Sampul Novel Jodoh Pengganti

Jodoh Pengganti

7.9 / 10.0
Dalam novel Jodoh Pengganti, Shanaya dipaksa menikahi pewaris billionaire yang dikenal dingin demi menggantikan adik tirinya. Di balik kisah romance modern ini, ia harus menghadapi risiko besar di keluarga Hartono. Baca online novel ini untuk mengungkap kebenaran di balik rumor tersebut.
Ringkasan Jodoh Pengganti
Shanaya menderita akibat perlakuan buruk keluarga kandungnya. Dianggap bak pembantu oleh ayah dan ibu tirinya, ia dipaksa menggantikan sang adik untuk menikahi putra keluarga Hartono. Sang adik menolak lamaran itu karena rumor mengerikan tentang sifat calon mempelai pria yang dikenal sangat kejam dan dingin. Tanpa pilihan, Shanaya harus menghadapi takdir baru yang penuh misteri. Akankah ia bertahan menghadapi pria yang ditakuti tersebut di dalam pernikahannya?
Baca Selengkapnya

Jodoh Pengganti Bab 1

"Ada lamaran dari keluarga Hartono."

Seorang pria paruh usia, memulai pembicaraan. Dia duduk di kursi ruang keluarga. Disana, duduk anak dan juga istrinya. Di atas meja di hadapan mereka, tersaji makanan ringan dalam jar dan buah-buahan.

Sang istri menatap serius kepada sang suami. "Bagaimana profil anak dari keluarga Hartono?" tanya sang istri.

Sang suami menghela nafasnya, sedikit melirik ke arah anak perempuannya yang terlihat tidak tertarik. "Dari berita yang terdengar, dia terkenal dengan kekejamannya. Bahkan, ada beberapa kolega yang melamar pria itu untuk anaknya. Saat mereka mencoba untuk akrab dengan anak dari keluarga Hartono, kebanyakan dari mereka tidak sanggup berdekatan dengan pria itu. Akibat dia yang begitu dingin," jelasnya.

Sang anak tersenyum penuh arti, tidak berapa lama datang seorang wanita dengan nampan berisi minuman di tangannya. Senyum di wajahnya semakin merekah.

"Silahkan minumannya," ucap wanita yang tadi membawa nampan. Sambil meletakkan gelas jar berisi minuman di atas meja.

Anak perempuan itu lalu mengambil minuman di hadapannya. Dia menempelkan sedikit bibirnya pada tepi gelas. Setelahnya, hal yang tidak di inginkan wanita yang membawa nampan pun, terjadi. Minuman itu membasahi wajah dan juga tubuh bagian depannya. Dia tertunduk dalam, dengan tangan memegang nampan dengan erat.

"Minumannya kurang manis," sentak anak perempuan tersebut, sambil melempar gelas tepat ke arah wajah wanita itu. Perempuan yang bernama Zivana tersenyum senang melihat sang kakak yang basah akibat ulahnya.

Ya, wanita yang membawa nampan tersebut adalah kakak dari Zivana, lebih tepatnya kakak tiri.

"Dasar, anak tidak berguna," cela sang ibu dengan wajah merah padam mengarah kepada wanita itu

"Maafkan saya!" ucapnya, dia segera membersihkan bekas tumpahan minuman yang membasahi lantai.

Zivana tersenyum mengejek ke arah sang kakak mendengar celaan dari ibunya, untuk sang kakak.

"Berikan saja lamaran tersebut kepada kakak. Sepertinya, dia lebih cocok menerima lamaran tersebut!" usul Zivana, dia tersenyum puas membayangkan bertapa wanita yang tengah membersihkan lantai itu, hidupnya akan semakin menderita.

Sang ayah hanya melirik tanpa mencoba mencegah sang istri dan anak yang mencemooh anak sulungnya. Hati pria itu seperti mati, tidak memiliki perasaan sayang sedikitpun kepada anak sulungnya.

Sementara Shanaya, nama dari wanita yang membawa nampan itu. Dia tertunduk dalam mendengar perkataan adiknya. Dia dengan cepat membersihkan noda di lantai. Diambilnya gelas yang tadi di lempar oleh adiknya, lalu meletakkan gelas tersebut ke atas nampan.

Dia lalu berdiri. Sambil tertunduk dia berkata, "saya permisi ke belakang!"

"Kamu harus menggantikan adikmu untuk menerima lamaran dari keluarga Hartono," ucap sang ayah dengan nada dingin.

Shanaya yang sudah berbalik badan pun terhenti. Dengan bibir bergetar dan air mata yang hampir lolos. Dia menjawab tanpa menoleh.

"Baik, saya akan menerima lamaran keluarga Hartono," jawabnya.

Ibu dan anak itu melirik dengan senyum mengejek. Shanaya beranjak dari ruangan tersebut dengan langkah cepat. Dia berjalan menuju dapur dengan hati yang bergemuruh hebat.

Gelas di atas nampan hampir saja terjatuh, Ketika dia sampai ke dapur. Air mata yang sejak tadi di tahannya, tumpah. Dia menangis, meratapi nasibnya yang tidak disayangi oleh ayahnya sendiri.

Semenjak ibunya meninggal saat usianya satu tahun. Sejak itu pula ayahnya tidak lagi memperdulikan dirinya. Apalagi saat pria itu membawa wanita lain sebagai istri barunya. Semakin lah dirinya di perlakukan semena-mena.

"Apa salahku, Ma? Mengapa dunia seolah memperlakukan aku sesukanya!" serunya dengan nada lirih.

Seorang asisten rumah tangga menghampiri dirinya. Dia begitu prihatin dengan keadaan anak majikannya. Wanita cantik itu tak ubahnya seorang pembantu seperti dirinya. Tubuhnya begitu kurus, berbanding terbalik dengan tubuh Zivana. Wajahnya pun terlihat kusam, seperti bukan seorang wanita berusia 23 tahun.

Diusianya yang semestinya pergi keluar untuk hangout dengan teman sebayanya. Dia malah menghabiskan hidupnya dengan berbagai pekerjaan rumah tangga. Seperti memasak dan membersihkan rumah.

"Non Naya," panggilnya dengan lembut.

Shanaya menoleh, dia segera menghapus air matanya. Lalu memutar tubuhnya, tersenyum ke arah asisten rumah tangga yang selalu baik kepadanya itu.

"Mbok Rahma," ucapnya sambil tersenyum, Mbok Rahma terkesiap melihat wajah anak majikannya yang basah.

"Ya Allah, Non. Siapa lagi yang melakukan hal ini kepada Non Naya. Wajah Non Naya sampai basah dan kotor begini karena jus," pekik Mbok Rahma.

Tangannya langsung mengambil sapu tangan dari celemek nya. Membersihkan wajah Shanaya dengan lembut dan penuh kasih.

"Naya tidak hati-hati, Mbok! Makanya jusnya sampai tumpah ke wajah," jawab Shanaya.

Mbok Rahma tahu, anak majikannya berbohong. Dia sudah hafal dengan kelakuan ibu dan adik tiri Shanaya yang selalu menyiksa. Dia benar-benar tidak habis pikir mengapa ada orang sekejam itu. Padahal Shanaya selalu menghormati mereka dan selalu menutupi perbuatan buruk keduanya.

"Kenapa Non Naya menangis?" tanya Mbok Rahma saat melihat kedua mata Shanaya yang bengkak.

"Aku akan menikah, Mbok!" jawab Shanaya.

"Apa? Menikah? Dengan siapa?" tanya Mbok Rahma.

"Katanya putra dari keluarga Hartono," jawab Shanaya dengan ragu.

"Hartono? Maksudnya Xavier Hartono!" pekik Mbok Rahma.

"Mbok tahu siapa dia?" tanya Shanaya.

"Tentu saja! Gosipnya dia adalah pria yang kasar dan kejam. Bahkan tidak ada yang betah bersama dengan pria itu walau barang satu menit! Dari yang Mbok dengar seperti itu," jelas Mbok Rahma.

"Hahaha Mbok ini mengada-ada. Bagaimana Mbok bisa tahu tentang gosip itu Mbok?" kelakar Shanaya, mengalihkan rasa khawatirnya.

"Mbok ini sering pergi ke pasar dengan para asisten rumah tangga lainnya. Mereka mendengar cerita dari mulut ke mulut. Gosip itu sudah menyebar, Non!" jelas Mbok Rahma.

"Bisa saja itu putra keluarga Hartono yang lain," sela Shanaya. "Sudahlah, aku mau mencuci gelas ini dulu." Shanaya memutar tubuhnya membelakangi Mbok Rahma.

Tangannya gemetar mendengar cerita yang Mbok Rahma katakan. Dia takut jika orang yang Mbok Rahma katakan adalah orang yang sama yang akan dijodohkan dengan dirinya.

Tanpa mereka ketahui Zivana mengintip pembicaraan mereka. Dia tersenyum senang mendengar cerita Mbok Rahma. Dia semakin yakin, jika Shanaya akan menderita dengan pernikahannya nanti.

"Aku harap, kamu mati di tangan pria itu, Kak!" desisnya.

***

Seorang pria dengan kacamata yang bertengger di hidung mancungnya tengah sibuk dengan laptop di hadapannya. Saat sebuah panggilan dari ponselnya mengalihkan perhatiannya. Dia melepas kacamatanya dan meletakan di atas meja. Setelahnya, mengambil ponsel.

Pria itu menghela nafas saat melihat Id Call di layar ponselnya yang bertuliskan nama 'Papa'. Dia memijit pelan pelipisnya yang tiba-tiba pusing. Pria tua di seberang sana tidak akan pernah jera untuk menjodohkan dirinya. Dengan berat hati, dia menjawab panggilan papanya.

"Kali ini siapa lagi, pa?" tanya pria itu to the point.

"Assalamualaikum, Nak!" sapaan lembut dari suara ibunya, membuat dirinya sedikit terkejut.

"Mama, aku kira Papa yang menelpon. Kenapa menggunakan ponsel Papa, ma!" Pria itu berjalan menuju kaca besar di ruangannya. Melihat kendaraan di bawah sana, yang sepertinya tidak pernah lelah berlalu lalang.

"Maaf Nak, Papa sebenarnya yang menghubungi kamu. Tapi, Papa tidak sanggup mendengar penolakan darimu. Makanya, mama yang berbicara," jelas sang mama.

"Apa ini tentang perjodohan lagi? Sudah berapa kali Xavier katakan Ma kalau ...

"Nak, dengarkan mama sebentar saja. Lamaran papa di terima, keluarga Yuda akan menyerahkan anak sulungnya untuk di jadikan istri olehmu. Mama harap kali ini, kamu tidak akan menolaknya. Mama ingin, kamu ada yang menemani, nak!"

Xavier menghela nafasnya, entah alasan apa yang orang tuanya miliki. Sehingga dia harus selalu di hadapkan dengan situasi seperti ini.

"Bagaimana jika dia pergi, seperti yang sudah-sudah?" tanya Xavier, pelan.

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi Jodoh Pengganti

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Terbaru

Sampul Novel Boneka Suami, Kebenaran Pahit Terkuak
8.4
Pasca membela diri dari pelecehan ayah mertuanya hingga koma, istri malang ini mendapati suaminya, Rangga, berpura-pura menjadi pelindung. Namun, sebuah pesan rahasia mengungkap fakta keji bahwa ia hanyalah umpan dalam rencana warisan asuransi. Rangga sengaja membiarkan ayahnya menyerang sang istri demi menyingkirkan orang tuanya tanpa mengotori tangan sendiri. Kini, api dendam membara; sang istri bersumpah akan merebut segalanya dan menjebloskan Rangga ke penjara.
Sampul Novel Perjalanan Zera
9.0
Setiap peristiwa dalam hidup merupakan bentuk pelajaran berharga yang Allah SWT berikan kepada hamba-Nya. Kisah ini mengajak pembaca merenungi bahwa besarnya kenikmatan yang dirasakan akan selalu sejalan dengan ketulusan hati dalam bersyukur. Melalui perjalanan Zera, kita diingatkan bahwa tidak ada kejadian yang sia-sia, karena setiap momen membawa hikmah mendalam bagi mereka yang mau membuka mata dan menghargai segala pemberian-Nya.
Sampul Novel Pesona Ibu Susu Anakku
7.8
Bima terkejut saat Jenny, gadis SMA yang pernah ia bantu, kini menjadi ibu susu anaknya. Meski masih muda, Jenny tengah mengandung, memicu misteri tentang masa lalunya. Pesona Jenny perlahan memikat hati Bima meski ia sudah beristri. Sebuah kesalahpahaman akhirnya memaksa mereka menikah siri. Bima berniat menceraikan istri pertamanya, Soraya, demi Jenny, namun Jenny menolak menyakiti sesama wanita. Akankah Soraya bertahan atau justru tersingkir dari posisi istri sah?
Sampul Novel Rahasia Seorang Ibu
9.5
Di balik senyum hangat Rani Ramadhani, tersimpan duka mendalam yang tak pernah ia bagi kepada anak-anaknya. Yuna, sang putri, mengira kehidupan ibunya baik-baik saja hingga maut menjemput Rani secara mendadak. Kepergian sang ibu meninggalkan sebuah buku harian yang menjadi kunci pembuka tabir masa lalu. Melalui catatan rahasia tersebut, Yuna mulai menyadari bahwa sosok ibunya menyimpan beban berat dan misteri kelam yang selama ini sengaja disembunyikan darinya.
Sampul Novel Tambatan Hati
9.6
Reynand Arya Wijaya adalah duda mapan yang menutup hati akibat dikhianati mantan istrinya di masa lalu. Setelah berjuang dari titik nol dan ditinggalkan demi pria lain, ia kini hanya fokus membesarkan putranya sendirian. Namun, kehadiran Amanda Mey Diana, seorang guru TK yang tulus, mulai meruntuhkan tembok pertahanannya. Meski trauma akan cinta masih membekas, kasih sayang Mey kepada anaknya membuat Reynand perlahan belajar membuka diri untuk sebuah kesempatan kedua.
Sampul Novel Terpaksa Menikahi Duda Kaya
8.9
Samantha Pradana harus mengorbankan prinsip cintanya demi menikahi Rayhan Wijaya, duda kaya yang tampak sempurna namun menyimpan luka masa lalu. Pernikahan ini menjadi medan konflik antara kewajiban keluarga dan impian Samantha akan cinta sejati. Meski Rayhan mulai membuka hati, bayang-bayang mendiang istrinya terus membayangi hubungan mereka. Keduanya kini terjebak dalam dilema emosional, berjuang menghadapi rintangan pedih demi menemukan kebahagiaan baru.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan