
Kasus 21+
Bab 3
Sebelum dia bisa mengambil pistol di punggungnya, driver mobil itu berusaha menabraknya dari samping. Pengawal yang berada di kursi belakang pun membuka jendelanya mencoba menembak agen wanita tersebut.
Namun agen wanita itu seketika mengurangi kecepatan dan menghindar ke belakang mobil tersebut. Mobil itu tiba-tiba saja melakukan rem mendadak untuk menghantam agen tersebut, namun dengan respon yang sangat baik dia dapat menghindarinya dan bergerak menjauh.
Sang pengawal pun mencoba menembakinya beberapa kali, namun agen wanita itu berhasil berlindung di belakang kendaraan lainnya yang melintas.
Menyadari musuh yang bisa membahayakan nyawa pengguna jalan lainnya, agen wanita itu pun memutuskan untuk menghindar menunggu waktu yang tepat untuk kembali menyerang.
Dia mengurangi kecepatannya dan berbelok ke sebuah gang “dia bergerak di kawasan padat, tetap informasikan padaku rute yang dilaluinya dan akan kuhabisi di jalanan yang lengang” ujar agen wanita tersebut.
“Baik Bos dia masih mengarah ke utara melewati jalan utama, seharusnya dia akan berbelok 50 meter di depan menuju ke timur” ujar Levi melalui alat komunikasi mereka.
“Hehe akhirnya dia mundur juga” sahut pria tambun tersebut.
“Tetap waspada, dia mungkin saja menunggu waktu yang tepat untuk menyerang kembali” ujar sang pengawal.
Setelah beberapa saat mereka berjalan hingga memasuki kawasan yang cukup sepi tiba-tiba saja mereka dikejutkan oleh beberapa tembakan yang mengenai kaca mobil bagian belakang.
“Ahh sial, mengagetkan saja. Haha itu tidak mempan bodoh” ujar pria tambun tersebut.
Tembakan itu tidak berpengaruh sama sekali karena rupanya kaca mobil itu adalah kaca anti peluru. Agen itu pun mencoba mendekatkan jarak kendaraannya untuk sedikit bergeser dan mencoba menembak ban depan mobil tersebut.
Setelah tiga kali tembakan dia berhasil mengenai ban depan di sebelah kanan mobil itu. Secara otomatis driver pun kehilangan kendali dan menyerempet trotoar dan beberapa mobil lain di depannya. Tak lama kemudian mobil itu oleng dan menabrak pembatas jalan.
Sang driver mencoba kembali ke jalur utama namun justru membuat mobil itu lepas kendali dan terbalik di pinggir jalan.
"Ugghh sial, dasar bodoh beruntung aku masih hidup tahu". Ucap pria tambun itu.
Setelah tabrakan itu, driver tidak sadarkan diri karena luka di kepalanya dan si pengawal pria keluar dari mobil dan mengarahkan tembakannya pada agen wanita tersebut.
Namun agen wanita itu dapat menembak lebih dulu pistol tersebut dan menjatuhkannya. Agen wanita itu pun menepi dan melepaskan helmnya, rambutnya yang berwarna coklat bergelombang terurai dengan panjang sebahu. Dengan tangan kosong dia mendekati pengawal itu.
Pengawal itu pun mengeluarkan sebuah pedang seperti samurai namun lebih pendek dari balik punggungnya. Dia mulai berlari dan menyerang wanita itu..
Sebuah sabetan pun dilayangkan dari atas, namun wanita itu berhasil menghindar, dilanjutkan dengan ayunan menyamping ke arah kepala, namun masih juga bisa dihindari.
Pengawal itu kemudian memberikan serangan beruntun berupa tusukan ke arah dada dilanjutkan ayunan ke kepala dan kaki.
Dengan sangat lincah wanita itu berhasil menghindari semua serangannya.
Pengawal itu tampak kesal dan mengambil langkah panjang sembari mengayunkan pedangnya secara vertikal.
Wanita itu masih sanggup menghindarinya lalu dia memegang tangan pria itu dan memukul sikutnya dengan tangan kiri sehingga membuat pedang pria itu terjatuh.
Kemudian dia memukul perut pria itu, membuatnya membungkuk dan memukul tengkuk pria itu sehingga membuatnya terjatuh dan tidak sadarkan diri.
Dia menjatuhkan pria itu hanya dengan tiga serangan yang sangat cepat.
Kembali ke lantai lima hotel, agen Jordi berhadapan dengan satu pengawal. Dia menghindari tendangan dari pengawal itu dengan menundukkan kepala.
Melihat celah setelah musuhnya melakukan serangan, agen Jordi kemudian melompat dan memberikan tendangan menggunakan lutut ke arah dagu sehingga membuat lawannya terjatuh tak sadarkan diri.
Agen Jordi berhasil mengalahkan kedua pengawal itu.
"Haha.. yeah terima itu.. dasar ikan buntal".
Profil :
Nama : Jordi del osha
Panggilan : Jordi / Joe
usia : 26 tahun
Keahlian : ahli perangkat digital elektronik
Di lantai dua
Kiros menerima pukulan tepat di wajah dan tersungkur di lantai.
Kemudian dia bangkit, berlari ke arah lawannya dan melompat. Dia memberikan pukulan yang kemudian ditahan oleh musuhnya dan membuatnya bergeser ke belakang.
Belum selesai, dia mendaratkan dua pukulan ke perut dan ke dagu, membuat kepala pengawal itu menengadah ke atas.
Terakhir dia memberi pukulan yang sangat keras ke wajah sehingga membuat pengawal itu seketika terjatuh ke lantai dan tidak sadarkan diri.
"Cih... Aku tidak percaya mereka merepotkanku".
Profil :
Nama : Kiros Venture
Panggilan : Kiros
usia : 27 tahun
Keahlian : ahli senjata dan peralatan
"Boss, pasukan bantuan sedang bergerak ke arahmu, apa kau baik-baik saja bos?". Panggil agen Levi
Profil :
Nama : Levi elrokki
Panggilan : Levy / El
usia : 24 tahun
Keahlian : ahli pemrograman dan perangkat digital.
"Aku sudah selesai, jangan lupa untuk mengambil barang bukti di area dan rekaman cctv. Aku ingin keluar sebentar, tolong bereskan sisanya untukku”.
Perintah Agen wanita itu sambil mengaitkan borgol pria tambun itu ke mobil yang terbalik.
"Hei hei jangan tinggalkan aku disini, bagaimana jika mobil ini meledak?" Ucap pria tambun itu merengek.
Profil :
Nama : Eva Avalon
Panggilan : Eva / Vivi
usia . : 26 tahun
Keahlian. : ahli senjata, perangkat digital elektronik dans trategi.
"Siap boss" Agen Levi
"Apa kau ingin ditemani?" Agen Jordi
"Pergilah" Agen Kiros
Mereka pun berhasil menangkap target yang telah dipantau selama dua bulan lamanya.
***
Di sebuah ruangan kamar mandi yang luas, seseorang sedang berendam sambil melihat televisi. Dia mengangkat telepon genggamnya yang berbunyi.
"Hallo."
"Ya siapa ini?"
"Oh kau, tidak biasanya kau menelpon"
"Hmm ya aku mendengarnya"
"Sebenarnya tidak perlu, tapi aku ingin kau mencari tau seberapa jauh yang mereka ketahui"
"Dan tolong alihkan transaksi selama 48 jam ke depan, jangan sampai ada jejak yang tertinggal"
Di sisi lain tampak siluet sesorang berambut silvee sedang menjawab telepon.
"Baiklah, karena itu aku menghubungimu" Ucap pria berambut silver tersebut.
Tengah malam di tepi sungai di bawah sebuah jembatan tempat favoritnya untuk menyendiri, Eva sedang bersandar di pagar pembatas sambil menikmati sebatang rokok. Dia melihat foto seorang wanita di ponselnya dengan wajah yang datar.
Sambil memejamkan mata dia menikmati setiap hisapan rokoknya. Setelah itu dia menunjukkan ekspresi yang kesal dan marah juga kecewa. Entah siapa wanita itu dan apa yang ada di pikirannya.
Setelah menghabiskan beberapa puntung rokok Eva pun pergi meninggalkan tempat itu.
***
Anda Mungkin Juga Suka





