
Janda Cantik Dan Psycopat Dingin
Bab 2
*"*"*
Adrian berjalan tergesa-gesa memasuki rumahnya yang megah dan mewah, namun tampak sunyi tanpa ada seorangpun yang terlihat di sana, hingga Adrian pun melangkahkan kakinya dengan lebar menuju arah kamarnya di mana selama ini ia dan istrinya kerap kali memadu cinta serta melewatkan kebersamaan ketika sedang berada di rumah setelah melakukan rutinitas di luar sana.
Krekk!!!
Adrian pun membuka pintu secara perlahan, dan suara isakan kecil menyambut kedatangannya di dalam kamar, namun ia memberanikan diri untuk melangkahkan kaki memasuki kamar tersebut dan tampaklah di sana di atas peraduan, seorang wanita yang tengah membelakang ia sangat tahu siapa wanita itu, tidak lain dan tidak bukan adalah istrinya, wanita itu sedang menangis dengan pilu sendirian, seketika hati Adrian teriris melihatnya, wanita cantik yang beberapa tahun lalu mati-matian Ia kejar dan ia perjuang kan, kini tampak mengenaskan dengan kondisi rambut yang acak-acakan, apalagi dengan air mata yang tak hentinya meleleh di pipinya, Adrian pun melangkah gontai mendekat dan seketika menjatuhkan tubuhnya di depan Alona, seraya mendongakkan kepalanya menatap wajah sembab itu yang terlihat menatap kosong ke arah depan bahkan mungkin tak menyadari kehadirannya di sana.
"Alonaku!! Maafkan aku telah menorehkan luka ini, tapi percayalah cintaku hanya masih untukmu." Ucap Adrian dengan mata yang menatap dekat ke arah wajah sembab istrinya yang walaupun terlihat berantakan namun tak memudarkan kecantikannya ia meraih kedua tangan wanita itu yang terletak di atas pahanya, namun dengan cepat Alona menepisnya hingga Adrian pun terkesiap.
"Kenapa kamu harus pulang? Setelah membuat luka menganga disini!." Pertanyaan itu meluncur keluar dari bibir mungil Alona seraya menepuk dadanya yang terasa sesak kala melihat Adrian di depannya, walaupun hanya dengan bayangannya saja yang mampu Ia tangkap karena keduanya netranya masih menatap ke arah depan
Walaupun mati-matian ia berusaha menegarkan diri, dengan perselingkuhannya yang dilakukan oleh suaminya di depan matanya, namun Alona tetaplah seorang wanita rapuh yang gampang menangis, ketika berkendara sendiri saat pulang dari hotel tadi, ia memang sudah menangis terus-menerus di dalam mobilnya, sampai akhirnya ia tiba dengan susah payah di rumahnya, rasa sesak serta sakit di dadanya tak mampu ia tahan, hingga Ia pun merangkak dari tangga menuju lantai atas, menanggung rasa sakit ini tiada tara baginya, Adrian adalah pria yang menikahinya setahun lalu, setelah berpacaran dengannya sekitar tujuh bulan mereka memutuskan untuk menikah setelah mendapatkan restu dari kedua belah pihak,
terlebih kedua orang tua masing-masing adalah orang-orang yang berasal dari kalangan atas dan memiliki pengaruh, namun sayang kedua keluarga memiliki dendam lama sehingga tidak mudah untuk mendapatkan restu penyatuan cinta mereka, hingga akhirnya dengan susah payah dan melewati jalan terjal keduanya dapat bersatu sebagai suami istri walaupun kini keluarga mereka bagaikan orang asing, namun Alona dan Adrian memutuskan untuk tak ambil pusing, keduanya memiliki bisnis sendiri-sendiri hingga tak perlu menggantungkan asa pada keluarga, namun apa yang terjadi kini, penghianatan yang dilakukan Adrian akibat kedatangan mantan pacar lamanya membuat Alona hancur, bahkan kini punya salah demi penyesalan telah datang pada dirinya ketika mengingat betapa giginya keluarganya menolak lamaran pria itu, ia juga begitu gigih mempertahankan cintanya kepada Adrian, bahkan ia rela ditendang dari keluarga, dan tak lagi menyandang nama besar keluarga itu, tapi ia dapatkan saat ini, hanya sakit kita hati dan penghianatan.
Adrian masih bersujud di depan istrinya, perasaan bersalah dan juga penyesalan terlihat di wajahnya, namun seketika ia terkejut kala Alona tiba-tiba bangkit berdiri di depannya seraya menatap sinis ke arahnya.
"Baiklah! Jika kamu ingin mendapatkan maaf dariku, cium kakiku, dan izinkan Aku melakukan hal sama seperti yang kau lakukan, yaitu berselingkuh." Ucapan Alona tersebut membuat Adrian segera menatap tak percaya kepada istrinya, seraya menggelengkan kepalanya dengan cepat.
"Apa yang kau katakan sayang? Jangan berbicara konyol seperti itu, aku tidak masalah mencium kakimu, tapi untuk berselingkuh! Aku tidak akan membiarkannya." Ucap Adrian dengan tatapan nanar yang mengarah ke wajah Alona, membuat istrinya itu tiba-tiba tertawa terbahak-bahak.
Hahahaha hahahaha!!
"Sungguh lucu kamu Adrian! Kamu melakukan perselingkuhan tapi tak membiarkan aku untuk berselingkuh, kamu memang benar-benar seorang pria iblis dan tidak tahu diri, dengan mudahnya kamu memberikan tubuhmu kepada wanita lain, tapi kamu melarang aku untuk memberikan tubuhku kepada pria lain, apakah kamu sudah gila? Karena jalangmu itu." Ucap Alona dengan nada kencang, ia menatap jengah ke arah wajah Adrian yang menurutnya sangat mengesalkan kini.
"Kamu boleh menghukumku dengan cara apapun, asal jangan dengan cara berselingkuh, kamu hanya milikku Alona, aku biarkan seorang pun memilikimu, ingat itu!!." Pekikan Adrian tersebut lagi-lagi membuat Alona terbahak-bahak namun dari sudut matanya mengalir deras air mata Ia tidak menyangka kalau suaminya itu ternyata benar-benar egois dan hanya mementingkan dirinya sendiri.
"Sekarang hidupku sudah hancur, tidak memiliki perasaan lagi, rasa yang aku miliki sudah mati, akibat dari perbuatanmu itu, Aku benar-benar membencimu!." Setelah berkata demikian Alona pun bergerak cepat menuju arah kamar mandi, sementara Adrian masih tetap pada posisi tubuhnya semula yang bersujud di samping ranjang, yang memilah semua perkataan Alona yang seakan menyiratkan kalau rasa cinta yang selama ini dimilikinya telah hilang dan tak tersisa hal itu membuatnya gusar dan gamang, pasalnya ia masih sangat mencintai istrinya, ia tidak dapat memungkiri, kalau kehadiran Maya merupakan warna lain dalam hidupnya kini, bahkan secara lambat laun ia merasa ketergantungan dengan wanita itu, dengan segala pelayanannya di atas ranjang yang memang berbeda dari istrinya, namun Adrian lupa, kalau dalam perselingkuhan, otak pasti akan seiring sejalan dengan nafsu, pasti akan cenderung membenarkan setiap tindakan walaupun itu salah.
*
Setelah membersihkan diri, Alona pun keluar dari kamar mandi, wanita itu tampak segar dengan rambut basahnya namun kantung hitam pada matanya tak bisa berbohong kalau tangisannya tadi tidaklah main-main.
Sedang Adrian menatap tajam istrinya yang hanya menggunakan piyama kesayangannya yang berwarna merah, setelah melihat istrinya duduk di depan meja rias, Adrian pun melangkahkan kakinya ke sana, Dia segera mencium pucuk kepala seraya menatap wajah wanita itu di cermin yang saat ini sedang mengoleskan krim perawatannya.
Alona sama sekali tak bergeming dengan perlakuan suaminya ia sibuk mengaplikasikan beberapa krim di wajahnya, tak memperdulikan Adrian yang saat ini tengah memeluknya dari belakang dengan erat, bahkan tangan jahil pria itu menggerayangi tubuhnya.
Adrian menghela nafas kala mendapati sikap tak dingin dari istrinya, tak seperti biasanya jika ia ingin, wanita itu pasti akan menyambut dengan sukacita.
"Sayang!!."
"Mulai hari ini kita pisah ranjang!!."
...
Anda Mungkin Juga Suka





