Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Jeritan yang Tak Terdengar

Jeritan yang Tak Terdengar

Dalam novel modern bergenre horor misteri berjudul Jeritan yang Tak Terdengar, nasib tragis menimpa Yolanda di hari ulang tahunnya. Dituduh mendorong sepupunya hingga cedera, Yolanda harus menerima kemarahan brutal sang ayah yang memukulinya hingga sekarat. Demi memberi pelajaran, ia dikurung di ruang bawah tanah yang gelap. Namun, saat pintu akhirnya dibuka kembali, sang ayah hanya mendapati tubuh putri kandungnya yang telah hancur dan membusuk dalam kesunyian.
Bab
Bagikan

Bab 3

Dengan gembira Kiara melompat-lompat kembali ke dalam rumah.

Aku mengikutinya masuk ke dalam kamar yang dulunya milikku.

Dulu, ini adalah kamar yang dipersiapkan oleh ibuku, tapi sekarang sudah tidak terlihat seperti sebelumnya.

Kiara berbaring di tempat tidur, tidak sabar untuk menelepon seseorang.

"Aku mau bilang, si tua Teddy itu sudah setuju."

Setelah itu, tidak tahu apa yang dikatakan di seberang telepon, tapi Kiara mengerutkan bibirnya dan berkata lagi.

"Tapi, kamu benar-benar nggak akan melepaskan Yolanda begitu saja, 'kan?"

....

Mendengar kata-kata Kiara, aku merasa sangat ketakutan.

Keesokan harinya, mereka pergi ke lokasi kompetisi dengan mobil.

Di sepanjang perjalanan, Ayah terlihat agak tidak fokus.

Matanya sesekali menatap ponsel, tetapi tidak melakukan apa-apa.

Aku mendekat dan baru menyadari bahwa namaku yang terpampang di layar itu.

Apakah Ayah ingin meneleponku?

Detik berikutnya, dia memang menelepon seperti yang aku duga.

"Maaf, nomor yang Anda hubungi ...."

Namun, sebelum kalimat itu selesai, Ayah sudah memutuskan panggilan.

Wajahnya terlihat sangat tidak senang, ada kemarahan yang tidak bisa ditahan di wajahnya.

Mungkin karena aku tidak pernah mengabaikan teleponnya.

Namun, sekarang aku sudah mati.

Aku tidak akan pernah bisa menjawab teleponnya lagi.

Meski begitu, kejadian kecil ini tidak mempengaruhi semangatnya.

Seiring lampu menyala, Kiara muncul dengan anggun seperti seekor angsa putih.

Ayah terpaku memandangnya, matanya berbinar-binar penuh kekaguman.

Tante Sandra pernah bilang ibuku juga seorang penari balet yang hebat.

Aku juga sering membayangkan diriku berdiri di atas panggung.

Akan tetapi, harapan itu dihancurkan oleh perkataan Ayah.

Pada hari itu, dia menatapku dengan dingin dan berkata.

"Seumur hidupmu, jangan pernah berpikir untuk belajar menari, aku mual melihatnya!"

Meski begitu, dia tidak ragu menyewa guru balet terbaik untuk Kiara, bahkan menyiapkan ruang latihan khusus untuknya.

Kini, melihat Kiara yang bersinar, hatiku rasanya seperti ditusuk jarum, sakit sekali.

Setelah pertunjukan selesai, Ayah bersiap membawa Kiara makan malam sebagai hadiah.

Namun, baru saja mereka keluar dari tempat acara, Tante Sandra langsung menelepon.

"Kak Teddy! Apa pun yang terjadi, Yolanda tetaplah putrimu dan kakakku, bagaimana kamu bisa memukulnya begitu keras?"

Terdengar suara Tante Sandra terisak dari telepon.

Namun, setelah menyebutkan ibuku, Ayah langsung berubah jadi marah.

"Dia yang menyebabkan kematian Susan. Dia membunuh ibunya sendiri! Aku nggak punya anak perempuan sekejam itu!"

"Dia bahkan berani mendorong Kiara dari tangga, kalau nggak dihukum, dia bisa saja melakukan yang lebih berbahaya!"

Air mata segera memburamkan pandanganku.

Aku tahu Ayah selalu menyalahkanku atas kematian ibuku, tetapi aku tidak tahu bahwa kebenciannya sebesar ini.

Namun, Ayah, jika waktu bisa diulang, lebih baik aku yang mati daripada Ibu.

Setelah hening sejenak, akhirnya Tante Sandra berkata sambil terisak.

"Tapi kamu ... kamu juga nggak bisa membunuh Yolanda begitu saja!"

Ayah tertegun sejenak.

Aku memperhatikan matanya, berharap dia akan cemas atau khawatir.

Namun, dia hanya berkata dengan dingin dan acuh tak acuh.

"Kamu sudah dewasa, masih saja ikut-ikutan dengan dia bermain sandiwara seperti ini!"

"Dia masih kecil, belum dewasa, kamu juga mau ikut-ikutan buat masalah?"

Suaranya keras, menarik perhatian orang-orang di sekitarnya.

Di tengah hiruk pikuk percakapan yang ramai, suara Tante Sandra terdengar lemah dan serak dari seberang telepon.

"Mayat Yolanda terbaring di rumahmu, lihatlah sendiri apa kami sedang bersandiwara."

Setelah itu, telepon langsung terputus.

Ayah hanya tertegun di sana, tidak bergerak sama sekali.

Melihat itu, Kiara bertanya dengan nada hati-hati.

"Om Teddy, bagaimana kalau kita pulang dan melihat?"

Baru saat itu sepertinya Ayah tersadar, lalu berbicara dengan nada tidak sabar seperti biasanya.

"Baik! Aku ingin tahu apakah dia benar-benar mati atau berpura-pura!"

Tak lama kemudian, mereka kembali ke rumah keluarga Limanta.

Begitu turun dari mobil, Ayah langsung menuju ruang tamu dengan marah.

Namun, saat melihat Tante Sandra yang berlutut sambil menangis terisak, dia langsung berhenti.

Di depan Tante Sandra, terbaring mayatku yang sudah membusuk dan tidak berbentuk.

Lanjut Nonton!
Cerita makin seru! Buka Aplikasi untuk melanjutkan membaca
Buka Semua Episode
Cari "B94137" di goodnovel para membaca buku selengkapnya.
Salin kode dan cari di aplikasi NovelShort untuk melanjutkan membaca.
B94137
Salin

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Escape
8.1
Emily Watson, model cantik yang terancam bahaya, berada dalam lindungan Ethan Davis, pemilik perusahaan keamanan elite di London. Dr. Watson menyewa jasa Ethan demi menjaga rahasia besar putrinya, sebelum ia ditemukan tewas mengenaskan tanpa kepala. Di tengah pelarian dan ancaman pembunuhan, Ethan dan Emily harus menghadapi trauma masa lalu mereka yang kelam. Akankah cinta yang lahir dari kegelapan ini mampu menyelamatkan mereka dari intrik mematikan yang mengintai di setiap sudut kota?
Sampul Novel Hitungan Mundur Di Atas Kepala
8.1
Kemampuan melihat angka kematian di atas kepala orang terdekat membuatku dicap pembawa sial. Ketiga kakak laki-lakiku membenciku setelah kakek, ayah, dan ibu tewas dalam sehari sesuai ramalanku. Anehnya, adik perempuan kami yang kelahirannya merenggut nyawa ibu justru dipuja sebagai pembawa berkah. Di hari ulang tahunku yang kedelapan belas, cermin menunjukkan hitungan mundur ajalku sendiri. Usai membeli kotak abu, aku memasak hidangan terakhir untuk berkumpul bersama kakak-kakakku. Namun, hingga waktu itu habis, tak ada satu pun dari mereka yang datang menemui diriku.
Sampul Novel Kuakhiri Dendam Ini
9.0
Kehidupan tenang Anisa hancur dalam sekejap saat suaminya, Barry, kembali dari perjalanan luar negeri. Kegembiraan menyambut kepulangan sang suami berubah menjadi kengerian luar biasa ketika sebuah koper miliknya dibuka. Di dalamnya, tersimpan jasad seorang wanita cantik yang tidak bernyawa. Penemuan mayat misterius ini memicu huru-hara di rumah mereka, menyeret Anisa ke dalam pusaran misteri kelam yang mengancam segalanya.
Sampul Novel Makanan Menjijikkan Dari Mertua
8.0
Kehidupan rumah tangga seorang pria berubah menjadi mimpi buruk yang mencekam. Ia terjebak dalam lingkaran keluarga penuh rahasia gelap, di mana istri dan mertuanya ternyata penganut ilmu hitam yang keji. Konflik memuncak saat sang tokoh utama tidak lagi memiliki pilihan selain menghadapi tekanan luar biasa. Ia dipaksa oleh orang-orang terdekatnya itu untuk mengabdi dan bersekutu dengan iblis demi memenuhi ambisi mistis mereka yang sangat mengerikan.