Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Istri Lugu Presdir Dingin

Istri Lugu Presdir Dingin

Kehidupan Nia hancur saat kehamilannya terbongkar. Di tengah keputusasaan, seorang wanita yang pernah ia tolong menawarkan jalan keluar: menikahi putranya, Dion, dan merawat cucunya. Tanpa diduga, Dion adalah duda dingin beranak satu. Pernikahan pun terjadi, namun Nia segera menyadari kenyataan pahit bahwa penolongnya ternyata berkerabat dengan pria yang menghamilinya. Kini, ia harus menghadapi dilema besar apakah sang suami sanggup menerima dirinya dan janin di rahimnya.
Bab
Bagikan

Bab 7

Hari-hari berlalu begitu cepat. Nia semakin dekat dengan Dila.

Segalanya dilakukan bersama. Mulai dari terbangun saat pagi, sampai akan tertidur lagi. Bahkan, Dila tidak mau tidur tanpa Nia.

"Mami!" Dila berseru dengan bahagia saat dirinya baru saja pulang sekolah.

Setelah lama tidak pernah ke sekolah, akhirnya hari ini dia kembali menduduki kursinya.

Dila sudah rindu akan suasana belajarnya--rindu pada teman-temannya. Begitupun sebaliknya. Semua guru sudah mengerti dengan keadaan Dila, sehingga tidak dipaksakan untuk pergi ke sekolah. Bahkan, pulang lebih awal daripada teman-temannya.

Adalagi yang lebih membahagiakan. Ini adalah pertama kalinya Dila memanggil Nia dengan sebutan Mami.

Dion yang berada dibelakang tubuh mungilnya saja terkejut mendengarnya.

"Dila sudah pulang sekolah, ya? Pasti lelah, ayo kita minum dulu." Nia pun mengambil mineral, sedangkan Dila menunggu di ruang tamu sambil duduk di sofa.

Meneguk mineral yang dibawakan oleh Dila, kemudian dengan antusias menunjukan bukunya. Bercerita banyak tentang hari pertamanya ini memasuki sekolah.

"Dila juga gambar." Dila menunjukan buku gambarnya. Ada tiga orang di sana, sedangkan anak kecil di tengah-tengah.

"Ini Mama. Ini Dila, terus ... ini Papi." Dila pun menjelaskan pada Nia maksud dari gambarnya tersebut.

"Wah, bagus sekali. Anak pintar, kalau begitu Sekarang waktunya ganti seragam. Kemudian makan, minum obat dan........" Nia pun tersenyum pada Dila.

"Tidur!" seru Dila, mengerti dengan maksud Maminya itu.

"Anak pintar!" Nia menarik kedua pipi Dila dengan gemas, namun penuh kasih sayang.

"Hehe," Dila pun tersenyum bahkan gigi ompong nya terlihat jelas.

Dion merasa terharu melihat kedekatan antara Dila dan Nia. Namun, dia masih saja mempertahankan wajah datarnya.

"Dila mau tidur sama Mami, sama Papi juga," kata Dila.

Seketika, Nia tercengang mendengar permintaan Dila. Anehnya, Dion malah tersenyum dan menyetujuinya tanpa banyak menimbang.

Nia semakin terkejut, tapi dirinya merasa seperti benar-benar memiliki keluarga yang bahagia.

Ketiganya tidur bersama, di atas ranjang milik Dila.

Hingga akhirnya Dila benar-benar terlelap, bahkan Nia pun ikut terlelap.

Mungkin, karena pelukan Dila begitu menghangatkan.

Beberapa saat kemudian, Nia pun terjaga. Dia tersadar ternyata ikut tertidur.

Dengan perlahan, Nia melepaskan tangan Dila yang melingkar di lehernya. Setelah berhasil, Nia pun turun dari ranjang.

Mata Nia juga menyadari bahwa tidak ada Dion di sana, mungkin sejak tadi sudah pergi.

Terlalu lelap hingga tidak menyadari sama sekali.

Banyak pekerjaan yang menunggu Nia, sehingga dengan cepat menuju dapur.

"Tuan Dion, belum makan siang 'kan?" Nia berbicara sendiri sebab semua tugas itu sudah diberikan kepadanya oleh Bunga.

Nia pun bergegas menuju dapur. Namun, tiba-tiba dia terkejut melihat seseorang yang cukup membuat jantungnya berdegup kencang.

Reza! Dari mana pria itu datang?

"Apa yang kau lakukan di rumah ini?" Reza tiba-tiba muncul di hadapan Nia.

Seketika hati Nia berdenyut nyeri. Perlahan, dia mencoba menatap mata Reza.

Di sisi lain, Reza terkejut melihat keberadaan Nia di rumah keluarganya. Seketika, pikiran buruk tentang Nia pun mulai muncul di kepalanya.

Berikut dengan kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi selanjutnya.

"Jawab aku!" Reza tak dapat menahan amarahnya, menatap wajah Nia sungguh membuat amarahnya membuncah.

"Ak....Aku-"

"--Apa kau belum menggugurkan janin itu?" tanya Reza lagi.

Nia meremas perutnya sambil terus menatap tajam Reza, lelaki tidak bertanggung jawab itu tampaknya merasa terganggu dengan kehadirannya.

Kalau saja bisa menghindar, Nia pun lebih memilih untuk pergi. Tapi tidak bisa, karena ikatan perjanjian dengan Bunga membuatnya tidak bisa keluar dari keluarga tersebut.

Padahal, dirinya tidak sanggup menjalani hari-harinya jika terus melihat orang-orang yang sudah tega padanya.

Nia kini menyadari bahwa persahabatan mereka tidaklah tulus seperti apa yang Nia pikirkan selama ini.

"Bukankah aku sudah memberikanmu uang?" tanya Reza lagi, kesal karena yakin, sepertinya janin itu benar masih ada.

"Sayang, apa yang kamu lakukan di sini?" Raya belum melihat siapa wanita yang kini berdiri di depan suaminya, sehingga masih terlihat santai.

"Lihat dia!" Reza pun menunjuk Nia.

Raya mengikuti arah yang ditunjuk Reza dan terkejut, seakan ada bom waktu yang akan meledak seketika itu juga.

Keduanya begitu bingung. Mengapa ada Nia di rumah tersebut?

"Reza, jangan bilang kamu yang bawa dia ke sini. Atau kamu mau menikahinya?" tebak Raya penuh kemarahan.

"Cuihhhh!" Reza pun meludah, seakan merasakan jijik. "Aku tidak sudi untuk itu!" kata Reza menatap tajam Nia, "Kamu ngapain di rumah ini? Dasar tidak tahu malu!"

Nia tidak tahu harus mengatakan dirinya sebagai apa di sini. Apakah dia istri atau hanya sekedar pembantu untuk Dion?

Namun, diamnya Nia justry membuat amarah Reza semakin membuncah.

Pria itu mencengkram erat leher Nia, dan membawanya pada dinding.

Nia tidak bisa bergerak. Tangannya memegang tangan Reza dan ingin dilepaskan.

Apalagi, perlahan, Nia mulai merasa sulit untuk bernapas.

Sampai tiba-tiba, ada yang menepis tangan Reza, hingga terlepas dari leher Nia.

"Uhuk-uhuk...." Nia terbatuk-batuk setelahnya.

"Apa yang kau lakukan?" tanya Dion dengan wajah dinginnya menatap Reza--membuat keponakannya itu terkejut dan ketakutan.

"Aku hanya melakukan apa yang seharusnya ku lakukan, Om tidak lihat wanita asing yang memasuki rumah kita!" Reza pun kembali melayangkan tatapan tajam pada Nia.

"Dia istriku!"

Pernyataan tegas itu meninggalkan keheningan di antara mereka berempat.

Lanjut Nonton!
Cerita makin seru! Buka Aplikasi untuk melanjutkan membaca
Buka Semua Episode
Cari "B63847" di goodnovel para membaca buku selengkapnya.
Salin kode dan cari di aplikasi NovelShort untuk melanjutkan membaca.
B63847
Salin

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Anak Yang Ku Bawa Dalam Rahimku
8.6
Baru seminggu bekerja di kediaman Arsanta, Alesha Devandra mengalami tragedi kelam saat Reiner yang sedang mabuk akibat dikhianati kekasihnya melampiaskan amarah padanya. Alesha yang trauma memilih kabur ke desa, namun ia justru mendapati dirinya hamil. Kini ia terjepit antara menuntut tanggung jawab pada Reiner yang mungkin lupa, atau membesarkan bayinya sendirian di tengah cibiran. Akankah Reiner mengakui darah dagingnya saat rahasia ini terungkap?
Sampul Novel En-PD181
7.9
Sebagai agen papan atas, karier saya terancam saat model pendatang baru Lucas menuntut pemecatan saya hanya karena masalah jaket. Dengan sombongnya, ia memamerkan hubungan spesialnya dengan pemilik perusahaan di tengah pesta. Namun, ia tidak menyadari siapa lawan bicaranya. Tanpa ragu, saya langsung menghubungi pria terkaya di negeri ini untuk mundur dari proyek film besarnya. Kini, nasib investasi mereka berada di ujung tanduk akibat keangkuhan tersebut.
Sampul Novel Istriku Bukan Selingkuhanku
8.1
Sepuluh tahun menikah, hubungan asmara antara aku dan Mas Bram tetap membara layaknya pengantin baru. Sebagai atasan perusahaan yang sibuk mengontrol cabang luar kota, ia selalu lihai menyusun alasan demi menemui diriku tanpa sepengetahuan ibunya. Pagi ini, kemesraan itu kembali hadir lewat pelukan hangat dan kecupan di leher saat aku memasak. Sosoknya yang romantis sangat memahami cara memuaskan keinginanku hingga aku tak berdaya dalam dekapan gairahnya.
Sampul Novel Karma Untuk Istri Durhaka
8.3
Pernikahan Edwin hancur saat Melissa, istrinya, kembali dari perjalanan bisnis setengah tahun dalam kondisi hamil tiga bulan bersama klien utama mereka. Alih-alih merasa bersalah, Melissa dengan bangga memamerkan kehamilannya dan menyodorkan kontrak proyek besar dengan syarat perceraian. Menolak tunduk pada penghinaan dan kerja sama yang kotor, Edwin merobek kontrak tersebut di hadapan mereka dan memilih menyetujui perceraian demi mempertahankan harga dirinya.
Sampul Novel KUSEMBUNYIKAN KEKAYAANKU DARI SUAMI DAN MERTUA
9.6
Mia merasa muak karena terus direndahkan oleh ibu mertuanya hanya karena dianggap miskin dibanding menantu lainnya. Meski dihina secara zalim, Mia memilih bungkam dan menyembunyikan rahasia besar. Tanpa ada yang tahu, ia sebenarnya memiliki kekayaan melimpah dan tumpukan logam mulia dari hasil jerih payahnya menulis secara daring. Ia sengaja merahasiakan aset tersebut agar suami dan mertuanya yang rakus tidak bisa menyentuh hartanya sedikit pun.
Sampul Novel Maduku Putri Konglomerat
9.4
Kehidupan yang serba kekurangan mendorong Hilman untuk mengkhianati janji suci pernikahannya. Demi mengejar harta dan kemewahan, ia nekat menikahi seorang wanita dari keluarga konglomerat di belakang istrinya. Kini, sang istri harus berjuang menghadapi kehancuran hati dan kepedihan mendalam akibat pengkhianatan lelaki yang sangat ia cintai itu. Sanggupkah ia bertahan saat suaminya lebih memilih kekayaan daripada kesetiaan mereka?