
Jangan Rubah Takdirku
Bab 2
Sejak kecil Azalea sudah terbiasa dengan tatapan sinis, ejekan dari berbagai pihak serta selalu dipandang rendah oleh orang disekitarnya. Ucapan hinaan adalah angin lalu baginya.
Azalea dibesarkan di dalam sebuah panti asuhan di kota Tulipa, daerah di sebelah selatan ibu kota. Kota yang tidak begitu besar tapi Azalea menyukai tempat tersebut karena keadaan alamnya serta udara yang masih bersih. Sayang sekali tempat itu juga menjadi saksi bisu kenangan pahit hidupnya.
Azalea tumbuh menjadi gadis yang berbudi pekerti baik, mandiri dan berhati kuat. Meskipun begitu, dia tidak pernah melawan orang tua, Ibu panti yang merupakan teman baik almarhum ibunya begitu menekankan prinsip bahwa seburuk apapun orang jika dia lebih tua darimu maka kamu tetap harus menghormatinya, hormati mereka layaknya kamu menghormati kedua orang tuamu.
Azalea baru saja selesai mandi, dia segera mengambil koper yang berada di dekat lemari, menariknya ke tengah ruangan dan membukanya. Azalea menatap lemari yang berada di ruang pakaian tersebut secara bergantian, menatap betapa banyaknya pakaian yang dimilikinya.
“Butuh waktu untuk memilih, bawa barang sedikit saja. Tidak akan ada yang melayaniku disana, Aku tidak mau kerepotan dengan semua benda mati ini.” Azalea menghela nafas pendek.
“Kamu jadi pergi?” Nada tak rela dari ucapan tersebut. Azalea menoleh ke sumber suara. Pria paruh baya tersebut menatapnya sedih. “Meninggalkanku seorang diri?”
Kalimat terakhir pria tersebut membuat Azalea tak tega. David Fredrikson, pemilik Richson Group. Perusahaan yang bergerak dibidang jual beli Berlian, serta pemilik Investa Property Group.
“Please, jangan membuatku kesulitan untuk memilih. Kamu tahu pasti tujuanku datang kesana.”
Pria itu lantas tertawa pantas, cukup berwibawa caranya berekspresi. “Aku mengerti, aku sengaja menggodamu.” Pria itu mengusap-usap gemas puncak kepala Azalea, sengaja membuat rambut wanita cantik di hadapannya itu menjadi berantakan.
Azalea menggerutu tak jelas sambil membetulkan rambutnya yang berhasil diberantakin oleh David. Hanya keluhan kecil yang tak pernah sampai membuat Azalea marah kepada tindakan David. Pria itu sebenarnya mengkhawatirkan Azalea jika kembali ke kota tersebut tapi dia juga dalam dilema karena tidak mungkin menahan Azalea. Dia hanya perlu memberi waktu kepada Azalea untuk menyelesaikan masa lalunya.
“Jaga dirimu baik-baik disana. Segera hubungi aku jika kamu ada masalah, kapanpun. Jangan sungkan. Mengerti?” Kata David tegas membuat Azalea harus mengiyakan.
“Aku mengerti. Aku harap kamu tidak menyiapkan bodyguard untuk terus mengawasiku selama berada disana. Aku benar-benar ingin menyelesaikan masalahku sendiri. Berjanjilah.” Azalea berharap kali ini David menuruti permintaannya.
David terdiam, dia menatap Azalea lekat-lekat. Kekhawatiran akan keselamatan Azalea menjadi pertimbangannya. “Aku tidak mau membohongimu, Aku memang telah menyuruh orang untuk mengawasimu dari jauh. Tapi akan aku pastikan jika orang kepercayaanku ini tidak akan mengganggumu, mereka hanya akan bekerja jika kamu dalam bahaya. Itu semata-mata hanya untuk memastikan kau baik-baik saja disana. Aku tidak akan memaafkan diriku sendiri jika sampai kamu terluka lagi.”
“Oke, Deal.” Azalea mengacungkan jari kelingking yang kemudian disambut oleh jari kelingking milik David dengan ukurang yang lebih besar tentunya. Senyum terpaksa David harus ditampilkan untuk membuat Azalea puas.
David kemudian memeluk Azalea, pelukan yang begitu hangat dan enggan untuk melepaskannya. Hidup David memang berubah banyak setelah kehadiran Azalea. Kini dia memiliki alasan untuk tetap hidup dan kembali ke rumah setiap saat. Hidupnya kembali terang karena kehadiran Azalea. Dia sangat menyayangi Azalea, melebihi apapun di dunia ini.
David tidak pernah mengerti jalan pemikiran Azalea yang unik, jika wanita lain begitu senang dimanjakan oleh kemewahan dan hidup enak tapi hal tersebut tidak berlaku untuk Azalea. Dia tetap hidup sederhana, bahkan mobil yang gunakan oleh Azalea setiap hari adalah mobil terburuk yang dimiliki oleh seorang David Fredrikson, lebih buruk dari mobil milik sopir pribadinya. Azalea hanya ingin hidup layaknya manusia di sekitarnya. Azalea juga menolak saat David ingin mengumumkan status keluarga yang dimiliki oleh Azalea saat ini. Hanya Bella dan suaminya yang mengetahui kebenarannya.
***
Stasiun kereta Kota Krisan, sedikit terlambat dari perkiraan Azalea. Itu semua karena dia harus berdebat dengan David sebelum berangkat, Pria yang sangat menyayangi Azalea itu bersikeras meminta Azalea untuk berangkat lewat jalur udara agar dia tidak kelelahan. Tapi Azalea ingin pergi dengan naik kapal lalu disambung dengan naik kereta api, wanita ini sudah memperhitungkan segalanya. Bahkan dia tidak ingin terlihat mencolok saat pertama kali datang ke kota tersebut. Dia tidak ingin jika ada orang yang usil dan sengaja mencari tahu hingga dapat menemukan identitas aslinya.
Azalea menuju ke asrama yang memang sudah disediakan oleh direktur Rumah Sakit tempat barunya bekerja. Azalea disambut dengan baik, dia hanya perlu bersikap seperlunya kemudian segera berpamitan untuk pergi mengunjungi seseorang. Memang tujuan awal Azalea adalah pergi ke Kota Tulipa yang berada di sebelah timur Kota Krisan. Satu jam perjalanan Azalea naik kereta api.
Naik taksi lima belas menit dan sampai dia di depan sebuah rumah yang terlihat mewah seperti pada umumnya rumah yang ada di komplek tersebut, bangunan yang semuanya hampir mirip dan hanya dibedakan oleh cat rumahnya saja.
Kompleks elit di jalan Deandels, rumah berwarna abu-abu tua berpadu putih dengan nomor rumah dua. Yang konon merupakan nomor keberuntungan Ayah mertua, yaitu Erlan Jhonson. Anak kedua dari tiga bersaudara, itu pula yang melatarbelakangi dirinya hanya memiliki tiga anak dalam pernikahannya dan satu-satunya anak laki-lakinya juga lahir menjadi anak kedua yang kemudian menjadi suamiku, Erik Jhonson. Pernikahan tanpa restu kedua orang tua pihak laki-laki.
Azalea menatap rumah di tersebut dari dalam taksi, membuka kaca mobil agar dia bisa melihat rumah tersebut lebih jelas. Seketika pikiran Azalea melayang kembali ke masa lalu. Erik Jhonson adalah satu-satunya laki-laki yang mampu menarik perhatian Azalea, sepanjang hidup Azalea hanya tahu untuk belajar rajin dan menjadi orang yang sukses agar bisa membalas kebaikan ibu panti asuhan yang sudah membesarkannya.
Erik Jhonson adalah kakak kelasnya semasa di sekolah menengah atas, Erik yang begitu populer karena prestasinya secara tidak langsung menginspirasi Azalea yang memang cerdas dan rajin untuk terus meningkatkan prestasinya. Sayang kebersamaan mereka di sekolah menengah hanya selama setahun karena Erik sudah lulus dan melanjutkan pendidikannya di sekolah militer.
Empat tahun kemudian Azalea study praktek di sebuah rumah sakit milik militer, karena dia memang menyukai dunia medis. Erik demam tinggi dan mereka dipertemukan kembali. Benih cinta yang ternyata pernah tumbuh semasa sekolah menengah membuat mereka lebih mudah untuk melanjutkannya. Ternyata Erik memiliki perasaan yang sama terhadap Azalea, karena dimata Erik, Azalea adalah gadis yang menarik. Cantik, pintar, dan memiliki perilaku yang baik.
Di usia 25 tahun, Erik menikahi Azalea. Meskipun kedua orang tuanya menentang tapi pada akhirnya Erik mampu meyakinkan mereka. Kasihan Azalea, Erik tidak pernah tahu jika keluarganya selalu memperlakukan Azalea dengan buruk. Apalagi ketika Erik mulai ditugaskan di luar kota, Azalea diperlakukan layaknya pelayan di rumah. Dia mengerjakan semua pekerjaan rumah.
Azalea tetap bertahan dan tidak pernah mengadu kepada Erik karena tidak mau membebani pikiran suaminya. Ketika bekas luka memar menjadi saksi bisu dan tanpa sengaja terlihat oleh Erik, maka Azalea akan berbohong jika luka tersebut ada karena kecerobohannya hingga terjatuh dan terluka.
Namun, rasa sakit terparah dan tidak pernah Azalea lupakan hingga sekarang adalah saat dia diusir dari rumah dihadapannya saat ini, waktu itu Erik sedang tugas di negara bagian utara, delapan tahun silam.
Plak!
Sebuah tamparan mendarat di pipi kanan Azalea hingga meninggalkan bekas merah jambu. Begitu kuat tamparan tersebut hingga membuat Azalea tersungkur di lantai teras. Belum juga masuk ke rumah, Azalea disambut dengan kejutan yang istimewa.
Anda Mungkin Juga Suka





