
Janda Cantik Dan Psycopat Dingin
Bab 3
*"*"*
"Alona!! Jangan berbicara yang tidak-tidak! Aku dan kamu akan tetap berada di kamar ini, dan akan tidur bersama tak terpisahkan, kamu harus tahu itu!." Teriak Adrian saat mendengar perkataan istrinya, yang ingin pisah ranjang, matanya menatap tajam ke arah wanita itu yang tampak menatap sinis ke arahnya.
"Keputusanku sudah bulat! Kita tidak akan lagi tidur di kamar dan ranjang yang sama, kita akan tinggal di rumah ini, namun tidak akan lagi sama seperti dulu, permainan ini Kamu sendiri yang mulai jadi terimalah konsekuensinya." Ucapan tegas Alona itu membuat Adrian terlihat frustasi dan menjambak rambutnya, sebab bukan hal seperti ini yang ia inginkan, ia memulai perselingkuhan dengan Maya berharap tak ketahuan, dan walaupun ketahuan oleh Alona nanti, ia berharap wanita itu akan mengerti, namun apa yang terjadi di depannya kini malah berbanding terbalik dengan apa yang dipikirkan dan diharapkannya selama ini.
"Sayang aku sudah meminta maaf! Aku berjanji tidak akan pernah menemuinya lagi, lalu kenapa sekarang kamu masih harus mempermasalahkannya sampai pisah ranjang segala? Aku mohon jangan begini, aku masih tetap Adrian suamimu yang dulu yang mencintaimu dengan setulus hati."
"Tapi telah membagi cinta dan tubuhnya untuk mantan kekasihnya, begitu kan maksudmu?." Dengan cepat Alona menyela perkataan Adrian dengan ucapan yang bernada mencibir, hingga Adrian tidak mampu lagi untuk berkata-kata.
"Keputusanku sudah mutlak dan tidak bisa diganggu gugat, jika kamu tidak keluar dari kamar ini, Aku Yang akan pergi." Setelah berkata demikian, Alona pun bergerak keluar dari kamar, dan berjalan menuju arah kamar lainnya, rumah mereka yang besar dan megah memang memiliki banyak kamar, untuk memilih kamar manapun yang ia ingin tempati.
Lagi-lagi Adrian meraup rambutnya secara kasar, seraya memukul-mukul kan kepalan tangannya ke tembok, apa yang dilakukan oleh istrinya ini membuatnya frustasi, nama seketika perasaan yang menghibur di dalam hatinya muncul, Kalau mungkin Alona hanya membutuhkan waktu untuk menerima semuanya, dan lambat laun akan mengerti, sehingga ia kembali sendiri ke dalam pelukannya dengan sukarela.
Singkat cerita....
Pada pagi harinya, Alona sudah rapi dengan setelan kerjanya, seperti biasa ia tampak cantik dan menawan, baju yang dipakainya pun baru karena baru saja dipesan dari butik ternama langganannya, dia sudah enggan kembali ke kamar di mana suaminya berada, namun karena tak memiliki baju apapun di kamar yang dihuninya saat ini, ia pun harus memesan baju kantor serta baju-baju lainnya segera dan mengisi kamar barunya, wanita itu tidak lagi memperdulikan kehadiran Adrian, ia bahkan tak menyiapkan apapun kebutuhannya di pagi ini, tak seperti kemarin, sebelum ia menangkap basah pria itu bersama dengan Maya, ia masih menyiapkan keperluan Adrian sampai stelah kerja dan dalamannya pun ia siapkan ketika pria itu mandi.
Alona sarapan dalam diam, sampai akhirnya Adrian terlihat melangkah gontai memasuki ruang makan tersebut, dengan membawa tas kerjanya yang berwarna hitam, Alona sempat memicing melihat suaminya itu yang tak seperti biasanya, Adrian terlihat berantakan, dan rambut klimisnya setiap pagi tak nampak, dua orang pelayan yang selama ini melayani mereka tampak mengerutkan kening melihat majikannya yang berbeda dari biasanya, kedua orang itu tak saling menyapa di meja makan hingga Alona pun kembali berdiri karena hendak berangkat bertepatan dengan Adrian yang baru mendudukkan tubuhnya di kursi miliknya.
"Bi aku berangkat ya! Jaga rumah Jangan sampai ada penyusup yang masuk, karena sekarang rawan pencurian, bahkan suami pun bisa dicuri orang, apalagi hanya barang." Ucapan Alona tersebut terdengar sangat menyindir di telinga Adrian, hingga ia menatap nanar ke arah istrinya yang kini telah berbalik pergi tanpa menyapanya, pria itu hanya mampu menarik nafas panjangnya sejenak kemudian ikut bangkit, selera makannya telah hilang, hingga ia merasa tak perlu sarapan.
"Ada apa dengan nyonya dan tuan?Tumben mereka tidak memperlihatkan kemesraan di depan kita?." Bisik seorang pelayan yang melihat kedua majikannya telah pergi, tanpa saling menyapa, tak seperti kemarin-kemarin.
Mendengar bisikan rekannya, pelayan lainnya hanya mengedikkan bahunya, mereka memang tidak tahu permasalahan apa yang tengah menimpa sang majikan.
*
Sementara Alona kini sudah sampai di kantornya, ia merupakan seorang CEO pada sebuah perusahaan yang bergerak di bidang entertainer, sudah banyak artis yang ia populer kan, hingga membuat namanya pun ikut tenar sebagai seorang wanita karir yang sukses ditambah dengan kecantikan yang mumpuni, ia banyak menaungi artis-artis yang sedang naik daun maupun arti senior yang memiliki sepak terjang yang patut diperhitungkan di dunia entertainment, nama perusahaannya adalah AK Entertainment.
"Miss! Selamat pagi, ini adalah agenda kerja anda hari ini!." Seru seorang wanita yang berjalan masuk ke dalam ruangan Alona, wanita itu adalah sekretarisnya di kantor, ia langsung memasang senyum ke arah wanita itu dan melihat agenda kerja yang akan dilakukannya hari ini.
"Pukul sembilan nanti anda akan bertemu dengan seorang kolega, mereka sudah membuat janji di restoran." Ucap sekretaris Alona itu, dan sang bos pun terlihat segera mengangguk mendengar perkataannya.
"Siapkan saja semuanya! Nanti kita akan menemui mereka jika sudah waktunya." Sahut Alona dengan senyum tipis di wajahnya. Dan sekretaris yang bernama Desi itu pun segera pamit undur diri untuk melanjutkan pekerjaannya.
Setelah sekretarisnya keluar dari ruangan Alona kembali terlihat berpikir, masalah pelik rumah tangganya sedikit banyak menimbulkan pikiran baginya, namun ia tidak mau sampai berimbas kepada perusahaan yang dipimpinnya, ia harus tetap melanjutkan hidup dengan kuat, karena jika sampai perselingkuhan Adrian itu membuatnya hancur, maka bisa dipastikan Maya akan menari di atas penderitaannya, namun yang ada di pikiran Alona sekarang ini adalah, bagaimana tanggapan keluarganya jika mengetahui kalau Adrian telah mengkhianatinya, pria yang selama ini mati-matian ia perjuangkan bahkan rela meninggalkan keluarganya hanya untuk hidup bersama dengan pria itu.
"Papa Mama maafkan Alona!." Gumamnya lirih, dan dari sudut mana tanya meluncur air bening, tanpa ia sadari.
Sementara di perusahaan Adrian! Tampak pria itu sedang duduk di atas kursi kerja, sama halnya seperti Alona, namun pikiran pria itu tengah menerawang memikirkan istrinya yang telah berubah karena penghianatan yang dilakukannya, Sejujurnya selama ini ia tidak pernah berpikir untuk menduakan sang istri, namun ternyata hal itu dilakukannya juga karena godaan yang terus-menerus yang begitu gencar dilakukan oleh Maya yang selalu menemui, serta menunggunya ketika ia pulang kantor.
"Maaf pak! ada seseorang yang ingin menemui anda!." Tiba-tiba terdengar seruan dari seorang wanita yang berjalan memasuki ruangan kerja Adrian membuat pria itu gelagapan seketika.
"Persilahkan dia masuk!." Sahutnya tanpa menatap ke arah sekretarisnya itu, hingga ia baru mendongakkan wajahnya ketika mendengar suara.
"Sayang! Aku merindukanmu."
...
Anda Mungkin Juga Suka





