Sampul Novel Pembalasan Istri Kedua

Pembalasan Istri Kedua

9.7 / 10.0
Dalam novel romance Pembalasan Istri Kedua, Alena menghadapi pengkhianatan Juna yang memuja istri pertamanya. Kini ia harus memilih antara bertahan atau menuntut keadilan. Baca kisah modern novel ini untuk melihat bagaimana Alena membalas dendam dalam salah satu romance stories terbaik.
Ringkasan Pembalasan Istri Kedua
Juna selalu meyakinkan Alena bahwa ia adalah cinta pertama sekaligus terakhir dalam pernikahan mereka. Namun, janji manis itu perlahan hancur saat kenyataan pahit mulai terungkap ke permukaan. Di tengah pengkhianatan yang tak terduga, Alena kini berdiri di persimpangan jalan yang sulit. Haruskah ia tetap bertahan menerima Juna, atau justru merancang pembalasan yang setimpal? Sebuah kisah tentang luka hati dan perjuangan mencari keadilan dalam cinta.
Baca Selengkapnya

Pembalasan Istri Kedua Bab 1

Part 1

“Mas, ada telpon!” teriakku dari kamar, karena Mas Juna sedang sibuk memasak di dapur. Dia tidak mendengar panggilanku. Aku pun berinisiatif untuk mengangkat telpon itu sambil berjalan kearah Mas Juna yang sibuk dengan panci dan bumbu dapur lainnya, kulihat dengan cekatan ia memasak masakan kesukaanku dengan lihai, tapi tiba-tiba saja pemandangan romantis itu teralihkan karena aku mendengar suara anak laki-laki yang memanggil ‘papa’ dalam suara telpon. Kulihat kembali siapa yang menelpon dan memastikan bahwa tidak ada orang yang salah menelpon ke nomor suamiku.

Tertera di sana, Pak Abdul, tapi kenapa suara anak laki-laki yang memanggil papa?

[Siapa?] tanyaku, memastikan siapa lawan bicara di seberang sana.

[Papa mana?] tanya anak itu dengan pertanyaan juga.

“Siapa dek?” Tanya Mas Juna, lalu mengulurkan tangannya meminta hp tersebut.

Aku memberikannya pada Mas Juna, dengan tatapan bingung dan penuh tanda tanya.

“Dia bilang, papa mana?” jawabku meniru pertanyaan anak kecil tadi.

Mas Juna langsung memucat, salah tingkah, tanpa menjawab pertanyaanku, ia mulai berbicara dengan si penelpon, Setelah pembicaraannya selesai, aku segera memberondonginya dengan pertanyaan.

“Siapa yang menelpon?” tanyaku penasaran.

“Pak Abdul, sekertaris perusahaan.” jawabnya kaku dengan memalingkan wajah. Tidak seperti biasanya Mas Juna kalau berbicara denganku pasti menatapku dengan penuh cinta dan mesra. Perusahaanku memang rata-rata laki-laki sampai sekertaris pun, aku meminta pada papaku menyediakan laki-laki. Ini untuk menghindari perselingkuhan yang biasanya terjadi antara atasan yang di lakukan dengan bawahannya, apalagi Mas Juna idaman para wanita, kaya, mapan, tampan.

“Anak kecil tadi siapa?” tanyaku menuntut penjelasan.

“Oh, dia keponakannya Pak Abdul, katanya salah nelpon di kira nomor Ayahnya” jawab Mas Juna gelagapan.

Kenapa tingkah Mas Juna tidak seperti biasanya? Apa ada yang dia sembunyikan dariku hingga tingkahnya aneh begitu? Aku curiga jangan-jangan dia berbohong padaku.

“Dek, kok ngelamun, yuk makan!” ajaknya, lalu berjalan kearah meja makan tanpa menggandeng tanganku. Selama dua tahun pernikahan, ia akan selalu menggandengku kemanapun pergi, meskipun hal kecil sekalipun, bergandengan tangan di dalam rumah mau ke kamar bareng, ke ruang keluarga kami akan selalu menggemgam atau sekedar bergandengan tangan sudah menjadi kebiasaan sejak lama bagi kami, apalagi pergi jalan-jalan Mas Juna akan selalu mesra padaku. Tapi kenapa dengan hari ini, Apa dia lupa, atau ada hal lainnya?

“Eh, Iya Mas, yuk” jawabku, lalu mengikuti langkah lebarnya. Dan aku pun mematung saja di samping Mas Juna.

“Kenapa tidak duduk?” tanyanya dengan bingung karena melihatku masih berdiri saja.

Ah, bukannya biasanya dia akan menarikkan kursi untukku, lalu berucap dengan mesra selamat makan sayang, makan yang banyak dengan tatapan penuh cinta. Sebenarnya apa yang di pikirkannya hingga melupakan kebiasaan-kebiasaan kecil kami?

“I-iya Mas.” Aku menghembuskan nafas kasar, lalu duduk dan menyendok nasi serta lauk pauk yang sudah tersedia. Aku memainkan sendok hingga menimbulkan bunyi dentingan yang mengisi ruang makan ini. Masakan Mas Juna yang biasanya terasa nikmat di lidah dan menggugah rasa laparku kini terasa hambar, seperti masakan yang kurang garam atau penyedap rasa lainnya. Atau karena aku merasa ada yang aneh dengan tingkah Mas Juna yang berubah?

“Dek, aku berangkat kerja dulu ya,” setelah menyelesaikan sarapannya ia langsung meluncur tanpa menghiraukan panggilanku. Kenapa kamu Mas Juna? Kenapa terburu-buru, ini bukan sifat kamu.

Aku menenangkan pikiranku dengan melakukan pekerjaan rumah mulai dari berkemas dan merapikan kamar kami. Tetapi sikap Mas Juna yang mulai berubah, membuat pikiran itu kembali mengusik. Lalu hati berprasangka baik, mungkin saja Ia sedang banyak pikiran, hingga ia lupa kebiasaan-kebiasaan kecil kami.

Suara bel berbunyi membuyarkan lamunanku tentang sikap Mas Juna, aku pun bergegas melihat kedepan, dengan agak sedikit berlari aku segera menghampiri pintu depan, karena kamarku terletak di lantai dua membuat sedikit lama untuk sampai ke teras, suara bel pun seperti di pencet berkali-kali menandakan sangat mendesak sekali. Siapa sebenarnya yang bertamu sepagi ini? Aku mengomel lirih karena sepertinya tamu itu tidak sabaran sekali.

Segera ku buka pintu depan dengan nafas menahan emosi karena bel rumahku seperti akan mau putus urat kabelnya. Setelah terbuka, Kulihat wanita cantik dengan pakaian yang menunjukkan lekukan tubuhnya. Wajah ayu nya terpoles sempurna oleh make up dengan bibir merah menyala.

“Cari siapa?” tanyaku ramah dengan menyunggingkan senyuman.

Tanpa ijin dariku, wanita itu menerobos masuk dengan langkah yang sangat angkuh, kakinya ia hentakkan dan dagunya ia angkat layaknya Nyonya besar sedang memandang remeh kepada pembantunya, seperti di sinetron ikan terbang.

“Bagus juga rumahmu ya!” ia mulai berbicara tanpa aku faham arah pembicaraannya. Dan tentu saja apa yang di katakannya memang benar, rumah ini hasil kerja kerasku, tanpa bantuan papa ku yang kaya raya saja aku bisa membeli rumah mewah dan mobil yang di naiki Mas Juna sekarang pun mobil hasil kerja kerasku.

“Maksud Ibu apa ya?” tanyaku masih dalam kebingungan.

“Istri kedua, kau tidak mau aku sebut sebagai pelakor kan!?” ucapnya dengan angkuh sambil memegang daguku. Dengan tatapannya yang nyalang seakan-akan ingin membunuhku.

Hatiku terasa tertusuk ribuan belati, bukan. bahkan ratusan ribu kalipun sakitnya masih teramat sakit. Kutatap mata nyalang itu dengan penuh kebingungan dan kekecewaan yang bercampur aduk, siapa sebenarnya wanita ini, apa ia istri pertama Mas Juna? Tapi, bukankah Mas Juna bilang Ia masih lajang?

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi Pembalasan Istri Kedua

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Terbaru

Sampul Novel Cinta Seroja
8.2
Seroja Wijaya adalah kembang desa rupawan anak petani di tanah Sunda. Meski banyak pria desa hingga kota ingin meminangnya, ia selalu menolak demi menunda pernikahan. Suatu hari, sang abah menjodohkannya dengan juragan sayur dari kampung tetangga. Sayangnya, pernikahan itu berakhir cerai karena Seroja hanya merasa kecewa. Di tengah luka, ia bertemu Alzidan, teman masa kecil yang sempat pindah ke kota. Pertemuan itu membawa mereka ke pelaminan dan hidup bahagia.
Sampul Novel Pijat Tunanetra Kapal Pesiar
8.1
Ada rahasia gelap di balik kemewahan perayaan tahun baru di Kapal Pesiar Lautan, di mana deretan terapis wanita tunanetra dihadirkan untuk dipilih para tamu. Demi menyelidiki hilangnya sang kakak, sang protagonis nekat memalsukan identitasnya sebagai perempuan buta agar bisa menyusup ke sana. Rencananya berjalan lancar hingga seorang tokoh besar yang sangat berpengaruh memilihnya. Di dalam kamar tertutup, pria misterius itu menguji penglihatannya dan menantangnya dengan permainan yang jauh lebih berbahaya.
Sampul Novel Skandal Satu Malam
8.5
Insiden salah kamar menjerumuskan Claudia ke dalam kemelut hubungan terlarang. Christian, yang seharusnya menghabiskan malam bersama calon istrinya, justru berakhir di ranjang Claudia, adik iparnya sendiri. Keadaan kian pelik saat mereka terpaksa tinggal di bawah atap yang sama. Terjebak dalam lingkaran api, mereka harus menyembunyikan skandal panas ini dari siapa pun. Akankah rahasia mereka terbongkar, ataukah kesalahan satu malam ini akan mengubah segalanya?
Sampul Novel Suamiku Memilih Maduku
9.0
Demi menarik kembali perhatian Radwan, Arlisa nekat meminta sang suami berpoligami. Ia berharap kehadiran orang ketiga memicu rasa cemburu dan kerinduan Radwan padanya. Namun, rencana itu menjadi bumerang saat Radwan justru jatuh cinta pada istri barunya. Arlisa kini terjebak menyaksikan kemesraan yang dulu miliknya kini berpindah tangan. Di tengah rasa sesak dan pengkhianatan, akankah Arlisa tetap bertahan atau mencari kehangatan di pelukan pria lain?
Sampul Novel Terungkapnya Kebiasaan Buruk Suamiku
9.5
Indira tak menyangka Agung tega mengkhianati pernikahan mereka dengan menjalin hubungan gelap di belakangnya. Menghadapi pengkhianatan suami yang membagi hati dengan Zahra, Indira sadar bahwa memberi pelajaran saja tidak cukup. Ia harus berani mengambil langkah tegas untuk meninggalkan pria tak tahu malu itu demi harga dirinya. Ikuti perjuangan emosional Indira dalam menghadapi kemelut rumah tangga dan keputusannya untuk mencari keadilan serta kebahagiaan baru.
Sampul Novel Warisan Pacar 3 Bulan
8.6
Hidup Donny berubah total setelah kecelakaan merenggut nyawa kekasihnya yang baru dipacari selama tiga bulan. Ia terkejut saat menerima amanah terakhir untuk membesarkan Morin, putri sang pacar yang berusia delapan tahun. Sebagai pria lajang, Donny harus beradaptasi menjadi ayah bagi anak perempuan yang bertingkah aneh. Namun, rahasia asal-usul Morin mulai terungkap perlahan. Kini, bahaya mengintai mereka karena rentetan kecelakaan misterius terus mengejar.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan