayyara justru sulit membuka hati dan diam-diam masih menjalin hubungan dengan mantan kekasihnya. Walau dikhianati, Kieran tetap gigih berjuang demi mendapatkan cinta sang istri. Akankah Ayyara akhirnya menyadari ketulusan Kieran, ataukah masa lalu akan menghancurkan pernikahan mereka?
Sampul Novel Barter libido yuk, say !
8.8
Kenny Reagen pemuda tampan dan ber-image baik dari latar belakang keluarga kaya raya pemilik perusahaan ekspedisi terkemuka, membuat gebrakan gila dengan menawarkan barter sex pada Cherry gadis cantik, baik, yang berprofesi sebagai dokter spesialis kandungan dan terkenal tunduk pada pacarnya. Apa Cherry dan pacarnya setuju dengan barter gila dan tidak masuk akal ?
Sampul Novel Desain Cinta Kedua
9.4
Tiga tahun Jessica mengabdi sebagai istri, namun pengorbanannya dibalas luka mendalam. Setelah resmi menceraikan Aaron, ia bangkit secara mandiri menjadi desainer ternama dan pengusaha sukses tanpa bantuan harta keluarga. Saat Jessica menikmati puncak karier dan kebebasannya, Aaron justru datang kembali dengan penyesalan besar. Sang mantan suami memohon kesempatan kedua untuk memperbaiki segalanya. Akankah Jessica luluh atau tetap teguh pada pilihannya?
Sampul Novel Dipaksa Menikahi CEO Kejam
8.4
Sejak kecelakaan maut merenggut nyawa ibunya di usia delapan tahun, Fallen hidup dalam kebencian sang ayah yang menyalahkannya. Demi menghukum Fallen, ia dipaksa menikahi seorang CEO yang dikenal dingin dan kejam. Ayahnya bahkan mengutuknya agar menderita selamanya sebagai seorang pembunuh. Di tengah luka batin dan pernikahan tanpa cinta, sebuah rahasia besar di balik tragedi masa lalu perlahan terkuak, membawa kenyataan pahit bagi Fallen.
Sampul Novel IBU SUSU UNTUK BOSKU
9.1
Sonia, ibu muda berusia 23 tahun, berjuang melunasi biaya pengobatan Thalassemia anaknya. Di tengah jeratan utang, ia bertemu Mr. Wei, CEO berusia 45 tahun yang menawarkan dukungan emosional. Hubungan rahasia mereka menjadi pelarian Sonia dari pernikahan yang hampa. Namun, kecurigaan sang suami dan berbagai rintangan mulai mengancam. Terjebak antara gairah, pengkhianatan, dan dilema moral, Sonia harus memilih antara cinta barunya atau hancur dalam drama kehidupan.
Sampul Novel Istri Rahasianya, Aib Publiknya
8.1
Duniaku runtuh saat menangani pasien VIP bernama Evelyn Santoso. Tunangan yang ia tangisi adalah suamiku, Bima. Namun di foto itu, dia adalah Brama Wijaya, taipan kejam, bukan pria konstruksi yang kurawat saat amnesia. Brama masuk tanpa mengenaliku, lalu memeluk Evelyn dan membisikkan janji setia yang sering ia ucapkan padaku. Melalui tatapan dinginnya, ia menegaskan bahwa pernikahan kami adalah aib rahasia yang harus segera ia lenyapkan selamanya.