Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Kaisar Muda, Jangan Menggodaku!

Kaisar Muda, Jangan Menggodaku!

Yun Xiaowen, calon ratu iblis, terjebak dalam nestapa usai bertemu Liuu Qiang Wen. Kaisar manusia berjuluk The Cyanide King itu membantai orang tua Xiaowen demi ambisi menguasai tujuh dunia. Tanpa cinta, ia menikahi Xiaowen hanya untuk memanfaatkan kelemahannya sebagai pion politik. Di tengah mimpi buruk yang seakan tak berakhir, Xiaowen meratapi nasibnya yang hancur sambil mempertanyakan apakah masih ada sisa kasih sayang di hati sang kaisar yang kejam.
Bab
Bagikan

Bab 3

***

Panglima Xue, siapapun di wilayah itu sangat mengenal siapa sebenarnya Panglima Xue. Pria bertubuh kekar itu memang dikenal sebagai panglima berdarah dingin selama pemerintahan Kaisar Liuu Qiang Wen. Karena kekejamannya yang hampir menyamai kekejaman si raja racun, ia bahkan dijuluki sebagai bayangan sang raja.

Nona Yun yang kini berada di bawah kendalinya hanya bisa pasrah sambil mengumpat dalam hati. Bagaimanapun ia tak bisa menerima begitu saja perlakuan kejam yang Qiang Wen lakukan pada keluarga dan rakyatnya. Namun selama berlian merah lambang kerajaan iblis itu berada dalam tubuhnya, setidaknya kerajaan dan rakyatnya akan baik-baik saja.

Kerajaan Iblis memiliki kekuatan istimewa tersendiri, selama berlian itu tidak hancur atau hilang maka kerajaan Iblis takkan mudah hancur meskipun dihancurkan separah apapun. Kerajaan dan rakyat mungkin akan menderita namun mereka tetap bisa bertahan semenderita apapun mereka. Bagi mereka selama berlian itu masih tersimpan baik maka harapan untuk hidup masihlah ada.

Selama perjalanan menuju kediaman Raja, Nona Yun hanya menurut dan tidak berontak sedikitpun. Ia berpikir mungkin lebih baik jika ia tinggal di kediaman mewah daripada meringkuk di penjara pengap. Setidaknya ia bisa bebas dan menyusun ulang rencana untuk memberontak di kemudian hari.

"MASUK DAN JANGAN BERUSAHA KABUR!" bentak Panglima Xue lalu menghempaskan tubuh Nona Yun hingga gadis itu harus terbentur sisi ranjang yang terbuat dari emas dan sedikit runcing.

"BEDEBAH KAU! AKU AKAN MEMBALASMU SUATU SAAT!" sembur Nona Yun marah lantas bangkit dan menantang Panglima Xue yang sama sekali tak bersikap sopan kepadanya.

Panglima Xue mendecih kesal, ia tersenyum miring lalu menoleh ke sisi lain dengan tatapan teramat muak. "Jika bukan karena perintah raja niscaya aku sudah membunuhmu dan membuatmu membusuk bersama kedua orangtuamu di sana."

Sorot mata Nona Yun menatap bengis, manik mata yang semula hitam kelam indah kini berubah menjadi merah pekat sepekat darah manusia.

"Dan jika bukan karena Raja Qiang Wen menginginkanmu, aku juga sudah mencincangmu dan membuangmu di lautan. Kau tahu aku sangat jijik untuk menyentuh tubuhmu." imbuh Panglima Xue arogan membuat si gadis merasakan kobaran api di sekujur tubuhnya yang mendadak memanas.

"JAGA UCAPANMU PANGLIMA BODOH! BAGAIMANAPUN SUATU HARI NANTI KAU AKAN MENYESAL TELAH MENGHINAKU SEPERTI ITU." ucap Nona Yun tajam dan masih berusaha mengendalikan emosinya.

"Menyesal? Apa yang kusesali dari ucapanku? Kau bahkan tidak berharga sama sekali di mataku, jika bukan karena Raja maka aku sudah menghabisi seluruh rakyatmu yang begitu menjijikkan itu." tegas Panglima Xue lalu bersedekap tenang.

"DIAM KAU!!" gertak Nona Yun tak bisa menahan emosi lagi. Dengan secepat kilat kuku panjang dan taringnya mencuat, gadis itu kehilangan sisi manusianya dan berubah menjadi jiwa iblis sepenuhnya. Tanpa peduli apapun gadis itu segera mengayunkan cakarannya ke wajah Panglima Xue.

Pria tegas dan punya tingkat kewaspadaan tinggi itu dengan sigap menangkis, ia menampik tangan Nona Yun yang berkuku panjang dan menghindari serangan.

"Kau takkan bisa membunuhku, Iblis!" ucap Panglima Xue pongah membuat si iblis betina makin kalap dan tak ingin kalah.

Nona Yun kembali menyerang, berusaha mencakar tubuh yang berada beberapa meter di hadapannya . Pertarungan sengit itu menimbulkan kegaduhan yang begitu teramat sangat, meskipun terjadi pertarungan hebat tak ada satupun pengawal yang berani mendekat karena merasaBeberapa guci dan ornamen cantik yang menghiasi kamar raja harus rela pecah dan berserakan tak berguna.

"KAU HARUS MATI!" tandas Nona Yun marah sambil kembali menggoreskan kukunya di tubuh Panglima Xue. Pria itu mencoba terus menghindar, namun sedikit kelalaiannya membuatnya harus rela tergores dan membuat pakaiannya tercabik.

Darah segar mengucur dari dada Panglima Xue, membuat sang pemilik jadi naik pitam dan berusaha menghabisinya saat itu juga. Kekejaman yang dimiliki Panglima Xue membutakan dirinya, ia lupa bahwasanya ia tengah bertarung di peraduan sang raja yang begitu di keramatkan dan juga tengah bertarung dengan gadis calon milik raja. Alangkah murkanya sang raja nanti jika melihatnya.

"Berani-beraninya kau melukai tubuhku!" bentak Panglima Xue tak terima lantas maju menyerang Nona Yun.

Panglima itu menangkap tangan Nona Yun, membekuknya lantas menjambak rambutnya. Tanpa kenal ampun, Panglima Xue membenturkan kepala Nona Yun ke dinding berkali-kali hingga dinding itu seakan bergetar dan hendak roboh.

"MATI SAJA KAU!!" maki Panglima Xue terus menghancurkan tubuh Nona Yun yang bersimbah darah.

"KAU YANG PANTAS MATI, PANGLIMA SIALAN!" balas Nona Yun keras dan terus bertahan.

"APA KAU BILANG???" ucap Panglima Xue semakin geram.

Pria bertubuh kokoh itu hendak membenturkan kepala Nona Yun kembali namun terhenti seketika setelah sebuah trisula mengarah ke arah lehernya tanpa ada yang memeganginya satupun.

Sedetik kemudian ia sadar jika di dunia ini yang memiliki senjata trisula dan kekuatan seperti itu hanyalah rajanya, Raja Liuu Qiang Wen.

"Benturkan sekali lagi Panglima Xue." perintah Raja Qiang Wen lirih sambil berdiri di ambang pintu kediamannya dengan wajah tenang.

Panglima Xue perlahan melepaskan genggaman tangannya di rambut Nona Yun dan membungkuk dalam-dalam seakan merasa menyesal.

Sang raja mencuramkan alisnya lalu berjalan mendekati panglima Xue, ia nampak kurang senang.

"Lakukan sekali lagi dan aku akan menggantinya dengan kepalamu." tegas Raja Qiang lalu mengulurkan tangannya ke arah trisula emasnya.

Secara ajaib trisula itu mendekat ke arah sang tuan dan dengan sigap Raja Qiang menangkapnya. Perlahan sang raja menyembunyikan trisula itu di telapak tangannya lalu kembali menatap panglima Xue yang dianggapnya telah lancang.

"POTONG TANGANMU!!" titah Raja Qiang tak kalah tegas.

Panglima Xue terkesiap, ia mendongak lalu bersujud memohon ampun karena kelalaiannya.

"Ampun Yang Mulia.... Ampun...." sembahnya berkali-kali dengan penuh penyesalan.

"Kau sudah membuat kamarku penuh dengan lukisan darah calon ratuku, lalu untuk apa aku mengampunimu? Sekarang... POTONG TANGANMU!" tegas Raja Qiang tak kalah kejam.

Panglima Xue menatap rajanya sedikit lebih lama namun tak lama kemudian dengan tangan bergetar ia meraih pedang yang ia taruh di punggungnya.

"Demi kesetiaan saya terhadap anda Yang Mulia... Saya mohon ampun sekali lagi." ucapnya sekali lagi dengan tatapan penuh penyesalan.

"JANGAN MEMBUATKU MENGULANGI PERINTAHKU, PANGLIMA XUE."

Pria itu menatap tuannya lalu tanpa pikir panjang lagi, Panglima Xue memotong tangannya sendiri.

Blassh.

Teriakan kesakitan muncul dari mulut Panglima Xue, tangan itu terlempar ke hadapan Raja Qiang Wen. Sang raja hanya diam, menatap tangan dan kesakitan Panglimanya dengan tatapan dingin.

Bagi Nona Yun itu pemandangan yang teramat mengerikan, ia menyadari bahwa pria yang tadi menghancurkannya kalah beringas oleh rajanya sendiri. Nona Yun sadar musuh yang harus ia waspadai bukanlah panglima tengik itu tapi rajanya sendiri, Liuu Qiang Wen.

"Kau panglima yang patuh, kau berikan tanganmu dengan sukarela padaku. Aku harap suatu hari nanti kau akan lebih sukarela lagi dan memberikan kepalamu kepadaku, Panglima Xue." ucap Raja Qiang dingin dan tak berekspresi sama sekali.

"Yang Mulia..." desis Panglima Xue hampir tak terdengar, suaranya ditelan kesakitannya sendiri. Baginya kehilangan satu tangan tidaklah mengapa asal ia tidak kehilangan kepercayaan rajanya.

"PERGILAH! RAWAT LUKAMU, KUBUR JUGA TANGANMU. SUATU HARI NANTI AKU AKAN MEMINTA BAGIAN TUBUHMU YANG LAINNYA."

Lanjut Nonton!
Cerita makin seru! Buka Aplikasi untuk melanjutkan membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Calamity Of Love
9.4
Camilio Danielle Osvaldo adalah jenius ber-IQ 150 dengan prestasi militer gemilang. Namun, patah hati mendalam akibat ditinggal wanita tercinta mengubah hidupnya. Mike, petinggi Black Nostra, mengajaknya bergabung ke sindikat mafia global tersebut. Meski awalnya menolak karena nurani, Camilio akhirnya luluh setelah melihat solidaritas luar biasa di sana. Di balik aksi kriminal, ia menemukan kehangatan keluarga yang tak terduga dalam kelompok tersebut.
Sampul Novel Dewa Perang Terbaik
8.9
Daniel adalah sang Dewa Perang yang disegani. Dahulu, saat masa remaja yang sulit dan penuh kelaparan, seorang gadis kecil memberikan sekeping biskuit yang sangat berarti baginya. Kini, demi membalas budi atas kebaikan tersebut, Daniel memutuskan kembali ke kota asalnya. Ia bertekad melindungi sosok yang pernah menolongnya itu, yang sekarang telah tumbuh dewasa menjadi seorang wanita muda dengan paras yang sangat cantik jelita.
Sampul Novel Gadis Milik Tuan Mafia
8.7
Akiko harus berjuang melawan Leukemia Myeloid Akut di tengah penderitaan akibat kekerasan fisik orang tuanya sejak kecil. Nasibnya kian terpuruk saat ia jatuh ke tangan Glen Xander Mckenzie, seorang pemimpin mafia kejam yang bertekad menghancurkan bisnis keluarga Akiko. Namun, dinamika antara tawanan dan penculik ini berubah total seiring berjalannya waktu. Glen yang semula dingin justru mulai menaruh hati pada gadis yang seharusnya ia hancurkan tersebut.
Sampul Novel Hot Love - George & Regina
9.8
George, agen CIA, dan Regina dari KGB, gagal menjalankan misi pembunuhan presiden lawan karena terlalu asyik bercinta hingga kesiangan. Kini, apartemen mereka dihujani tembakan helikopter Apache. Diburu oleh organisasi masing-masing dan tentara bayaran, sepasang kekasih ini harus melarikan diri demi nyawa mereka. Di tengah pelarian maut yang menegangkan, gairah panas tetap membara di antara keduanya. Mampukah mereka bertahan dari pengepungan global ini?
Sampul Novel PEDANG HALILINTAR
8.4
Jalu tumbuh sebagai pejuang aliran hitam di bawah asuhan guru abadi yang terasing di Pulau Tengkorak. Sang guru mengutusnya menaklukkan dunia persilatan, namun perjumpaan dengan pertapa Gunung Pesagi mengubah haluan hidup Jalu menuju jalan kebenaran. Saat sang guru berhasil bebas berkat bantuan iblis, Jalu harus menghadapi sosok yang membesarkannya itu dalam pertempuran besar demi menjaga kedamaian dunia yang kini menjadi tanggung jawabnya.
Sampul Novel Pengantin Pengganti Mafia Berdarah Dingin
8.7
Dominic Toretto tega menjual anaknya demi harta dengan menjanjikan pernikahan kepada keluarga De Luca yang kejam. Alessia Toretto akhirnya memilih maju demi menggantikan posisi adiknya untuk menikahi seorang bos mafia pembunuh berdarah dingin. Tanpa diduga, keputusan nekat ini justru menjerumuskannya ke dalam pusaran konflik hidup dan mati. Kini Alessia harus berjuang menemukan keberanian demi melawan nasib kelam yang telah dipaksakan padanya.