Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Kebangkitan Wanita Cacat Yang Dikhianati

Kebangkitan Wanita Cacat Yang Dikhianati

Silvia Rahman, wanita difabel, mengira cinta Dion Kurniawan tulus. Namun, pendengarannya pulih dan mengungkap fakta keji: Dion sengaja menghambat kesembuhannya demi berselingkuh dengan Arini. Saat pesta, Dion menghinanya, sementara Arini mencoba membunuhnya lewat tabrak lari. Kini, Silvia bertekad membalas dendam. Di hari pernikahan, ia menyiapkan kejutan mematikan yang akan membongkar kebusukan Dion sebelum ia menghilang dengan identitas baru.
Bab
Bagikan

Bab 2

Silvia POV:

Aku berusaha keras mempertahankan ekspresi wajahku, menyembunyikan getaran hebat yang melanda seluruh tubuhku. Setiap ototku terasa kaku, seolah membeku oleh pengkhianatan yang baru saja kudengar. Apakah ini masih Dion yang kukenal? Pria yang pernah berjanji akan melindungiku dari segala bahaya, yang kucintai seumur hidupku? Atau ia sudah berubah menjadi monster yang sama sekali tidak kukenali?

Tiba-tiba, Dion menggebrak meja makan dengan keras. Suara dentuman itu memecah keheningan yang sebelumnya tercipta oleh kata-katanya. Semua tawa dan sorakan lenyap, digantikan oleh keheningan yang mencekam.

Mata tajam Dion menyapu seluruh ruangan. Tatapannya dingin, penuh ancaman. "Dengar baik-baik kalian semua," katanya dengan suara rendah, tapi penuh otoritas. "Apa yang kalian diskusikan di sini, jangan sampai keluar dari ruangan ini. Jangan sampai ada yang berani membocorkannya."

Ia berhenti sejenak, senyum sinis tersungging di bibirnya. "Karena jika ada yang berani, aku bersumpah, aku akan membuat hidup kalian lebih menderita daripada neraka itu sendiri."

Tidak ada yang berani menyela. Semua orang tahu siapa Dion Kurniawan. Ia bukan hanya seorang dokter bedah saraf terkemuka, tetapi juga direktur rumah sakit, dan seorang pemimpin grup bisnis yang memiliki pengaruh besar di kota ini. Kata-katanya bukan sekadar ancaman kosong.

"Dion memang yang terbaik," bisik salah satu wanita di meja itu, berusaha menipu dirinya sendiri. "Lihat, dia begitu setia pada tunangannya, bahkan menyembunyikan hubungannya dengan selingkuhan agar tidak melukai hati Silvia."

Aku menunduk, mencoba menyembunyikan rasa jijik yang meluap-luap di dalam diriku. Aku tidak menginginkan pengkhianatan yang dibalut dengan rasa kasihan ini. Aku tidak menginginkan cinta dari seorang monster.

"Lagipula, Silvia cacat," lanjut wanita itu, suaranya terdengar meremehkan. "Dia bahkan tidak bisa mendengar, jadi dia tidak akan pernah tahu apa yang Dion lakukan di belakangnya."

Kata-kata itu menghantamku seperti pukulan telak. Aku merasakan perih di dadaku, seolah ada yang meremas jantungku. Aku adalah seorang wanita yang cacat di mata mereka, dan Dion sengaja membuatku tetap dalam kondisi itu.

"Beberapa waktu lalu, Arini bahkan pernah masuk ke kamarku sambil tertawa dan berkata bahwa dia akan segera menjadi Nyonya Kurniawan," seorang pria di sebelahku berbicara, suaranya sedikit bercanda. Ia tidak tahu, bahwa aku mendengar semua itu. "Dia bilang, bahkan di depan pintu kamarmu pun Dion tak segan-segan bermesraan dengannya."

Dion tersenyum tipis, memutar gelas anggurnya di antara jari-jarinya. Matanya berkilat, penuh kepuasan.

"Aku juga pernah melakukannya di ruang istirahat dokter, di pantry, bahkan di depan pintu kamarmu," Dion mengakui dengan bangga, seolah itu adalah prestasi yang patut dibanggakan. "Sensasi bahaya itu... sangat adiktif. Dan melihat wajahmu yang tenang, tidak mengetahui apa-apa... itu semakin membuatku bergairah."

Napasiku tercekat. Aku merasakan darah mengalir dari telingaku, tetapi aku tidak peduli. Hatiku terasa hancur berkeping-keping.

"Aku bahkan pernah meminta dokter untuk memastikan kau tetap dalam kondisi itu, Silvia," lanjutnya, suaranya pelan, seolah berbisik, tapi setiap kata-katanya menembus telingaku seperti pisau. "Itu membuatku memiliki alasan untuk bersamamu, untuk menjaga citraku sebagai tunangan setia. Tapi di sisi lain, aku bisa menikmati Arini sepenuhnya tanpa rasa bersalah. Bukankah itu sempurna?"

"Lagipula, aku bisa menyewa dokter terbaik di dunia untuk merawatmu, tapi aku tidak melakukannya," ia menyombongkan diri, seolah itu adalah kebaikan yang ia berikan kepadaku.

Para pria di meja itu langsung mengacungkan jempol, mengagumi kebusukan Dion. Tidak ada yang melihat, tidak ada yang peduli, bahwa aku, wanita yang duduk di kursi roda ini, sedang sekarat di dalam. Jari-jariku mencengkeram garpu dengan erat, buku-buku jariku memutih.

Aku pernah memiliki rencana yang indah. Seharusnya, di hari pernikahan kami, aku akan memberikan kejutan terbesar dalam hidupnya. Aku akan berjalan menuju altar, tanpa kursi roda, tanpa bisikan serak, untuk menyambutnya. Aku akan mengungkapkan bahwa pendengaranku sudah pulih, bahwa pita suaraku sudah bisa bergetar lagi, bahwa aku sudah bisa berdiri di atas kedua kakiku sendiri. Aku bahkan sudah berlatih berjalan secara diam-diam.

Tapi kini, kejutan itu telah berubah menjadi mimpi buruk. Kejutan itu adalah dia, Dion, yang telah membukakan mataku lebar-lebar. Dia, yang telah membuatku mendengar kebenaran pahit ini. Dia, yang telah sengaja merampas pendengaranku demi memuaskan nafsunya dengan wanita lain.

Pernikahan ini tidak akan pernah terjadi. Di hari yang seharusnya menjadi hari paling bahagia bagi kami, ia hanya akan menemukan replika diriku yang terbujur kaku di dalam peti mati.

---

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Aku yang Dinikahi, Selingkuhannya yang Dimanja
8.3
Hari pernikahan yang seharusnya sakral berubah hambar saat cinta pertama sang suami datang mengenakan gaun pengantin yang sama. Alih-alih murka melihat kebersamaan mereka, sang istri justru memuji keserasian keduanya. Reaksi tenang ini membuat wanita itu menangis lalu pergi, memicu kemarahan suami yang menuduh istrinya berhati sempit. Usai resepsi, sang suami memilih membawa cinta pertamanya pergi berbulan madu. Tanpa berniat memicu pertengkaran, sang istri langsung mendaftarkan diri untuk melakukan prosedur aborsi.
Sampul Novel Cinta Memang Begitu
8.8
Kematian tragis mengakhiri hidupku yang penuh persaingan sia-sia melawan Emma Moore, anak angkat kesayangan orang tuaku yang bahkan menerima donor retinaku dan menikahi kakak kandungku. Namun, takdir memberiku kesempatan kedua. Terlahir kembali di masa lalu, aku memutuskan untuk tidak lagi memedulikan mereka atau memperebutkan kasih sayang yang tak pernah jadi milikku. Fokus pada diri sendiri justru membuka jalan menuju babak baru yang penuh kebahagiaan tak terduga.
Sampul Novel CLARITTA, KAMU MILIKKU
9.1
Claritta Indriana, model populer, terjerat dalam pernikahan rumit dengan pewaris Andromeda Group, Aslan Teryeka. Meski mengaku cinta, Aslan memperlakukan Claritta semena-mena dan bersikap posesif, bahkan tega berselingkuh dengan sekretarisnya. Di tengah pengkhianatan dan kebencian Aslan yang membara, Claritta terjebak dalam dilema besar. Haruskah ia bertahan sebagai boneka dalam hubungan hancur ini, atau memilih menghilang selamanya demi meraih kebebasan?
Sampul Novel Dendam Wanita Simpanan
8.1
Nayla terjebak dalam pusaran ancaman karena berusaha menghadapi masalahnya sendirian. Sumpah yang dilontarkan Kak Yuni kini seolah mulai menghantui kenyataan hidupnya. Merasa muak terus dituduh dan difitnah sebagai sosok perusak rumah tangga orang lain, Nayla akhirnya mengambil langkah ekstrem. Ia bertekad untuk mewujudkan semua label buruk tersebut menjadi nyata sebagai bentuk pembalasan atas segala penderitaan yang ia alami selama ini.
Sampul Novel DIBALIK CADAR ISTRIKU
9.5
Terjebak dalam pernikahan dengan Azizah tidak menghentikan perasaan lelaki ini terhadap Azkia, sosok cantik yang memikat hatinya. Keadaan kian rumit karena ia sama sekali belum pernah melihat wajah istrinya yang selalu tersembunyi di balik cadar. Tanpa ia sadari, Azizah menyimpan sebuah rahasia besar yang belum terungkap. Apakah misteri di balik penutup wajah itu akan mengubah segalanya? Sebuah kisah tentang cinta, keraguan, dan rahasia yang terpendam.
Sampul Novel Kencan Buta Setelah Pulang Kampung
9.4
Tujuh tahun mendampingi Daniel Liman dan menciptakan banyak karya untuknya, Nadya Luandra justru harus menelan pil pahit. Di hari yang seharusnya menjadi momen lamaran mereka, Daniel malah mengumumkan kerja sama dengan cinta pertamanya, Yuna Fadian. Nadya yang menuntut penjelasan justru mendengar kenyataan pahit dari balik pintu bahwa dirinya selama ini hanyalah seorang pengganti. Kini, putri Keluarga Luandra ini harus menghadapi kenyataan dan menentukan langkah barunya.