Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Kasih Tak Sampai

Kasih Tak Sampai

Selama sepuluh tahun, Zed menginginkan kematian seluruh keluarga mantan kekasihnya. Dendam ini membara karena kakak sang protagonis terbukti menyiksa dan membunuh saudara perempuan Zed. Akibat masa lalu kelam itu, sang kakak kini kehilangan akal sehat di rumah sakit jiwa, sementara sang protagonis terjebak menderita di sisi Zed hingga mengalami keguguran, depresi, dan tumor. Ketika sumpah kematian itu akhirnya terwujud, sebuah gundukan makam baru yang misterius justru muncul tepat di sebelah batu nisannya.
Bab
Bagikan

Bab 3

Janggut yang kasar menusuk leherku, napas yang berat membuat kulitku merinding. Demam tinggi yang berulang-ulang membuat kesadaranku menurun. Tawa tajam terdengar jauh sekaligus dekat, kabur sekaligus nyata.

Aku tiba-tiba tak bisa membedakan, ini mimpi atau kenyataan. Secara naluriah, aku menangis keras dan meronta.

Sutradara mengira aku sedang menjiwai peran, tidak menghentikan adegan. Figuran yang berperan sebagai penyerang pun semakin bersemangat dalam menunjukkan kemampuan.

Dalam kesadaran yang kabur, aku seperti melihat Chloe. Ekspresinya penuh keputusasaan. Dia menangis tersedu-sedu, tatapannya yang penuh permohonan menatapku.

Dalam keputusasaan, aku tiba-tiba berhasil melepaskan diri dari ikatan dan mencakar leher figuran itu.

Figuran itu memegangi lehernya dan menjerit kesakitan. Sutradara buru-buru berteriak, "Cut!"

Demam tinggi dan emosi yang memuncak membuatku roboh ke tanah, tubuhku gemetar hebat.

Suara Zed terdengar samar. "Pura-pura mati lagi? Isla! Isla?"

Suaranya semakin dekat. Aku mengulurkan tangan mencoba meraih sesuatu sebagai penopang, tetapi tak bisa menggenggam apa pun.

Sebelum aku kehilangan kesadaran sepenuhnya, pikiran terakhirku adalah hari itu, tubuh kakakku penuh luka, tetapi tak ada satu pun bekas cakaran.

....

Dalam mimpi, seseorang memanggilku, "Isla."

Seperti saat Zed berusia 17 tahun, mengayuh sepedanya dan berdiri di bawah rumah susun kami. "Isla! Cepat turun! Nanti telat!"

Aku berlari menuruni tangga dengan roti di mulut, sementara kakakku berteriak dari belakang mengingatkanku agar hati-hati di jalan.

Aku melompat ke sepeda balap mencolok dengan tempat duduk tambahan khusus yang dipasang Zed untukku.

Teman-teman Zed mentertawakannya karena memilih naik sepeda alih-alih mobil mewahnya. Namun, dia malah tertawa bangga. "Kalian nggak ngerti apa-apa!"

Dia tersenyum dengan kepala tertunduk, tak bisa menyembunyikan kepolosan di usia remajanya. Mobil mewah yang luas tidak bisa dibandingkan dengan sepeda yang sempit.

Zed mengambil tasku dan melemparkannya ke keranjang depan. "Isla, kenapa nggak sekalian tidur sampai jam 8 saja? Setiap hari menguji kecepatan dan keterampilanku! Pegangan yang kuat! Kita lepas landas sekarang!"

Satu tanganku memegang roti, satu tangan lagi melingkari pinggangnya dari balik seragam sekolah. "Zed Airlines, menara kontrol memberi izin lepas landas!"

Dulu, Zed ingin menjadi pilot. Aku bilang aku akan menjadi pramugari. Namun, dia mengusap kepalaku sambil tertawa. "Kamu kerja di menara kontrol saja. Pilot harus patuh sama perintah menara."

Cahaya matahari menembus sela daun, memantul di tubuh kami. Saat itu, dengan perlindungan kakakku dan perhatian Zed, aku bahagia seperti matahari kecil.

Pernah sekali aku main ke rumah Zed dan bertemu Wynn yang datang mencari Chloe. Saat tidak ada orang lain, Wynn memandangku dengan tatapan penuh selidik. "Gadis Kecil, kamu pikir kamu cocok sama Zed?"

Tanpa ragu sedikit pun, aku menjawab, "Tentu saja cocok! Aku peringkat satu di kelas lho!"

Wynn memutar bola matanya dan mengeluh ke Chloe, "Anak ini benaran bodoh atau cuma pura-pura sih?"

Chloe hanya tertawa. "Dia memang imut."

Tuhan, apa karena aku terlalu bahagia, jadi kamu tak tahan melihatnya dan mengambil semuanya dariku?

Dalam mimpiku, Zed tersenyum lembut sambil mengulurkan tangan padaku. "Isla, kamu capek hari ini? Kenapa mukamu kelihatan sedih?"

Aku mencoba menggapai tangannya di mimpi. "Zed ...."

Air mataku mengalir ke rambut. "Aku nggak mau kenal kamu lagi ...."

Kalau saja kita tak pernah saling mengenal, semua ini tak akan terjadi.

Dunia mendadak gelap. Aku tak berhasil meraih tangannya.

Saat terbangun, ruang rawat terasa sepi, bau disinfektan bercampur dengan aroma yang familier. Seorang perawat masuk membawa map.

"Pak Zed, ini hasil pemeriksaan Bu Isla. Kondisinya kurang baik ...." Perawat itu cepat-cepat menghentikan ucapannya dan menyembunyikan laporan itu di belakang. "Bu Isla, sudah sadar? Pak Zed di mana?"

"Berikan padaku saja. Kami sudah tahu soal tumor otak itu." Aku mengambil laporan itu dan berbohong dengan wajah tenang. Untung saja dia sudah pergi.

Aku buru-buru mencari ponsel dan menelepon Zed. Aku ingin mengatakan padanya bahwa di tubuh kakakku tak memiliki satu pun bekas cakaran.

Setelah beberapa kali mencoba, akhirnya tersambung. "Zed! Kakakku nggak punya bekas cakaran sedikit pun! Kalau memang dia pelakunya, seharusnya justru banyak luka cakaran!"

Namun, suara yang terdengar bukan suara Zed, melainkan suara Wynn yang terdengar tak sabar. "Zed sudah tidur."

Lanjut Nonton!
Cerita makin seru! Buka Aplikasi untuk melanjutkan membaca
Buka Semua Episode
Cari "B89902" di goodnovel para membaca buku selengkapnya.
Salin kode dan cari di aplikasi Goodnovel untuk melanjutkan membaca.
B89902
Salin

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Aku Meninggalkan Tunanganku di Pesta Pernikahan
9.0
Jake berpaling pada Elsie, gadis yang ia sponsori, hingga merusak hubungan kami. Meski Jake sempat memilihku dan mengusir Elsie, insiden tenggelamnya gadis itu di hari pertunangan kami mengubah segalanya. Jake panik dan menyalahkanku, bahkan menyebut Elsie sebagai masa depannya. Saat dia melepaskan tanganku demi mengejar wanita itu, aku menyadari cinta ini telah usai. Tak ada alasan bagiku untuk tetap bertahan di pesta pernikahan yang hampa ini.
Sampul Novel CINTA ATAU BENCI
8.5
Akibat fitnah keji, Ella harus merasakan kekejaman Evan, pria yang sangat ia cintai. Ketidakpercayaan Evan dan penolakan keras dari keluarganya membuat hidup Ella hancur hingga berujung di penjara. Setelah bebas, takdir justru menyeretnya kembali ke pelukan Evan. Meski diselimuti ketakutan luar biasa, Ella seolah tak bisa menjauh dari pria itu. Di tengah siksaan yang terus berlanjut, Ella tidak menyadari bahwa Evan sebenarnya juga menyimpan rasa cinta.
Sampul Novel Gadis Penakluk Hati Tuan Muda Tampan
8.5
Demi takhta tuan muda, Arkana menikahi Yasmin lewat perjanjian formal. Meski sering kesal dengan tingkah Yasmin yang kekanak-kanakan, Arkana tetap menjalin cinta rahasia dengan kekasih lamanya. Setelah delapan bulan, Arkana memilih bercerai demi sang pacar. Namun, ia tak sadar bahwa ikatan fisik mereka telah mengubah segalanya. Yasmin ternyata menyembunyikan kehamilan darinya. Terkejut, Arkana pun menuntut rujuk demi darah dagingnya yang kini berada di rahim Yasmin.
Sampul Novel Kematian Palsu Suamiku
8.1
Setelah dituduh sebagai penyebab kecelakaan maut suaminya, seorang wanita diusir oleh mertuanya tanpa warisan hingga jatuh sakit akibat duka mendalam. Di detik-detik terakhir hidupnya akibat kanker, ia mengetahui kenyataan pahit bahwa kematian suaminya hanyalah rekayasa demi hidup bersama wanita lain. Dipenuhi murka, ia mengembuskan napas terakhir hanya untuk terbangun kembali di hari kecelakaan itu dilaporkan. Kini, ia siap menghadapi sandiwara kejam tersebut dari awal.
Sampul Novel Love Me Om
9.4
Terjebak dalam rencana pernikahan dengan Ray yang kasar, Lala merasa tertekan demi menuruti keinginan orang tuanya. Namun, sebuah pesta lajang di villa milik Daniel mengubah segalanya. Pertemuan itu membangkitkan kembali perasaan lama Lala pada Daniel, hingga keduanya terlibat hubungan intim. Kelembutan Daniel menyadarkan Lala bahwa ia berhak bahagia, memicu keberaniannya membatalkan pernikahan. Akankah Ray menerima keputusan itu, dan dapatkah Daniel membalas cinta tulus Lala?
Sampul Novel MENIKAHI CALON ISTRI SAHABAT
7.9
Rayyen terkejut saat Albar, sahabat lamanya, muncul dengan kondisi fisik memprihatinkan dan memintanya menikahi Aliffa, calon istrinya. Albar yang dulu seorang casanova kini sakit parah dan memohon demi masa depan Aliffa. Rayyen terjebak dalam dilema besar; ia harus memilih antara memenuhi wasiat sakral sahabatnya atau mempertahankan pertunangannya dengan Zeanna, model sukses pilihan ibunya. Bisakah Rayyen menikahi wanita yang tak ia kenal?