Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Kamu Akan Miskin, Mas!

Kamu Akan Miskin, Mas!

Kehidupan rumah tanggaku berubah drastis setelah momen persalinan. Sikapku kini menjadi sangat dingin terhadap suami sendiri akibat luka batin yang teramat dalam. Rasa sakit hati ini tidak akan pernah bisa sembuh begitu saja dalam waktu singkat. Aku sudah membulatkan tekad untuk menuntut keadilan. Mas, bersiaplah karena segala perbuatanmu akan kubalas dengan setimpal tanpa ampun. Kamu tidak akan pernah bisa lari dari konsekuensi ini.
Bab
Bagikan

Bab 3

"Nina, aku minta uang."

Pandanganku teralih ke Mas Reno. Dia menatapku berharap.

Untuk semua pendapatan, aku yang memegang. Yang menguasai aku. Mas Reno tidak ada apa-apanya kalau itu.

Dengan cepat, aku mengeluarkan dompet. Mengambil uang pecahan koin.

"Eh? Kamu bercanda, ya? Kenapa dikasih uang kayak gini? Aduh Nina, aku serius. Lagi butuh banget. Mama sama Rini lagi pengen makan pizza." Mas Reno terlihat kesal sekali melihat uang yang aku berikan.

Memangnya aku peduli? Aku mengabaikan Mas Reno. Memilih untuk sibuk dengan Raja.

"Kamu dengar gak, sih? Dari kemarin kayak gini. Sekarang juga kayak gini? Kemasukan apa?"

Mas Reno memaksaku menatapnya. Oke, sepertinya dia menantang. Aku menatap matanya dalam-dalam.

"Bilang kalau aku ada salah. Jangan diam aja. Ini koin, permen aja gak dapat, Nina."

Lalu kalau aku bilang, apakah semuanya akan baik-baik saja? Apakah aku akan didengar? Ah, itu sangat percuma. Aku hanya diam, masih menatapnya, tapi tidak mengatakan apa pun.

Suamiku itu menimang uang di tangan. Terdengar dia menghela napas, melepaskan tangannya dari lengan, kemudian pergi dari hadapanku.

"Memangnya, kamu saja yang bisa seperti itu? Aku bisa, Mas. Lebih dari itu."

***

"Nina, apa maksud kamu ngasih uang recehan, hah?! Nganggap kami ini sebagai anak kecil di jalanan? Menantu gak benar ini."

Mama Mas Reno terlihat marah, dia berkaca pinggang di hadapanku. Wajahnya terlihat memerah, sepertinya dia tersinggung sekali.

Ah, aku tidak peduli sama sekali. Mama Mas Reno sampai menghampiriku dengan wajah marahnya.

Aku menatap Raja. Mencubit pipinya, seolah tidak menganggap Mama di sebelahku.

"Aduh, mendingan kamu gak punya anak kalau begini. Cuma bisa diam kayak patung. Capek ngomong sama kamu. Sini dompet kamu."

"Mau ngapain?" tanyaku pelan.

"Mau ambil uang. Kenapa? Gak boleh? Uang dari suami aja belagu banget."

Sungguh, itu fakta yang diputarbalikkan. Aku memalingkan wajah. Sangat tidak peduli.

Tanpa peduli, aku keluar kamar. Mas Reno sampai menoleh. Adiknya yang juga tidak tahu diri itu ikut menoleh.

"Ayolah, Nina. Berikan dompet kamu. Jadi menantu pelit banget sama mertua sendiri."

"Udahlah, Ma. Kita makan apa aja yang ada di rumah ini. Mungkin si Nina lagi gak mau ngomong."

Ah, mereka sepertinya akan tersiksa kalau aku begini terus. Diam-diam, aku tersenyum. Kemudian duduk di sofa, cukup jauh dari Mas Reno.

Mama mertuaku berdecak. Dia masih menatap ke Mas Reno yang tidak peduli. Dia menikmati keripik singkong beberapa waktu laku. Sepertinya sudah melempam.

"Duh, jadi menantu gak bisa diandalkan sama sekali. Capek."

Cukup lama terdiam. Aku menyalakan televisi.

"Sini bayinya aku yang gendong. Kamu buatin teh untuk Mama sama Rini. Kalau aku yang buatin, bisa dibuang."

Aku terdiam. Beberapa detik, aku baru beranjak. Memberikan bayiku pada Mas Reno. Itu pertama kalinya dia menggendong bayi kami.

Tanpa bicara apa pun, aku masuk ke dalam dapur. Setelah memasak air, aku menyeduh teh. Sebelum kembali ke ruang keluarga, aku tersenyum.

"Itu udah."

Mas Reno mengangguk. Dia melangkah ke dapur dengan senang hati. Aku membuatkan tiga teh tadi.

Ini sudah malam sekali. Aku melangkah ke kamar, sementara Mas Reno, Mama, juga si Rini menikmati teh buatanku.

Ponselku berdering. Tanpa melihat namanya, aku langsung mengangkat.

"Misi satu selesai. Kamu harus lihat apa yang bakalan terjadi besok."

"Kerja bagus. Makasih."

Aku mematikan telepon. Hampir setengah jam, aku keluar dari kamar. Mas Reno belum kembali. Sejak kemarin, kami tidur dengan punggung berhadapan.

"Aduh, Ma! Gantian, dong!"

"Sabar! Perut Mama masih sakit."

Sementara kamar mandi yang lain dipakai okeh Mas Reno. Pandanganku terhenti ke tiga gelas yang sudah habis di atas meja.

"Bagaimana tehnya?" gumamku dengan senyum miring.

***

Lanjut Nonton!
Cerita makin seru! Buka Aplikasi untuk melanjutkan membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Baby Twins Billionaire
7.9
Masa depan Freya Amalia hancur dalam semalam akibat perbuatan pria asing. Kegetiran hidupnya bertambah saat ia menyadari dirinya mengandung bayi kembar dari tragedi tersebut. Di sisi lain, Vero Brance Harison dihantui rasa bersalah yang mendalam atas dosa masa lalunya. Ia bertekad menemukan wanita yang telah disakitinya untuk dijadikan istri. Saat takdir mempertemukan mereka, mampukah Vero menebus kesalahannya dan dapatkah Freya memaafkan ayah dari anak-anaknya?
Sampul Novel Cute Pumpkin & The Badboy ( Indonesia )
8.9
Aryan Mada Kusumo, pewaris tampan Kusumo Grup yang gemar hidup bebas, mendadak terdesak saat orang tuanya menuntut pernikahan melalui perjodohan paksa. Di sisi lain, Nur Callia Maharani adalah chef profesional yang hanya ingin fokus pada kariernya. Tak disangka, sosok yang akan dijodohkan dengannya ternyata musuh bebuyutan masa kecil yang sangat ia benci. Akankah penyatuan antara wanita serius dan pria playboy ini berhasil di tengah konflik masa lalu mereka?
Sampul Novel Ghost Writer
8.3
Kisah ini menyoroti dinamika cinta kaum urban dan fenomena penulis bayangan. Cassandra adalah penulis berbakat yang kemampuannya dieksploitasi oleh Ayu, klien setianya yang tidak memiliki talenta menulis. Di sisi lain, seorang editor sekaligus sahabat Cassandra menyadari potensi besar tersebut. Ia berjuang keras mendorong Cassandra agar berani meraih kesuksesan dengan karyanya sendiri tanpa harus terus bersembunyi di balik nama kliennya.
Sampul Novel Jangan Main Api Denganku, Mas
8.5
Lima tahun membina rumah tangga, aku percaya Mas Bambang adalah sosok suami setia. Namun, topeng itu kini hancur setelah perselingkuhannya terbongkar. Meski dikhianati, aku tak akan gegabah. Biarlah ia terus bersandiwara dalam kebohongannya, sementara aku menyusun rencana rapi untuk merebut segalanya. Aku akan bermain cantik hingga ia jatuh miskin dan memohon ampun. Pengkhianatan ini akan kubalas dengan penyesalan terdalam yang takkan pernah ia lupakan.
Sampul Novel Mengejar Cinta Istri
9.4
Ditinggalkan saat menikah membuat Ayla Pramudita terluka, meski itu perjodohan bisnis. Enam bulan berlalu, ia dikejutkan kiriman uang misterius dari N.H Group. Saat sang adik, Ferdi, magang di sana, terungkap bahwa pemiliknya adalah Wibbi, suaminya sendiri. Ayla pergi ke Jakarta demi menuntut cerai, namun Wibbi justru menolak dan mulai mencintainya. Di tengah upaya Wibbi, hadir Abram, cinta pertama Ayla yang siap membantu melepaskannya dari jeratan sang suami.
Sampul Novel Om Kos
8.7
Dunia Mariska hancur saat memergoki pacarnya selingkuh hingga ia terusir dari kosnya di Surabaya. Di tengah badai hidup, ia menemukan hunian baru milik Ares, pria muda tampan yang tiba-tiba mengajaknya menikah. Namun, kedekatan mereka justru memicu dejavu mengerikan tentang tragedi masa lalu keluarganya. Mariska harus bertahan di antara penghuni kos yang nyentrik, sementara Ares menyadari bahwa gadis itu adalah cinta masa kecilnya yang lama menghilang.