Sampul Novel Dijual Suami Demi Pekerjaan

Dijual Suami Demi Pekerjaan

8.0 / 10.0
Berawal dari cemoohan kejam sang suami, nasib tragis justru membawa seorang wanita menjadi barang barter. Dia dikirim ke kediaman asing untuk menyusui anak dari keluarga kaya raya. Namun, pekerjaan ini menyeretnya ke dalam radar sang tuan rumah, seorang pria berkarisma kuat, bertubuh atletis, dan bermata tajam. Di balik sosoknya yang memikat sekaligus mengintimidasi, miliarder misterius ini menyembunyikan sebuah rahasia besar yang berpotensi mengguncang dunia.

Dijual Suami Demi Pekerjaan Bab 1

Suamiku berkata, "ASI-mu sebanyak itu, kalau nggak dikasih ke anak, apa mau disimpan untuk diminum pria lain?"

Tak disangka, ucapannya malah menjadi kenyataan. Dia menganggapku sebagai barang untuk dibarter dan mengirimku ke rumah orang lain untuk menyusui anak mereka.

Namun, aku malah menjadi incaran tuan rumah laki-laki. Pria itu memiliki alis tegas, mata berkilat tajam, tubuh atletis, dan penuh aura maskulin. Di balik dirinya, tersembunyi sebuah rahasia besar yang menggemparkan dunia .…

Suamiku berkata, "ASI-mu sebanyak itu, kalau nggak dikasih ke anak, apa mau disimpan untuk diminum pria lain?"

Tak disangka, ucapannya malah menjadi kenyataan. Dia menganggapku sebagai barang untuk dibarter dan mengirimku ke rumah orang lain untuk menyusui anak mereka.

Namun, aku malah menjadi incaran tuan rumah laki-laki. Pria itu memiliki alis tegas, mata berkilat tajam, tubuh atletis, dan penuh aura maskulin. Di balik dirinya, tersembunyi sebuah rahasia besar yang menggemparkan dunia .…

....

Suamiku mengundang orang untuk minum-minum, sementara aku pergi ke dapur untuk menghidangkan makanan ringan.

Terdengar suara langkah kaki di belakangku. Aku berbalik dan tiba-tiba menabrak dada yang keras. Aroma pria asing bercampur bau alkohol langsung menyeruak.

"Ka ... Kak Deswan?"

Pria itu tingginya lebih dari 180 cm, memiliki alis tegas, mata tajam, tubuh atletis, dan memakai kaus hitam ketat yang menonjolkan otot-ototnya. Seluruh auranya memancarkan daya tarik maskulin yang kuat.

Tatapannya terpaku ke dadaku, penuh dengan aura agresif. Karena ASI yang mengalir, bajuku basah di bagian depan dan meninggalkan noda yang jelas terlihat. Wajahku langsung memerah. Aku buru-buru membalikkan badan untuk menghindari tatapannya.

Namun, pria itu semakin mendekat hingga memojokkanku di sudut dapur. Seluruh tubuhnya memancarkan tekanan yang membuatku sesak napas. "Kamu baru saja melahirkan? ASI-mu melimpah, ya."

Dalam sekejap, pikiranku menjadi kosong. Tanganku gemetar dan kacang tanah di piring yang kupegang berjatuhan ke lantai.

Pria itu menjilat bibirnya, sedikit membungkuk, dan perlahan mendekatiku.

"Ah ... Kak Deswan, jangan begini. Orlan lagi nunggu Kakak untuk minum bersama di ruang depan."

Aku mendorong pria itu dengan panik, lalu membawa dua piring makanan ringan dari atas meja dapur dan berlari keluar.

Setelah itu, aku kembali ke kamar tidur untuk mengganti pakaian dan bersembunyi di sana. Aku tidak keluar selama lebih dari satu jam sampai suasana di luar terasa sudah tenang.

Ketika aku akhirnya keluar, aku melihat suamiku, Orlan, wajahnya memerah karena mabuk. Dia melirikku sekilas dan berkata, "Besok kamu pergi ke rumah Kak Deswan untuk membantu menyusui anaknya."

Bukan permintaan, tapi perintah.

Aku mengerutkan kening karena merasa tidak nyaman. "Anaknya bisa minum susu formula."

Deswan adalah sopir jarak jauh yang jarang berada di desa. Namun, dia menghasilkan banyak uang, murah hati, dan sangat dihormati di desa. Beberapa hari yang lalu, dia membawa pulang seorang bayi berusia lebih dari dua bulan, katanya untuk didaftarkan dalam kartu keluarga.

"Deswan bilang, anaknya lemah dan butuh ASI. ASI-mu sebanyak itu, kalau nggak kasih ke anak, mau disimpan untuk diminum pria dewasa?"

Wajahku langsung memerah.

Melihatku terdiam, Orlan menjadi tidak sabar dan menatapku dengan marah. "Kamu nggak akan kerja gratis, Kak Deswan akan bayar! Kalau kamu nggak pergi, akan kuhabisi kamu!"

Keesokan harinya, di bawah desakan Orlan, aku terpaksa pergi ke rumah Deswan.

"Anaknya ada di kamar," katanya sambil menatapku dengan tatapan seperti predator menatap mangsanya sehingga membuatku merasa tidak nyaman. Aku hanya mengangguk dan segera melangkah cepat masuk ke kamar.

Anak itu sepertinya lapar. Dia berusaha mencari-cari ke arah dadaku. Aku buru-buru membuka kancing bajuku dan menghiburnya dengan lembut, "Jangan terburu-buru, minum pelan-pelan."

Beberapa saat kemudian, pintu yang tidak sepenuhnya tertutup itu pun terdorong terbuka dan Deswan masuk. Aku terkejut dan segera memalingkan tubuhku.

Melihat anak itu sudah kenyang dan tertidur, aku meletakkannya di tempat tidur dengan hati-hati dan segera merapikan pakaianku.

Namun, Deswan tiba-tiba menggenggam tanganku dan menarikku mendekat. Aku terhuyung beberapa langkah dan buru-buru menutupi dadaku dengan tangan.

Aku merasa terkejut dan marah. "Kak Deswan, tolong jaga sikapmu! Aku ke sini untuk menyusui anak, bukan untuk ...."

Deswan tertawa. "Aku cuma mau cek kualitasnya."

Setelah berkata demikian, dia mendekatkan wajahnya ke arahku.

"Ah!"

Rasanya berbeda dibanding saat menyusui anak. Napasku mulai tidak teratur, bibirku bergetar, dan aku mencoba melawan sekuat tenaga. "Lepaskan aku!"

Anak yang baru saja tertidur terbangun karena keributan itu dan mulai menangis keras.

Akhirnya, Deswan melepaskanku. Kemudian, dia mengangkat kepala dan menjilat bibirnya yang masih basah sambil berkata dengan mesra, "Nggak buruk, terima kasih atas kerja kerasnya."

"Kamu gila!" Aku mengenakan pakaianku dengan tergesa-gesa, lalu berlari pulang ke rumah dengan panik.

Setibanya di rumah, aku berkata kepada Orlan bahwa aku tidak ingin lagi pergi ke rumah Deswan untuk menyusui. Mendengar ucapanku, wajah Orlan langsung berubah masam.

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi Dijual Suami Demi Pekerjaan

Ch. 1 Ch. 2
Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Terbaru

Sampul Novel CINTA DI MUSIM SEMI
8.0
Kisah romansa modern ini menyoroti perjalanan emosional antara David dan Arina saat mereka menemukan kebahagiaan sejati. Di tengah mekarnya bunga musim semi yang sangat berharga, keduanya belajar untuk saling memahami dan mengisi kekosongan hati satu sama lain. Hubungan mereka berkembang dengan indah seiring berjalannya waktu, membuktikan bahwa satu musim yang singkat mampu menyatukan dua jiwa dalam ikatan cinta yang tulus dan sangat mendalam bagi mereka.
Sampul Novel En-PD153
8.9
Mantan kekasihku yang kukira telah tiada tiba-tiba muncul membawa wanita hamil yang disebut penyelamatnya. Dia secara tak masuk akal memintaku tinggal bersama mereka dan menawarkan upacara pernikahan sebagai kompensasi sementara ia menikahi wanita itu. Sebagai putri bangsawan dan menantu keluarga konglomerat, aku tak sudi dijadikan selingkuhan. Jika dia menolak hidup mewah, aku akan memastikan dia kehilangan segalanya hingga menjadi pengemis.
Sampul Novel IPARKU, CANDU SUAMIKU
9.8
Dua tahun menikah, Nadia Antika bertahan menghadapi hinaan ibu mertuanya karena cinta tulus Askara Brahma. Namun, kebahagiaan itu sirna saat suaminya berubah menjadi tertutup dan dingin. Nadia mulai mencium rahasia besar yang disembunyikan sang suami di balik perubahan sikapnya. Mampukah ia mengungkap kebenaran yang menyakitkan? Bagaimana reaksi Nadia saat mengetahui Askara ternyata menjalin hubungan terlarang dengan adik iparnya sendiri di rumah mereka?
Sampul Novel MENYUSUI MAFIA KEJAM
8.6
Hidup Alena Adriani Quensyah hancur seketika saat orang tuanya tega menjadikannya jaminan utang kepada seorang mafia kejam. Kini, Alena terjebak dalam kehidupan yang terasa seperti penjara, sembari terus dibayangi trauma masa lalu yang kelam. Di tengah penderitaan itu, ia bertekad mencari jawaban atas alasan kedua orang tuanya pergi meninggalkan dirinya dalam bahaya. Mampukah Alena bertahan dan menemukan kembali keluarganya yang hilang?
Sampul Novel Penantian Yang Tak Kunjung Kembali
9.2
Enam tahun menikah rahasia dengan seorang direktur, sang istri harus menerima kenyataan pahit saat suaminya melarang putra mereka memanggilnya ayah. Ketika sang suami kembali mengabaikan ulang tahun anak mereka demi sekretarisnya, keputusan bulat pun diambil. Surat cerai dilayangkan, dan dia pergi membawa putranya selamanya. Kepergian tiba-tiba ini meruntuhkan ketenangan sang miliarder yang seketika kehilangan kendali mencari istrinya. Namun, kali ini penantiannya akan sia-sia.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan