Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Jerat CEO Tunangan Paksa

Jerat CEO Tunangan Paksa

Pasca membalas pengkhianatan mantan kekasih, Melinda Arum tak sengaja bertemu Reyhan Azrael karena insiden salah masuk toilet. Reyhan, CEO ternama di Jakarta, menolong Melinda keluar dari masalah besar yang mengancamnya. Namun, bantuan tersebut menuntut imbalan berat: Melinda harus bersedia menjadi tunangannya. Terjepit antara rasa bimbang dan amarah, Melinda terpaksa masuk ke dalam hubungan penuh ketegangan, kebohongan, serta luka emosional yang mendalam.
Bab
Bagikan

Bab 1

Melinda Arum menghela napas panjang, mencoba menenangkan detak jantungnya yang masih berdetak tak terkendali. Wajahnya yang dulu sering cerah dan penuh semangat kini tampak lelah dan hampa. Seminggu terakhir bagai mimpi buruk yang terus menghantui, sebuah kenyataan pahit yang tak pernah ia bayangkan akan menimpanya. Dulu, hidupnya terasa sempurna: ia memiliki seorang kekasih yang dicintainya dan sahabat yang selalu ada di sisinya. Namun, dunia yang tampak indah itu runtuh seketika setelah ia mengetahui bahwa pria yang ia cintai, Raka, ternyata selingkuh dengan sahabat baiknya sendiri, Nadia.

Itu adalah pukulan telak yang membuatnya merasa hancur, tak tahu harus berbuat apa. Melinda merasa seperti terjatuh dari tempat yang tinggi, dengan luka yang sangat dalam di hatinya. Ia menghabiskan berhari-hari untuk membalas dendam pada Raka dan Nadia, berusaha untuk mengembalikan sedikit harga dirinya yang terluka. Ia ingin mereka merasakan apa yang ia rasakan-rasa sakit yang begitu perih, pengkhianatan yang sulit dihapus dari ingatannya.

Namun, dalam kesedihannya, pertemuan dengan seorang pria tak terduga di sebuah mall membuat segala hal berubah. Kejadian itu terjadi pada malam yang gelap, saat Melinda sedang melangkah keluar dari kafe setelah bertemu dengan teman-temannya. Ia merasa sedikit lebih baik setelah beberapa gelas anggur, namun hati dan pikirannya masih berat.

Melinda bergegas menuju toilet, tak peduli dengan keramaian di sekitarnya. Namun, dalam keadaan setengah mabuk, ia tanpa sengaja memasuki toilet pria yang ada di ujung lorong. Ia langsung terkejut dan hampir ingin berbalik ketika sebuah suara dalam yang dingin terdengar dari balik pintu toilet.

"Tidak ada di sini," suara pria itu berkata dengan nada yang sangat tenang, namun terasa memerintah.

Melinda menatap pria yang baru saja muncul dari balik pintu, matanya tampak lelah namun tajam. Dalam sekejap, ia langsung menyadari bahwa ia berada di tempat yang salah. Pria itu tampak sangat tegap, mengenakan jas rapi yang menunjukkan statusnya yang tinggi. Namun, yang paling mencolok adalah tatapannya-sebuah tatapan yang penuh keyakinan dan kontrol. Melinda merasa kaget, wajahnya merah seketika karena malu.

"Maaf, saya tidak sengaja masuk," kata Melinda buru-buru, berusaha untuk mundur dengan cepat.

Namun, pria itu tidak langsung menghindar. Justru dia berdiri tegak, menatap Melinda dengan sebuah senyuman yang sangat tipis, seolah sedang mengamati setiap gerak-geriknya. "Tidak masalah," katanya dengan suara yang dalam, seolah sedang mengukur sesuatu.

Melinda mencoba menghindari tatapannya yang terlalu intens, namun pria itu tetap berdiri di sana, seolah menunggu sesuatu. Melinda merasa tak nyaman, apalagi dengan keadaan tubuhnya yang setengah terhuyung. Ia hendak pergi, tapi langkahnya terhenti sejenak ketika pria itu berkata lagi.

"Jika kamu merasa ada yang salah, aku bisa membantumu keluar dari masalah," katanya. Nada suaranya dingin dan penuh pertimbangan.

Melinda mengerutkan kening. "Maksudmu apa?" tanyanya, tidak mengerti dengan apa yang dimaksud pria itu.

"Keluar dari masalah yang sedang kamu hadapi," jawab pria itu, sedikit lebih mendalam. "Tapi kamu harus mendengarkan aku."

Melinda merasa bingung, namun dalam keadaan terdesak dan hampir tak tahu harus berbuat apa, ia akhirnya mengikuti pria itu keluar dari toilet. Mereka berjalan di lorong yang sepi, sementara pria itu menjelaskan bahwa dia adalah Reyhan Azrael, CEO dari salah satu perusahaan besar di Jakarta. Tentu saja, nama itu tidak asing bagi Melinda, meskipun ia tidak tahu persis siapa Reyhan dalam kesehariannya. Yang ia tahu, Reyhan adalah seorang pria yang tidak hanya kaya raya, tetapi juga dikenal karena kekuatan dan pengaruhnya yang besar.

"Kenapa kamu membantu saya?" Melinda bertanya, masih merasa ragu dan cemas.

Reyhan berhenti sejenak, memandang Melinda dengan tatapan tajam yang bisa membuat siapa saja merasa seperti tengah diperiksa. "Karena aku tahu apa yang kamu rasakan," jawabnya singkat, lalu melanjutkan langkahnya.

Melinda tidak dapat menjelaskan perasaannya. Ada sesuatu yang aneh dalam dirinya-sebuah ketertarikan yang tak bisa ia pungkiri, namun juga sebuah rasa takut yang tak bisa ia singkirkan begitu saja. Sesuatu dalam diri Reyhan membuatnya merasa cemas, sekaligus terpesona.

Mereka tiba di tempat parkir yang jauh dari keramaian. Reyhan membuka pintu mobil mewahnya dengan gesit dan mengarahkan Melinda untuk masuk. "Percayalah padaku. Aku tidak akan membiarkan apa pun terjadi padamu malam ini," kata Reyhan, suaranya penuh ketegasan.

Melinda yang terhuyung-huyung karena kesedihan dan kebingungannya akhirnya menuruti. "Apa yang kamu inginkan dariku?" tanya Melinda, suara lebih lemah dari yang ia inginkan.

Reyhan menoleh ke arahnya, dan untuk pertama kalinya, ada sesuatu yang lebih lembut dalam sorot matanya. "Aku hanya ingin menolongmu, Melinda," jawabnya pelan. "Namun, ada satu hal yang harus kamu ingat. Aku tidak memberikan bantuan tanpa imbalan."

Melinda menatapnya, merasakan jantungnya berdegup lebih kencang. "Imbalan?" tanyanya, merasa cemas sekaligus penasaran.

"Ya, kamu harus membantuku," jawab Reyhan tegas, menatapnya dengan penuh arti.

Melinda terdiam sejenak, mencoba mencerna kata-kata itu. "Apa maksudmu?" tanya Melinda dengan hati yang mulai berdebar-debar.

"Aku ingin kamu menjadi tunanganku," kata Reyhan tanpa ragu, matanya tetap tak lepas dari wajah Melinda. "Atas dasar aku sudah membantumu, jadi kamu harus membantuku."

Melinda merasa tubuhnya seperti diserang oleh ribuan pertanyaan sekaligus. "Tunanganku? Kamu gila!" ia hampir berteriak, merasa marah dan bingung.

Reyhan hanya tersenyum tipis, seakan segala hal yang terjadi malam ini adalah bagian dari sebuah rencana yang tak bisa ia hindari. "Bukan soal gila, Melinda. Ini soal kesepakatan. Dan kamu tidak akan bisa menghindarinya."

Di saat itu, Melinda tahu hidupnya akan berubah selamanya. Tapi apakah ia siap untuk menerima konsekuensinya?

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel CEO Bucin
9.2
Amanda, gadis panti asuhan yang sederhana, tak menyangka akan terikat pernikahan dengan CEO tampan bernama Antonio. Bukannya bahagia, Amanda justru menderita karena sikap dingin sang suami dalam rumah tangga tanpa cinta itu. Saat Amanda hampir menyerah akibat luka hati yang mendalam, Antonio justru menyadari bahwa kehadiran istrinya telah mengubahnya menjadi pria yang lebih baik. Ia pun berbalik mengejar cinta Amanda. Akankah Amanda memberi kesempatan kedua?
Sampul Novel En-PD159
7.9
Song Jiayan terjebak pernikahan aliansi dengan Fu Shisheng demi menebus rasa bersalah atas kecelakaan masa lalu. Namun, ia dikhianati saat tahu suaminya hanya berpura-pura sakit dan justru berselingkuh. Setelah selamat dari serangkaian percobaan pembunuhan, Jiayan bangkit menjadi CEO sukses di luar negeri. Meski Shisheng mengejarnya dengan penyesalan mendalam, Jiayan memilih melepaskan dendam, fokus pada misi kemanusiaan, dan memulai hidup baru yang mandiri.
Sampul Novel Jatuh Cinta dengan Dewi Pendendam
9.3
Dikhianati oleh tunangan dan saudara angkatnya setelah kembali dari desa, Sabrina membalas dendam dengan mendekati paman sang mantan, Charles. Meski awalnya Charles menolak ikatan emosional setelah malam penuh gairah, Sabrina justru memancing harga dirinya hingga mereka terikat selamanya. Kini sebagai bibi mantan kekasihnya, Sabrina yang dianggap remeh ternyata menyimpan kekayaan miliaran dolar, membuktikan bahwa dia bukan sekadar pemburu harta, melainkan pemilik takhta sesungguhnya.
Sampul Novel Kau Milikku
9.4
Hanna sangat membenci Will Greyson, pria angkuh yang langsung meminta kontak fisik saat pertama kali mereka bertemu. Kegilaan Will berlanjut ketika ia tiba-tiba melamar Hanna demi menjadikannya sarana terapi pribadi. Meski ditolak mentah-mentah, miliarder sombong ini tak mau menyerah begitu saja. Hanna yang geram berniat memberi pelajaran keras pada pria asing itu, sementara Will bertekad menaklukkan hati gadis yang berani menentangnya tersebut.
Sampul Novel Menikah Dengan CEO Posesif
8.9
Sheila harus menelan kepahitan saat pernikahan impiannya dengan Bryan hancur seketika. Ia terpaksa menjadi istri Bara Alexander Rodriguez, pria berkuasa yang menjadikannya jaminan atas utang Bryan. Kini, Sheila terjebak dalam obsesi Bara yang posesif dan mengklaimnya sebagai milik pribadi. Di tengah rasa benci dan kecewa, mampukah Sheila bertahan menghadapi lika-liku rumah tangga yang rumit? Ataukah ada kebahagiaan yang tersisa dalam ikatan paksa ini?
Sampul Novel Musuhku Bankir Crazy Rich
9.6
Dahulu Elaine Tanjung hidup bergelimang harta sebelum ayahnya dituduh mencuri triliunan rupiah. Yakin ayahnya dijebak, Elaine bertekad menghancurkan keluarga Suryajaya, termasuk merayu sang bankir miliarder, Indra Suryajaya. Indra yang terobsesi pada Elaine berusaha menjadi pahlawan saat tahu Elaine kesulitan finansial. Namun, semakin Elaine mendekati Indra demi balas dendam, ia menyadari sifat asli Indra yang tak terduga, hingga membuat rencana dan hatinya kini terancam.