Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Istri Nomor Dua

Istri Nomor Dua

Menikah di usia muda sebagai istri kedua adalah mimpi buruk yang tak pernah kubayangkan. Namun, demi rasa bakti, aku terpaksa menerima takdir menjadi orang ketiga dalam pernikahan pasangan yang sudah kuanggap kakak sendiri. Kini aku harus menelan pil pahit karena diabaikan oleh suami sendiri. Sanggupkah aku bertahan di tengah kerumitannya, ataukah aku harus menyerah dan pergi mencari kebahagiaanku yang sesungguhnya di luar sana?
Bab
Bagikan

Bab 1

“Menikahlah dengan Sean.”

Seketika tubuhku menegang, kala mendengar permintaan terakhir Ayahku yang saat ini sedang kritis.

Tidak! Itu tidak mungkin!

Mana Bisa aku menikah dengan Kak Sean. Sementara pria itu sendiri ....

“Tapi, Pih ... Kak Sean kan, sudah mau menikah dengan Kak Audy.”

Aku mencoba menolak, seraya melirik dua orang yang kusebutkan tadi, di kaki tempat tidur Papiku.

Itulah kenapa, aku bilang ini gak mungkin, karena aku gak mungkin merusak pernikahan mereka, kan?

“Me ... menikahlah, ber ... sam ... a..sam ... a,”

Namun, Papi  masih bersikukuh, meski kini Papi mulai terbata dalam berucap.

Terlihat sekali kalau dia sedang menahan kesakitan yang luar biasa. Membuat aku makin gusar melihatnya.

“Ta-tapi, Pih. Itu ... itu ....” Aku pun jadi bingung sendiri sekarang. Antara menolak permintaan Papi atau menurutnya.

Aku tak mau mengecewakan Papi. Tetapi ... aku juga tak mungkin menuruti kemauan Papi itu.

Karena itu tak mungkin! Benarkan?

Menikah muda bukanlah impianku sejak dulu. Apalagi sampai menjadi istri kedua.

Itu mimpi buruk!

Namun, bagaimana dengan papi? Aku benar-benar tak ingin mengecewakannya.

Tuhan, aku harus bagaimana?

“Me ... reka ... su-dah ... set-tuju.” Papi kembali berucap dengan susah payah.

Apa katanya? Mereka sudah setuju? Bagaimana mungkin?

Apa mereka sudah gila?

“Tapi—”

“Pa..pi mo..hon.” Papi pun berusaha menyela ucapanku. Membuat aku bingung untuk melanjutkan penolakanku lagi.

Tuhan ... harus bagaimana ini?

Aku gak mau jadi istri kedua!

Saat aku masih bingung dengan permintaan Papi. Kak Audy tiba-tiba menepuk bahuku pelan, meminta atensiku.

“Aku rela di madu kok, Ra,” ucapnya kemudian, dengan mimik wajah yang tidak terbaca.

Benarkah? tapi kenapa?

“Tapi, Kak. Aku ... aku gak mau jadi orang ketiga di antara kalian,” jawabku dengan jujur.

Tentu saja aku harus menolak. Karena aku mengenal kedua orang itu, dan menyayangi mereka seperti keluargaku sendiri. Jadi ... mana mungkin aku tega menghancurkan kebahagiaan mereka.

Namun, Kak Audy terlihat menggeleng dan tersenyum menenangkan.

“Ayahmu sudah seperti ayahku sendiri, Ra. Dan bagiku, membahagiakannya adalah salah satu keinginanku dalam hidup ini. Jadi, kalau memang Paman Theo ingin kita menjadi madu. Aku gak keberatan sama sekali.”

Ini gila! Sungguh! Aku gak bisa mengerti maksud mereka sebenarnya dalam hal ini.

“Lagi pula, Sean juga sudah setuju, kok. Iya, kan Sean?” Kak Audy masih mencoba mengubah keputusanku, seraya menoleh ke arah Kak Sean, yang berdiri tak jauh darinya.

Kak Sean tak berkomentar apapun. Dia hanya mengangguk pasrah. Sambil meliriku sekilas. Meski begitu, dari raut wajahnya saja, aku bisa melihat dengan jelas, rona keterpaksaan dalam wajah itu. Melihat hal tersebut, bagaimana aku bisa ikhlas menerima pernikahan ini?

“Tap—”

“Ra, percayalah! Kita pasti bisa kok, Hidup bertiga dengan rukun.” Kak Audy masih mencoba meyakinkanku lagi. Akan tetapi, tetap saja hatiku tak bisa menerima hal ini begitu saja. Karena ....

Demi Tuhan. Aku benar-benar  tak mau menikah sekarang. Apalagi langsung jadi istri kedua seperti ini. Tuhan ... lelucon apa sebenarnya yang sedang kau mainkan dalam hidupku.

“Ra?” panggil Kak Audy lagi. Meminta atensiku. Namun kali ini tak kuhiraukan. Karena aku benar-benar bingung harus bagaimana sekarang.

Aku pun terdiam sejenak, seraya melihat ke brankar tempat papi terbaring lemah. Wajahnya pucat, dengan selang dan kabel menempel di seluruh tubuhnya. Raut wajahnya sangat terlihat lelah sekali di sana.

Mungkin, dia benar-benar tak bisa bertahan lagi setelah ini.

Oh, papiku yang malang. Pasti dia sangat tersiksa saat ini dengan kondisinya.

Aku tak tega melihatnya. Sungguh! Namun, menerima permintaannya pun rasanya ....

“Pa ... pi mo ... hon.” Papi kembali berucap, dengan mata tuanya yang sudah sangat sayu.

Aku yakin, Papi pasti sudah sangat lelah, dan ingin segera istirahat dari kejamnya dunia ini. Hanya saja, papi masih belum bisa istirahat dengan tenang, karena memikirkan kondisiku yang akan dia tinggal sendirian.

Ya! Aku anak tunggal, dan sudah tak punya Mami. Jadi, jika Papi pergi. Aku benar-benar akan jadi yatim piatu.

Aku yakin, itu juga yang membuat Papi meminta hal gila ini padaku. Karena Papi tak ingin meninggalkan anak kesayangannya seorang diri setelah dia pergi.

Oh, Papi. Haruskah seperti ini?

Selama ini Papi selalu memberikan, dan memenuhi kebutuhanku tanpa memanjakanku. Dia adalah cinta pertamaku yang tak kan pernah tergantikan oleh siapapun.

Bagiku, sosoknya sangat sempurna untuk dijadikan panutan. Bahkan demi aku, Papi sampai rela tidak menikah lagi setelah kepergian Mami. Dia ... benar-benar menjadi single parent yang luar biasa untukku.

Padahal, aku sama sekali tak pernah melarangnya untuk menikah lagi. Karena aku tahu, Papi juga butuh pendamping, dan dia juga berhak untuk bahagia lagi.

Akan tetapi, setiap kali aku mengutarakan keinginanku untuk memiliki ibu lagi, papi pasti akan menolak dengan sangat tegas.

Papi bilang, “Istrinya cuma satu, dan selamanya hanya akan satu, yaitu Mami! Lagipula, Papi sudah sangat bahagia dengan kehadiranmu. Jadi, Papi tidak butuh yang lain lagi.”

Mengenang semua itu, tak urung hatiku pun langsung mencelos. Karena pengorbanannya sangat besar untukku. Lalu, bisakah aku membalasnya? Aku menghela napas berat tanpa sadar, seraya menutup mata dengan erat. Tuhan ... ini berat!

“Papi mungkin, bukan ayah yang sempurna untukmu, Ra. Papi juga tidak selalu bisa memberikan kebahagiaan kepadamu. Tapi, Papi janji, Nak. Papi akan selalu berusaha memberikan yang terbaik untukmu. Selalu percaya sama Papi, ya?”

Tiba-tiba sebuah ucapan papi di masa lalu melintas begitu saja di benakku. Membuat aku sontak membuka mataku dengan cepat. Aku tidak ingin mengakuinya, tapi jujur saja, ingatan itu berhasil membuatku mulai goyah pada pendirianku saat ini.

Sekali lagi, aku pun menatap papi yang terlihat lemah di tempat tidurnya. Kemudian mulai mencerna semuanya dengan baik. Meski aku tidak tahu apa tujuan papi membuatku jadi orang ketiga diantara hubungan Kak Sean dan Kak Audy. Tapi, aku percaya papi pasti punya alasan dibalik semua ini.

Maka dari itu, aku pun akhirnya mencoba menguatkan hatiku, dan berkata, “Baik, Pih. Rara setuju!”

Aku sengaja memandang mata tua itu dengan intens. Ingin menegaskan padanya, bahwa aku selalu percaya pada keputusannya.

Papi pun terlihat tersenyum tipis, Sebelum ....

Tuuuutttttt ....

Suara mesin kardiograf berbunyi nyaring memekakan telinga. Mengiringi kepergian Papi pada tidur tenangnya, untuk selamanya.

Tidak ada yang bisa kulakukan selain meraung dengan tubuh gontay memintanya untuk kembali.

Papiiiii ....

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Aku Bukan Orang Ke 3 (Tak Kuasa Menolak Takdir Cinta)
8.6
Almira Mayangsari berjuang membesarkan dua keponakan tanpa berharap menemukan pria yang tulus. Takdir mempertemukannya dengan miliarder Bastian Navarell yang menyelamatkannya dari bahaya. Meski saling jatuh cinta, Almira memilih lari saat tahu Bastian telah beristri karena tak ingin jadi orang ketiga. Bastian yang terobsesi tidak menyadari bahwa Almira sebenarnya masih perawan. Akankah kebenaran ini menyatukan mereka dalam jalinan cinta yang elegan dan penuh haru?
Sampul Novel Bersinar Setelah Menjanda
9.0
Irfan meremehkan Amira dengan menyebutnya tidak berdaya tanpa dirinya. Namun, takdir berputar saat Amira berhasil meraih kesuksesan besar, sementara Irfan terjebak dalam keterpurukan. Kini, sang mantan suami kembali datang mencoba merayu dan memenangkan hatinya lagi. Akankah Amira terjatuh ke lubang yang sama, atau justru membiarkan Irfan menderita dalam penyesalan? Saksikan perjuangan emosional Amira untuk bangkit dan membuktikan harga dirinya.
Sampul Novel Cinta Tak Terbalas
7.9
Demi biaya pengobatan adiknya, Raisa Putri terpaksa menikahi Rangga, pria yang tengah koma. Selama dua tahun, ia merawat Rangga dengan tulus hingga benih cinta tumbuh di hatinya. Namun, saat Rangga terbangun, kenyataan pahit menghantam. Rangga tetap terpaku pada mantan kekasihnya, Aulia, dan hanya menganggap Raisa sebagai pelayan belaka. Merasa cintanya bertepuk sebelah tangan, Raisa memilih untuk meminta cerai. Akankah Rangga menyadari kehilangan tersebut?
Sampul Novel Crazy Marriage (Pernikahan Paksaan)
9.2
Vintari terpaksa merelakan mimpinya demi perjodohan orang tua saat usianya baru 19 tahun. Menikah dengan Zeus Ducan yang dewasa terasa seperti mimpi buruk baginya, sementara Zeus menganggap Vintari sebagai beban yang ceroboh. Namun, saat benih kenyamanan mulai tumbuh, sebuah rahasia besar terungkap. Zayn, pria yang dicintai Vintari, ternyata adalah adik tiri suaminya sendiri. Kini Vintari terjebak dalam dilema antara Zeus dan cinta lamanya pada Zayn.
Sampul Novel Gadis Nakal Sang Bidadari Surga
7.9
Ayana adalah pemimpin geng motor The Wild Ants yang terkenal pemberontak. Kenakalannya membuat sang Papa mengirimnya ke pesantren untuk dibina. Di sana, ia terkejut saat mengetahui dirinya dijodohkan dengan Gus Farhan, putra pemilik pesantren. Ayana tak berdaya menolak karena perjodohan tersebut merupakan wasiat terakhir almarhumah ibunya. Kini, ratu jalanan itu harus berjuang menghadapi kehidupan religi dan komitmen pernikahan yang tak pernah ia duga.
Sampul Novel Lama-lama Jadi Cinta
9.5
Rini Zaskia Putri terpaksa menikahi Muhammad Andre akibat perjodohan orang tuanya yang mendadak. Meski terikat pernikahan, hati Rini sebenarnya masih milik Bagaskara Agam, kekasihnya yang tidak pernah mendapatkan restu dari keluarga. Kini, Rini terjebak dalam dilema antara baktinya sebagai istri dan kenangan masa lalu. Sanggupkah ia menghapus perasaannya pada Agam demi mencintai Andre sepenuhnya, ataukah cinta lama itu tetap bertahan?