Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Jodoh Pengganti

Jodoh Pengganti

Shanaya menderita akibat perlakuan buruk keluarga kandungnya. Dianggap bak pembantu oleh ayah dan ibu tirinya, ia dipaksa menggantikan sang adik untuk menikahi putra keluarga Hartono. Sang adik menolak lamaran itu karena rumor mengerikan tentang sifat calon mempelai pria yang dikenal sangat kejam dan dingin. Tanpa pilihan, Shanaya harus menghadapi takdir baru yang penuh misteri. Akankah ia bertahan menghadapi pria yang ditakuti tersebut di dalam pernikahannya?
Bab
Bagikan

Bab 3

Shanaya tengah termenung di kamarnya. Dia bingung, harus memakai baju apa untuk acara esok hari. Dia mengeluarkan pakaian yang dia miliki dari dalam lemari pakaian. Yang hanya beberapa helai itu. Warnanya pun sudah usang, menandakan jika pakaiannya sudah tidak layak di gunakan. Karena seringnya dia pakai.

Dia tidak memiliki pakaian bagus. Bahkan, dia tidak pernah pergi ke luar hanya untuk membeli pakaian untuk dirinya. Hidupnya, dia habiskan di dalam rumah dengan berbagai pekerjaan yang tidak ada habisnya. Dari dia bangun pagi sampai menjelang tidur.

Di rumah ini ada beberapa pekerja rumah tangga. Tapi, dirinya seolah tidak kekurangan bahan untuk di kerjakan. Ada saja yang harus dirinya kerjakan. Meski pekerjaan tersebut tidak terlalu penting. Shanaya tidak pernah di biarkan menganggur tanpa pekerjaan.

Ketukan di pintu menyentak lamunan Shanaya. Dia menoleh ke arah pintu, bertanya dalam hati siapa gerangan malam-malam begini mengetuk pintu kamarnya.

"Non Naya, ini Mbok. Apa Non Naya sudah tidur?" Suara khas dari Mbok Rahma terdengar, Shanaya yang tadinya waspada berubah jadi tenang.

"Masuk Mbok, Naya belum tidur!" panggil Shanaya dengan suara pelan, mempersilahkan Mbok Rahma masuk.

Pintu terbuka memperlihatkan Mbok Rahma. Di tangannya, dia menangkup sebuah kain bungkusan. Shanaya mengernyit melihat Mbok Rahma menutup pintu sambil melirik ke kanan dan ke kiri.

"Mbok kenapa?" tanya Shanaya bingung.

"Tidak apa-apa. Maaf Mbok mengganggu waktu istirahat Non Naya." Mbok Rahma duduk di hadapan Shanaya.

Dia membuka kain bungkusan yang sedari tadi menarik perhatian Shanaya.

"Ini apa Mbok?" tanya Shanaya dengan nada penasaran yang tidak bisa dia sembunyikan.

"Ini adalah gaun peninggalan Nyonya. Saat Tuan memerintahkan si Mbok untuk membakarnya. Si Mbok menyembunyikan gaun ini. Karena menurut si Mbok, Non Naya pasti akan membutuhkan gaun ini suatu saat nanti. Gaun ini adalah gaun yang di kenakan oleh Nyonya saat dia menikah dengan Tuan."

Shanaya mengamati gaun pengantin yang terlihat masih bagus walau usianya telah puluhan tahun. Karena bahan dengan kualitas terbaik, jadilah gaun tersebut masih nampak bagus.

Shanaya juga mengambil beberapa dress indah peninggalan ibunya. Rupanya, bentuk tubuhnya menurun dari ibunya. Shanaya mencium dress tersebut, mengambil aroma dari dress yang pernah di pakai oleh mendiang ibunya.

Mbok Rahma memandang haru ke arah Shanaya. Dia tahu, baju-baju itu akan sangat dibutuhkan suatu saat nanti. Karena itulah saat dia di perintahkan untuk membakar barang peninggalan nyonyanya, dia memilih menyembunyikan sebagian pakaian tersebut untuk di berikan kepada Shanaya suatu saat nanti.

Mbok Rahma menggenggam tangan Shanaya dengan lembut. Tangan kanannya terulur menyentuh wajah kusam Shanaya dengan penuh kasih. Anak kecil yang dia rawat dengan penuh kasih kini sebentar lagi akan menikah.

Naya memejamkan matanya saat tangan rapuh Mbok Rahma menyentuh pipinya. Dadanya penuh sesak, entah apa yang di rasakan oleh Shanaya. Entah dia harus bahagia ataukah dia harus sedih karena sebentar lagi akan dilamar seseorang yang bahkan tidak dia kenal.

Dia teringat ucapan Mbok Rahma dan juga Zivana, tentang pria yang akan melamarnya. Bagaimana jika ucapan mereka benar? Bahwa dia adalah pria yang kejam. Apakah dia akan disiksa sama seperti saat dia di rumah ini.

"Mbok harap, kamu hidup bahagia dalam pernikahanmu nanti, Non. Sudah cukup selama 23 tahun ini hidupmu penuh dengan kesedihan. Semoga pria yang melamar nanti memberikan kebahagiaan yang tidak pernah kamu dapatkan di rumah ini," kata Mbok Rahma dengan tulus.

"Semoga saja, dia tidak berubah pikiran setelah melihat aku yang akan dia lamar," kelakar Shanaya, mengalihkan rasa dalam dirinya yang berhasil membuatnya gugup.

"Jika dia pria yang tulus, dia akan melihat apa yang tidak dilihat oleh orang lain!" ucap Mbok Rahma. Shanaya menanggapi dengan sebuah senyuman.

***

Pagi itu, cuacanya cukup cerah. Seorang pria menyambut pagi dengan penampilan berbeda. Sebuah wig dengan model rambut gimbal tertempel rapi di kepalanya. Dia memoles sedikit bedak untuk menutupi kulit aslinya.

Dalam sekejap dia berubah jadi pria yang terlihat, kucel. Sungguh penampilannya sangat tidak enak di pandang mata. Bahkan, dia sendiri pangling dengan dirinya.

Setelah memakai jas yang dia beli dari toko pakaian pinggir jalan. Dia keluar dari kamar, menuruni tangga selanjutnya, dia pergi ke ruang makan untuk sarapan.

Diminumnya susu yang telah di sediakan oleh asisten rumah tangganya. Saat dia tengah menikmati sandwich, sebuah pukulan mendarat di punggungnya. Tidak memakai benda tumpul, tapi mampu membuat dirinya meringis.

"Sakit," ringisnya, dia sampai melepaskan sandwich dari tangannya.

"Siapa kamu, main masuk ke dalam rumah dan memakan makanan milik Tuan!" sentak wanita paruh baya dengan garang. Dia memukuli pria itu dengan brutal, menyisakan rasa perih di tubuh pria itu.

"Mba Jum sakit, ini Vier Mbok." Pria yang tidak lain adalah Xavier meringis memohon ampun.

Tapi, wanita paruh baya yang bernama Jumi itu tidak mempercayai ucapan Xavier. Dia kembali memukuli Xavier.

"Berani kamu ya, mengaku sebagai Tuan Vier. Ayo bangun kamu, bisa-bisanya kamu masuk ke dalam rumah. Dimana sih Pak Diman, kenapa rumah bisa sampai kemasukan orang asing seperti ini!"

Mba Jumi menarik Xavier untuk berdiri dan menghadap dirinya. Saking kuatnya tarikan tersebut membuat wig yang di kenakan Xavier terlepas. Mba Jumi melotot melihat memang benar dia adalah Tuannya.

"Kenapa Tuan Vier berpakaian seperti ini?" pekik Mba Jumi.

Xavier meringis merasakan tubuhnya yang sakit akibat pukulan Mba Jumi. Untung saja wajahnya tidak terkena pukulan. Jika terkena, bisa di pastikan wajahnya lebam dan orang akan menganggap dirinya seorang kriminal.

"Jelaskan kepada Mba Jum, kenapa Tuan Vier berpakaian seperti ini!" tuntut Mba Jumi. Dia mengamati Xavier yang memasangkan kembali wignya.

Wanita yang telah mengurusnya sejak kecil itu menatap heran. Menilik penampilan tuannya yang tidak seperti biasanya.

"Saya ingin melamar seorang wanita pilihan papa dan mama," jawab Xavier. Kini mereka tengah duduk di kursi meja makan.

"Lalu, mengapa Tuan harus berpenampilan seperti ini?" tanya Mba Jumi dengan penasaran.

"Aku ingin melihat, bagaimana mereka menilai penampilan ku yang seperti ini. Apakah mereka akan menerima lamaran ku atau menolaknya!" jelas Xavier.

"Apa Tuan sengaja supaya lamaran kali ini gagal lagi?" tebak Mba Jumi.

"Sudah berapa kali aku bilang ke mereka, Mba. Aku tidak mau mereka ikut campur urusan jodohku. Tapi, mereka tetap saja melakukan hal itu. Mereka bilang, ini yang terkahir. Makanya, aku melakukan hal ini. Agar saat lamaranku ditolak, aku akan terbebas dari mereka!" Mba Jumi mendesah.

Anak bayi yang dia rawat dengan penuh kasih kini telah tumbuh besar. Karena dia selalu jauh dari kedua orang tuanya, membuat pria di hadapannya sedikit keras dan pembangkang. Dia lebih suka sibuk bekerja daripada memikirkan tentang pernikahan.

Baginya, menikah hanya akan membuatnya pusing. Dia harus menyesuaikan diri dengan pasangannya. Dia harus mengerti dengan sikap dan perilaku pasangannya. Dia harus menyesuaikan segala sesuatu yang berhubungan dengan pasangan.

Kedua orang tuanya menikah karena perjodohan. Mereka sibuk dengan pekerjaan masing-masing. Lebih banyak meninggalkan Xavier dengan Mba Jumi. Kasih sayang dari kedua orang tuanya sangat kurang dan bisa dihitung jari. Bahkan waktu mereka berkumpul bersama atau pergi jalan-jalan bersama pun dapat di hitung jari.

Xavier tidak ingin menikah dengan cara dijodohkan. Itulah mengapa dia mati-matian menolak wanita yang mendekati dirinya. Dengan atau tanpa campur tangan darinya. Para wanita akan mundur saat merasakan aura kejam dari mulut Xavier.

Apalagi wanita dengan pakaian sexy, jangan harap dia masuk dalam kriteria pilihan Xavier.

"Bagaimana jika kali ini, Tuan lah yang meminta wanita itu untuk berada disisi Tuan?" tanya Mba Jumi.

Xavier tertawa mendengar pertanyaan Mba Jumi. "Tidak mungkin Mba, aku tidak akan tertarik dengannya! Pasti mereka akan menolak ku dengan penampilan seperti ini! Bahkan sebelum aku masuk ke dalam rumahnya!" ucapnya dengan penuh percaya diri.

Lanjut Nonton!
Cerita makin seru! Buka Aplikasi untuk melanjutkan membaca
Buka Semua Episode
Cari "95LAS" di moboreader para membaca buku selengkapnya.
Salin kode dan cari di aplikasi Moboreader untuk melanjutkan membaca.
95LAS
Salin
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Balas dendam sang pewaris yang tak bertopeng
8.1
Saat tiba di bar miliknya, sang pemilik terkejut mengetahui Lucas, kekasihnya yang mengaku bangkrut, memesan ruang mewah. Lewat kamera pengawas, terungkap Lucas hanya menjadikannya bahan taruhan dan memanfaatkannya demi uang. Lucas bahkan menghina dirinya miskin di depan wanita lain. Merasa dikhianati, sang pewaris asli ini akhirnya mengungkap identitas aslinya. Ia mempermalukan Lucas yang berlutut dengan tumpukan uang sebagai pembalasan yang setimpal.
Sampul Novel Bos Terkutuk: Jauhi Aku!
8.6
Lima tahun pengabdian Valerie sebagai sekretaris berujung sia-sia saat Edwin membuangnya ke kantor cabang. Namun, pengasingan itu justru menjadi awal kebahagiaannya. Saat seorang pria baru mendekat dan warisan miliarder dari ayahnya menanti, Valerie menyadari betapa suram masa lalunya. Ketika Edwin yang sombong menuduhnya gagal move on di sebuah pesta, Valerie dengan berani membalas ejekan mantan bosnya itu. Kini, roda berputar dan dialah yang memegang kendali.
Sampul Novel CINTA DI BALIK TOPENG
9.5
Seorang pebisnis ternama menyembunyikan identitas aslinya sebagai pemimpin dunia bawah yang ditakuti. Takdir mempertemukannya dengan wanita penuh teka-teki yang juga memendam rahasia kelam. Di tengah kemewahan dan bahaya, benih cinta mulai tumbuh, memaksa mereka menghadapi konflik batin yang hebat. Hubungan ini penuh godaan mematikan saat topeng masing-masing perlahan retak, mengancam keselamatan serta posisi kekuasaan yang selama ini mereka bangun.
Sampul Novel DENDAM SANG CEO
9.6
Bram, CEO angkuh yang gagal move on dari Melisa, berencana menghancurkan Adam dengan memanfaatkan adiknya, Agni. Bram berpura-pura mencintai Agni hingga berhasil mendapatkan segalanya, namun niat busuk itu akhirnya terbongkar. Meski awalnya hanya ingin balas dendam, benih cinta tulus justru tumbuh di hati Bram. Sayangnya, Adam menentang keras hubungan ini karena sejarah persaingan bisnis mereka. Kini Agni terjepit antara perjodohan dengan Alan atau memilih Bram yang egois.
Sampul Novel DIBUANG MANTAN, DIKEJAR CEO SULTAN
9.8
Demi menyelamatkan ayahnya dari ibu tiri, Aruna terpaksa menjadi pengasuh Maira, putri dari bosnya yang bernama Brahmana. Namun, pengabdian di kediaman sang CEO justru menjeratnya dalam dilema antara kebencian masa lalu dan cinta yang mulai tumbuh. Meski mencoba pergi, ketulusan Maira dan kejujuran Brahmana terus mengejarnya. Aruna kini terjebak dalam pilihan sulit: mempertahankan dendam demi sang ayah atau menyerah pada dekapan cinta sang sultan.
Sampul Novel Kontrak Pewaris Lima Miliyar
8.0
Narendra Adipradana, miliarder dingin yang enggan menikah, terpaksa mencari pewaris demi tuntutan ayahnya. Ia menawarkan lima miliar rupiah kepada Kirana Maheswari, gadis desa yang terdesak utang, untuk mengandung anaknya melalui sebuah transaksi tanpa rasa. Namun, saat kehamilan Kirana dimulai, dinding pertahanan Narendra goyah. Akankah hubungan profesional ini berubah menjadi cinta sejati, atau justru Kirana akan pergi meninggalkan kehampaan setelah tugasnya usai?