Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Istri Rahasia CEO

Istri Rahasia CEO

Abia tak pernah menyangka nasibnya akan berubah drastis setelah merusak mobil mewah milik bosnya yang dingin. Arya, sang CEO duda beranak satu, memberikan tuntutan berat: Abia harus membayar ganti rugi selangit atau bersedia menikah dengannya. Terjepit masalah finansial, Abia terpaksa menerima tawaran gila tersebut. Kini, ia harus menghadapi tantangan besar tinggal seatap dengan pria galak yang selama ini ia hindari di kantor demi melunasi utangnya.
Bab
Bagikan

Bab 2

"Bagaimana keadaannya?" Arya bertanya begitu Dokter sekaligus sepupunya keluar dari ruang rawat.

"Bagaimana menjelaskannya, ya? Luka bekas kecelakaannya tidak terlalu parah. Tapi, tensinya 80. Sepertinya dia juga kelelahan dan sangat kurang tidur. Jika stress sedikit lagi, mungkin dia akan pingsan." Penjelasan perempuan berkaca mata dengan rambut sebahu itu hanya dibalas Arya dengan anggukan.

"Hei, dia pegawaimu, kan? Aku yakin dia sampai seperti ini karena bekerja padamu," tebak Dokter dengan name tag 'Cintya A.' itu dengan senyum jahil.

Arya mendelik tajam. "Pergilah! Tugasmu sudah selesai, kan?" usir Arya pedas sebelum kemudian berjalan masuk ke ruang rawat Abia.

Begitu sampai di dalam, pria jangkung itu menemukan Abia tengah menatap langit-langit ruangan gusar. Sepertinya perempuan itu masih memikirkan bagaimana cara mengganti rugi pada Arya.

"Sudah merasa lebih baik?" tanya Arya sambil duduk di kursi samping ranjang.

Abia mengangguk kikuk. Perempuan itu ingin bangkit duduk karena merasa tidak nyaman berbaring di depan sang atasan, tetapi Arya malah menahan bahunya.

"Berbaring saja! Kata Cintya kau perlu banyak istirahat," tegurnya tegas yang tentu saja tidak bisa dibantah Abia.

Terlebih, dia harus bersikap baik sekarang. Supaya Arya berbelas kasihan melepaskannya setelah merusak mobil mewah pria itu.

"B-bagaimana dengan mobilnya, Pak?" tanya Abia hati-hati.

Wajah Arya yang sebelumnya santai, kini kembali terlihat marah. "Aish! Aku sudah melupakan ini sebelumnya, bahkan berniat tidak memaksamu mengganti rugi." Abia mengerjap senang mendengar pernyataan itu.

"Tapi karena kau terus mengungkitnya, kau harus mengganti rugi." Sayangnya, Abia memang merasa senang terlalu cepat.

"Tapi, Pak---"

"Dengan dua pilihan," potong pria dengan kemeja putih polos itu cepat.

"Apa?" tanya Abia tidak sabar.

"Pertama, dengan uang. Dulu aku membelinya seharga 10 milyar, tapi kuberi diskon. Kau cukup memberiku hanya 5 milyar," jawab Arya kelewat enteng.

Abia meneguk ludah kasar. Apa sopan menyebut uang 5 milyar itu dengan kata 'hanya'?

"Pilihan kedua?" tanya Abia lagi tanpa berpikir panjang.

"Kau hanya perlu menikah denganku." Kalimat bernada santai itu sejenak membuat Abia ragu.

Apa telinganya tidak salah dengar?

"Hah? Bapak meminta saya melakukan apa?" tanya Abia mencoba memperjelas pendengarannya.

"Menikah denganku. Tidak banyak yang harus kau lakukan. Hanya tinggal denganku sekaligus mengurus putraku. Aku juga tidak akan melarangmu bekerja seperti biasa," jelas Arya panjang lebar.

Abia melongo. Bingung harus menanggapi kalimat mengejutkan itu dengan cara apa.

"Kenapa Pak Arya mau menikah dengan saya?" tanya Abia lagi semakin bingung.

"Haruskah aku menjawabnya?" tanya Arya sambil menaikkan sebelah alisnya angkuh.

Abia ingin berteriak 'tentu saja!' tapi mendadak kehilangan kata.

"Waktumu 3 hari. Jika kau tidak bisa melakukan salah satu dari keduanya, aku bisa melaporkanmu ke polisi. Sekaligus memecatmu tentu saja," sambung pria itu final.

Siapa saja, tolong bangunkan Abia dari mimpi buruk ini.

***

"Mimpi apa kau pulang ke rumah secepat ini?" Pertanyaan dari ambang pintu utama membuat Abia menghela napas berat.

"Apa aku tidak boleh pulang?" tanya Abia balik.

"Bukan begitu. Hanya saja, biasanya kau pulang hanya saat akhir bulan, saat gajian. Apa sekarang gajianmu dipercepat?" tanya pria tua yang kini berjalan sempoyongan tersebut.

Abia tersenyum getir. "Apa aku hanya pulang untuk itu bagimu?"

"Tentu saja!" jawab pria dengan mata memerah juga bau alkohol tersebut.

Kali ini, Bisma duduk di sofa panjang samping Abia. Pakaiannya terlihat berantakan. Persis seperti hidupnya.

"Apa Ayah tidak bisa hidup dengan lebih baik? Apa menyenangkan menghancurkan hidupmu seperti ini?" tanya Abia tidak habis pikir.

Dia sebenarnya ke sini untuk mencari ketenangan. Sekaligus mencari solusi yang sebenarnya memang tidak mungkin Abia dapat di sini.

"Mengapa kau bertanya begitu? Kau memintaku hidup lebih baik? Apa kau lupa bahwa kau yang menghancurkan hidupku?!" bentak Bisma.

"Aku tidak melakukan kesalahan apa pun!" sanggah Abia dengan mata berkaca-kaca.

"Kau lahir saja sudah salah, sialan!" cerca Bisma yang seketika membuat Abia menangis.

"Dan sekarang aku semakin muak melihatmu. Berhenti menangis seolah kau merasa bersalah! Padahal kau hidup dengan baik hingga sebesar ini," cibir Bisma sambil bangkit berdiri dan menarik paksa putrinya.

"Kau mau apa?" tanya Abia tidak mengerti.

"Memberimu pelajaran karena sudah membunuh istri dan putraku," jawab Bisma sambil terus menyeret Abia dan mendorong perempuan itu masuk ke kamar.

Belum sempat berdiri, Abia sudah mendapati pintunya terkunci. Abia bersandar di pintu kamar sembari meluruhkan tubuh.

Seharusnya dia memang tidak ke sini tadi. Tapi entah kenapa, dia sangat ingin bertemu Ayahnya. Meski Abia tahu Bisma tidak akan memperlakukannya dengan baik, bodohnya ia tetap datang dan berakhir di sini sekarang.

"Mungkin benar, seharusnya aku tidak pernah dilahirkan," gumam Abia sambil terkekeh miris.

Dulu, Ibunya meninggal setelah melahirkannya. Ayahnya masih bisa menerima. Tapi, begitu Kakaknya juga meninggal karena kecelakaan di perjalanan menuju sekolah Abia, Bisma mulai menyebutnya pembawa sial.

Selama duduk di bangku SMA, dia terus mendapat banyak pukulan dan makian. Jadi, karena tidak tahan, Abia kuliah dengan beasiswa dan menyewa kost di dekat kampus dengan uang hasil kerjanya.

Tapi rupanya, mendapat gelar sarjana dan bekerja di perusahaan besar tidak membuatnya merasa lebih baik. Menyadari hidup Ayahnya yang berantakan, Abia semakin dipenuhi perasaan bersalah.

Maka, tinggal di rumah kontrakan dan memberi sebagian besar gajinya kepada Bisma adalah satu-satunya hal yang bisa Abia lakukan. Tapi rupanya, Bisma masih tetap tidak bisa menerimanya, ya?

Apa Abia memang semenjijikkan itu?

***

Sudah tiga hari Abia tidak masuk kerja. Bertanya pada rekan kerjanya pun, mereka tidak tahu. Jarang sekali perempuan itu hilang tanpa kabar begini.

Dan orang yang paling marah tentu saja Arya. Hari dimana perempuan itu di rawat di rumah sakit, malamnya dia sudah kabur dari sana saat Arya menjenguknya.

Arya bahkan sempat mengunjungi kontrakan Abia. Tapi, perempuan itu tidak ada. Tetangganya juga bilang Abia tidak pernah pulang sekitar 3 hari lamanya.

Kali ini, kemarahan Arya lebih tepat disebut khawatir. Nomor Abia juga tidak bisa dihubungi.

BRAK!

Pintu yang terbuka kasar membuat Arya terlonjak kaget. Di sana, berdiri Keanu---salah satu aktor yang sedang 'naik daun' dari agensi Star Group.

"Jika tidak punya otak, setidaknya kau punya sopan santun untuk mengetuk pintu terlebih dahulu!" bentak Arya kesal.

"Mengapa kau marah sekali? Biasanya aku juga melakukan itu setiap datang ke sini," heran pria dengan sepasang lesung pipi itu.

"Kau mau apa ke sini?" tanya Arya balik.

"Aku disuruh mengambil beberapa naskah drama. Ada banyak tawaran, tapi aku harus memilih satu." Arya mengangguk saja.

"Yasudah, kau boleh pergi." Arya mengusir santai.

"Seharusnya kau senang seseorang setampan aku mau menemuimu. Tapi kau malah mengusirku begini," keluh Keanu yang dibalas Arya dengan putaran bola mata malas.

"Pergilah---"

Tuut ... tuut ... tuuut ....

Getaran ponselnya membuat kalimat Arya terpotong. Begitu mendapati nama 'Abia (Kepala Tim Humas)' ada di sana, pria itu segera mengangkatnya.

"Kau kemana saja?! Jangan harap kau bisa melarikan diri, Abia!" tanya sekaligus ancam Arya sebelum Abia sempat bersuara.

Anehnya, hanya terdengar suara deru napas tak teratur dari seberang sana.

"Abia?" panggil Arya sekali lagi, kali ini dengan nada sedikit panik.

"T-tolongin saya, Pak. Saya takut ...."

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Aku Menikahi Paman dari Tunanganku
8.4
Setelah menyadari bahwa Samuel Gusmawan hanya mencintai adiknya selama dua puluh tahun pernikahan mereka di kehidupan lalu, sang protagonis mengambil langkah ekstrem saat diberi pilihan pernikahan politik. Alih-alih memilih Samuel lagi, ia menyerahkan foto Jeffrey Gusmawan, paman Samuel sekaligus pemimpin tertinggi keluarga mereka. Keputusan mengejutkan ini membalikkan keadaan. Namun, saat cincin pernikahan diserahkan kepada Jeffrey di hari sakral tersebut, Samuel justru kehilangan akal sehatnya.
Sampul Novel Cinta Barunya Adalah Taipan Misterius
8.9
Ditinggalkan di altar dan dikhianati oleh tunangan serta saudari tirinya membuat Charlee hancur. Di tengah kepedihan, ia menghabiskan malam panas dengan pria asing yang misterius. Tak disangka, pria seksi itu terus hadir melindunginya dan membantu membalas dendam. Saat benih cinta mulai tumbuh, sang mantan kembali memohon kesempatan kedua. Kini, sang taipan yang selalu ada di sisinya menuntut jawaban tegas mengenai siapa pria yang akan ia pilih.
Sampul Novel Dulu Kau Permainkan Aku, Kini Aku Istri Sultan
7.9
Mengetahui pernikahan tiga tahunnya dengan Yovan palsu dan sahabatnya adalah istri sah, Kiana Liman merasa dikhianati. Padahal, ia mandul demi menyelamatkan nyawa Yovan. Kiana memilih bangkit dan menikah dengan tuan muda konglomerat. Kehidupan barunya dipenuhi kemewahan, proyek besar, serta kehadiran anak kembar. Meski ada rumor sang suami tak bisa melupakan cinta sejatinya, pria itu justru memohon agar Kiana memercayai ketulusannya.
Sampul Novel Ex-Husband Or Mr. Ceo
9.4
Pasca kegagalan rumah tangganya, Leira bertekad bangkit demi masa depan sang putra. Ia memutuskan kembali ke Chicago untuk mengejar karier di sebuah perusahaan penerbitan. Namun, situasi menjadi rumit saat ia harus bekerja di tempat yang sama dengan mantan suaminya. Di sisi lain, Leira terjebak dalam kesalahpahaman dengan sang CEO. Akankah ia mampu menjaga hatinya tetap tegar, atau justru menemukan cinta yang baru di tengah konflik ini?
Sampul Novel Hot Daddy
8.4
Dominic Immanuel Horrison adalah duda kaya raya yang dikenal dingin dan tak kenal ampun. Meski sifatnya kaku, ketampanan luar biasa sang miliarder tetap memikat banyak wanita. Namun, Dominic sangat selektif dalam mencari sosok ibu bagi anaknya. Pilihan akhirnya jatuh kepada Arabelle, sekretaris setianya yang dianggap memiliki kepribadian paling tepat. Akankah hubungan profesional mereka berubah menjadi cinta sejati yang harmonis dalam rumah tangga?
Sampul Novel HOT DUDA
9.6
Taran merupakan pengusaha sukses yang ingin mendukung karier musik adiknya, Kejora, setelah viral di YouTube. Ia pun mempekerjakan Resti sebagai manajer. Awalnya, hubungan mereka tegang karena Taran merasa Resti terlalu ikut campur. Namun, berkat Kejora, keduanya justru semakin akrab. Meski ada Ben yang mencoba menghalangi, benih cinta antara Taran dan Resti kian tumbuh kuat, terutama saat mereka menghabiskan waktu bersama selama berada di Bali.