Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Istri Pengganti Tuan Muda!

Istri Pengganti Tuan Muda!

Demi menjaga martabat keluarga Wijaya dan Maduswara, seorang ayah memohon kepada putrinya untuk menjadi pengantin pengganti. Jika pernikahan besar ini sampai batal, reputasi leluhur mereka akan hancur seketika. Tak hanya itu, nasib perusahaan yang telah dibangun sang ayah selama bertahun-tahun kini berada di ujung tanduk. Sang putri pun dihadapkan pada pilihan sulit untuk menyelamatkan kehormatan serta masa depan bisnis keluarganya.
Bab
Bagikan

Bab 2

"Gak, Pa, Bella gak mau menikah dengan lelaki yang gak Bella kenal. Bella juga sudah punya pacar. Bella gak mau putus sama pacar Bella! Bella gak mau semua orang menertawakan Bella karena menjadi istri pengganti," protes gadis itu.

Jonathan mengusap kasar wajahnya, Bella selalu saja susah diatur. Ia harus berusaha agar anaknya, mau menerima pernikahan ini.

"Papa mohon Bella ... lagian Maduswara Company sekarang masih berada dalam puncaknya. Kamu pasti akan bisa menikmati semua harta mereka."

"Bella gak percaya Papa akan bilang seperti itu sama Bella, memangnya Papa pikir kebahagiaan Bella bisa dibeli dengan uang? Bella gak peduli mau dia orang kaya atau orang miskin. Bella tetap akan menolak pernikahan ini!"

"Papa gak mau tahu, pokoknya kamu harus menikah. Kalau tidak, Papa tidak akan menganggap kamu sebagai anak Papa lagi." Jonathan langsung pergi dari hadapan keluarganya untuk menuju kamarnya.

"Papa! Bella gak mau menikah sama lelaki itu!" teriak Bella yang tak digubris oleh Jonathan.

Gadis tersebut menangis memeluk mamanya begitu erat. Bella tak menginginkan dirinya menjadi pengantin pengganti, tapi papanya terus bersikeras untuk tetap menjadikan Bella sebagai istri pengganti.

"Ma, tolong beritahu Papa kalau Bella gak mau."

Juwita mengelus rambut Bella begitu lembut. Sebenarnya ia tak masalah bila Bella menikah dengan keturunan Maduswara. Masa depan Bella pastinya akan terjamin.

Siapa yang tak kenal dengan Maduswara Company, sebuah perusahaan yang akhir-akhir ini menduduki peringkat tertinggi di kalangan para pebisnis.

"Sayang, kamu harus terima pernikahan ini. Kamu pasti akan bahagia bila menikah dengan putra Maduswara."

Bella melepaskan pelukannya dengan Juwita. Gadis itu tak menyangka bila mamanya itu akan berkata seperti itu. Juwita malah membujuknya untuk menerima pernikahan itu.

"Kenapa Mama sama saja seperti Papa? Kalian lebih mementingkan harta daripada kebahagiaan putri kalian sendiri?"

Bella segera menghapus kasar air matanya yang terus saja menetes. Ia lalu berlari ke arah kamarnya.

"Bella!" teriak Juwita ketika melihat putrinya yang berlari menjauh.

Blam!

Bella membanting pintu kamar dengan keras, ia langsung menjatuhkan tubuhnya di atas ranjang. Menarik selimut, membenamkan seluruh tubuhnya di dalam selimut, lalu menangis sejadi-jadinya.

"Kenapa aku harus menikah dengan lelaki yang tidak aku cintai?" Ia tergugu.

Sedari tadi Bella terus saja menangis di dalam kamar. Semua wanita pasti akan mendambakan sebuah pernikahan di dalam hidupnya. Namun tidak dengan gadis satu ini, pernikahan ini membuatnya begitu terasa sedih.

Mengapa tidak? Bagaimana dia tidak sedih bila harus menikah dengan seorang lelaki yang sama sekali tidak dicintainya? Bahkan bertemu saja tidak pernah.

"Aku harus bagaimana? Apa aku harus kabur saja dari sini?" gumam Bella bermonolog.

Bukan kah sebuah pernikahan itu butuh waktu untuk saling mengenal satu sama lain, tapi tidak dengan dirinya. Dia malah dipaksa menikah oleh kedua orangtuanya.

Menolak.

Tentu saja ia sudah menolak pernikahan ini, tapi tetap saja, orang tuanya tetap bersikeras akan menikahkan dirinya dengan lelaki yang harus menjadi suaminya karena sebuah bisnis.

"Ya Tuhan, tolong bantu aku. Aku harus menghubungi Daffa. Iya, aku harus menghubungi dia sekarang."

Bella langsung mencari keberadaan ponselnya. Rasanya ia tak sanggup bila harus menikah dengan lelaki yang sama sekali tak pernah ia cintai. Ia bahkan harus mengorbankan cintanya yang sudah lama terjalin.

Ketika Bella sedang mencari ponselnya dan memikirkan bagaimana caranya agar ia bisa kabur dari ruangan ini, tiba-tiba ada yang mengetuk pintunya.

Tok! Tok! Tok!

"Siapa?"

"Delisha."

"Masuk!"

Delisha masuk ke dalam ruangan Bella, dilihatnya Bella yang belum tidur. "Kamu belum tidur Bella?"

"Bagaimana aku bisa tidur? Kalau besok saja adalah hari pernikahanku dengan lelaki yang tidak aku kenal sama sekali."

"Maaf Bella, tapi ini sudah keputusan Papa, kamu harus menerimanya."

Bella meraih tangan Delisha. "Delisha, apa kamu mau membantuku? Aku sangat membutuhkan bantuanmu."

Delisha menaikan kedua alisnya. "Bantuan? Memangnya kamu butuh bantuan apa?"

"Aku ingin kamu menggantikan aku menjadi pengantin wanita."

Deg!

Delisha terperangah mendengar perkataan dari Bella, yang benar saja. Bella menyuruhnya untuk menggantikan posisi Bella. tidak, itu tidak mungkin.

Papa sama tantenya pasti akan marah bila mereka tahu yang berada di pelaminan bukanlah Bella, tapi melainkan dirinya.

"Tidak, aku tidak mau," tolak Delisha.

"Aku mohon, hanya kamu yang bisa menolong aku." Bella menyatukan kedua tangannya di atas dada memasang wajah yang sedih.

Tak biasanya memang, selama ini Bella tak pernah memasang wajah seperti itu di depan Delisha, yang ia berikan hanya wajah ketidaksukaannya kepada Delisha.

Bagaimana Bella tak suka kepada Delisha? Delisha itu anak haram papanya bersama dengan wanita lain, tetapi papanya selalu saja menempatkan anak haram itu lebih segalanya dari pada dirinya yang notabenenya sebagai anak kandung yang sah.

"Delisha, bantu aku. Aku mohon."

Hiks!

Bella menjatuhkan tubuhnya di depan Delisha, ia sampai bersujud memohon agar Delisha mau membantunya kali ini.

"Aku mohon Delisha, hanya kamu yang bisa menolong aku, kamu tahu bukan. Aku tidak mungkin menikah dengan lelaki yang tidak aku cintai, kamu juga tahu kalau selama ini aku sudah memiliki kekasih. Hanya kamu yang bisa membantu aku, jadilah pengganti aku. Aku mohon."

Delisha tak bisa melihat Bella yang berlutut di kakinya, ia tahu selama ini Bella memang tak pernah menganggapnya sebagai seorang kakak. Namun, selama ini Delisha selalu menganggap Bella itu adiknya, tak pantas bila seorang adik berlutut di kaki kakaknya.

Delisha mengangkat bahu Bella. "Bangunlah, aku mohon jangan seperti ini. Besok adalah hari pernikahanmu, aku tidak mungkin menggantikan posisi kamu. Papa sama Tante pasti akan marah. Apalagi dengan keluarga calon suami kamu, aku tidak mau membuat Papa sama Tante malu."

Lelaki yang dijodohkan dengan Bella memang lelaki keturunan dari Maduswara, keluarga yang paling disegani di kota ini, bukan karena harta dan kekayaannya saja, tetapi karena kedermawannya juga.

"Aku tidak mau menikah dengan lelaki itu. Aku mohon tolonglah aku, jadilah pengganti aku. Aku akan berikan apa pun yang kamu mau. Kasih sayang orang tua, aku akan memberikannya kepada kamu. Harta, aku juga pasti akan memberikannya kepada kamu, tapi tolong aku. Aku tidak mau menghabiskan sisa hidupku dengan lelaki yang tidak aku cintai."

Delisha tidak tahu lagi harus berkata apa kepada adiknya itu, ia juga bingung apa yang harus ia lakukan kini.

Mata sembab Bella menjadi bukti kalau Bella tidak menginginkan pernikahan ini.

"Emm … begini saja, Bella. Kamu tunggu di sini dulu, aku akan panggil Papa."

Delisha akan melangkah menuju ke luar ruangan. Namun, tangannya ditahan oleh Bella.

"Jangan! Aku mohon jangan beritahu Papa. Papa pasti akan marah sama aku. Aku gak mau, aku takut."

Bella dengan sangat memohon kepada Delisha agar Delisha tak memberi tahu semua itu kepada Jonathan.

Delisha menghela napasnya gusar. "Baiklah, aku tidak akan memberi tahu Papa."

"Terimakasih, Delisha."

Hari sudah berganti, Juwita pun akan segera menuju kamar Bella untuk membangunkan putrinya karena hari ini adalah hari pernikahannya.

"Sayang, buka pintunya, keluarga mempelai pria sudah menunggu kedatangan kita, waktunya kamu untuk bersiap-siap."

Tok! Tok! Tok!

"Sayang, kamu dengar Mama!"

Juwita berteriak memanggil putrinya yang masih berada di dalam kamar. Akan tetapi, sedari tadi Bella tak menyahutnya, hati Juwita pun sudah mulai gelisah sendiri.

"Ma, kenapa Mama lama sekali panggil Bella?" tanya Jonathan yang sudah berada di hadapan Juwita.

"Ini, Pa, Mama sudah mengetuk pintu kamar Bella, tapi Bella tidak membukanya sedari tadi."

"Bella, buka pintunya, kalau tidak, Papa akan mendobraknya!"

Karena dari tadi tak ada suara dari kamar Bella. Akhirnya, Jonathan mendobrak pintu kamar Bella. Namun ketika pintu sudah berhasil didobrak, betapa terkejutnya Jonathan ketika tak mendapati putrinya di dalam kamar.

"Anak sialan!"

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel DIBUANG SUAMI DISAYANG AYAH MERTUA
8.4
Elsa, gadis desa lugu, terjebak dalam pernikahan tanpa cinta dengan pewaris Group Parker, Landon. Demi wasiat kakek, Landon justru memperlakukan Elsa dengan kejam hingga ia hancur. Di titik terendah, Alex Parker selaku ayah mertua hadir melindungi Elsa karena rasa tanggung jawab. Namun, kedekatan mereka memicu gairah terlarang yang sulit dibendung oleh sang miliarder dingin. Akankah Alex sanggup menahan godaan Elsa atau justru menyerah pada hasratnya?
Sampul Novel Gadis Pemuas Tuan Grey
8.9
Demi membiayai pengobatan sang ayah yang sakit keras, Laura berusaha mencari pekerjaan tambahan sebagai pengasuh. Namun, niat tulus itu justru berujung petaka saat ia bertemu Greyson. Pria itu merampas kesuciannya dan memaksanya masuk ke dalam ikatan gelap sebagai pemuas hasrat. Kini, Laura terjebak dalam dilema moral yang menyiksa: apakah ia sanggup bertahan menjadi budak nafsu Grey demi mendapatkan uang yang sangat ia butuhkan untuk ayahnya?
Sampul Novel IBU SUSU UNTUK BOSKU
9.1
Sonia, ibu muda berusia 23 tahun, berjuang melunasi biaya pengobatan Thalassemia anaknya. Di tengah jeratan utang, ia bertemu Mr. Wei, CEO berusia 45 tahun yang menawarkan dukungan emosional. Hubungan rahasia mereka menjadi pelarian Sonia dari pernikahan yang hampa. Namun, kecurigaan sang suami dan berbagai rintangan mulai mengancam. Terjebak antara gairah, pengkhianatan, dan dilema moral, Sonia harus memilih antara cinta barunya atau hancur dalam drama kehidupan.
Sampul Novel Istri Cacat CEO
9.6
Christian Oliver adalah CEO sukses yang tampak memiliki segalanya, namun hidupnya terkekang oleh aturan sang ayah. Di usia 29 tahun, ia dilarang menjalin kasih karena statusnya yang sudah terikat pernikahan sejak remaja dengan Olivia, putri sahabat ayahnya. Meski telah bertahun-tahun mencari, Christian tak kunjung menemukan keberadaan istrinya itu. Ironisnya, tanpa ia sadari sedikit pun, sosok Olivia sebenarnya selalu berada sangat dekat di sisinya selama ini.
Sampul Novel Istri Penebus Hutang
9.8
Elara, gadis penuh harapan di tengah kemiskinan, harus menghadapi kenyataan pahit akibat ulah ayahnya, Hasan. Demi melunasi utang keluarga yang menumpuk, Hasan memaksa Elara menikahi Raka, konglomerat misterius yang menguasai dunia bisnis namun tak pernah muncul di publik. Meski hatinya hancur dan air mata tertahan, Elara tidak memiliki pilihan lain selain menuruti permintaan sang ayah. Kini, nasibnya terikat pada sosok pria berkuasa yang tidak ia kenal.
Sampul Novel Jangan Jatuh Cinta Pada Sugar Daddy
8.6
Terdesak kebutuhan finansial, Anggita yang berusia 20 tahun nekat mendaftar di aplikasi Sugar Baby. Meski sempat diabaikan karena fisiknya, pengacara sukses bernama Devano Abimanyu justru tertarik padanya. Devano bersedia membiayai hidup Anggita dengan syarat ketat: dia memegang kendali penuh, menjanjikan kenikmatan luar biasa, dan melarang Anggita jatuh cinta. Akankah Anggita mampu bertahan tanpa melibatkan perasaan, atau justru terjebak dalam aturan yang sengaja dilanggar?