Sampul Novel Pengasuh tuan muda lumpuh dan buta

Pengasuh tuan muda lumpuh dan buta

8.3 / 10.0
Hafsa harus bekerja sebagai perawat Elang dalam novel Pengasuh tuan muda lumpuh dan buta. Di tengah ancaman perebutan harta, ia menghadapi tuan muda yang dingin. Temukan kisah perjuangan hidup dalam billionaire romance novels ini melalui platform online novel kami sekarang.
Ringkasan Pengasuh tuan muda lumpuh dan buta
Elang Rahardian kehilangan penglihatan dan kemampuan berjalan akibat kecelakaan tragis yang direncanakan musuhnya. Di sisi lain, Hafsa Aulia dipaksa bekerja oleh ayahnya yang pemabuk dan keluarga tiri yang kejam. Hafsa akhirnya menerima tawaran menjadi pengasuh tanpa menyadari bahwa majikannya adalah Elang, pria kaya yang kini bersikap dingin dan kasar. Mampukah gadis muda ini bertahan menghadapi amarah Elang, atau dia akan memilih menyerah pada keadaan?
Baca Selengkapnya

Pengasuh tuan muda lumpuh dan buta Bab 1

"Hafsaaa.....!" teriak Sesil dikamarnya yang mengundang ibunya mendatangi kamarnya.

"Sesil, ada apa? kenapa teriak-teriak?" tanya ibunya yang bernama Rahma.

"Ini Bu, baju aku bolong ini pasti ulah si Hafsa!" Sesil merengek memperlihatkan bajunya yang berlubang ditengahnya.

"Hahh... Sesil ini kan baju mahal!" Rahma melotot melihat baju anaknya.

"Iya Bu, padahal baju itu mau aku pake buat ikutan casting artis. huhu"

"Kurang ajar anak itu. Hafsaaa.....!" Sesil tersenyum melihat ibunya marah yang berarti akan memarahi Hafsa saudari tirinya.

"Iya Bu, ada apa?" Hafsa datang tergopoh-gopoh dirinya sedang memasak tapi sudah dikagetkan dengan suara ibunya sampai-sampai harus meninggalkan masakannya.

"Heh! lihat ini pekerjaanmu!" Rahma melempar baju Sesil ke wajah Hafsa.

Hafsa mengambilnya dan melihat kalau baju Sesil berlubang ditengahnya.

"Eh, kenapa bisa berlubang." Hafsa berfikir.

"Ya ampun maaf Sil, aku tidak sengaja!".

"Tidak sengaja kau bilang, ini baju mahal tau, mamah lihat tuh!" Sesil lagi-lagi merengek membuat Hafsa mendesis.

"Heh...!" Rahma menarik rambut Hafsa dengan erat sehingga membuat Hafsa kesakitan.

"Aduh sakit mah, jangan ditarik!" kata Hafsa meringis memegang ujung rambutnya supaya tidak ikut terbawa.

"Enak banget kamu yah! pokoknya kamu harus ganti baju Sesil, mamah tidak mau tau."

"Tapi mah ganti gimana? aku tidak punya baju dress yang seperti Sesil."

"Mangkanya kerja sana jangan merepotkan mulu huh." Sesil bersungut pada Hafsa.

"Aku juga sedang mencari pekerjaan, mah tolong lepaskan mah, ini sakit!" ucap Hafsa memohon dan Rahma langsung melepaskannya dengan kasar.

"Dasar anak tidak berguna sama seperti ayahmu tidak berguna."

Tiba-tiba tercium bau angus gosong didapur dengan asap yang mengepul mereka menciumnya.

"Hem.. mah bau apa ini?" ucap Sesil menutup hidungnya.

Hafsa baru teringat jika dia sedang menggoreng ikan dia pun langsung berlari panik kedapur diikuti Rahma dan Sesil.

Saat didapur ternyata ikannya gosong bahkan warnanya sangat hitam dan mengeluarkan asap yang beraroma gosong. Hafsa segera mematikan kompor dan mengangkat ikan itu yang sudah berubah warna menjadi hitam.

"Hah gosong." panik Hafsa.

"Benar-benar kau anak tidak berguna.!" Rahma marah besar hendak memukul tapi dihalang oleh Sesil.

Sesil membisikkan sesuatu pada mamahnya kemudian mereka tersenyum smirk.

"Bagus juga idemu!" Sesil mengacungkan jempolnya.

Rahma kembali kasar, "Heh karena kau sudah membuat ikanku gosong maka hukumanmu adalah kau harus memakan ikan gosong itu sampai habis tanpa nasi."

Hafsa membulat seketika tidak mungkin dia bisa memakan ikan gosong yang pasti rasanya pahit.

"Ayo cepat!" Rahma menarik Hafsa ke meja makan dan mendudukkannya paksa beserta ikan yang sudah didepannya.

"Cepat makan!" tambah Sesil membentak.

Hafsa masih tak bergerak dia tidak mau memakan ikan gosong itu dia sudah mual melihatnya saja.

"Cepat, kalau kau tidak mau makan maka malam ini kau harus tidur diluar! ayo cepat makan." ancam Rahma dan Sesil hanya tertawa sinis.

Karena Hafsa tidak mau merespon maka Rahma memaksanya memasukan ikan itu kedalam mulutnya yang tertutup rapat.

"Nih cepat makan!" Rahma terus memaksa dibantu Sesil membuka mulut Hafsa sehingga mau tidak mau ikan pahit itu masuk juga ke mulutnya dan mereka membekap mulut Hafsa, supaya dia tidak memuntahkan ikannya jadilah Hafsa menelannya langsung tidak dikunyah demi menghindari rasa mual dilidahnya.

Hafsa memberontak pun percuma karena mereka sangat kuat meskipun badan mereka langsing beda lagi dengan. Hafsa yang bertubuh mungil dan kekuatan fisiknya dibawah rata-rata.

Setelah Hafsa menelannya baru mereka melepaskan bekapannya, mereka tertawa terbahak-bahak sedangkan Hafsa mengap-mengap seperti ikan yang kehabisan oksigen.

"Kalian kenapa tega sekali denganku?" Lirih Hafsa menatap mereka yang masih tertawa.

Mereka tidak peduli, "Mangkanya bilang sama bapakmu yang tidak berguna itu untuk mencari uang yang banyak supaya kau tidak tersakiti." Rahma melirik sinis.

"Sudah Mah ayo mendingan kita pergi saja, kita belanja beli baju baru untuk aku casting besok." kata Sesil tersenyum menyeringai.

"Belanja, memangnya kamu punya uang." tanya Rahma setahunya putrinya itu tidak pernah punya uang meski simpanan sekalipun.

"Punya dong, aku simpan di lemari yang didalam kaleng." jawab Sesil tersenyum.

Hafsa langsung menengok panik, uang yang dilemari didalam kaleng. Hafsa langsung berlari ke kamarnya dan memeriksa lemarinya, ternyata lemarinya langsung terbuka dengan kunci yang sudah menggantung dan kaleng yang berisi uang tabungannya tandas tak bersisa. Kemana uangnya? apa uang yang dibilang Sesil itu uangnya.

Hafsa langsung berlari ibu tiri dan saudari tirinya yang kini sedang tersenyum menikmati kepanikannya.

"Sesil, yang kamu ambil itu uangku kembalikan." Hafsa mengguncang bahu Sesil tapi Sesil segera menepisnya.

"Heh, itu sudah jadi uangku karena aku melihatnya.

Dan apapun yang aku lihat didepan mataku itu berarti adalah milikku." kata Sesil tak tau diri.

"Sesil itu uang tabunganku untuk kuliahku." Hafsa terus memohon hingga Rahma mendorongnya kasar hingga terjatuh.

"Heh, kau pelit sekali ingat yah punya mu berarti punya Sesil juga. Lagian ini juga uang untuk ganti rugi bajunya Sesil yang kau rusak.!" sentaknya pada Hafsa yang sudah menangis.

"Eh lagian kau tidak perlu sekolah lagi cari saja uang yang banyak untuk kami.!"

"tapi mah...!"

"Sudahlah mah mendingan kita belanja sekarang tidak usah meladeni dia." kata Sesil menarik tangan ibunya.

Ibunya menurut saja sambil tersenyum meledek.

"Jangan Sil, mah mamah." Hafsa menangis karena uang tabungannya direbut oleh Sesil dan sekarang dia tidak punya uang lagi.

Memang seperti itu hidup Hafsa hidup bersama dengan ayah dan ibu serta adik tirinya bagai hidup dineraka.

Sebelum ibunya meninggal hidupnya sangat bahagia dan ayahnya tidak pernah main judi dan mabuk-mabukkan usaha ayahnya juga maju pesat sebagi juragan beras.

Namun semenjak ibunya meninggal dia langsung memutuskan menikah dengan Rahma karena sudah mengenal Rahma bahkan ketika ibunya masih hidup tapi ayahnya tidak berselingkuh hanya tertarik saja tapi ternyata setelah istrinya meninggal dia langsung menikahinya setelah 40 hari.

Rahma adalah janda beranak satu yang ditinggal oleh suaminya yang selingkuh dia mengincar Anton karena dia kaya raya waktu itu.

Tapi setelah Rahma memasuki kehidupan Anton semua berubah. Rahma dan anaknya Sesil yang boros membuat usahanya lambat laun merosot hingga bangkrut.

Anton pun frustasi dia jadi sering lari ke bar, mabuk-mabukkan dan bermain judi tidak peduli pada anak kandungnya yang sering disiksa oleh istri dan anak tirinya. Karena semenjak Anton jatuh bangkrut mereka jadi tidak bisa berbelanja lagi sehingga imbasnya kepada Hafsa yang tidak bersalah sama sekali.

Tapi itu semua sudah terlambat nasi sudah menjadi bubur dan Hafsa harus menerimanya hanya saja dia menyayangkan ayahnya yang telah berubah drastis dan dia selalu berdoa supaya ayahnya bisa kembali seperti dulu lagi.

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi Pengasuh tuan muda lumpuh dan buta

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Terbaru

Sampul Novel (bukan) Telepati Cinta
8.3
Hyura Anastasya terobsesi mencari reinkarnasi Fino dari buku kuno kakeknya, namun pencarian itu justru mengancam hubungan dengan sahabat dan cinta sejatinya. Di tengah kemelut, muncul sosok hantu laki-laki yang ternyata memegang kunci atas segala teka-teki hidupnya. Mengandalkan kemampuan telepati unik yang ia miliki, Hyura harus berjuang menuntaskan misteri besar ini. Mampukah ia menyelesaikan masalahnya saat telepati itu terasa tak berguna untuk urusan cinta?
Sampul Novel Diagnosis Kanker di Hari Ulang Tahun Pernikahan
9.5
Delapan tahun membina rumah tangga, Jessica selalu percaya pada alasan pekerjaan suaminya, Rio Aditya, setiap hari ulang tahun pernikahan mereka. Namun, sebuah rahasia kelam terungkap saat Jessica mendengar pengakuan Rio yang berselingkuh dengan Nadia dan berniat menceraikannya karena kehilangan rasa cinta pasca-keguguran. Di hari yang sama, Jessica justru divonis mengidap kanker ovarium stadium akhir. Tanpa dendam, ia pun memutuskan untuk pergi selamanya demi kedamaiannya sendiri.
Sampul Novel I LOVE YOU PAK PENGHULU
9.8
Pertemuan tak terduga dengan penghulu tampan di pernikahan kakaknya membuat gadis ini jatuh hati. Meski pria itu memiliki kepribadian yang sangat dingin dan tidak acuh, ia sama sekali tidak merasa gentar. Berbagai rayuan manis terus ia lancarkan demi meluluhkan hati sang penghulu yang beku layaknya gunung es. Akankah kegigihan dan segala gombalannya berhasil meruntuhkan tembok ketidakpedulian pria rupawan tersebut agar mau membuka diri padanya?
Sampul Novel Kak, Kalian Sungguh Kejam
8.6
Akibat tuduhan palsu dari sang adik tiri, Linda, mengenai alergi makanan laut, protagonis dihukum oleh ketiga kakaknya—seorang pebisnis, penyanyi terkenal, dan pelukis genius. Mereka mengurungnya di dalam ruang bawah tanah yang terkunci rapat. Meski telah memohon untuk dibebaskan, ia justru ditinggalkan begitu saja saat mereka membawa Linda ke rumah sakit. Di tengah kegelapan, ia perlahan kehabisan oksigen hingga akhirnya tewas. Tiga hari kemudian, saat ketiga kakaknya pulang dan baru teringat untuk membukakan pintu, mereka hanya menemukan jasadnya yang sudah tidak bernyawa.
Sampul Novel Mengasuh CEO amnesia
9.7
Hidup Aurora berubah sejak menyelamatkan pria misterius di malam Valentine. Tak disangka, pria amnesia itu adalah Roberto, CEO kaya raya. Meski sempat terpisah paksa selama lima tahun, takdir mempertemukan mereka kembali di Gemini Group. Namun, Roberto yang sekarang sangat dingin dan tak mengenalinya. Aurora pun hancur saat menyadari cinta pertamanya telah melupakan janji mereka, bahkan kini ia telah memiliki tunangan yang siap bersanding di sisinya.
Sampul Novel Rahasia Memalukannya, Perselingkuhan Publiknya
9.0
Malam pengantin yang seharusnya indah berubah menjadi mimpi buruk bagi sang istri. Bima, suaminya, justru membisikkan nama sahabatnya, Karin, di tengah mabuknya. Sebuah tato berinisial K di dada Bima mengungkap rahasia gelap mereka. Ketegangan memuncak saat Karin sengaja memberi makanan pemicu alergi parah. Bukannya menolong istrinya yang sesak napas, Bima malah membela Karin dengan kasar. Di tengah kondisi hamil dan nyawa terancam, ia harus melawan pengkhianatan ini.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan