Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Kasus 21+

Kasus 21+

Konten ini khusus pembaca dewasa 21 tahun ke atas. Eva Avalon, seorang petugas kepolisian elit, kini mengemban tanggung jawab besar sebagai ketua tim khusus. Misinya adalah memberantas tuntas berbagai tindak kejahatan serta eksploitasi seksual yang merajalela. Di tengah kemajuan teknologi yang memicu beragam modus operandi baru yang licin, ikuti perjuangan hebat Eva dalam menyelidiki dan mengungkap setiap kasus rumit demi menegakkan keadilan.
Bab
Bagikan

Bab 2

Dari kamar sebelah tempat pria itu bermain sebelumnya terdengar suara yang berbunyi seperti alarm dan tak lama kemudian dua orang pria bertubuh besar keluar menghadang mereka.

"Bereskan mereka dengan cepat dan bersihkan area..!!!"

"Sial mereka akan membayar untuk semua ini" Ucap pria itu sambil berlari menuju pintu darurat dan hanya mengenakan celana pendek.

"Kiros kejar dia serahkan mereka padaku"

"Huh ayo cepat buka jalan untukku" sahut agen Kiros.

Di lorong hotel yang cukup sempit mereka berlari menyerang kedua pria besar yang berdiri sebaris itu.

Jordi menyerang Pria di depan dengan tendangan terbang ke arah wajah disusul agen Kiros yang berlari sambil mengarahkan pukulan kanannya ke wajah pria di belakang .

Kedua pria besar itu menahan serangan mereka dan membalas dengan pukulan..

Jordi dan Kiros menghindar,

Jordi melangkah dan melompat ke arah pria di depan, dia tampak seperti akan melakukan tendangan yang sama dan pria itu menutupi wajahnya dengan kedua tangannya untuk menangkis tendangan agen Jordi kembali.

Namun rupanya Jordi bukan sedang menendang melainkan menggunakan paha pria yang memasang kuda-kuda itu sebagai pijakan untuk melompat dan menendang pria di belakang.

Pria besar itu juga berhasil menangkis tendangan Jordi, namun tiba2 Kiros berlari kencang sambil mendorong tubuh pria itu hingga terjatuh. Setelah itu dia melakukan roll ke depan dan berlari mengejar pria tambun itu ke arah pintu darurat.

"Sial.. sial.. sayang sekali pertunjukannya harus berakhir, aku harus segera turun". Ucap agen Levi sambil berlari menuju sebuah pintu di atap bangunan tersebut.

Kiros berlari menuju pintu darurat, dia melihat pria tambun itu berada 3 lantai di bawahnya.. kemudian pria itu masuk di lantai 2 hotel tersebut.

"Sial.. untuk ukuran pria berbadan besar dia cepat juga"

Setelah membuka pintu darurat di lantai dua tiba2 dua orang pengawal lainnya menendang Kiros kembali ke ruang tangga darurat.

"Ugghh sial mengganggu saja" ucap Kiros.

Di lantai lima, agen Jordi berhadapan dengan dua pengawal. Setelah menghindari pukulan salah satu pengawal, dia menahan pukulan dari pengawal lainnya.

Pukulan yang kuat sehingga membuat agen Jordi terseret ke belakang.

Jordi berlari menuju pengawal di sebelah kiri, pengawal itu melakukan tendangan ke arah kaki, lalu Jordi melompat ke tembok dan menambah kekuatan tendangannya ke arah wajah pria itu. Pria itu berhasil terjatuh namun sesaat ketika kaki Jordi baru saja menapak kembali ke lantai, pria di sebelah kanan menyerangnya dengan dorongan bahu tepat ke wajah Jordi, membuatnya terlempar ke belakang cukup jauh dan keras membuat darah mengalir seketika dari hidungnya.

"Ugghh, baiklah rupanya mereka berdua cukup kompak, aku harus melawannya satu persatu"

Di lantai dua Kiros terlempar ke tembok setelah menerima tendangan dari kedua pengawal yang menghadangnya.

"Sial, dua serangga ini mengganggu saja. Aku harus mengalahkan mereka dengan cepat".

"Teman2 bagaimana keadaan kalian?" Panggil Levi sambil berlari menuruni tangga darurat gedung yang berada di sebelah hotel tersebut.

Di area basement hotel, pria tambun itu berlari menuju sebuah mobil sedan yang sudah bersiap seorang driver dan seorang pengawal di dalamnya.

"Cepat pergi dari sini, jangan sampai mereka mendekat" ucap pria itu.

Dengan cepat driver menekan pedal gas mobil itu menuju keluar area parkir. Tampak plat nomer mobil itu berubah sesaat sebelum melewati portal. Setelah keluar, driver menambah kecepatan mobil.

Dari gedung sebelah, agen Levi berlari keluar lalu melihat pria tambun itu berada di dalam mobil yang berlari kencang. Kemudian dia memberikan tembakan menggunakan pistol peredam suara ke arah ban mobil tersebut.

Beberapa tembakan meleset, akhirnya dia menembak dengan pistol yang berbeda yang diambil dari saku celananya, satu tembakan berhasil mengenai bagian belakang mobil itu sebelum akhirnya mobil itu menjauh dari jangkauan tembakannya.

"Hh hh.. sial aku meleset"

"Target menjauh ke arah timur menggunakan mobil sedan berwarna hitam"

"Boss, maaf sepertinya ini giliranmu"

"Penanda lokasi sudah terpasang"

Rupanya tembakan terakhir dari agen Levi tadi merupakan peluru pelacak lokasi.

"Hhh.. kalian selalu tidak bisa diandalkan"

Ucap seseorang dengan suara wanita dari alat komunikasi agen Levi.

Di lantai Lima agen Jordi mulai meningkatkan serangannya.

"Sial.. ini bukan waktunya bermain-main"

"Hei cumi-cumi apa kau butuh bantuan?" Ucap agen Kiros melalui earphone.

"Siapa yang kau panggil cumi huh, dasar landak laut". Sahut agen Jordi.

Jordi menyerang dengan memberikan tendangan ke sisi lutut kaki bagian dalam menggunakan kaki kiri. Membuat salah satu pengawal itu tersujud.

Dia melanjutkan dengan dua tendangan ke arah perut dan kepala sehingga membuat pengawal itu mendangakkan kepalanya.

Lalu agen Jordi sedikit melompat dan berputar, dia mendaratkan tendangan yang sangat kuat ke arah wajah dengan kaki kanannya..

Membuat salah satu pengawal tersungkur..

Di lantai dua

Kiros menghindari pukulan salah satu pengawal dan memberikan pukulan ke sisi perut bagian samping, dilanjutkan tinju atas ke dagu dan di akhiri dengan pukulan keras ke perut sampai membuat pengawal itu terlempar ke dalam lorong hotel.

Di luar tampak seorang wanita mengenakan setelan jaket kulit dan helm berwarna hitam sedang mendekati mobil yang melaju dengan mengendarai motor sport berkecepatan tinggi.

Walaupun waktu sudah menunjukkan pukul 23.00 namun lalu lintas di jalan tersebut masih cukup ramai.

Wanita bermotor itu melaju sambil menghindari beberapa mobil di depannya.

Ketika sudah berada dalam jarak yang cukup dia mengeluarkan sebuah pistol dengan peredam suara dari punggungnya.

Driver mobil yang menyadari kehadirannya kemudian membelokkan setir dengan tiba2.

"Aduhh Hei apa yang kau lakukan... !!!" Teriak pria tambun itu setelah kepalanya terbentur kaca di dalam mobil.

"Tenanglah boss, kita sedang diikuti. Arahkan ke jalur lingkar timur, akan kuhentikan dia" Perintah pengawal itu.

Wanita itu membatalkan tembakannya, dia menyadari bahwa musuh telah mengetahui kehadirannya. Dia memasukkan kembali pistolnya dan kembali fokus mengejar mobil itu.

"Bos, sepertinya dia mengarah ke jalur lingkar timur. Aku sedang menghubungi pusat untuk mengirimkan bantuan”. Ucap agen Levi.

“Aku tahu, perintahkan untuk mensiagakan personil di titik utara dan selatan jalur tersebut, dan pastikan tidak ada lampu merah di jalurku”. Sahut agen wanita itu sambil berbelok ke sebuah gang di antara bangunan.

“Siap boss.. satu kilometer ke depan sudah tidak ada lampu merah” ucap Levi sambil mengutak atik tablet yang dia bawa.

“Kemana dia pergi.. apa kita berhasil kabur?” Ucap pria tambun itu.

“Dia mencari rute lain untuk mencegat kita” ucap pengawal pria itu.

Tidak lama kemudian agen wanita itu muncul dari sebuah jalan kecil dan dengan cepat berada tepat di samping mobil tersebut.

“Huh dia muncul lagi, berikan pistolmu” ucap pengawal tersebut.

***

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Ashes of Midgard
9.4
Terbangun di tengah kegelapan tanpa ingatan selain nama sendiri, Rio terlempar ke dunia fantasi abad pertengahan yang asing. Tanpa jawaban atas asal-usulnya, ia terpaksa bertahan hidup bersama orang-orang yang bernasib sama. Rio membentuk kelompok tentara bayaran dan mulai mengasah kemampuan tempur demi menghadapi bahaya di tanah Midgard. Inilah awal perjalanan penuh ketidakpastian bagi mereka yang lahir dari abu untuk mengukir takdir baru di dunia yang keras.
Sampul Novel Bermandikan Api: Kisah Reinkarnasi Seorang Putri
8.0
Terlahir kembali di tubuhnya yang berusia delapan tahun, Putri Yun Shang kini membawa beban ingatan dari masa depan yang kelam. Di kehidupan sebelumnya, ia hancur akibat pengkhianatan suami, kehilangan anak tercinta, dan kekejaman kakak perempuannya sendiri. Berbekal trauma dan pengetahuan masa lalu, Yun Shang bersumpah untuk membalikkan takdir. Ia tidak akan lagi menjadi korban yang lemah, melainkan sosok yang siap menuntut balas pada semua musuhnya.
Sampul Novel I'm The Beast
9.0
Rodolfo Silas adalah pembunuh bayaran yang beralih menjadi pelindung desa saat teror makhluk aneh melanda. Di tengah misteri hilangnya manusia setiap bulan purnama, Rodolfo berjuang sendirian menghalau pasukan serigala berkat kemampuan tempurnya yang luar biasa. Namun, nasibnya berubah drastis ketika pasukan elite werewolf menculiknya dan mengubahnya menjadi monster mengerikan. Kini, ia harus menghadapi kenyataan baru sebagai bagian dari kaum yang ia lawan.
Sampul Novel Kaum Terakhir (Pembalasan Dendam)
8.8
Dunia menuntut pemusnahan total kaum kegelapan demi kedamaian abadi. Di tengah kerumunan yang haus darah, seorang gadis terbelenggu rantai menghadapi kebencian massa yang menginginkan kematiannya segera. Sorak-sorai penuh amarah terus mendesak agar nyawanya dilenyapkan tanpa sisa. Namun, saat eksekusi tampak tak terelakkan, sebuah teriakan tegas memecah suasana. Sosok penyelamat muncul membela sang ratu, mengubah takdir tragis yang semula sudah di depan mata.
Sampul Novel Kembali Bangkit Hancurkan Para Pengkhianat
9.1
Sepuluh tahun lumpuh demi Gunawan, aku justru dikhianati. Tunanganku berselingkuh dengan Vivian, sementara adikku, Keenan, menutupi aksi busuk itu demi uang. Mereka mengira aku tetap tak berdaya, namun faktanya aku sudah pulih dan menyaksikan semuanya. Kini, tujuh tahun setelah menghilang, aku bangkit kembali sebagai Alena Kusuma. Dengan identitas investor kaya, aku siap menghancurkan hidup para pengkhianat yang telah menghancurkan masa laluku.
Sampul Novel Pedang Kebenaran Sejati Seri 3
9.5
Pasca bersua orang tuanya, Permana Brata mengabdikan diri demi memulihkan kesehatan Ki Sasmaya. Pemilik Pedang Kebenaran Sejati ini bertekad membalas jasa sang guru. Namun, tantangan besar muncul saat gerombolan Musto Ireng menebar teror melalui aksi perampokan serta penculikan. Demi mencegah kehancuran dunia persilatan dari cengkeraman pemberontak yang kejam tersebut, Permana pun bergerak cepat untuk menumpas segala kekacauan yang sedang melanda.