Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Janda Tengil itu adalah mantan Istriku

Janda Tengil itu adalah mantan Istriku

Larissa kini bangkit sebagai janda kaya raya yang sukses memimpin perusahaan kosmetik besar. Masa lalunya kelam akibat pengkhianatan Nando, mantan suaminya yang berselingkuh dengan Reita secara terang-terangan. Namun, roda berputar saat Nando justru ditinggal menikah oleh Reita demi pria lain. Hidup Nando dan Reita hancur hingga jatuh miskin. Ironisnya, tanpa disadari, kedua pengkhianat tersebut justru melamar pekerjaan di perusahaan milik Larissa yang kini sangat berjaya.
Bab
Bagikan

Bab 3

Nando mengetuk pintu yang salah, seharusnya dia mengetuk pintu disebelah sisi kanan bukan sisi kiri.

Untungnya Ratu naik ke lantai atas untuk melihat, dan benar saja ia menggeleng lirih saat melihat Nando sedang berdiri di depan ruang kerja milik Larissa.

"Mas Nando kan tadi saya bilang apa? kiri apa kanan?" tanya Ratu penuh teka-teki dengan hidung kembang kempis menatap Nando.

"Eh iya ya ... yang kanan ya ... hehe maaf Bu," jawab Nando menggaruk rambutnya yang tak gatal itu kemudian memutar arah kakinya.

Nando membalikan badannya hingga akhirnya tak nampak wajahnya dengan jelas ketika Larissa membuka pintu.

"Ratu, ada apa?" tanya Larissa,

Suara serak basah yang terdengar familiar ditelinga Nando kembali memutar kepalanya.

Dalam hitungan detik mata mereka saling bertemu, Nando terperangah melihat mantan istrinya dengan penampilan yang jauh berbeda.

"Larissa?" ucapnya dengan tak kunjung mengatup mulutnya.

"Mas Nando?" ucap Larissa dengan jelas,

"Woahh ... gak ku sangka akhirnya kita ketemu lagi ya Mas ... oh sekarang mau ngelamar kerjakah?" tanya Larissa mengejek menutup mulutnya dengan kelima jarinya tak lupa ditambah dengan tatapan remeh tertuju pada sang mantan suami.

Nando mengusap matanya berkali-kali, seakan tak percaya jika yang dilihat adalah sosok Larissa.

"Kenapa Mas? kok kaget?" kata Larissa memotong tatapan Nando tak berkedip melihat dirinya dari ujung kaki hingga kepala.

"Kamu beneran Larissa?" tanya Nando lagi,

Larissa tersenyum masam, tak ingin memperlama waktu untuk sekedar mengobrol atau melepas rasa rindu. Tak sudi mengotori matanya untuk sekedar melihat Nando si penghianat.

"Brak." Suara pintu tertutup meninggalkan bunyi keras, membuat Nando tersentak.

"Maaf Mas Nando, udah ditunggu sama pihak HRD." sela Ratu berusaha menahan tawanya hingga membuat bibirnya bergetar.

"Iya Bu." jawab Nando dengan raut wajah menahan malu, matanya melirik ke papan yang terpasang diatas pintu milik Larissa.

"Ruang CEO ... jadi dia benar Larissa mantan istriku?" guman Nando setelah membaca dengan jelas. Hingga akhirnya dia kembali memusatkan perhatian untuk melakukan interview.

Ratu merasa yakin, dengan sikap tak sopan Larissa terlihat jelas jika Nando adalah mantan suaminya dulu.

"Haha keren banget deh Ibu Larissa ... siapa yang ngira kalo mantan yang udah tega jahatin dia ternyata datang ke kantor buat jadi karyawannya sendiri?" kata Ratu sambil berjalan kembali berjaga di ruang resepsionis.

Beberapa menit Nando menjalani sesi wawancara, kemudian keluar dengan tertunduk lesu. Ada perasaan sedih juga bahagia, akhirnya setelah menanti selama satu tahun lamanya ada Perusahaan yang mau menerima dirinya sebagai karyawan.

"Bangsat! mau ditaro mana ni muka gue! ternyata pemilik Perusahaan ini memang punya Larissa mantan istri gue dulu ... tapi kok penampilan dia beda banget ya ... buset cantik banget! coba aja kalo tampilan dia kayak gitu gak bakalan gue selingkuh." kata Nando penuh rasa sesal. Memang karena jiwa sebagai buaya darat melekat erat dalam tubuhnya. Masih saja tak mengakui kekurangan dirinya sendiri.

Nando berjalan lemas, kali ini ia memilih melewati anak tangga daripada menggunakan lift.

"Ah ... kalo gue kerja disini ... harga diri gue makin hancur dong ... mana Larissa yang punya kantornya lagi ... terus posisi gue sendiri cuma jadi cleaning service ... mendingan gue tolak aja ni kerjaan daripada nahan malu." katanya bertekad,

hingga terdengar suara musik yang berasal dari nada panggilan milik ponselnya.

Nando buru-buru mengangkat telepon itu, terlihat nomor baru yang tak tersimpan dari ponselnya.

"Nando : Halo? siapa ya?"

"No name: Siapa! Siapa mata Lo! ni gue anak buah bang Burhan ... sekarang cepet bayar utang-utang Lo yang udah numpuk macem sampah di Bantar gebang ... atau gue ambil rumah Lo buat jaminan!" sentak seorang rentenir menagih hutang kepada Nando.

"Nando : Eh ... iya Bang ... jangan dong Bang ... tenang akhir bulan saya bakalan cicil kok ... soalnya hari ini saya udah keterima kerja Bang ... tolong Bang kasih saya waktu." pinta Nando memohon,

"No name: enak aja kalau ngomong ... dari kemarin lo bilangnya juga gitu ... ngomong katanya akhir bulan dari Januari sekarang mau ke Desember ... mentang-mentang akhir bulan banyak ... nggak bisa pokoknya gua kasih waktu sampai seminggu ... kalau Lo belum bisa bayar silahkan segera angkat kaki dari rumah mewah lo itu."

"Nut."

Nanda mengayunkan kakinya menendang dinding tembok,

"Dugh."

"Bangsat! kapan hidup gue bisa lega gitu ... makan aja susah sekarang di tagih utang... belum lagi benerin mobil yang rusak ... dapet kerjaan malah jadi bawahan mantan istri ... suekk ... suekk ...." kesal Nando menjambak keras rambutnya.

Berbanding balik dengan kehidupan mantan suaminya, Larisa duduk tenang menikmati secangkir kopi dengan kaki menyilang. Tak lupa beberapa camilan berjajar diatas meja serta acara televisi yang ia tonton sebagai hiburan.

"Haha ... aku beneran gak nyangka bisa ketemu sama Mas Nando lagi ... gila sih tampilnya macam gembel aja ... eh ya kok gue penasaran dia ngelamar kerja di bagian apa ya?" kata Larissa merasa penasaran kemudian berlari untuk menghubungi Ratu.

"Larissa : Hallo Ratu?"

"Ratu: Ya, Bu? ada apa?"

"Larissa : Ratu boleh saya tahu, Mas Nando tadi keterima dibagian apa?"

"Ratu : Kata Pak Jaka bagian HRD sih cleaning service Bu."

"Larissa: Hahaha ... apa? hahah ... em maaf-maaf ... oke makasih ya infonya." kata Larissa menutup panggilan intercom.

"Cih ... ternyata dia keterima dibagian Cleaning service? Woah cocok sih biar sekalian dia bersihin otak dia yang kotor." kata Larissa puas dengan senyuman merekah.

"Mas silahkan terima karma kamu ...." imbuhnya serambi menyeruput kopi dalam gelas.

*

Nando berjalan keluar gedung, ia berniat menjual mobil butut itu untuk biaya hidup sehari-hari. Dengan posisi berjalan tangannya sibuk memosting mobilnya diaplikasi jual beli kendaraan.

Karena hanya fokus melihat layar ponsel,ia tak sadar dari lawan arah ada seseorang yang sedang sibuk menawarkan kue donat.

"Brukk."

Benar saja tubuh mereka saling bertabrakan, tangan wanita itu dengan sigap melindungi barang dagangannya yang nyaris jatuh.

"Eh mas! kalo jalan lihat-lihat dong!" ketusnya.

Nando kembali mengangkat dagunya, bahunya terasa ngilu karena terhantam ujung wadah berisi donat.

"Reita?" ucap Nando, sebenarnya merasa sangat pangling dengan tampilan Reita yang jauh berbeda. Memakai daster kembang-kembang serta rambutnya bergelombang tak beraturan.

Reita seketika menutup wajahnya, ia tahu jika orang ini adalah Nando sang mantan pacar.

"Maaf anda salah orang Kak ... saya permisi dulu!" katanya berusaha melarikan diri,

tapi tak semudah itu Nando langsung menarik tangannya,

"Elo gak usah bohong deh ... gue tau kalo elo itu Reita? tapi bentar? kenapa tiba-tiba Lo harus susah-susah jualan donat?" kata Nando menyelidik,

"Apa sih lepasin! Lo gak perlu tahu! lagian bukan urusan Lo juga!" kata Reita menepis kasar, secara tidak langsung mengakui jika dirinya adalah Reita.

"Hahah ... gila sih ... gue puas banget lihat Lo kayak gini ... setelah semua yang gue lakuin buat Lo, tapi Lo malah tega ninggalin gue nikah? karma is real Reita." kata Nando lantang,

Reita meletakkan wadah jualannya ke tepi jalan agar tak tertabrak orang.

"Eh kadal buntung! terus Lo sendiri gimana? enak hidup Lo sekarang? gue lihat tampilan Lo aja macem gembel gak beda sama gue! ini gue apal banget sama baju modelan kayak gini ... ahh ... Lo lagi ngemis cari kerjaan kan?" ejek balik Reita,

Nando mendengus kesal, menampik telunjuk tangan Reita mengarah padanya,

"Diem Lo! gak usah ikut campur!" sentak Nando mendorong Reita melewatinya dengan tatapan benci.

Reita merasa sangat puas, melipat kedua tangannya.

Lanjut Nonton!
Cerita makin seru! Buka Aplikasi untuk melanjutkan membaca
Buka Semua Episode
Cari "95MHT" di moboreader para membaca buku selengkapnya.
Salin kode dan cari di aplikasi Moboreader untuk melanjutkan membaca.
95MHT
Salin
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel A-PD160
8.1
Pasca penculikan tragis, Nina kehilangan suaranya dan hanya Julian yang setia melindunginya. Meski Julian tampak memuja Nina hingga berjanji menikahinya, dia justru menunda hari bahagia mereka sembilan kali. Kebenaran pahit terungkap saat Nina mendengar rencana pernikahan Julian dengan wanita lain. Merasa dikhianati, Nina membakar habis perkebunan mereka dan menghilang. Kini, Julian yang hancur memohon pengampunan seperti anjing yang mengharap belas kasihan.
Sampul Novel Boneka Suami, Kebenaran Pahit Terkuak
8.4
Pasca membela diri dari pelecehan ayah mertuanya hingga koma, istri malang ini mendapati suaminya, Rangga, berpura-pura menjadi pelindung. Namun, sebuah pesan rahasia mengungkap fakta keji bahwa ia hanyalah umpan dalam rencana warisan asuransi. Rangga sengaja membiarkan ayahnya menyerang sang istri demi menyingkirkan orang tuanya tanpa mengotori tangan sendiri. Kini, api dendam membara; sang istri bersumpah akan merebut segalanya dan menjebloskan Rangga ke penjara.
Sampul Novel Dipaksa Menikah
9.6
Demian Dewantara merasa sial setelah terpaksa menikahi Hana Anindya Prayoga. Ia mengira Hana sengaja menerimanya karena ketampanannya, meski Hana sebenarnya juga membenci perjodohan ini. Hana merasa terjebak dalam pernikahan tanpa cinta akibat manipulasi sang ayah, Guntoro Prayoga. Awalnya mereka saling muak dalam hubungan yang didasari kepentingan bisnis, namun sebuah peristiwa tak terduga mulai meluluhkan kebencian dan mengubah segalanya menjadi rasa cinta.
Sampul Novel Gadis Kecil itu Istriku
8.2
Kehidupan seorang siswi SMK berubah drastis setelah sebuah malam pesta yang tak terkendali. Saat menghadiri acara di hotel mewah milik rekannya, ia justru kehilangan kesuciannya dalam situasi yang tidak terduga. Tragedi ini menjadi titik balik bagi sang gadis muda dalam menghadapi realitas dunia dewasa yang keras. Kini, ia harus menanggung konsekuensi dari peristiwa malam itu sembari berjuang menentukan arah masa depannya yang kian rumit.
Sampul Novel Istri Kakakku Selalu Menangis
8.2
Kejanggalan menyelimuti pernikahan Kak Heru dan Mbak Rena, memicu kecurigaan mendalam dalam benakku. Mengapa Mbak Rena terus-menerus meneteskan air mata? Berbagai petunjuk aneh mulai bermunculan, mulai dari insiden kecelakaan misterius di depan toko beras hingga penemuan kantong plastik berisi tumpukan test pack. Aku bertekad menelusuri setiap kepingan rahasia ini demi mengungkap kebenaran kelam yang sebenarnya terjadi di balik pintu rumah mereka.
Sampul Novel Istri Kedua Tersembunyi
7.9
Raine Alverez terpaksa menjadi istri kedua Leon Castello demi melunasi utang keluarganya. Meski dicap sebagai perusak rumah tangga, ia sebenarnya terjebak dalam perjanjian lama yang diatur sang taipan. Di balik status rahasia itu, Raine harus menghadapi kebencian istri pertama serta cercaan publik. Konflik batin kian memuncak saat ia mulai mencintai Leon. Di tengah intrik dan rahasia besar, Raine berjuang memahami siapa yang benar-benar bersalah dalam pernikahan ini.