Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Kawin Kontrak Sang Pewaris Tunggal

Kawin Kontrak Sang Pewaris Tunggal

Maya Syaqilla merantau ke kota demi mengangkat derajat keluarganya. Awalnya ia mengira akan bekerja sebagai asisten rumah tangga, namun kesepakatan dengan Handoko justru menjadikannya istri kontrak sang majikan selama setahun. Meski caranya salah, kemakmuran kini menyelimuti keluarganya. Akankah benih cinta tumbuh antara Maya dan Boy hingga pernikahan mereka menjadi nyata? Ataukah rahasia besar ini akan terbongkar dan memicu kemarahan besar dari kedua keluarga besar mereka?
Bab
Bagikan

Bab 3

Besok Maya akan berangkat ke ibukota untuk bekerja dan juga mengubah nasib keluarganya, Maya berharap penuh pada pekerjaan ini. Setelah selesai berkemas, kini Maya menemui kedua orang tuanya untuk meminta izin, awalnya sang ayah menolak karena baginya Maya masih terlalu muda untuk merasakan bagaimana kejamnya hidup di ibukota. Namun berkat kegigihan Maya melunakkan hati orang tuanya akhirnya mereka setuju jika anaknya bekerja di kota dengan syarat selalu memberi kabar dan memberitahu alamat tempatnya bekerja.

****

Keesokan paginya Handoko sudah bersiap menjemput Maya.

Rasa sedih menyelimuti hati Tejo dan Tinah ketika melepas sang anak untuk bekerja di kota orang, namun dengan berat hati mereka harus ikhlas demi kelancaran urusan Maya di kota sana.

Sore hari Maya sudah tiba di kediaman sang majikan, ketika turun dari mobil, dirinya dibuat takjub dengan rumah mewah, megah dan luasnya melebihi lapangan sepak bola di kampung halamannya. Maya bengong di depan halaman rumah sang majikan hingga membuat Handoko geram.

"Mayaaaaa," panggil Handoko setengah berteriak.

"Iya, i-Iya, Pak," jawab Maya kaget.

"Ayo cepetan masuk malah bengong disitu," ajak Handoko lalu Maya melangkahkan kakinya masuk ke istana megah sang majikan.

Disana Maya sudah ditunggu kedatangannya oleh Boy yang sedang duduk di ruang keluarga sambil bermain ponsel mahalnya.

"Bos saya sudah membawa Maya," ucap Handoko sembari membungkuk hormat.

Lalu Boy memperhatikan penampilan Maya dari atas sampai bawah, meskipun penampilannya norak tapi fisiknya oke lah. "Siapa namamu?" tanya Boy ketus.

"Nama saya, Maya Syaqilla, Pak," jawab Maya lemah lembut.

"Nama yang bagus. Mulai besok kamu sudah boleh mulai bekerja, biar nanti ketua art yang memberitahu apa saja yang kamu kerjakan," ucap Boy ketus.

"Ba-baik, Pak," jawab Maya gugup.

"Antar dia ke kamarnya biar bebersih dulu setelah itu istirahat," suruh Boy dan Handoko mengangguk mengerti.

"Ayo May ikut saya ke kamarmu," ajak Handoko dan Maya mengangguk.

Setelah kepergian Maya entah kenapa hati Boy terasa sangat sedih, dirinya jadi teringat dengan Almira-wanita yang sudah membuat hatinya terasa mati. Mau disangkal seperti apapun mereka hampir mirip cuma bedanya Maya berpenampilan sederhana layaknya gadis desa. "Kenapa harus dia yang nantinya jadi istri kontrak gue?" gumam Boy gelisah.

Merasa terlalu lama jika menunggu esok hari, akhirnya Boy memanggil Maya ke ruang kerjanya.

Tok.. Tok.. Tok.. Suara ketukan pintu.

"Masuk," jawab Boy dari dalam.

"Permisi, Pak, apa betul anda memanggil saya?" tanya Maya sopan.

"Benar, silahkan duduk," jawab Boy.

"Silahkan tanda tangan ini agar mulai besok kamu bisa langsung bekerja dan nantinya saya sendiri yang akan memantau kinerja kamu," ucap Boy menyerahkan map perjanjian.

"Boleh saya baca dulu pak?" tanya Maya dan Boy mengangguk setuju. Lalu Maya membaca isi perjanjian yang diberikan bosnya secara teliti, di point terakhir, Maya dibuat kaget akan isi perjanjiannya. Maya merasa keberatan dan langsung menanyakan pada bosnya.

"Maaf, Pak, tapi untuk point terkahir saya keberatan," ucap Maya gugup.

"Apa alasannya?" tanya Boy kesal.

"Karena saya disini bekerja sebagai pembantu bukan untuk dijadikan istri kontrak," jawab Maya setengah ketakutan.

"Haha, kamu pikir nantinya saya akan macam-macam denganmu? Tidak akan bahkan menyentuhmu saja saya enggan, sebenarnya kamu ada disini memang untuk menjadi istri kontrak saya, gak lama kok, hanya setahun saja. Kalau bukan desakan dari keluarga, mana mau saya melakukan ini, sama saja kan merendahkan harga diri saya sebagai pewaris tunggal," ucap Boy dengan angkuhnya. Ia merasa kesal karena Maya dengan beraninya menolak permintaannya, karena dalam pikiran Boy nanti dengan membaca isi perjanjian Maya akan patuh dan langsung setuju.

"Tidak, Pak, karena pernikahan itu sakral dan hanya terjadi sekali seumur hidup, saya tidak mau mempermainkan pernikahan, jadi lebih baik bapak mencari wanita lainnya saja," tolak Maya.

"Berani sekali kamu menolak permintaan saya? hanya tanda tangan dan kita akan menikah kontrak minggu depan, setelah itu ikuti semua sandiwara yang saya minta. Hanya itu saja dan saya jamin tidak akan menyentuh atau bahkan tidur seranjang denganmu, apa kamu lupa tujuanmu datang ke kota untuk apa? Kamu ingin mewujudkan itu semua kan? Makanya tanda tangan perjanjian ini dan saya jamin keluarga kamu hidup enak, nyaman dan bahagia," ucap Boy mempengaruhi Maya.

"Tapi, Pak, yang namanya pernikahan itu harus ada wali nikah dan saksi, saya mau kelak ketika menikah ada kedua orang tua saya yang menyaksikannya," ucap Maya dengan polosnya.

"Itu jika terjadi pernikahan sungguhan sedangkan ini kan hanya kontrak, perbulan kamu juga akan mendapat jatah uang dari saya berapa pun yang kamu mau," ucap Boy.

"Berapa pun yang saya mau?" tanya Maya tak percaya.

"Tentu saja tinggal sebutkan saja berapa nominal yang kamu minta dan saya jamin keluargamu juga hidup enak," ucap Boy memprovokasi.

"Maaf, Pak, saya tetap tidak bisa, saya permisi dulu," tolak Maya lalu meninggalkan Boy sendirian di ruang kerja.

"Astaga, susah sekali membuat dia patuh padaku, apa dia gak tergiur dengan harta? Mana ada jaman sekarang wanita yang menolak harta cuma-cuma apalagi ini menikah denganku. Banyak di luar sana yang antre untuk menjadi pasanganku tapi dia? gadis desa yang dengan tegasnya menolak, gi-la, dia membuatku penasaran," batin Boy kesal lalu melempar map ke sembarang arah.

####

Di kamar, Maya tak hentinya menangis ketika mengetahui jika tujuannya bekerja disini bukan untuk menjadi pembantu melainkan dijadikan istri kontrak, benar apa yang dikatakan orang tuanya, jika hidup di kota sungguh kejam, kalau tidak bisa menjaga diri sendiri maka akan hancur.

Lalu tiba-tiba ada telepon dari bapaknya, Maya langsung menyeka air matanya dan mengangkat panggilan. "Halo, Pak?" ucap Maya dengan suara dibuat setenang mungkin.

"Halo, gimana, Nduk? sudah sampai di rumah majikanmu? Gimana majikanmu? Jahat? Kejam atau gimana?" tanya Tejo khawatir.

"Alhamdulillah Maya sudah tiba sore tadi dan majikan Maya menyuruh untuk bersih-bersih badan setelah itu istirahat, ini Maya barusan bangun tidur, jadinya belum sempat mengabari bapak, maafin Maya ya sudah membuat khawatir," ucap Maya berbohong.

"Syukurlah kamu sudah sampai dengan selamat, ada yang mau Bapak omongin, Nduk," ucap Tejo serius.

"Apa itu, Pak?" tanya Maya penasaran.

"Sekarang kamu sudah bekerja di kota jadi bapak minta tolong apakah kamu nantinya bersedia setiap bulan memberikan sedikit gajimu untuk kami dan juga untuk melunasi hutang-hutang bapak?" tanya Tejo dengan hati-hati.

"Sejak kapan bapak punya hutang dan dengan siapa pak?" tanya Maya kaget.

"Sejak lama, itu pun untuk membiayai pendidikan kalian, jadi Bapak terpaksa meminjam pada bang Remon. Tahu sendiri betapa kejamnya kalau belum bisa melunasi hutangnya," ucap Tejo sedih.

"Astaga, kenapa meminjam sama Bang Remon? Kalau gak ada uang lebih baik bilang gak ada daripada meminjam pada rentenir itu, memang berapa hutang Bapak semuanya?" tanya Maya geram.

"Bapak juga terpaksa meminjam uang padanya kalau bukan mendesak, jika sama bunga hutangnya menjadi 30 juta bahkan Bang Remon memberi waktu dalam satu bulan harus lunas, tadi dia ke sini ketika mendengar kabar bahwa kamu sekarang bekerja di kota, pikirnya nanti kamu bakal memiliki gaji yang besar," ucap Tejo merasa bersalah.

"Sudahlah, masalah Bang Remon biar Maya yang urus asalkan setelah ini janji jangan lagi punya hutang padanya atau sama siapapun," tegur Maya.

"Iya Bapak janji ini pertama dan terakhir kalinya, maafin Bapak sudah menjadi beban untukmu," ucap Tejo sedih.

"Jangan terlalu dipikirkan, mungkin memang ini sudah takdirnya, semoga dalam sebulan Maya bisa mendapatkan uang sebanyak itu, bos Maya baik orangnya semoga dia bisa meminjamkan Maya uang," ucap Maya yang di aminkan oleh Tejo lalu panggilan mereka putus.

Setelah panggilan terputus, Maya merasa pusing lataran harus mendapatkan uang sebanyak itu dalam waktu yang terbilang singkat, bahkan Maya juga sadar diri jika dirinya baru memulai bekerja besok, mana mungkin majikannya mau meminjamkan meskipun nantinya per bulan dipotong gaji.

"Apa aku harus menyetujui pernikahan kontrak itu ya? Pak Bos bilang bakal mengabulkan berapapun nominal uang yang aku mau," batin Maya bimbang.

Lanjut Nonton!
Cerita makin seru! Buka Aplikasi untuk melanjutkan membaca
Buka Semua Episode
Cari "95JBC" di moboreader para membaca buku selengkapnya.
Salin kode dan cari di aplikasi Moboreader untuk melanjutkan membaca.
95JBC
Salin
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Anak Yang Ku Bawa Dalam Rahimku
8.6
Baru seminggu bekerja di kediaman Arsanta, Alesha Devandra mengalami tragedi kelam saat Reiner yang sedang mabuk akibat dikhianati kekasihnya melampiaskan amarah padanya. Alesha yang trauma memilih kabur ke desa, namun ia justru mendapati dirinya hamil. Kini ia terjepit antara menuntut tanggung jawab pada Reiner yang mungkin lupa, atau membesarkan bayinya sendirian di tengah cibiran. Akankah Reiner mengakui darah dagingnya saat rahasia ini terungkap?
Sampul Novel Godaan Berdosa: Tuan Playboy Miliuner Memohon Kembali Padaku
9.3
Iris diadopsi keluarga Stewart sejak kecil dan berakhir menjadi kekasih rahasia Vincent, pamannya sendiri. Di balik citra playboy sang CEO, Iris merasakan sisi dingin pria itu secara langsung. Harapan Iris hancur saat lamaran tulusnya ditolak mentah-mentah oleh Vincent yang lebih memilih pertunangan bisnis. Demi mengakhiri penderitaan, Iris nekat menerima lamaran seorang pengacara. Namun, saat hari pernikahan tiba, Vincent justru datang bersimpuh memohon agar Iris tidak pergi darinya.
Sampul Novel Cinta di Jalur Cepat
7.8
Dahulu Deddy menyelamatkan Nayla, hingga saat Deddy koma, Nayla membalas budi dengan menikahinya dan menyembuhkannya. Namun, kembalinya cinta pertama Deddy memicu perceraian. Meski diremehkan, Nayla ternyata peretas jenius, pembalap, dan dokter ahli. Saat Deddy memohon untuk kembali karena menyesal, seorang CEO tampan muncul mengklaim Nayla sebagai istrinya. Nayla pun terkejut menghadapi situasi tak terduga ini di tengah pembuktian jati dirinya.
Sampul Novel DIKEJAR CINTA CEO PREMAN
8.8
Hubungan Khanza Azzahra dan Erlangga Yudistira kandas akibat penolakan ayah Zahra. Sosok Erlangga yang dianggap preman urakan dinilai tidak memiliki masa depan. Demi membuktikan ketulusannya, Erlangga pun kembali ke identitas aslinya dan bertransformasi menjadi CEO berwibawa. Namun, rintangan baru muncul saat Zahra justru dijodohkan dengan pria bernama Andi. Mampukah Erlangga meyakinkan ayah Zahra dan memperjuangkan kembali cinta mereka yang terpisah?
Sampul Novel Patah Hati Terlalu Dalam
9.3
Livia Suryani adalah CEO sukses di balik merek skincare ternama. Namun, kehidupan sempurnanya hancur saat ia memergoki Adrian, tunangannya, berselingkuh dengan saudara tirinya sendiri, Amara. Dalam kehancuran hati yang mendalam, Livia mencoba melarikan diri dari kenyataan di sebuah klub malam. Keesokan harinya, ia terbangun di samping pria asing yang sangat posesif. Di tengah pengkhianatan Adrian, Livia kini terjerat dalam misteri baru dengan pria yang tidak ia kenali tersebut.
Sampul Novel Pengasuh tuan muda lumpuh dan buta
8.3
Elang Rahardian kehilangan penglihatan dan kemampuan berjalan akibat kecelakaan tragis yang direncanakan musuhnya. Di sisi lain, Hafsa Aulia dipaksa bekerja oleh ayahnya yang pemabuk dan keluarga tiri yang kejam. Hafsa akhirnya menerima tawaran menjadi pengasuh tanpa menyadari bahwa majikannya adalah Elang, pria kaya yang kini bersikap dingin dan kasar. Mampukah gadis muda ini bertahan menghadapi amarah Elang, atau dia akan memilih menyerah pada keadaan?