Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel KAMINI (Wanita Penuh Kasih Sayang)

KAMINI (Wanita Penuh Kasih Sayang)

Kamini Citra Kirana diusir oleh Dirandra Ekadanta setelah melahirkan anak untuk suami dan istri pertamanya. Dibuang dengan kompensasi agar menjauh, Kamini pergi membawa rahasia besar yang menjadi kekuatannya untuk bangkit. Lima tahun berlalu, takdir membawanya kembali berhadapan dengan masa lalu dan keluarga besar yang pernah mencampakkannya. Bagaimana Kamini menghadapi situasi ini? Akankah rahasia yang ia simpan mengubah segalanya saat pertemuan itu terjadi?
Bab
Bagikan

Bab 3

Dirandra bergegas ke dalam kamar tidurnya, ia mendapati istrinya sudah menunggu di atas ranjang dengan pose yang mengundang. Dirandra mengunci pintu dan berjalan mendekati kaki ranjang dengan pandangan matanya menatap tubuh istrinya yang molek berbalut lingerie biru laut pemberiannya. Dengan ukuran dadanya yang besar membuat belahan indah itu terlihat dengan sempurna.

Yolanda tersenyum menggoda dan mengulurkan tangannya, Dirandra merendahkan tubuhnya mengecup sekilas bibir Yolanda kemudian menegakkan tubuh dan menanggalkan seluruh pakaiannya. Setelahnya ia kembali bergabung dengan sang istri.

Dirandra meraih pinggul Yolanda yang berbaring telentang dan melepaskan g-string berwarna senada dengan lingerie-nya. Ia menatap tubuh mulus tanpa noda milik yolanda dengan penuh pemujaan. Kedua tangannya merentangkan kaki Yolanda kepalanya menunduk menghirup bau khas inti tubuh Yolanda yang selalu ia sukai. Lidahnya terjulur menjilati milik sang istri yang saat ini sudah mulai mendesah dan membusungkan dadanya, sehingga tak membutuhkan waktu lama untuk Yolanda mendapatkan pelepasannya, seketika Dirandra duduk dan memposisikan dirinya di tengah. Menggesekkan miliknya dan dalam satu kali hentakan ia masuk seluruhnya.

Lenguhan dan desahan keduanya saling bersahutan. Sial bagi Dirandra ia malah teringat wajah Kamini dan teringat untuk mendapatkan bayi dari gadis polos itu, tiba-tiba ia merasa enggan untuk melepaskan benih dalam rahim Yolanda sehingga sesaat sebelum ia mendapatkan pelepasannya. Ia mendesah dengan keras, mencabut miliknya dan mengeluarkan cairannya di atas perut Yolanda dengan mata terpejam. Yolanda yang masih terengah menikmati pelepasannya mengerutkan alisnya dan protes, “Kenapa dikeluarin di luar?” Tanyanya curiga.

Dirandra yang tanpa sengaja mengeluarkan di luar seketika membuka matanya dan menatap istrinya.

'Astaga, apa yang kulakukan?'

Apa yang terjadi hanya spontanitas, Dirandra sama sekali tak bermaksud seperti itu semuanya hanya disebabkan dorongan suasana hatinya saja.

“Maaf Sayang, aku nggak tau kenapa tiba-tiba ingin keluarin di luar." Ujarnya berusaha menyakinkan sang istri.

Yolanda cemberut tampak kekecewaan di wajahnya.

“Ada apa sih sama kamu Mas? Baru aja cewek itu di rumah ini kamu udah gini.” Dirandra memalingkan wajahnya dan duduk di tepi ranjangnya.

“Semuanya nggak ada hubungannya dengan gadis itu,” jawab Dirandra tegas. Kemudian ia memalingkan wajahnya menatap Yolanda. "Jangan berpikir yang tidak-tidak."

Yolanda mengepalkan kedua telapak tangannya, hatinya terbakar api cemburu terhadap Kamini. Entah mengapa ia tak kunjung memiliki anak dengan Dirandra padahal mereka berdua normal. Hal itu sudah dibuktikan dengan banyaknya tes yang mereka lakukan di rumah sakit. Yolanda teringat seseorang yang bisa membantunya mendapatkan keturunan, Yolanda tersenyum manis. Mengingat pria itu sedikit mengobati kekecewaannya terhadap Dirandra malam ini.

Dirandra sendiri mengira senyum manis istrinya karena ia sudah tidak marah karena ulahnya tadi, ia mencondongkan tubuh dan mengecup pelipis kanan sang istri. Dirandra kemudian bangkit berdiri dan berjalan ke kamar mandi membersihkan dirinya. Ia ingin segera menuntaskan dengan Kamini, supaya gadis itu segera hamil anaknya.

Entah mengapa ada perasaan yang menghangat di dalam hatinya saat membayangkan memiliki anak dari rahim gadis desa itu.

Ia tersenyum sendiri sembari membersihkan dirinya.Kamini yang merasa tubuhnya remuk redam karena sedari tadi tanpa sadar menahan ketegangan yang disebabkan oleh seluruh kejadian sepanjang hari ini memutuskan untuk langsung beristirahat, ia bahkan tak mengingat perkataan para tetangganya dan bahwa saat ini ia memiliki seorang suami sekarang. Perawatan yang tadi telah ia lakukan tak juga bisa mengenyahkan rasa lelah yang masih setia menempel di tubuhnya.

Ia mengganti gaun selutut yang ia pakai berkat pemberian ibu mertuanya. Tadi setelah perawatan, mereka makan malam bersama. Semua orang tampak santai dan tak terjadi apa-apa, tetapi berbeda dengannya yang merasa bernafas saja memerlukan usaha yang keras terlebih Dirandra dan adik lelakinya yang bernama Dirga tak henti mencuri pandang ke arahnya. Yolanda pun memperhatikan seluruh gerak geriknya.

Kamini baru saja selesai mandi dan melilitkan handuk di tubuhnya karena ia tak terbiasa dengan menggunakan bathrobe, walaupun semuanya sudah lengkap tersedia di sana. Ia bergegas mengenakan daster batik baju ternyamannya untuk mengakhiri hari. Ia merasakan perutnya kembali keroncongan mungkin karena ketegangan yang ia rasakan sudah berangsur berkurang.

Ia keluar menuju dapur dan tidak mendapati bahan makanan apapun di sana. Kamini terpikir untuk kembali ke rumah utama mengambil makanan untuk malam ini tetapi hatinya bimbang, ia enggan untuk bertemu dengan Yolanda dan si pria dingin. Kamini bergidik, merinding bulu romanya membayangkan jika bertemu kembali dengan Dirandra. Keningnya berkerut, rasa-rasanya ia pernah bertemu dengan Dirandra tapi entah dimana ia lupa. Namun mungkin juga pernah bertemu, ia saja sering bertemu dengan Yolanda yang sering membeli makanan yang ia bikin.

'Bodoh, jelas saja bakalan ketemu lagi. Gimana bisa punya anak?'

Kamini cemberut, ia tidak ikhlas akan pemikiran dirinya sendiri itu. Sejujurnya ia masih tidak siap tetapi semuanya sekali lagi demi sang ayah. Sebagai seorang anak ia tentu saja tidak ingin dianggap durhaka dan tidak tahu balas budi. Ia menghembuskan napas dari mulutnya, seolah-olah hal itu bisa membantu mngurai perasaan tak menentu yang berkecamuk di dalam hatinya.

Huff, yang terpenting perut nggak keroncongan deh. Kalau ketemu nanti anggap aja lagi sial. Eh ... bukannya emang dah sial? Duh nasib-nasib.

Baru saja ia akan membuka pintu depan ponselnya berdering, ia berbalik dan kembali ke dalam kamar untuk menerima panggilan tersebut.

“Halo Bi ada apa?”

“Eh ..., Ami tolong bilang makasih sama Tuan ganteng uangnya sudah Bibi terima, besok pagi Bibi bawa Abah ke rumah sakit di Bandung ya Nak.”

“Oh iya Bi nanti Ami sampaikan.” Perasaan Kamini semakin tidak karuan. Semua ini salah, ini tidak sah. Ia sama sekali tidak tahu akan dinikahkan, bahkan ia tak mengenali siapa suaminya.

“Nak jaga diri baik-baik ya. Makasih semuanya semoga kamu bahagia,” imbuh Mina lagi.

Bahagia? Entahlah akankah ia bisa meraih bahagia jika nantinya ia akan terpisahkan dengan sang buah hati. Kamini tanpa sadar mengusap perutnya yang datar. Belum juga pecah perawan tapi rasanya ia tak rela melepas buah hatinya.

Kruk ... kruk.

Suara perutnya yang nyaring menyadarkan kembali ia dari lamunannya. Kamini bergegas kembali ke rumah utama lewat pintu samping yang langsung terhubung dengan dapur.

*****

Kamini sedang berjinjit berkonsentrasi mengambil toples kaca di kabinet atas. Ia terperanjat saat ada sebuah pangan kekar terulur menggapai toplesnya sebelum ia dapat meraihnya.

“Apa yang sedang kamu lakukan?” tanya suara itu tegas. Sudah pasti Kamini terperanjat karena suara itu, suara salah satu orang yang tak ingin ia temui secepat ini ia belum siap tepatnya. Si pria sedingin es, siapa lagi kalau bukan Dirandra.

“Emmm ... saya mau ambil toples untuk wadah biskuit.” Suara Kamini bergetar gugup. Posisi mereka sangat amat dekat bahkan bagian depan Dirandra sudah menempel dengan pantat sintal Kamini. Memang Kamini kurus dan mungil tetapi pantatnya yang berisi memiliki nilai lebih. Buktinya di desa banyak pemuda yang sebenarnya menyukainya, tetapi karena rasa minder akibat wajahnya yang berjerawat dan berkacamata membuatnya tak percaya diri.

Lanjut Nonton!
Cerita makin seru! Buka Aplikasi untuk melanjutkan membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Aku Tidak Butuh Belas Kasihanmu!
9.2
Kania berjuang sendirian menyelamatkan Arka, putranya yang kritis di ICU, setelah diceraikan suaminya karena dianggap melahirkan anak penyakitan. Cobaan kian berat saat mantan mertuanya terus menghalangi setiap upaya pengobatan bagi sang buah hati. Meski merasa terpojok oleh dunia yang kejam, sebuah peristiwa tak terduga akhirnya memaksa Bagas menghadapi kenyataan pahit yang selama ini ia hindari. Kania membuktikan ia tidak butuh belas kasihan siapa pun.
Sampul Novel Dia Seharusnya Tidak Pernah Melepaskannya
9.1
Vovo dan Jasmine awalnya terjebak dalam romansa yang membara, hingga sebuah rahasia mengubah segalanya. Demi alasan keluarga, Vovo meminta perceraian formal dengan janji akan kembali. Namun, Jasmine yang terluka memilih pergi selamanya, bahkan menggugurkan kandungan mereka demi memulai hidup baru. Saat menyadari Jasmine benar-benar menghilang, Vovo hancur dalam penyesalan mendalam. Ia kini mengejar wanita yang pernah ia sia-siakan, memohon kesempatan yang mustahil.
Sampul Novel Gairah Nakal Remaja
9.2
Kedewasaan seseorang tidak selalu diukur dari umur, melainkan dipengaruhi faktor lingkungan dan pergaulan. Kisah ini mengajak pembaca bernostalgia ke masa SMA hingga perkuliahan yang penuh gejolak hasrat serta cinta masa muda. Disajikan secara utuh untuk membangkitkan kenangan indah masa lalu, narasi ini juga mengandung konten eksplisit pada bagian tertentu. Pembaca diharapkan bijak dalam memilah bab karena terdapat adegan khusus dewasa dalam alurnya.
Sampul Novel Berhantu: Pengejaran Tanpa Henti dari Kekasihnya yang Kejam
8.8
Tujuh tahun Claudia habiskan demi mencintai Eddie, berharap kesetiaannya berbalas. Namun, pengabdian itu hanya berujung sia-sia. Usai hubungan mereka berakhir, Claudia pergi dengan tenang tanpa menuntut apa pun. Siapa sangka, di hari pernikahannya dengan pria lain, Eddie muncul dalam kemarahan besar. Dengan tatapan liar penuh obsesi, Eddie memprovokasi sang mempelai pria dan menegaskan bahwa dialah yang pertama kali memiliki Claudia.
Sampul Novel Suamiku Pura-Pura Buta Demi Menyembunyikan Kebohongan Besar
8.7
Selena Atmadja diceraikan Davin Hartanto tepat setelah akad karena skandal kehamilan wanita lain. Demi menjaga martabat, Madame Ratih memaksa Selena menikahi putra keduanya, Leonard Hartanto, pria dingin yang penuh misteri. Meski awalnya menolak, Selena akhirnya terjebak dalam pernikahan hampa bersama pria yang terasa asing. Keadaan berbalik saat Selena mengungkap rahasia besar bahwa Leonard hanya berpura-pura buta. Apa motif di balik sandiwara ini dan mampukah Selena bertahan?
Sampul Novel Sentuhan Ayah Tiri
8.2
Kehidupan seorang gadis berubah drastis saat Hunter Oragle memergokinya tengah mengintip kemesraan intim pria itu bersama sang ibu. Bukannya marah, ayah tirinya justru memberikan tawaran provokatif untuk mengajarinya secara langsung. Hubungan yang seharusnya murni kini terjebak dalam pusaran gairah terlarang yang berbahaya. Segalanya menjadi kian rumit dan penuh tekanan ketika fakta-fakta masa lalu mulai terungkap ke permukaan, mengancam batas moral mereka.