Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Jeratan Cinta Kakak Tiri

Jeratan Cinta Kakak Tiri

Luna hancur saat mengetahui Reno, cinta pertamanya, ternyata calon kakak tirinya. Meski hubungan ini terlarang, gairah mereka tak terbendung hingga keduanya nekat menjalin asmara rahasia yang penuh risiko. Kini, rahasia besar mengancam mereka saat Luna mengandung buah cinta yang seharusnya tidak pernah ada. Akankah mereka bertahan saat kenyataan pahit ini terungkap, ataukah masa depan Luna akan hancur demi mempertahankan cinta yang salah ini?
Bab
Bagikan

Bab 2

Senyuman di bibir Luna lenyap seketika saat ia melihat Reno yang berdiri tak jauh dari tempatnya duduk. Pria itu berhenti melangkah beberapa meter, tampak sama terkejutnya dengan Luna.

'Luna? Kenapa dia ada di sini?'

Tersadar. Reno kembali mendekat. Luna semakin yakin pria itu adalah Reno yang sama, Reno yang beberapa waktu ini mengisi hatinya. Reno yang begitu dia sukai, Reno yang telah membatalkan janji temu mereka malam ini.

Tapi, siapa sangka mereka akan tetap bertemu dalam situasi yang berbeda? Dan Luna jadi tahu alasan mengapa Reno membatalkan makan malam mereka.

Semuanya berdiri menyambut kedatangan Reno yang tampak rapi dengan setelan jas berwarna abu. "Reno, kenalkan ini Diana dan putrinya, Luna." Suara Lucas menyadarkan Luna dan Reno. Pria berusia 24 tahun itu menatap antara ayahnya, Diana, kemudian Luna. Dengan mudah dia memahami situasi yang ada.

"Moreno Peterson." Reno lantas memaksakan senyum dan mengulurkan tangan pada Diana, setelah itu pada... gadis cantik yang berdiri kaku di samping ibunya.

Luna terdiam sejenak menatap uluran tangan Reno. Kenapa baru sekarang ia menyadari kesamaan nama belakang Lucas dan Reno? Mereka sama-sama Peterson. Betapa bodohnya. Kemudian gadis itu menatap Diana yang tersenyum bahagia disampingnya. Apa yang harus dia lakukan sekarang?

"Emm... seb-" Reno hampir menurunkan tangannya dan bersiap berkata yang sejujurnya jika dia dan Luna telah saling mengenal. Namun, sayangnya Luna malah menerima uluran tangan tersebut dan memperkenalkan diri seolah mereka baru pertama kali bertemu. "Luna Gracia."

"Jadi, kau adalah calon adikku." Reno berkata. Meski raut wajahnya masih penuh keterkejutan.

Luna tak menjawab. Gadis itu memilih kembali duduk setelah melepas uluran tangannya dalam waktu singkat. Mereka semua pun duduk di tempat masing-masing dengan Reno yang tak bisa mengalihkan pandangan dari Luna yang kini menundukkan kepala di hadapannya.

"Ehem... senang bertemu dengan kalian. Maaf aku terlambat. Lalu lintas sangat padat. Aku harap tidak membuat kalian menunggu lama," jelas Reno dengan nada profesional seolah tengah berada dalam pertemuan bisnis alih-alih pertemuan keluarga.

"Reno, rileks. Sebentar lagi kita akan menjadi keluarga dan kau akan memiliki seorang adik perempuan. Lihat, Luna sangat cantik, kan?" Lucas terkekeh seraya merangkul bahu putranya yang tampak tegang.

"Ya, secantik Ibunya." Reno mencoba membuat dirinya rileks.

Diana dan Lucas sama-sama terkekeh. Mereka terlihat bahagia telah berhasil mempertemukan anak mereka.

"Kalau begitu bagaimana jika sekarang kita makan dulu sebelum berbicara lebih lanjut? Sejujurnya aku sudah lapar." tawar Lucas disambut kekehan Diana, sementara Luna dan Reno hanya mengangguk mengiyakan tawaran Lucas.

Suasana meja makan begitu tenang terkendali selama makan malam itu berlangsung, hingga sesi berbicara kembali dimulai dengan pernyataan Lucas. "Jadi, aku dan Diana telah sepakat kami akan menikah dua minggu lagi."

Mendengar itu Luna yang sejak tadi tertunduk mengangkat kepalanya terkejut. Begitupun dengan Reno, pria itu menatap ekspresi ayahnya, seolah mencari sebuah kebohongan, tapi wajah tegas Lucas sudah menjawab semuanya.

Memang mereka sama-sama tahu jika Diana dan Lucas berencana menikah, tapi mereka tidak berekspektasi pernikahan itu akan datang dalam waktu dekat.

"Apakah itu tidak terlalu cepat?" Luna akhirnya angkat bicara setelah sekian lama terdiam.

"Luna..." Diana menggenggam tangan putrinya. "Apakah kau keberatan jika kami menikah dua minggu lagi?" tanyanya sedikit cemas.

Luna terdiam. Ia tidak tahu harus menjawab apa. Oh Tuhan... apakah semua ini adalah nyata? Luna masih perlu memproses semuanya. Gadis itu masih tak menyangka bahwa pria yang satu bulan lalu ia temui di sebuah pameran seni, membuatnya jatuh cinta, kemudian berhubungan intens dengannya, pria yang ia pikir mungkin akan menjadi kekasih pertama nyatanya sekarang justru akan menjadi kakaknya di masa depan? Sangat sulit untuk Luna menerima itu.

"Menurutku itu juga terlalu cepat. Mengapa kalian sangat terburu-buru? Kita baru pertama melakukan pertemuan keluarga dan kalian mengatakan akan menikah dua minggu lagi." Melihat Luna yang tampak frustasi, Reno ikut mengutarakan pendapatnya.

Mata mereka bertemu, saling tatap dan menyelami perasaan masing-masing. Keduanya sama-sama tak menginginkan hal ini terjadi. Tentu saja.

"Sebenarnya ini tidak terburu-buru, kami sudah saling mengenal selama enam bulan dan merasa cocok. Kami juga sudah sama-sama tua, untuk apa menunda? Masalah pertemuan, aku seringkali menanyakannya padamu, Reno." Lucas menatap serius putranya. "Kau ingat? Tapi, jadwalmu begitu padat belakangan ini dan kita baru menemukan waktu yang tepat sekarang. Apa masalahnya? Kita bisa saling mengenal setelah resmi menjadi keluarga yang utuh, bukan begitu?"

Setelah mendengar ucapan Lucas, Reno sama sekali tidak bisa mengelak. Ayahnya adalah orang yang tegas dan berprinsip. Jika Lucas sudah berkehendak demikian, meski Reno memberikan ribuan alasan rasanya akan percuma. Ayahnya dan dia sama-sama lelaki keras kepala.

"Lucas, mungkin anak-anak masih terkejut. Tidak apa. Kita harus bisa memahami mereka." Diana dengan suara lembutnya mencoba mencairkan suasana tegang di meja makan tersebut. "Luna... Ibu tidak akan memaksa jika kau memang belum siap." Diana mempererat genggaman tangannya pada Luna, seakan menegaskan dia akan selalu berada di pihak putrinya.

Luna menatap wajah teduh Diana. Sungguh ia tidak tega jika harus membuat sang ibu kecewa bahkan sedih, Luna bisa melihat bagaimana Diana sangat mencintai Lucas. Wajah bahagia ibunya saat berada dalam pelukan pria mapan itu terus terngiang di kepala. Dia tidak ingin merusak kebahagiaan ibunya.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Kehancuran Yang Direncanakan
8.9
Nayla hancur saat memergoki tunangannya berselingkuh dengan sepupunya sendiri. Di hari yang sama, orang tuanya tewas dibunuh secara keji. Sebagai saksi kunci yang kini diburu, ia melarikan diri hingga nyaris tertabrak mobil milik pria asing bernama Reza. Demi bertahan hidup, Nayla menyembunyikan identitas aslinya dari Reza saat berlindung bersamanya. Namun, ia tak menyadari bahwa pria penolongnya itu juga menyimpan rahasia gelap yang sangat berbahaya.
Sampul Novel Kemarau Kapan Berlalu?
9.0
Sam Rahardja nekat menjadi kurir narkoba demi biaya sekolah keponakannya, meski upahnya dipotong oleh Galih. Saat Galih memutuskan berhenti, Sam terdesak masalah finansial. Di tengah kebuntuan, sosok misterius bernama Sena muncul mengancam akan melaporkan masa lalu ilegal Sam ke polisi. Terpojok demi masa depan Renaldi, Sam terpaksa menerima tawaran kerja dari Sena. Namun, ia justru terjebak dalam penyesalan mendalam karena pekerjaan tersebut adalah menjual diri.
Sampul Novel Kronik Kenikmatan Abadi
9.6
Di balik harapan tinggi dan persahabatan baru, ia menyembunyikan sisi manipulatif yang luar biasa. Meski terlihat mendukung orang-orang di sekitarnya, ia sebenarnya mengendalikan setiap aspek kehidupan mereka melalui rangkaian pesta mewah dan perjalanan panjang. Dengan mendominasi festival serta hari libur di kotanya, ia mengubah tatanan dunia demi kepentingan pribadi. Bagi para mantan penjahat, ia adalah mimpi buruk nyata yang mengatur takdir mereka dalam kendali absolut.
Sampul Novel Nafkah Batin Yang Tak Tertunaikan
9.4
Bagi Soraya, pernikahan merupakan ikatan suci yang seharusnya hanya terjadi sekali seumur hidupnya. Namun, fondasi rumah tangganya kini mulai goyah akibat adanya misteri besar yang disembunyikan oleh sang suami. Kejujuran di antara mereka pun dipertanyakan saat satu per satu keanehan muncul. Rahasia gelap apakah yang sebenarnya disimpan rapat oleh Kang Yana dari istrinya? Sanggupkah komitmen Soraya bertahan di tengah badai ketidakpastian ini?
Sampul Novel Raja Naga Meninggalkan Gunung
8.7
Meskipun berstatus sebagai Raja Naga yang disegani para penguasa dunia sekaligus Dewa Medis yang misterius, pria ini memilih kembali ke kehidupan kota dengan penuh kesederhanaan. Sayangnya, sikap rendah hati tersebut justru membuatnya dipandang sebelah mata oleh Keluarga Lianto. Puncaknya, sang tunangan memutuskan untuk membatalkan hubungan pernikahan mereka secara sepihak. Keputusan sepihak inilah yang akhirnya memicu rangkaian peristiwa besar dan memulai babak baru perjuangannya di tengah kota.