Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Jodoh Pengganti

Jodoh Pengganti

Shanaya menderita akibat perlakuan buruk keluarga kandungnya. Dianggap bak pembantu oleh ayah dan ibu tirinya, ia dipaksa menggantikan sang adik untuk menikahi putra keluarga Hartono. Sang adik menolak lamaran itu karena rumor mengerikan tentang sifat calon mempelai pria yang dikenal sangat kejam dan dingin. Tanpa pilihan, Shanaya harus menghadapi takdir baru yang penuh misteri. Akankah ia bertahan menghadapi pria yang ditakuti tersebut di dalam pernikahannya?
Bab
Bagikan

Bab 2

Xavier melirik sekilas wanita yang tengah duduk menghadap dirinya dengan bekal makan siang yang entah apa isinya. Baju kurang bahan yang dia kenakan nampak menyesakkan untuk di kenakan. Dia heran, mengapa banyak wanita mau mengenakan pakaian seperti itu. Bukankah, rasanya sangat tidak nyaman?

Wanita ini entah yang ke berapa, yang mencoba mendekati dirinya. Mereka menggunakan koneksi orang tuanya untuk mencoba mendekati dirinya. Karena orang tuanya, sengaja membuat sayembara mencarikan jodoh untuknya.

"Apakah aku sudah setua itu sampai harus mencari jodoh untukku lewat sayembara, itu kuno Pa. Aku bisa mencari jodohku sendiri, jangan seperti ini. Aku hanya dibuat pusing dengan tingkah para wanita yang datang dengan berbagai karakter yang membuat kepalaku pusing!" keluh Xavier kepada orang tuanya lewat sambungan telepon kala itu.

"Vier! Kamu tidak akan mencari pasangan selagi kesibukan kamu tidak kamu hentikan. Mau sampai kapan Papa dan Mama melihat kamu melajang. Usia Papa dan Mama sudah tidak muda lagi, Nak! Papa dan Mama ingin melihat kamu memiliki pasangan dan hidup bahagia dengan anak dan istrimu."

"Tapi Pa, bukankah jodoh sudah Tuhan takdirkan untuk kita. Sudahlah, biarkan jalan Tuhan saja yang bermain. Jangan membuat sayembara segala, malu aku Pa! Sudah seperti bujang lapuk saja!" bantah Xavier.

"Tuhan akan memberikan kepada siapa yang berusaha, Nak! Ini usaha yang Papa lakukan untukmu. Sudahlah, jalani saja! Lagipula, Papa hanya membuat sayembara lewat teman-teman kolega Papa saja. Atau kamu mau, Papa buatkan sayembara online dan menyebarkan selembaran agar banyak lagi wanita yang datang?" seru Emier, nama Papa Xavier.

"Ok cukup, Pa! Jangan membuat aku gila. Aku akan mencoba menjalaninya. Tapi, jika yang terakhir ini tidak cocok untukku. Ku mohon, hentikan semua kegilaan ini. Mereka hanya menghambat pekerjaan ku saja!" timpal Xavier.

"Baiklah, Nak! Ini yang terakhir!" balas Emier.

Xavier kembali pada keadaan saat ini, wanita itu nampak bosan karena dirinya hanya diam saja. Ponsel milik wanita itu berkali-kali berbunyi. Membuat fokusnya, terganggu.

"Tolong, angkat panggilan dari ponselmu, itu sangat mengganggu!" perintah Xavier dengan tanpa menatap wanita di hadapannya.

"Aku bisa mengangkatnya lain waktu, dia bisa menunggu. Apakah pekerjaanmu masih banyak, bukankah seharusnya kamu makan siang dulu! Ini sudah waktunya makan siang. Jangan memforsir tubuhmu seperti itu, tidak baik!" jawab wanita di hadapannya.

"Aku akan makan siang, dari masakan yang di masak oleh orang kepercayaanku. Maaf, aku tidak terbiasa dengan masakan dari orang lain," balas Xavier dengan nada dingin.

"Bagaimana kita bisa saling dekat, jika kamu saja tidak bisa membuka hatimu untuk orang lain. Bukankah kita harus saling berkenalan! Bagaimana kalau kita makan di restoran saja, jika kamu tidak percaya dengan masakan yang aku buat!" usul wanita itu sambil berjalan mendekati Xavier.

Tangannya terulur untuk menyentuh lengan pria itu. Namun, Xavier lebih dahulu mencegahnya. "Jangan menyentuhku!" tolak Xavier dengan tegas.

"Mengapa? Bukankah kita nantinya akan lebih dari saling menyentuh!" ungkapnya dengan nada manja. Dia masih belum menyerah meski Xavier telah mengacuhkan dirinya.

"Siapa yang kamu maksud 'kita'? Aku bahkan tidak tahu siapa dirimu. Jangan terlalu berangan-angan untuk menjadikan hubungan kita lebih jauh lagi. Aku tidak akan menjalin hubungan dengan wanita penggoda sepertimu!" tegas Xavier.

"Apa? Wanita menggoda!" teriak wanita itu dengan wajah merah padam.

Wanita itu begitu tersinggung dengan ucapan Xavier. Dia menatap tajam ke arah Xavier, dadanya naik turun karena emosi.

"Kenapa? Kamu tersinggung? Lihat pakaian yang kamu kenakan! Apa namanya kalau bukan wanita penggoda. Kamu memamerkan lekuk tubuhmu supaya aku tertarik. Itu tidak akan berhasil! Kamu malah membuat aku muak dan jijik. Kenapa kalian suka sekali memamerkan bentuk tubuh seperti itu? Nanti, saat pria memperlakukan kalian dengan tidak baik, kalian marah dan mengatakan kami melakukan pelecehan."

Kata-kata Xavier memukul telak wanita itu. Dia memang sengaja berpenampilan seperti itu agar menarik perhatian Xavier. Tapi rupanya, pria itu menyebut dirinya wanita penggoda. Sungguh dia tidak habis pikir dengan selera pria di depannya.

"Pergilah, pekerjaanku sangat banyak!" usir Xavier.

"Aku akan memperbaiki penampilanku, jika kamu mau. Maafkan aku jika ...

"Tidak usah, aku tidak ingin melihatmu untuk yang kedua kalinya!" sela Xavier. Dia kembali berkutat dengan pekerjaannya, tanpa memperdulikan wanita yang berdiri di sampingnya dengan ekspresi tidak terbaca.

***

"Kamu yang membuat mereka pergi, Vier!"

Lamunan Xavier tertarik pada keadaan saat ini. Dia menghela nafas mendengar ucapan Mamanya. Memang dirinya yang menolak mereka semua. Itupun karena kelakuan mereka yang aneh-aneh.

"Ma, Vier hanya ingin menikah dengan wanita sederhana seperti Mama. Bukan dengan mereka yang senang memakai pakaian kurang bahan. Mama tahu itu!" timpal Xavier dengan nada lembut. Dia tidak bisa meninggikan suaranya saat berhadapan dengan mamanya.

"Tapi, bukankah semua itu bisa dirubah, Nak! Kamu bisa membimbingnya untuk berubah!" ucap mamanya dengan lembut.

"Mereka sudah terbiasa dengan pakaian yang mereka kenakan, Ma! Dan itu akan sangat sulit dirubah," elak Xavier.

"Baiklah, Nak! Terserah kamu saja! Tapi, untuk kali ini, tolong kamu menurut kepada Papa dan Mama. Temui keluarga Yuda, jika dirasa anaknya tidak cocok denganmu. Jangan di teruskan! Papa dan Mama tidak akan memaksa dirimu lagi!" ucap Mama dengan berat hati.

"Baik. Vier akan menuruti keinginan Mama. Tapi, ini yang terakhir. Jangan ada yang lainnya lagi! Biarkan Vier yang menentukan dengan siapa Vier akan menikah!" jawabnya.

"Baiklah, Nak! Mama tutup dulu sambungan teleponnya. Assalamualaikum!"

"Waalaikumsalam!"

Xavier termenung setelah panggilan terputus. Dia tidak tertarik lagi dengan lembar pekerjaan di hadapannya. Dia membuka pesan yang dikirim oleh orang tuanya.

"Ini alamat rumah keluarga Yuda. Ini yang terakhir. Setelah ini, terserah bagaimana dengan keputusanmu. Papa dan Mama tidak akan memaksakan kehendak lagi."

Xavier berdiri, dia mengambil kunci mobil dan juga jas yang dia simpan di hanger stand. Berjalan keluar dari ruangannya. Dia memutuskan untuk pulang ke rumah.

***

"Bersiaplah. Besok pria dari keluarga Hartono akan datang ke rumah. Berpakaianlah yang layak," ucap Yuda kepada Shanaya dengan tanpa menoleh. Ketika wanita itu tengah menghidangkan makan malam.

"Baik!" jawabnya dengan singkat.

"Apakah Kakak mau gaun bekas aku pakai? Ah, sebaiknya tidak usah. Pakaian lusuh itu lebih pantas Kakak kenakan, itu menunjukkan siapa Kakak sebenarnya!" cela Zivana adik tiri Shanaya dengan wajah mengejek.

"Benar sekali, dia tidak akan cocok dengan pakaianmu yang mahal," timpal Winny, ibu tiri Shanaya. Tawa meremehkan mereka pecah.

"Saya permisi," ucap Shanaya tanpa memperdulikan cemoohan yang ditunjukkan ibu dan anak itu kepada dirinya.

***

Xavier sampai di rumah dan langsung menuju kamarnya untuk membersihkan diri. Setelah selesai membersihkan diri, dia menuju ruang ganti pakaian. Langkahnya terhenti saat melihat sebuah wig yang tergeletak di lemari pakaian. Dia ingat apa yang kakaknya lakukan kepadanya dengan wig tersebut. Tiba-tiba sebuah ide terbersit di dalam hatinya.

"Apakah aku bisa menemukan cinta sejati ku dengan wig ini?"

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Ahli Warisnya yang Tersembunyi, Pelariannya
9.6
Malam pameran seni perdanaku hancur saat suamiku justru muncul di berita demi melindungi wanita lain. Pesan singkatnya yang dingin menegaskan bahwa aku bukan prioritasnya. Selama ini, dia meremehkan bakatku, padahal karyaku adalah fondasi kekayaannya. Lelah diabaikan, aku menyusun strategi cerai yang cerdik. Aku akan menyamarkan dokumen perceraian sebagai berkas hak cipta biasa, memanfaatkan kesombongannya agar dia segera menandatanganinya tanpa curiga.
Sampul Novel ANTARA BISNIS DAN CINTA
9.4
Pasca kematian ayahnya, Jessica Marie Armantyo harus memimpin PT Gembira Raya karena Arnold, kakaknya, terjerat judi. Masalah memuncak saat Joshua Danujaya merebut posisi pemegang saham mayoritas lewat utang Arnold. Jessica yang skeptis terpaksa bekerja sama dengan Joshua yang ambisius. Di sisi lain, hubungan sepuluh tahun Jessica dan Alan kandas karena karier YouTube Alan. Di tengah patah hati, pesona Joshua mulai menggoyahkan kebencian Jessica. Akankah cinta bersemi dari persaingan bisnis ini?
Sampul Novel Balas Dendam Kejam Sang Mantan
9.2
Sepuluh tahun membangun CiptaKarya, aku dikhianati Baskara tepat saat kontrak 800 miliar di depan mata. Di tengah kehamilan, posisiku direbut Saskia, si anak magang, sementara Baskara bersikap dingin. Namun, mereka lupa bahwa algoritma inti perusahaan adalah milikku secara hukum. Aku pun memutuskan pergi dengan menuntut hak penuh. Untuk membalas dendam, aku menghubungi Revan Adriansyah, rival terberat yang kini menjadi sekutu terakhirku.
Sampul Novel Dosen Killerku Ternyata CEO
7.9
Demi masa depan putrinya, Surya Dinata menjodohkan Alzena dengan Emilio Cullen, dosen berdarah campuran yang terpaut usia lima belas tahun lebih tua. Alzena terjebak dilema karena ia telah memiliki kekasih bernama Jody. Di balik sosoknya yang tegas, Emilio ternyata seorang CEO pewaris takhta kekayaan yang menyembunyikan identitas aslinya. Akankah Alzena memilih cinta sejatinya, atau justru terjerat dalam rahasia besar suaminya yang tak pernah jujur?
Sampul Novel OH MY EDWARD : ATASANKU GEBETANKU
8.9
Edward Kenneth adalah CEO sukses yang trauma akan cinta akibat kegagalan masa lalu. Khawatir dengan sikap tertutup cucunya, Opa Bram membayar Zuri Agnesa untuk memikat hati Edward setelah melunasi utang keluarganya. Terikat misi rahasia, Zuri masuk ke hidup Edward hingga mereka menikah dengan perjanjian tersembunyi. Akankah Zuri berhasil meluluhkan hati sang bos, atau rahasia di balik kehadiran Zuri justru akan menghancurkan hubungan mereka saat kebenaran terungkap?
Sampul Novel Suamiku Pengangguran Akut
8.7
Farida terjebak dalam pernikahan rumit bersama Adam, pria manja yang enggan bekerja. Sejak awal, hubungan mereka ditentang oleh Nadia, sang ibu mertua yang selalu menyudutkan Farida. Meski terus dihina sebagai beban, Farida terpaksa meminta bantuan pangan ke rumah Nadia demi bertahan hidup. Di bawah tekanan mertua yang dominan dan suami yang tidak bertanggung jawab, sanggupkah Farida mempertahankan rumah tangganya yang penuh penderitaan dan konflik ini?