Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Janda Tengil itu adalah mantan Istriku

Janda Tengil itu adalah mantan Istriku

Larissa kini bangkit sebagai janda kaya raya yang sukses memimpin perusahaan kosmetik besar. Masa lalunya kelam akibat pengkhianatan Nando, mantan suaminya yang berselingkuh dengan Reita secara terang-terangan. Namun, roda berputar saat Nando justru ditinggal menikah oleh Reita demi pria lain. Hidup Nando dan Reita hancur hingga jatuh miskin. Ironisnya, tanpa disadari, kedua pengkhianat tersebut justru melamar pekerjaan di perusahaan milik Larissa yang kini sangat berjaya.
Bab
Bagikan

Bab 2

Kurang dari sepuluh langkah Nando akan memasuki gedung utama, berjalan dengan gayanya yang tengil merapikan dasi bak CEO. Walaupun jika dilihat penampilan sudah jelas jika Nando hanyalah peserta yang datang sebagai pelamar.

"Mbak, saya Nando Saputra ... saya datang buat interview." katanya kepada resepsionis yang berjaga. Nama resepsionis itu adalah Ratu, wanita keturunan Jawa asli dengan warna kulit sawo matang. Ratu mengangkat wajahnya sesaat, kemudian mengangguk lirih.

"Tunggu aja di kursi Mas ... pihak HRD baru aja dateng, nanti kalo udah giliran juga dipanggil." jawabnya.

"Oh ... oke." jawabnya kemudian melihat ada banyak deretan kursi kosong. Tanpa cap cip cup kembang diucup Nando memilih deretan kursi diposisi tengah.

"Ahh ... masih untung gak telat ... gak papa deh ...yah walaupun harus nunggu." guman Nando menyandarkan kepalanya di bahu kursi. Nando menghela nafasnya, setelah melewati perjalanan berat sejak pertama kali membuka matanya.

Hingga dia tersentak membuka pergelangan tangan yang menutupi matanya yang terpejam karena lelah. Nando menyudutkan retina matanya melihat sosok laki-laki duduk disampingnya dengan setelan baju yang sama.

"Mas mau interview juga ya?" tanyanya, dengan tangan sibuk merapikan tali tasnya yang melorot.

"Iya Mas ... masnya juga,?" tanya Nando balik,

"He.eh Mas ... saya udah dua kali ditelepon sebenarnya saya udah kerja tapi kayaknya sayang banget kalo gak dicoba." jawab Rehan tulus tanpa ada niat menyombongkan diri.

"Cih sombong amat! tukang kibul ajah ni orang pakai ngaku-ngaku." guman Nando tentu saja Rehan bisa mendengarkan segala ucapannya tanpa terkecuali.

Setelah itu mereka menjadi canggung tak ada pembicaraan lagi, hingga datanglah satu lagi seorang pelamar dengan baju putih yang sama seperti mereka.

"Mas mau interview juga?" tanya Rehan mengubah posisi tubuhnya membelakangi Nando.

Terdengar suara perbincangan yang hangat,

dan saling memperkenalkan diri. Diketahui jika laki-laki yang baru saja datang adalah Nino.

Rehan sebenarnya orang yang supel dan mudah bergaul. Tetapi tidak bagi Nando yang menilainya dari sisi berlainan.

Nando tak perduli memilih sibuk bermain ponselnya.

"Mas tahu gak pemilik Perusahaan ini?" tanya Nino kepada Rehan,

"Bu Larissa itu?" jawab Rehan mengingat nama pemilik Perusahaan.

"Iya ... dia ternyata janda loh Mas ... saya kok heran ya janda secantik dan sesukses dia kok bisa ditinggal selingkuh sama suaminya yang dulu." kata Nino mengajak Rehan untuk bergosip. Sebelum Nino mengirimkan surat lamaran kemari banyak teman-temannya yang memberitahu.

Siapa yang tidak tahu dengan cerita kelam sang CEO yang juga menyandang status sebagai seorang janda. Apalagi desas-desus perselingkuhan sang mantan suami yang juga bocor dikalangan orang-orang.

"Larissa? janda?" guman Nando daun telinganya seakan langsung mendengar nama tak asing karena sama dengan nama mantan istrinya.

"Ah mana mungkin dia Larissa mantan istriku ... apalagi tadi Mereka bilang kalau Larissa yang ini cantik sama sukses ... kalau Larissa mantan istri gue kan udah jelek buluk sukanya minta-minta aja ... aahh pokoknya gak mungkin." kata Nando dengan tatapan remeh tak percaya.

Nando menghimpit kakinya, terasa geli karena ingin buang air kecil, ia melihat ke sekeliling dan melihat ada pintu bertuliskan toilet. Nando langsung berlalu tak ingin sampai mengompol.

Ketika Nando pergi ke kamar kecil, Larissa datang berjalan dengan anggunnya dengan sepatu heels bewarna hitam pekat.

"Woah cantik banget ya." puji Nino sampai tak mengedipkan mata. Rehan mengangguk yakin serasa setuju dengan pujian yang Nino katakan.

Salah satu tangan Larissa menenteng plastik berisi makanan, matanya langsung mengarah kepada Rehan dan Nino.

"Mas udah sarapan belum,?" tanya Larissa.

"Hehe belum Bu," jawab mereka berdua,

Larissa sibuk mengambil 2 wadah berisi makanan itu untuk kedua laki-laki ini,

"Nih Mas, tolong dimakan ya." katanya ditutup dengan senyuman manis.

"Woahh ... iya Bu terimakasih banyak." jawab Rehan menundukkan kepalanya.

Larissa berlalu, berbelok ke pintu lift. Tangannya menekan angka tiga untuk menuju ke ruangan kerjanya.

Hingga tubuhnya tenggelam tertutup pintu lift yang menutup. Nando justru keluar membenarkan kerah lengannya yang ia lepas ketika mencuci tangan.

Nando melihat Rehan dan Nino sedang asik memakan bubur ayam pemberian Larissa. Ia menelan salivanya mengelus perutnya yang lapar karena sejak pagi belum disisi apapun.

"Iya yah baik baik Bu Larissa tau aja kalo kita belum sarapan." kata Rehan menanggapi pujian yang dikatakan Nino.

Nando memutar tubuhnya, ketika tahu ternyata mereka mendapatkan bubur ayam itu.

"Kalian dapet bubur ayam dari siapa?" tanyanya, sesekali matanya melirik kearah bubur ayam yang terlihat sangat menggoda.

"Dari Bu bos Larissa." jawab Rehan singkat.

"Kok aku gak dikasih?" protes Nando kepada mereka.

Rehan dan Nino hanya saling melemparkan tatapan, hingga akhirnya terdengar seseorang memanggil nama Nando.

"Tuan Nando Saputra silahkan masuk!" kata Ratu tegas dari ruang resepsionis. Ia diberikan perintah dari pihak HRD untuk segera melakukan pemanggilan pelamar yang akan melakukan interview.

"Huh ... kalo gak karena udah dipanggil gue gibeng Lo ...." ketus Nando melemparkan tatapan tajam kearah Rehan dan Nino.

Dengan posisi mulut yang penuh sebenarnya Rehan merasa tak enak hati, ia melihat kepergian Nando berjalan dengan rasa kecewa. melihat ekspresi Rehan, menyenggol tubuhnya dengan siku tangan.

"Udah gak usah sedih kayak gitu deh! lagian kita kan cuman dikasih ... mana mungkin kita minta jatah buat orang lain ... emangnya Lo berani?" katanya.

Rehan langsung menggeleng, benar yang dikatakan Nino mana mungkin dia akan memintakan jatah untuk orang lain yang posisinya saja tidak ada.

"Udah mendingan Lo habisin sekarang ... nanti habis ini giliran Lo kan?" kata Nino lagi,

Mereka bagai sohib dekat padahal belum lama bertemu, Nino dan Rehan membersihkan mulut mereka ke kamar kecil. kemudian mengatur pakaiannya yang terlihat kusut supaya kembali rapi.

*

Larissa menyandarkan tubuhnya di kursi mahal yang selalu menemani dirinya diruang kerjanya. menggoyangkan ke kanan dan ke kiri menikmati hembusan angin dingin yang berasal dari air conditioner.

Hingga goyangan itu terhenti saat matanya menembus pemandangan di luar kaca tembus pandang.

"Hah ... jadi kayak gini ya rasanya jadi orang kaya ... padahal kehidupanku dua tahun lalu pait banget." ucapnya.

Tak seperti awan putih bersih yang sering Larissa lihat setiap hari, kehidupan nyata rasa kotor. Apalagi ketika dulu waktu SMA dia telah membohongi orang tuanya sendiri.

"Ayah,Ibu aku janji bakalan bikin Kalian bahagia!" guman Larissa penuh tekad hanya untuk kedua orangtuanya.

Masa lalu kelam terbayang kembali ketika Larissa berbohong tentang mengada-ada kehamilannya agar bisa menikah dengan Nando saat itu juga.

Mengira jika cinta akan selamanya berjalan indah, dengan sangat terpaksa kedua orang tuanya menyetujui pernikahan Larissa. Padahal Larissa belum resmi lulus dari sekolah SMA nya.

Hasil pengorbanannya ternyata tak sesuai, yang ia dapatkan hanyalah sebuah penghianatan yang kejam. Untungnya Tuhan masih melindungi dirinya dengan cara tersendiri. Walaupun tak pernah melakukan KB selama menikah dengan Nando, dia tak kunjung hamil bahkan sampai bercerai pun tak ada ada tanda-tanda kehamilan pada rahimnya.

Kesusksesan Larissa tentu saja ada campur tangan dari kedua orangtuanya. Ditambah Sang Ibu Rahima adalah seorang MUA terkenal di kampungnya. Mengubah penampilan Larissa dengan cara merawat diri dan mengajarinya makeup.

"Tok ... tok ... tok."

hingga suara ketukan pintu membuat Larissa harus membuyarkan lamunannya.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel A-PD160
8.1
Pasca penculikan tragis, Nina kehilangan suaranya dan hanya Julian yang setia melindunginya. Meski Julian tampak memuja Nina hingga berjanji menikahinya, dia justru menunda hari bahagia mereka sembilan kali. Kebenaran pahit terungkap saat Nina mendengar rencana pernikahan Julian dengan wanita lain. Merasa dikhianati, Nina membakar habis perkebunan mereka dan menghilang. Kini, Julian yang hancur memohon pengampunan seperti anjing yang mengharap belas kasihan.
Sampul Novel Boneka Suami, Kebenaran Pahit Terkuak
8.4
Pasca membela diri dari pelecehan ayah mertuanya hingga koma, istri malang ini mendapati suaminya, Rangga, berpura-pura menjadi pelindung. Namun, sebuah pesan rahasia mengungkap fakta keji bahwa ia hanyalah umpan dalam rencana warisan asuransi. Rangga sengaja membiarkan ayahnya menyerang sang istri demi menyingkirkan orang tuanya tanpa mengotori tangan sendiri. Kini, api dendam membara; sang istri bersumpah akan merebut segalanya dan menjebloskan Rangga ke penjara.
Sampul Novel Dipaksa Menikah
9.6
Demian Dewantara merasa sial setelah terpaksa menikahi Hana Anindya Prayoga. Ia mengira Hana sengaja menerimanya karena ketampanannya, meski Hana sebenarnya juga membenci perjodohan ini. Hana merasa terjebak dalam pernikahan tanpa cinta akibat manipulasi sang ayah, Guntoro Prayoga. Awalnya mereka saling muak dalam hubungan yang didasari kepentingan bisnis, namun sebuah peristiwa tak terduga mulai meluluhkan kebencian dan mengubah segalanya menjadi rasa cinta.
Sampul Novel Gadis Kecil itu Istriku
8.2
Kehidupan seorang siswi SMK berubah drastis setelah sebuah malam pesta yang tak terkendali. Saat menghadiri acara di hotel mewah milik rekannya, ia justru kehilangan kesuciannya dalam situasi yang tidak terduga. Tragedi ini menjadi titik balik bagi sang gadis muda dalam menghadapi realitas dunia dewasa yang keras. Kini, ia harus menanggung konsekuensi dari peristiwa malam itu sembari berjuang menentukan arah masa depannya yang kian rumit.
Sampul Novel Istri Kakakku Selalu Menangis
8.2
Kejanggalan menyelimuti pernikahan Kak Heru dan Mbak Rena, memicu kecurigaan mendalam dalam benakku. Mengapa Mbak Rena terus-menerus meneteskan air mata? Berbagai petunjuk aneh mulai bermunculan, mulai dari insiden kecelakaan misterius di depan toko beras hingga penemuan kantong plastik berisi tumpukan test pack. Aku bertekad menelusuri setiap kepingan rahasia ini demi mengungkap kebenaran kelam yang sebenarnya terjadi di balik pintu rumah mereka.
Sampul Novel Istri Kedua Tersembunyi
7.9
Raine Alverez terpaksa menjadi istri kedua Leon Castello demi melunasi utang keluarganya. Meski dicap sebagai perusak rumah tangga, ia sebenarnya terjebak dalam perjanjian lama yang diatur sang taipan. Di balik status rahasia itu, Raine harus menghadapi kebencian istri pertama serta cercaan publik. Konflik batin kian memuncak saat ia mulai mencintai Leon. Di tengah intrik dan rahasia besar, Raine berjuang memahami siapa yang benar-benar bersalah dalam pernikahan ini.