Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Jodoh Wasiat Nenek

Jodoh Wasiat Nenek

Persahabatan masa kecil Jingga dan Davin berujung pada pernikahan karena wasiat nenek mereka. Sayangnya, Davin tak punya rasa cinta dan memilih mengejar karier di luar negeri. Saat kembali, ia membawa wanita lain dan menuntut cerai. Jingga yang terluka akhirnya setuju untuk berpisah. Bertahun-tahun kemudian, takdir mempertemukan mereka lagi. Namun, Jingga kini membawa seorang anak kecil yang wajahnya sangat mirip Davin. Siapakah sebenarnya identitas bocah itu?
Bab
Bagikan

Bab 2

Bagaikan tersayat oleh belati tajam dan hati Jingga sangat terluka oleh apa yang ia dapat. Jika hanya mendapat perlakukan dingin dari Davin mungkin ia masih bisa berbesar hati menerima. Tapi dengan tidak ada satu orang pun yang mengatakan bahwa Davin akan pergi meninggalkannya adalah hal yang sangat menyakitkan bagi Jingga.

Bagaimana tidak? Semua orang seolah sengaja berbohong dan menutupi semua darinya. Entah apapun alasannya tapi bagi Jingga itu sangatlah tidak adil. Namun apa yang bisa dilakukan Jingga, ia bahkan tidak bisa merubah keputusan Davin yang telah disetujui oleh semua keluarga Barata.

Jingga pun hanya bisa mematung setelah mendengar ucapan Davin. Dengan tertunduk ia mencoba untuk menahan air matanya agar tidak jatuh. Tapi tak terduga ternyata ia melihat Davin mendekat padanya.

Ya, dengan nada datar Davin berkata, “Jangan berharap dan berpikir bahwa pernikahan kita akan sama seperti orang lain, Jingga. Kau harus sadar kita menikah di usia kita yang seharusnya masih sibuk mengejar mimpi. Dan aku tidak ingin kehilangan mimpi dalam hidupku!”

Jingga pun menatap sendu pada Davin dan ia mencoba untuk memahami apa yang dirasakan oleh Davin. Dalam mata Jingga, ia melihat sebuah ambisi dalam mata Davin. Ia melihat seorang pemuda yang ingin merealisasikan mimpi besar yang sudah lama ingin diwujudkan.

Lalu dengan lirih Jingga pun berkata, “Apa kamu berpikir bahwa aku akan menjadi penghalang untuk mimpimu, Vin? Sejak kecil aku selalu mendukung apapun yang kamu inginkan. Maka kali ini pun, aku tidak akan menjadi sandunganmu untuk meraih cita-citamu.”

Ya, Jingga berusaha keras untuk meluluhkan hatinya sendiri. Ia mencoba untuk mengerti dan memahami Davin bahwa Davin pun berhak bahagia. Toh ia harus belajar mengutamakan kepentingan Davin dan menjadi seorang Istri yang baik, itulah yang ada di dalam kepala Jingga.

Tapi bukannya mendapat sebuah pelukan atau setidaknya ucapan terima kasih karna Jingga sudah berbesar hati untuk mengerti, dengan dingin Davin justru kembali duduk di depan meja belajarnya dan melanjutkan mengutak atik laptopnya.

Tak ada yang bisa Jingga lakukan selain mencoba untuk tidur. Toh ia juga tidak bisa keluar dari kamar karna Patma pasti akan bertanya kenapa Jingga dan Davin tidak segera beristirahat.

Akhirnya Jingga pun merebahkan tubuhnya di atas ranjang yang tadinya hanya milik Davin seorang. Sudah jelas Jingga sangat canggung karna ia belum biasa dengan kamar Davin. Bahkan tempat tidur yang ia gunakan sekarang tak seperti ranjang yang selalu ia tiduri sejak ia masih kecil.

Meski banyak hal tidak nyaman yang ia hadapi di hari pertama menjadi seorang Istri, tapi Jingga tetaplah Jingga. Ia bukanlah gadis lemah yang akan menyerah begitu saja. Meski berat ia berusaha untuk menghadapi situasi baru dalam hidupnya.

***

Suara kicau burung samar-samar mulai sampai di telinga Jingga. Tak ayal Jingga pun mulai menggeliat di balik selimutnya. Seperti kebiasannya ia pun mulai menguap seraya meregangkan tubuhnya meski matanya masih terpejam.

Tapi kali ini Jingga merasa ada yang berbeda ketika ia bangun. Ia merasakan ada sesuatu yang terasa berat dan membuatnya tidak bisa bergerak bebas. Meski matanya masih terasa sepat tapi ia berusaha untuk membuka matanya.

Betapa terkejutnya Jingga ketika ia menyadari bahwa sebuah tangan kekar kini berada di pinggangnya. Ya, entah sejak kapan Davin tidur di samping Jingga dan kini tangan Davin bahkan merangkul Jingga layaknya sebuah guling.

Jangan tanya. Seketika wajah Jingga pun merona seperti buah tomat matang. Bahkan jantungnya mendadak berdetak kencang dan membuatnya salah tingkah. Namun seketika ia terdiam ketika menatap wajah indah Davin yang tertidur dengan lelapnya.

Perlahan Jingga pun mengalihkan tangan Davin dari dirinya. Namun bukannya segera bangkit dari tempat tidur, Jingga justru terus duduk sembari menatap wajah sang Suami. Tentu saja, siapa yang tidak terpesona dengan wajah tampan Davin.

Bahkan Jingga pun akan terpesona jika menatap wajah Davin sedekat itu. Saking terpananya Jingga pada kerupawanan Davin hingga membuatnya tanpa sadar mengulurkan tangannya untuk menyentuh wajah Davin.

Dengan jari telunjuknya Jingga menyentuh hidung mancung Davin dengan lembut. Naluri nakal Jingga pun mulai muncul. Tanpa sepengetahuan Davin, Jingga kemudian mendekatkan wajahnya pada wajah Davin dan kali ini Jingga bahkan bisa merasakan hembusan nafas sang Suami.

Tanpa sengaja Jingga melihat rambut Davin yang bergerak-gerak akibat terkena hembusan nafas Jingga. Seperti bocah yang menemukan mainan baru maka Jingga pun mulai memainkan rambut Davin dengan meniupnya.

Akibatnya rambut Davin pun melambai-lambai dan menutupi sebagian kening Davin. Terganggu dengan rambutnya yang terus ditiup oleh Jingga maka Davin pun membuka matanya dengan tiba-tiba.

Seketika Jingga pun melonjak bahkan nyaris saja ia jatuh dari tempat tidur. Tanpa berkata apapun Davin terus menatap tajam pada Jingga dan itu membuat Jingga terkesiap. Jingga mematung dengan wajah kebingungan dan membuatnya terlihat bodoh.

“Apa yang kamu lakukan?! Aku tidur sangat larut semalam, jadi bisakah kamu tidak menggangguku?!” kata Davin.

“Ma-maaf, Vin. Tapi...apa kamu tidak mau sarapan dulu?”

Bukannya langsung menjawab tapi Davin justru merubah posisi tidurnya seraya menutup kepalanya dengan bantal. Lalu ia pun berkata di balik bantal, “Makan saja sendiri! Sudah kubilang jangan ganggu aku!”

Tak ingin mencari masalah maka Jingga pun segera bangkit dari tempat tidur dan meninggalkan Davin. Ia pun segera pergi ke kamar mandi dan dalam waktu singkat Jingga sudah rapi. Meski tidak lagi pergi ke sekolah seperti biasanya tapi kebiasaannya bangun pagi tidak bisa hilang.

Ia pun segera menuju dapur karna ketika di rumahnya ia sudah biasa menyiapkan makanannya sendiri di pagi hari. Tapi ketika Jingga sampai di dapur, ternyata Rima sang Ibu Mertua sudah berada di sana dan sedang memasak makanan untuk keluarga.

“Bibi? Sedang memasak apa? Hmmm...aromanya sepertinya sangat lezat!” kata Jingga.

“Loh, kamu sudah bangun Jingga? Hari ini kamu kan sudah tidak sekolah, jadi kenapa bangun sepagi ini?”

“Ini sudah pagi, Bi. Mana bisa tidur di pagi hari? Kata Nenek nanti rejekinya dipatok ayam!” ucap Jingga sambil terkekeh.

Candaan Jingga itu rupanya membuat sang Ibu Mertua cukup terhibur. Rima pun mencubit hidung Jingga lalu ia berkata, “Kamu ini sudah jadi keluarga Barata, Jingga. Jadi jangan memanggilku Bibi lagi! Seperti Davin maka kamu juga harus memanggilku Ibu.”

“Hehe...baiklah Bi...um, maksudku Ibu!”

Karna bantuan Jingga akhirnya hari ini hidangan untuk sarapan tersaji dengan cepat. Seperti biasa semua anggota keluarga sarapan pagi bersama di ruang makan. Ya, tentu saja kecuali Davin.

Tapi karna tidak melihat Davin, maka Rudi pun bertanya, “Davin kemana? Kok tidak ikut sarapan?”

“Um...semalam, Davin tidur sangat larut. Jadi tadi Davin bilang tidak ikut sarapan, Ayah....”

Sontak Rudi pun mengerutkan alisnya lalu dengan nada yang terdengar kesal ia berkata, “Memangnya apa yang dilakukan sampai tidur larut?! Bukankah sudah tidak ada lagi tugas sekolah?!”

“Se-semalam...Davin mengisi formulir pendaftaran Universitas di Singapura, Ayah....”

Mendengar jawaban dari Jingga sontak semua anggota keluarga pun sangat terkejut. Mereka tidak menyangka bahwa Jingga mengetahui bahwa Davin akan melanjutkan studinya di luar Negeri. Mereka memang berencana akan mengatakannya pada Jingga, tapi tentunya tidak di hari pertamanya sebagai anggota keluarga Barata.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Aku Tak Membencimu
8.5
Demi melunasi utang ibunya, Ayyara Faderica terpaksa menikahi CEO Kieran Bimantara. Meski Kieran memperlakukannya bak ratu karena rasa cinta yang lama terpendam, Ayyara justru sulit membuka hati dan diam-diam masih menjalin hubungan dengan mantan kekasihnya. Walau dikhianati, Kieran tetap gigih berjuang demi mendapatkan cinta sang istri. Akankah Ayyara akhirnya menyadari ketulusan Kieran, ataukah masa lalu akan menghancurkan pernikahan mereka?
Sampul Novel Ayo Bercerai!!
8.4
Adeline telah mencapai batas kesabarannya setelah terus-menerus dianggap remeh oleh Devon. Baginya, pria itu kini lebih buruk dari sampah yang tak bernilai. Ketegangan memuncak di ruang makan saat Devon mendengar hinaan Adeline secara langsung. Dengan amarah yang meluap, sang tuan muda mencengkeram dagu Adeline dan memberikan peringatan keras agar ia tidak mencoba bermain api. Namun, Adeline tidak lagi takut untuk melawan dominasi dingin suaminya tersebut.
Sampul Novel Ibu Mandul Melahirkan Sextuplets Untuk CEO Panas
8.9
Dikhianati Callan karena dianggap mandul, Amy memilih bercerai dan menghabiskan malam panas bersama seorang gigolo sebelum mengasingkan diri. Enam tahun berlalu, ia kembali membawa kejutan: enam anak kembar yang menggemaskan. Namun, Amy terkejut saat mengetahui bos barunya di NorthHill adalah pria dari masa lalunya itu. Di tengah perbedaan status, mampukah Amy menyembunyikan rahasia besar ini dari sang CEO berkuasa yang selama ini juga dikira tidak bisa memiliki keturunan?
Sampul Novel Impian Dongengku Hancur: Pengkhianatan Kejamnya
9.3
Sembilan tahun pernikahan indah arsitek brilian dengan Adrian Wijaya hancur seketika saat kecelakaan menghapus ingatan sang taipan. Adrian berubah menjadi monster kejam di bawah kendali Helena yang licik. Ia membunuh adikku, melumpuhkan kakiku, hingga merampas pita suaraku untuk diberikan pada Helena. Pengkhianatan ini mengubah cinta menjadi dendam membara. Aku memalsukan kematian dan siap menghancurkan kerajaannya. Saatnya sang monster membayar segalanya.
Sampul Novel Jodoh Pengganti
7.9
Shanaya menderita akibat perlakuan buruk keluarga kandungnya. Dianggap bak pembantu oleh ayah dan ibu tirinya, ia dipaksa menggantikan sang adik untuk menikahi putra keluarga Hartono. Sang adik menolak lamaran itu karena rumor mengerikan tentang sifat calon mempelai pria yang dikenal sangat kejam dan dingin. Tanpa pilihan, Shanaya harus menghadapi takdir baru yang penuh misteri. Akankah ia bertahan menghadapi pria yang ditakuti tersebut di dalam pernikahannya?
Sampul Novel Lepas dari Cintaku yang Pahit
8.3
Pasca kecelakaan tragis, Clara harus menelan kenyataan pahit saat suaminya, Daniel, justru lebih memilih menemani wanita lain di rumah sakit. Setelah tiga tahun pengabdian yang sia-sia, Clara justru diancam akan dipenjara oleh pria yang dicintainya itu. Tak sudi lagi bertahan, Clara menuntut cerai dan menggunakan uang kompensasi satu triliun rupiah miliknya untuk membalas penghinaan Daniel. Ia bertekad mengakhiri pernikahan beracun ini selamanya.