Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Kau Hancurkan Persahabatan Kita

Kau Hancurkan Persahabatan Kita

Satu malam penuh kelalaian mengubah persahabatan Lysandro Wicaksana dan Callista Rayendra menjadi pernikahan terpaksa. Sebagai pewaris bisnis, Lysandro panik saat Callista hamil hingga sempat memintanya menggugurkan janin tersebut. Meski Callista menolak dan memilih pergi, Lysandro akhirnya kembali untuk menikahi sahabatnya secara rahasia. Kini Callista harus hidup dalam bayang-bayang Elowen, kekasih Lysandro yang tidak tahu suaminya telah menjadi milik wanita lain.
Bab
Bagikan

Bab 3

Elowen berdiri tegak di ambang pintu, matanya menelusuri kedua sosok yang tampak sangat terperangkap dalam situasi yang tak bisa dijelaskan. Dia belum sepenuhnya masuk ke dalam ruangan, tetapi cukup dekat untuk melihat ketegangan yang tergambar jelas di wajah Lysandro dan Callista. Untuk sesaat, suasana itu terdiam, hanya terdengar detak jantung Lysandro yang semakin cepat, berdegup keras seolah ingin memecah kesunyian yang menekan.

"Elowen," kata Lysandro dengan suara serak, berusaha menyembunyikan rasa cemas yang mulai merayapi dirinya. "Aku... aku tidak tahu kalau kamu pulang."

Elowen menatap Lysandro sejenak, kemudian melirik ke arah Callista, yang kini berdiri dengan tangan terlipat di dada, seolah menunggu apa yang akan terjadi selanjutnya. Namun, sebelum Elowen sempat mengatakan sesuatu, matanya menatap ke arah perut Callista yang mulai membesar, dan dalam sekejap, semua pertanyaan yang membayang di benaknya terjawab dengan sangat jelas. Hatinya yang semula tenang kini dihantam oleh badai pertanyaan dan rasa tak percaya.

"Callista... kamu... hamil?" suara Elowen terlepas, rendah dan terputus-putus. Dia menelan ludah, seolah kata-kata itu terlalu sulit untuk diucapkan.

Callista, yang sejak tadi berdiri dengan kesunyian, mengangguk pelan. "Ya, Elowen. Aku hamil... dan ini anak Lysandro."

Lysandro menatap Callista dengan ekspresi yang sulit untuk diartikan. Keheningan itu semakin memadat, seperti sebuah ketegangan yang tak terucapkan, mengalir di udara dan membuat setiap detik terasa begitu panjang. Semua yang telah ia sembunyikan, yang telah ia pertahankan, kini terbuka begitu saja di hadapan Elowen, dan dia tidak tahu bagaimana cara menjelaskannya.

Elowen, yang masih berdiri di tempatnya, tidak bisa berkata-kata untuk beberapa saat. Hatinya terasa hancur, terbelah, dan segala yang ia percayai dalam hubungan mereka kini menguap begitu saja. Keterkejutan yang ia rasakan tidak bisa disembunyikan dari wajahnya. Ini adalah kenyataan yang tidak pernah ia bayangkan, sebuah kenyataan yang jauh lebih pahit daripada apapun yang pernah ia bayangkan.

"Jadi ini alasan kenapa kamu selalu menjauh dariku, Lysandro?" suara Elowen bergetar, namun di balik getaran itu, ada kekuatan yang mulai tumbuh. "Ini semua alasan kenapa kita selalu berjarak? Karena kamu sudah memutuskan untuk... untuk berbohong padaku?" Setiap kata yang keluar dari bibirnya terasa lebih berat, lebih tajam, seperti pisau yang menembus ke dalam hati Lysandro.

Lysandro merasa seperti seluruh dunia tiba-tiba runtuh di atas kepalanya. Elowen tidak hanya kecewa, dia terluka. Dan dia, sebagai lelaki yang seharusnya melindunginya, telah gagal besar. "Elowen, aku-"

"Jangan katakan itu," Elowen memotong, suaranya lebih keras, lebih dingin. "Jangan katakan apapun lagi, Lysandro. Aku sudah cukup mendengar semua kebohonganmu. Aku sudah cukup mendengar alasan yang kau buat untuk dirimu sendiri. Tapi tidak ada yang bisa menjelaskan kenapa aku berdiri di sini, menyaksikan perselingkuhan ini."

Lysandro terdiam. Tidak ada kata-kata yang bisa dia ucapkan. Setiap kalimat yang ingin dia sampaikan terasa sia-sia, tak berarti lagi. Dia tahu, apapun yang dia katakan, itu takkan mengubah apapun. Elowen sudah mengetahui segalanya.

Callista berdiri lebih dekat, memperhatikan perubahan emosi yang melanda Elowen, dan meskipun hatinya ingin memberi penjelasan, dia tahu bahwa saat ini, semuanya sudah terlambat. "Elowen," Callista akhirnya membuka suara, mencoba untuk menenangkan suasana. "Ini bukan salah Lysandro. Semua ini terjadi karena kami berdua... karena aku. Aku yang memutuskan untuk melanjutkan semuanya, aku yang memilih untuk mempertahankan anak ini."

"Dan kamu pikir itu membuat semuanya lebih baik?" Elowen berbalik menatap Callista dengan tatapan tajam yang penuh dengan kebingungannya. "Tidak ada yang bisa membuat semuanya lebih baik. Tidak ada yang bisa memperbaiki betapa rusaknya hubungan kita."

Lysandro menyaksikan semuanya dengan hati yang semakin hancur. Setiap kata dari Elowen seperti tamparan yang mengingatkannya pada semua kesalahannya. Dia tahu bahwa dia tidak bisa membenarkan apapun, tetapi yang lebih menyesakkan adalah kenyataan bahwa dia telah mengkhianati orang yang paling dia sayangi. Dan Callista, meski tidak sepenuhnya salah, menjadi bagian dari kekacauan yang ia ciptakan.

"Elowen, aku tahu ini tidak mudah. Aku tidak ingin ini terjadi seperti ini," Lysandro berkata pelan, matanya tak bisa berpaling dari wajah Elowen yang terluka. "Aku ingin semuanya berbeda. Aku tidak ingin kehilanganmu."

"Dan sekarang apa?" tanya Elowen, suaranya tenggelam dalam keputusasaan. "Apa yang kamu inginkan? Apa yang bisa kita lakukan setelah semuanya ini?"

Callista mengamati pertukaran antara mereka berdua dengan hati yang berat. Dia tahu, tidak ada jalan keluar yang mudah. Dan meskipun ia tahu bahwa ini adalah konsekuensi dari keputusan yang ia ambil, hatinya tetap tak bisa menghindari rasa sesal. Ini bukanlah kehidupan yang ia harapkan, tetapi ini adalah kenyataan yang harus dia hadapi.

"Elowen," Callista berkata dengan hati-hati, "Aku tidak ingin menjadi penghalang antara kalian. Aku tahu kamu sangat mencintainya, dan aku tidak ingin merusak semuanya."

"Tapi kamu sudah merusaknya," Elowen menyahut tanpa ragu. "Kamu sudah merusaknya, Callista. Kamu sudah merusak semuanya. Kamu tahu itu, kan?"

Ketegangan itu semakin memuncak, seolah tidak ada lagi ruang untuk berdamai. Lysandro terjebak di tengah, tak tahu apa yang harus dilakukan atau bagaimana mengakhiri percakapan yang semakin menghancurkan segalanya.

Namun, ketika semuanya seolah akan berakhir dengan pertengkaran tanpa ujung, sesuatu yang tak terduga terjadi. Elowen menundukkan kepalanya, menarik napas panjang, lalu melangkah menuju pintu.

"Aku tidak tahu lagi apa yang harus aku percayai, Lysandro," katanya dengan suara serak. "Tapi aku tahu satu hal: aku tidak bisa tinggal di sini lagi. Tidak dengan semua kebohongan ini. Aku butuh waktu untuk memikirkan semuanya." Tanpa menunggu jawaban apapun, Elowen melangkah pergi, meninggalkan Lysandro dan Callista di dalam kesunyian yang berat.

Lysandro hanya bisa berdiri diam, terperangkap dalam kebingungannya sendiri, tidak tahu apa yang akan terjadi selanjutnya. Segalanya mulai terasa semakin jauh dari jangkauan, dan mungkin, kali ini, dia tidak bisa lagi memperbaikinya.

Lanjut Nonton!
Cerita makin seru! Buka Aplikasi untuk melanjutkan membaca
Buka Semua Episode
Cari "95GBF" di moboreader para membaca buku selengkapnya.
Salin kode dan cari di aplikasi Moboreader untuk melanjutkan membaca.
95GBF
Salin
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Asisten Pribadi CEO Dingin
9.7
Elena, desainer berbakat, terpaksa menunda mimpinya demi menjadi asisten Arion, CEO startup yang dingin. Meski awalnya sulit menghadapi sikap kaku sang atasan, Elena mulai menemukan sisi hangat Arion. Saat skandal besar mengancam perusahaan, Elena beraksi heroik membongkar pelaku sabotase. Kedekatan ini memicu perasaan cinta Arion, namun Elena terjebak dilema besar antara mengejar asmara atau mewujudkan ambisi agensi pribadinya yang sempat tertunda.
Sampul Novel CINTA DINGIN TUAN BESAR
8.4
Marla masuk ke kediaman Austin sebagai pelayan, namun ia tidak menyadari bahwa Margaret memiliki agenda tersembunyi untuk menjodohkannya dengan sang cucu tertua, Richard Branson Austin. Richard adalah pria kaku yang sangat pendiam, kontras dengan adiknya, Ascar, yang gemar memberontak. Terjebak di antara dua kepribadian yang bertolak belakang, Marla kini menghadapi dilema besar: bertahan dalam rencana perjodohan tersebut atau memilih untuk melarikan diri.
Sampul Novel Kau Ceraikan Aku, Tetapi Anakku Akan Menjadi Pewaris
9.3
Lara terpaksa menceraikan Elara akibat tekanan sang ibu mertua yang memandang rendah statusnya sebagai putri sopir. Elara yang dulu hangat berubah menjadi dingin dan membiarkan pernikahan rahasia mereka hancur. Setelah malam tak terduga yang dianggap Elara sebagai momen bersama Elena, ia resmi bertunangan dengan wanita itu. Lara yang patah hati memilih mengasingkan diri ke desa untuk membuat sabun organik, tanpa menyadari bahwa dirinya tengah mengandung pewaris suaminya.
Sampul Novel Kesetiaanku Kau Balas Dengan Luka
8.3
Haura Ghania Eftikhar, mantan tentara bayaran, luluh oleh kesabaran Sean Wijaya, seorang CEO karismatik. Demi cinta, Haura rela beralih profesi menjadi CEO demi menutupi masa lalunya. Namun, pernikahan bahagia mereka hancur saat Haura memergoki pengkhianatan Sean dengan wanita lain. Saat Sean memohon kesempatan kedua dalam penyesalan, muncul seorang remaja tampan yang menawarkan kasih sayang tulus namun obsesif, menambah kerumitan di tengah luka hati Haura yang mendalam.
Sampul Novel Kontrak Cinta: Rahasia dan Janji
9.7
Clara Martins berjuang menyelamatkan toko roti warisan neneknya di São Paulo dari lilitan utang. Saat pengkhianatan mengancam bisnisnya, Enzo Albuquerque, pengusaha dingin sekaligus cinta lamanya, menawarkan pernikahan kontrak satu tahun. Enzo butuh istri demi mengamankan posisinya dari konspirasi keluarga. Namun, tinggal bersama memicu kembali gairah lama. Clara menyimpan rahasia kehamilan, sementara Enzo memendam misteri yang bisa menghancurkan cinta kedua mereka.
Sampul Novel Pernikahan Dadakan dengan CEO
8.8
Dalam Pernikahan Dadakan dengan CEO, konflik rumah tangga memuncak akibat masalah finansial. Sang suami menuntut agar semua pengeluaran, termasuk biaya hidup, cicilan KPR, dan cicilan mobil, dibagi secara patungan. Situasi semakin tegang karena kehadiran sang adik yang menumpang tinggal. Kontribusi bulanan sebesar empat juta rupiah dinilai tidak cukup dan dianggap setara dengan menumpang gratis, memicu tuntutan agar ia membayar setengah dari biaya hidup mereka.