Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Jejak Cinta di Atas Abu

Jejak Cinta di Atas Abu

Tiga hari pascakematianku, Sandi Subowo menerima panggilan telepon untuk mengidentifikasi jasadku. Alih-alih peduli, dia justru asyik merangkul wanita lain di pelukannya dan dengan dingin memerintahkan agar tubuhku langsung dikremasi sebelum dia dihubungi kembali. Setelah jasadku hangus terbakar menjadi abu di dalam tungku, petugas medis kembali menghubungi Sandi. Dengan nada tidak sabar dan enggan, pria itu akhirnya setuju untuk datang ke lokasi kremasi.
Bab
Bagikan

Bab 3

Setelah setengah bulan berlalu, Sandi akhirnya kembali ke rumah kami.

Dengan kasar, dia mendorong pintu rumah sambil berteriak, "Yulia, keluar kamu sekarang juga!"

Dia membuka pintu satu demi satu, tetapi tetap tidak menemukan sosokku.

Wajah Sandi yang memang sudah suram menjadi makin gelap.

Sambil memerintahkan anak buahnya untuk mencari keberadaanku, dia berkata dengan dingin, "Yulia, kalau mau lari, sebaiknya lari sejauh mungkin. Kalau aku berhasil menangkapmu, pasti akan kupatahkan kakimu."

Namun, wanita yang ingin dia patahkan kakinya saat ini berada tepat di depannya.

Tak lama, anak buahnya mengirimkan lokasi.

Ekspresi di wajah Sandi perlahan menjadi mengerikan. Aku memandang dengan penuh kebingungan dan baru menyadari bahwa lokasi itu adalah rumah Lukas Jiwanto.

"Pak Sandi, panggilan terakhir Ibu dilakukan ke Pak Lukas, tapi Pak Lukas bilang dia tidak pernah melihat Ibu. Kami curiga dia menculik Ibu."

Sandi berkata dengan suara dingin, "Tunggu aku di sana."

Sandi mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi menuju rumah Lukas.

Dengan wajah dingin, dia menendang pintu yang tertutup rapat.

Sekali, dua kali, dan pada tendangan ketiga, pintu terbuka.

Lukas berdiri dengan wajah tenang, tetapi ada lebam ungu di bawah matanya.

"Ada apa?"

Sandi menyeringai dingin, "Kamu menyembunyikan istriku. Menurutmu, aku ada urusan nggak?"

Lukas tetap tidak menunjukkan ekspresi, seolah-olah tidak peduli lagi pada dunia ini.

"Aku nggak menyembunyikannya. Dia sudah meninggal, dan pihak krematorium sudah memberitahumu untuk mengambil abu jenazahnya, 'kan?"

"Dia bahkan melibatkanmu untuk membantunya berakting? Heh, sepertinya Yulia benar-benar ingin menghindariku kali ini."

Sandi tidak percaya aku telah mati. Dia bersikeras berpikir ini hanyalah tipuan dariku.

Dia melongok ke dalam rumah dan berteriak, "Yulia, jangan kira dengan perlindungan Lukas, kamu bisa lolos dari kewajiban ke makam ibuku. Aku hitung sampai tiga. Kalau kamu nggak keluar, jangan salahkan aku kalau bertindak kejam."

Tiga, dua, satu.

Setelah menghitung, Sandi menendang Lukas dengan keras, lalu memerintahkan anak buahnya untuk masuk dan mencariku.

Lukas terjatuh ke lantai, dan ekspresi tenangnya berubah menjadi kemarahan.

"Sandi, Yulia sudah mati. Kamu sendiri yang mengambil abu jenazahnya. Sudah lupa?"

"Dia sudah mati. Dia mati beberapa hari yang lalu."

Lukas dengan marah mencengkeram kerah Sandi, mendorongnya ke dinding.

Ekspresi Sandi sangat muram. Dia mengejek, "Di saat seperti ini, kamu masih mau sembunyikan dia. Lukas, kamu memang sangat mencintainya. Sayangnya, dia sudah hancur di tanganku. Kalau nanti aku sudah bosan, dan kamu masih menyukainya, mungkin aku akan mempertimbangkan untuk memberikannya padamu."

"Tapi, sekarang nggak bisa. Dia harus ke makam ibuku untuk meminta maaf. Nggak ada waktu untuk menemanimu."

Wajah Lukas memerah hingga ke leher. Dia mencengkeram kerah Sandi dengan erat sambil menggertakkan gigi, "Sandi, kamu benar-benar bajingan."

Dia tiba-tiba memukul wajah Sandi, membuat Sandi mengerang kesakitan.

Dalam sekejap, keduanya saling memukul dan bergulat satu sama lain.

Orang-orang tua dulu pernah berkata, setelah seseorang mati, dia tidak akan merasakan apa-apa lagi.

Namun, entah kenapa, aku merasa dadaku sesak, seperti akan meledak.

Meski Lukas sering berolahraga, Sandi adalah seseorang yang berlatih.

Setelah beberapa kali pukulan, Lukas terjatuh ke lantai dengan beberapa memar di wajahnya.

Aku berputar-putar dengan cemas, tetapi tidak bisa berbuat apa-apa.

"Lukas, lihat betapa menyedihkannya dirimu. Demi Yulia, kamu hampir mati di tanganku. Tapi dia, dia dengan tenang menikmati perlindunganmu."

"Orang seperti itu, apa layak kamu cintai?"

Lukas tertawa kecil dengan penuh ejekan, "Sandi, orang yang benar-benar menyedihkan itu kamu. Kamu bahkan bisa salah mengenali pembunuh ibumu. Kamu bahkan melukai orang yang kamu cintai. Hidupmu bahkan lebih buruk dari seekor kucing atau anjing."

"Apa maksudmu?"

Sandi mengangkat tinjunya dengan dingin.

Saat itu, suara mendesak terdengar.

"Pak Sandi, kami menemukan rekaman kecelakaan mobil Ibu, juga ... laporan otopsinya."

Lanjut Nonton!
Cerita makin seru! Buka Aplikasi untuk melanjutkan membaca
Buka Semua Episode
Cari "B89267" di goodnovel para membaca buku selengkapnya.
Salin kode dan cari di aplikasi Goodnovel untuk melanjutkan membaca.
B89267
Salin

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Aku Masih Bocil, Om
9.5
Ulang tahun ke-18 yang seharusnya indah berubah menjadi kenyataan pahit bagi seorang gadis muda. Ia terpaksa menikah dengan David, pria dewasa yang asing baginya. Alih-alih romantis, interaksi mereka justru diwarnai perdebatan konyol soal kartu kredit versus uang tunai untuk membeli jajanan. Di tengah ketidakpastian masa depan pernikahannya, sosok Dinar muncul dan terang-terangan menanti status jandanya. Akankah ia menemukan bahagia atau justru terjebak sengsara?
Sampul Novel Ceo suamiku (season 2)
9.7
Hidup Tasya mendadak berubah menjadi penuh gangguan sejak kehadiran Revan dalam kesehariannya. Sebagai CEO baru yang mengambil alih takhta kepemimpinan perusahaan dari sang ayah, Revan kerap bertindak menyebalkan dan mengusik ketenangan Tasya secara konstan. Hubungan profesional antara atasan dan bawahan ini pun diwarnai dengan berbagai momen menjengkelkan yang membuat Tasya sulit bernapas lega karena ulah bosnya yang terus mengejar dan mengganggunya.
Sampul Novel Cinta masa kecil
9.0
Dina dan Arga berbagi masa kecil yang indah sebelum akhirnya terpisah oleh jarak dan ambisi. Bertahun-tahun kemudian, takdir mempertemukan mereka kembali di kota besar. Dina kini menjadi desainer gigih, sementara Arga telah bertransformasi menjadi pengusaha sukses. Meski kehidupan mereka telah berubah, perasaan lama yang terpendam perlahan muncul kembali. Di tengah keraguan masa lalu, mereka harus mencari tahu apakah ikatan masa kecil ini adalah jodoh sejati.
Sampul Novel Do Not Love Me
9.4
Hari pertama Kayla Prawijaya di sekolah baru menjadi kacau sejak bertemu Mexsi Megantara, murid pindahan asal Singapura. Hubungan mereka diawali kebencian karena Kayla tak mengerti alasan Mexsi begitu memusuhinya. Namun, fakta mengejutkan terungkap bahwa mendiang kakak Mexsi adalah cinta pertama Kayla. Rasa benci itu berubah jadi cinta saat Mexsi mengetahui Kayla mengidap kanker darah. Mampukah Mexsi tetap bertahan mendampingi Kayla di tengah ujian pilu ini?
Sampul Novel Gadis 100 juta (fatamorgana)
9.6
Demi menyelamatkan adiknya yang diculik, Daiva Gayatri Maheswari terpaksa menjual kesuciannya kepada Keyko Khayang Gumelar senilai 100 juta rupiah. Namun, takdir mempertemukannya dengan Damian, seorang duda tampan, di sebuah supermarket secara tidak sengaja. Kini, Daiva terjebak dalam dilema cinta ketika kedua pria tersebut mulai mengejar hatinya. Siapakah yang akhirnya akan dipilih Daiva sebagai pendamping hidup di tengah bayang-bayang masa lalunya?
Sampul Novel Istri Yang Tak Dianggap
9.6
Kebahagiaan Arshella setelah akhirnya memiliki Dion sepenuhnya kini terancam oleh kemunculan sosok dari masa lalu. Kehadiran pria tersebut membawa komplikasi besar dalam kehidupan rumah tangga mereka. Situasi semakin memanas dan tak terkendali ketika sang pria secara mengejutkan mengklaim dirinya sebagai ayah kandung dari anak Arshella. Kini, Arshella harus menghadapi dilema berat yang menguji kesetiaan serta keutuhan cintanya bersama Dion.