Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Jodoh Wasiat Nenek

Jodoh Wasiat Nenek

Persahabatan masa kecil Jingga dan Davin berujung pada pernikahan karena wasiat nenek mereka. Sayangnya, Davin tak punya rasa cinta dan memilih mengejar karier di luar negeri. Saat kembali, ia membawa wanita lain dan menuntut cerai. Jingga yang terluka akhirnya setuju untuk berpisah. Bertahun-tahun kemudian, takdir mempertemukan mereka lagi. Namun, Jingga kini membawa seorang anak kecil yang wajahnya sangat mirip Davin. Siapakah sebenarnya identitas bocah itu?
Bab
Bagikan

Bab 3

Seketika semua anggota keluarga Barata yang duduk di ruang makan pun menjadi tegang. Rasa bersalah tentu saja menyelimuti diri mereka karna mereka tidak memberitau Jingga akan rencana kepergian Davin.

Bahkan meski Jingga sama sekali tidak menunut penjelasan pada mereka, tetap saja pada akhirnya Patma sebagai anggota keluarga yang paling tua pun harus turun tangan dan menjelaskan semua pada Jingga.

“Jingga...Nenek minta maaf untuk hal ini. Nenek tau kamu pasti sangat sedih dengan kepergian Davin, tapi....”

Belum sempat Patma menyelesaikan ucapannya namun Jingga lebih dulu menyela, “Kenapa Nenek harus minta maaf? Tidak masalah dari siapa aku mengetahui tentang rencana kepergian Davin. Lagipula aku tidak mempermasalahkan hal itu. Aku justru akan bangga jika nanti Davin kembali dengan membawa kesuksesan!”

Untuk sesaat semua anggota keluarga Barata pun tertegun karna ucapan bijaksana Jingga yang bahkan masih sangat belia itu. Di saat seharusnya ia memiliki hak untuk protes dan menentang keinginan Davin, tapi Jingga tidak melakukan itu meski jelas hatinya pun ia korbankan.

Sontak Rima menghambur memeluk Jingga yang sangat pengertian terhadap Putranya yang kadang membuatnya jengkel itu. Bulir air mata pun mulai menetes dari pelupuk mata Rima karna suasana haru.

“Kau bahkan jauh lebih dewasa dibandingkan dengan kami semua, Jingga. Sungguh keluarga Barata telah menemukan sebuah permata seperti dirimu,” ucap Rima penuh haru.

“Ibu, jangan menjadi sedih begitu! Lagipula bukankah membahagiakan keluarga adalah tugasku sebagai menantu?” celetuk Jingga berusaha menghibur.

Seperti biasa Rima pun mulai mencubit hidung Jingga jika ia gemas dengan tingkah sang menantu. Dan karna Jingga lah masalah yang ditakutkan oleh semua keluarga akhirnya terselesaikan. Dan di sela kegiatan makan mereka Jingga berusaha untuk bernegosiasi agar ia masih diperbolehkan bekerja.

“Um...Nenek, Ayah...karna Davin akan pergi ke luar Negeri, jadi...bolehkan kalau aku tetap bekerja?” kata Jingga.

Awalnya Rudi merasa tidak setuju dengan keinginan Jingga. Tapi berkat Rima yang tidak tega melihat Jingga, akhirnya semua keluarga pun setuju dan mengizinkan Jingga untuk bekerja.

“Tapi Ayah tidak mau kalau kamu pulang terlalu malam, Jingga!” ucap Rudi mewanti-wanti.

“Tidak masalah, Ayah. Aku akan mencoba meminta sift pagi, jadi setidaknya aku akan pulang di sore hari,”

Mereka pun lega mendengar janji Jingga. Meski sebenarnya masih khawatir, tapi mereka sadar mereka akan membuat Jingga tertekan jika memaksakan Jingga untuk tidak bekerja.

Satu minggu pun berlalu dan Universitas di Singapura memberi kabar bahwa Davin diterima di sana. Dan hari ini adalah hari keberangkatan Davin menuju Singapura karna lusa Davin sudah memulai kegiatan belajarnya.

Semua keluarga termasuk Jingga turut hadir dan mengantar kepergian Davin sampai di bandara. Ya, bandara International Juanda yang merupakan satu-satunya bandara terbesar di Jawa Timur itu nampak cukup lenggang hari ini.

Tak begitu banyak penumpang yang memadati bandara karna hari ini adalah hari efektif. Sembari menunggu jam terbang pesawat yang ternyata mengalami penundaan selama satu jam, akhirnya keluarga Barata memutuskan untuk menunggu di ruang tunggu.

Sesekali Rima melirik pada Jingga yang nampak canggung meski ia dan Davin sudah menikah. Sementara Davin justru terlihat cuek dan sibuk dengan ponselnya dari tadi. Melihat itu maka Rima mendekati Jingga dan berbisik padanya, “Jingga, kamu tidak mau menghabiskan waktu bersama Davin barang sebentar? Ini adalah saat terakhir sebelum kalian berpisah!”

“Um...ya, Bu. Tapi kami masih bisa menelpon kan nantinya, jarak bukan lagi masalah di zaman sekarang,” kata Jingga berusaha menghibur dirinya.

Tapi sudah pasti Rima tidak setuju dengan alasan Jingga. Tak kehabisan akal ia pun mengajak Patma dan Rudi pergi ke coffeshop dan beralasan akan membeli kopi. Padahal sebenarnya ia sengaja membuat Davin dan Jingga berdua saja agar mereka bisa leluasa.

Namun yang terjadi bahkan tak seperti yang dibayangkan oleh Rima. Davin bahkan sama sekali tidak peduli meski ia akan meninggalkan Jingga yang sekarang sudah menjadi Istrinya.

“Um...Vin. Apakah semua keperluanmu sudah lengkap?” tanya Jingga berusaha mencairkan keheningan.

Tapi jangankan bermanis-manis di hari perpisahan Davin justru terus sibuk dengan ponsel dan hanya menjawab, “Hm...”

“Oh ya, Vin. Kira-kira jam berapa aku bisa menelponmu jika kamu sudah di Singapura?”

“Jangan coba menelponku jika aku tidak menelponmu! Aku bahkan tidak bisa memastikan kapan aku sibuk atau tidak,”

Sontak Jingga pun tercengan dengan jawaban Davin. Tapi lagi-lagi Jingga selalu berusaha untuk mengerti dan ia tidak mempermasalahkan apapun yang dikatakan oleh Davin. Ia selalu mengatakan pada dirinya sendiri bahwa Davin manjadi prioritasnya.

Pada akhirnya Jingga pun terdiam karna ia sadar bahwa saat ini Davin sedang tidak ingin untuk bicara. Tak lama terdengar pengumuman bahwa penumpang pesawat menuju Singapura diharap untuk segera naik ke dalam pesawat karna pesawat akan lepas landas.

Patma dan Rima memeluk Davin penuh haru ketika melepaskan kepergian Davin yang untuk pertama kalinya pergi jauh dari rumah. Sementara itu Jingga hanya diam tertunduk karna dari awal ia sudah mendapat reaksi tidak mengenakkan dari Davin.

Tapi tanpa terduga ternyata Davin berkata, “Jingga! Ayo antar aku sampai ke pos penjagaan!”

Untuk sesaat Jingga tertegun namun akhirnya ia pun mengantar Davin. Bahkan tak terbayangkan tiba-tiba Davin menggenggam tangan Jingga dan menggandengnya dengan santai.

Davin dan Jingga pun terhenti di depan pos penjagaan karna mereka harus berpisah di sana. Dan tak disangka ternyata Davin memeluk Jingga di sana. Antara senang dan terkejut Jingga hanya bisa tertegun menerima pelukkan Davin.

“Jaga dirimu, Jingga. Oh ya, ada yang ingin kuberikan padamu,” kata Davin seraya merogoh saku celananya.

Ternyata Davin ingin memberikan sebuah kalung pada Jingga. Sebuah kalung manis dengan liontin yang jika dibuka, maka di dalamnya terdapat foto Jingga dan juga Davin. Meski itu adalah foto mereka ketika mereka masih kecil, tapi itu membuat Jingga luar biasa bahagia.

“Sebenarnya aku ingin memberikannya ketika hari kelulusan. Tapi karna saat itu kamu sedang sibuk dengan teman pria mu itu, aku jadi kesal dan lupa memberikan hadiah ini padamu!”

Sembari berusaha menahan air mata Jingga pun berkata, “Terimakasih, Vin.”

Jingga kemudian memeluk Davin dengan erat karna ia sangat bahagia dengan sikap Davin yang romantis itu. Lalu tanpa berpikir apapun Jingga dengan terus terang berkata, “Berjanjilah kamu akan kembali dengan membawa kesuksesan. Aku akan selalu menunggumu di sini, dan akan selalu mencintaimu....”

Ya, Davin memang memeluk Jingga. Tapi tersirat keraguan di wajahnya dan sama sekali tidak ada kata cinta yang keluar dari bibir Davin. Hingga akhirnya dengan sedikit terburu-buru Davin mencium kening Jingga dan kembali berkata, “Janga dirimu. Dan ingat, jangan pernah kembali ke kedai itu lagi apalagi pulang malam untuk bekerja!”

Davin pun pergi melewati pos penjagaan dan pergi meninggalkan Jingga di sana. Sejak hari itu, hampir setiap hari Jingga sering terlihat termenung menatap langit sore yang bersemu jingga. Meski ia berusaha tidak menunjukkan rasa sedihnya pada semua orang, tapi Patma selalu tau kalau Jingga benar-benar sedih setelah kepergian Davin.

Patma pun semakin merasa bersalah pada Jingga. Bukan tanpa alasan, semua itu terjadi beberapa bulan yang lalu sebelum pernikahan Jingga dan Davin. Dan ingatan Patma pun kembali pada hari itu....

Lanjut Nonton!
Cerita makin seru! Buka Aplikasi untuk melanjutkan membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Aku Tak Membencimu
8.5
Demi melunasi utang ibunya, Ayyara Faderica terpaksa menikahi CEO Kieran Bimantara. Meski Kieran memperlakukannya bak ratu karena rasa cinta yang lama terpendam, Ayyara justru sulit membuka hati dan diam-diam masih menjalin hubungan dengan mantan kekasihnya. Walau dikhianati, Kieran tetap gigih berjuang demi mendapatkan cinta sang istri. Akankah Ayyara akhirnya menyadari ketulusan Kieran, ataukah masa lalu akan menghancurkan pernikahan mereka?
Sampul Novel Dikejar Cinta Sang Billionaire Muda
9.5
Claire terjebak dalam obsesi Nathan, bos muda yang terus mengejarnya meski ia mengaku sudah bersuami. Ironisnya, Claire tidak sadar bahwa Nathan sebenarnya adalah Jonathan, suaminya sendiri yang sengaja mendekatinya demi memicu perceraian agar bisa kembali ke sang mantan. Namun, keteguhan hati Claire justru membuat rencana Jonathan berantakan. Saat bencana besar melanda dan Claire memilih pergi, akankah Jonathan sanggup merelakan wanita yang kini ia cintai?
Sampul Novel Kembalinya Pewaris yang Ditinggalkan
8.2
Tiga tahun pengabdian Chelsea berakhir pahit saat sang kekasih mencampakkannya di altar demi wanita lain. Namun, status gadis desa itu hanyalah kedok. Chelsea bangkit sebagai pewaris tunggal konglomerat terkaya dan menguasai kekayaan triliunan. Di tengah gempuran musuh yang iri akan kesuksesannya, ia justru menemukan sekutu tak terduga. Nicholas, pria yang dikenal dingin dan kejam, kini berdiri di sisinya untuk mendukung setiap langkah balas dendamnya.
Sampul Novel Lyana
8.4
Lyana adalah wanita sederhana yang bekerja keras demi menyokong hidup keluarganya di desa. Namun, masa depannya hancur seketika setelah bertemu dengan Justin, seorang pria kaya raya yang memiliki sifat sangat angkuh. Dalam kondisi mabuk berat dan hilang kesadaran, Justin melakukan tindakan keji yang merusak hidup Lyana. Kini, Lyana terjebak dalam nestapa akibat perbuatan Justin. Apakah sang miliarder akan bertanggung jawab, atau justru melarikan diri?
Sampul Novel PANGERAN MALAYSIA MENIKAHI JANDA BIG SIZE ANAK 14
8.4
Zunara berjuang membesarkan 14 anaknya meski penuh lelah. Hidupnya berubah saat Tengku Salman, pangeran Malaysia, menyelamatkan putranya, Zafran, dari maut. Meski hanya ingin kebahagiaan anak-anaknya, Zunara mulai terpikat oleh tatapan sang pangeran. Di sisi lain, Salman yang terbiasa hidup formal merasa tersentuh oleh ketangguhan Zunara. Kini, sang bangsawan bimbang apakah ia harus mengejar cinta wanita itu dan melampaui sekat status sosial mereka.
Sampul Novel SANG PEMUAS BIRAHI
8.7
Sang Pemuas Birahi menyajikan antologi cerita pendek dewasa yang mengeksplorasi hasrat mendalam antar manusia. Setiap kisah mengusung latar belakang profesi beragam, mulai dari CEO berwibawa, tentara, hingga dinamika rumit antara mertua dan menantu. Dengan narasi eksplisit 21+, pembaca akan dibawa menyelami fantasi romantis yang intens dan menggairahkan. Kumpulan cerpen ini dirancang khusus untuk memuaskan imajinasi melalui alur cerita panas yang penuh godaan.