Sampul Novel Demi Selingkuhan, Kakak Rela Mengorbankan Kami

Demi Selingkuhan, Kakak Rela Mengorbankan Kami

8.8 / 10.0
Akibat keegoisan kakak yang membawa seluruh pengawal demi selingkuhannya, rumah kami diserang musuh lama. Ibu terluka parah demi melindungiku. Meski selamat, aku dituduh menjadi penyebab hilangnya selingkuhan kakak melalui surat fitnah. Kakak yang menyimpan dendam akhirnya membunuhku di malam syukuran setelah ayah menyerahkan takhta perusahaan kepadaku. Namun, kematian itu membawaku kembali ke masa lalu. Aku terbangun tepat saat pintu vila mulai didobrak oleh musuh yang ingin membantai kami.

Demi Selingkuhan, Kakak Rela Mengorbankan Kami Bab 1

Di kehidupan sebelumnya, kakakku rela mengantar wanita simpanannya keluar kota hanya karena wanita itu bilang ingin melihat hujan meteor.

Dia pun membawa seluruh pengawal di rumah dan mengemudi keluar kota demi menciptakan malam hujan meteor untuk wanita itu.

Tak disangka, musuh lama yang pernah dihancurkan oleh kakakku malah memanfaatkan kesempatan itu untuk menyelinap ke rumah. Dia berusaha membantai seluruh keluarga sebagai pembalasan dendamnya.

Ibu berjuang mati-matian untuk melindungiku. Dia terluka parah dan nyaris kehilangan nyawa.

Aku terus-menerus menelepon kakakku, memohon agar dia segera pulang membawa bantuan.

Akhirnya, dia pun terpaksa pulang bersama pengawal.

Musuhnya berhasil ditangkap, tapi malah datang kabar buruk dari luar kota.

Wanita simpanan itu meninggalkan sepucuk surat dan menghilang. Entah hidup atau mati, tak ada yang tahu.

Dalam suratnya, dia menuduhku dengan kejam. Katanya aku sengaja memancing kakakku menjauh darinya, hingga dia disiksa oleh musuh dan memilih mengakhiri hidup.

Kakakku hanya membakar surat itu tanpa ekspresi dan menyuruhku jangan memikirkannya.

Setelah kejadian itu, kakak pun disalahkan. Ayah memutuskan menyerahkan kendali perusahaan padaku.

Namun, di malam perayaan syukuran itu, aku dibunuh oleh kakakku di kamar tidurku sendiri.

Wajahnya tanpa emosi dan berkata, “Orang sekejam kamu memang pantas mati.”

“Yang seharusnya mati itu kamu! Aku yang seharusnya menjadi pewaris keluarga ini!”

Aku mati tak tenang, tapi saat membuka mata kembali, suara pintu vila didobrak oleh para musuh pun terdengar dari luar.

Pintu besi vila yang tebal dibobol dengan suara keras menggema. Seketika membangunkanku dari sensasi sesak napas yang seolah menyeretku menuju kematian.

Aku reflek menarik ibu yang panik dan hendak berlari keluar untuk memeriksa keadaan, lalu menyeretnya masuk ke kamarku.

Begitu pintu tertutup, aku langsung menguncinya rapat-rapat, napasku terengah-engah. Aku memberi isyarat agar ibu membantuku mendorong lemari pakaian dari kayu jati yang berat itu untuk mengganjal pintu.

“Kiana, apa yang kamu lakukan? Ada pengawal di rumah ini, apain harus takut?”

Tanya ibu dengan bingung sambil menatapku, rasa takut tetap terlihat jelas dari tatapan matanya.

Dia belum tahu kalau kakak sudah membawa semua pengawal pergi demi si wanita simpanannya.

“Bu, kakak bawa pergi semua pengawal! Hanya ada kita berdua di rumah ini sekarang!”

Aku menggertakkan gigi, mengerahkan seluruh tenaga untuk mendorong lemari berat itu.

Suara gesekan lemari yang menyakitkan telinga menggema di ruangan, meninggalkan bekas goresan dalam di lantai kayu.

Ibu membeku, tak percaya bahwa kakakku yang selama ini selalu terlihat bertanggung jawab bisa melakukan hal sebodoh itu.

Keluarga Joman bukan orang sembarangan.

Keamanan selalu menjadi prioritas utama, bagaimana mungkin semua pengawal dibawa pergi?

Namun, melihat wajahku yang pucat, ibu pun terpaksa memercayaiku.

“Cepat! Telepon kakakmu! Suruh dia cepat pulang!”

Desak ibu dengan suara gemetar.

Aku tak menjawab, hanya menatap tajam ke arah pintu kamar yang kini hanya dibentengi oleh lemari besar.

Dengan tangan yang gemetar, aku memutuskan menelepon polisi lebih dulu. Aku menjelaskan situasinya dengan singkat dan cepat, lalu menyebutkan alamat kami.

Aku tak berani menyerahkan keselamatan kami sepenuhnya pada kakak, karena di kehidupan sebelumnya, dia datang terlalu terlambat.

Hingga ibu kehilangan nyawanya karena tak mendapat pertolongan medis tepat waktu.

Begitu telepon ditutup, perasaanku terasa semakin berat.

Beberapa hari terakhir ini, salju deras menutupi jalan. Vila kami yang terletak di lereng bukit cukup jauh dari kantor polisi terdekat.

Aku tak sanggup membayangkan apa yang akan terjadi sebelum polisi tiba….

“Duk!” terdengar sebuah hantaman keras mengguncang pintu kamar.

Reflek, aku menekan tubuhku ke arah lemari, rasa takut menyapu sekujur tubuh seperti gelombang pasang.

Tiba-tiba, telepon ibu akhirnya tersambung dengan kakak.

“Jack, cepat pulang! Ada… ada perampok yang masuk ke rumah!”

Suara ibu sudah hampir menangis.

Namun, suara kakak di balik telepon terdengar kesal,

“Sudahlah bu, jangan bohong. Aku lagi merayakan ulang tahun Mia, bakal pulang besok.”

“Aku nggak bohong! Benaran ada perampok! Cepat pulang atau kamu siap-siap melihat jasad kami!”

Teriak ibu dengan histeris.

Namun, suara kakak semakin dingin, “Aku tahu ibu nggak suka Mia, tapi nggak perlu juga buat cerita seperti ini untuk menakutiku.”

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi Demi Selingkuhan, Kakak Rela Mengorbankan Kami

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3 Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Terbaru

Sampul Novel En-PD153
8.9
Mantan kekasihku yang kukira telah tiada tiba-tiba muncul membawa wanita hamil yang disebut penyelamatnya. Dia secara tak masuk akal memintaku tinggal bersama mereka dan menawarkan upacara pernikahan sebagai kompensasi sementara ia menikahi wanita itu. Sebagai putri bangsawan dan menantu keluarga konglomerat, aku tak sudi dijadikan selingkuhan. Jika dia menolak hidup mewah, aku akan memastikan dia kehilangan segalanya hingga menjadi pengemis.
Sampul Novel Feniks dari Abu: Cinta yang Terlahir Kembali
8.7
Demi menyelamatkan Adrian dari ledakan mobil, punggungku hancur oleh luka bakar. Selama empat tahun masa komanya, aku setia merawatnya. Namun setelah sadar, ia justru menyatakan cinta pada Stella di depan publik. Mereka menghinaku, bahkan Adrian menuduhku berbohong saat aku diserang preman. Baginya, aku hanyalah beban. Puncaknya, ia membuangku di jalan tol saat hari pernikahan demi Stella. Kini, aku memilih pergi dan meninggalkan segalanya menuju bandara.
Sampul Novel Jadi Wanita
9.1
Sota adalah pemuda dua puluh tahun yang sangat malas dan pengangguran. Meski cerdas dalam kelicikan, ia hanya menghabiskan waktu dengan gawainya. Hal ini memicu kekhawatiran mendalam bagi ibunya, Artisa. Sebagai wanita pekerja keras yang juga memiliki sisi licik, Artisa bertekad mengubah tabiat buruk putranya secara total. Ia menempuh metode ekstrem dengan mentransformasi fisik Sota. Berhasilkah rencana Artisa mengubah jati diri Sota melalui perubahan tubuh tersebut?
Sampul Novel KARENA MANTANMU, KUNIKAHI ADIKMU
8.6
Randika dan mentornya, Charli, mengelola ekspansi bisnis keluarga Baskoro di Bali. Di sana, Randika jatuh hati pada Andini Wijaya, seorang wanita mandiri pemilik sekolah. Namun, asmara mereka terancam saat Junot, mantan Andini, mendadak kembali. Di sisi lain, adik Andini yang bernama Lily berambisi merebut Randika demi mendapat pengakuan sang ayah, Sigit Wijaya. Terjebak dalam dilema masa lalu dan ambisi keluarga, mampukah cinta Randika dan Andini bertahan?
Sampul Novel SCANDAL WITH PRIVATE DOCTOR
8.3
Eliza terjebak dalam pernikahan toksik dengan Karan, pria yang hanya memanfaatkannya demi pemuasan nafsu. Malam pertama yang seharusnya indah berubah menjadi trauma mendalam hingga mengganggu kesehatan mentalnya. Keadaan kian memburuk saat Karan berselingkuh dengan banyak wanita lain. Di tengah penderitaan itu, Eliza bertemu Sean, dokter tampan sekaligus teman baiknya. Kehadiran Sean tidak hanya memulihkan luka batinnya, tapi juga menjadi sosok sandaran hati yang baru.
Sampul Novel Song For Luna
8.9
Pertemuan singkat di Bandung menjadi awal mula hubungan antara Luna dan Alvino. Bermula dari pertukaran nomor telepon dan tawaran menjadi pemandu wisata, Luna tidak menyangka bahwa perkenalan sederhana itu akan mengubah hidupnya secara drastis. Kehadiran Vino membawa dinamika emosional yang penuh gejolak layaknya roller coaster. Kini, Luna harus menghadapi berbagai badai persoalan yang datang silih berganti dan menentukan apakah ia akan menyerah atau terus berjuang.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan