Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Istri Kontrak Mr Billionaire

Istri Kontrak Mr Billionaire

Demi membiayai pengobatan sang ibu, Claudya terpaksa menyetujui pernikahan kontrak dengan miliarder ternama asal Eropa. Namun, kehidupan barunya justru penuh penderitaan karena sang suami menjadikannya pelampiasan rasa sakit hati akibat ditinggalkan mantan kekasih. Meski raga dan jiwanya sempat terpikat, Claudya akhirnya memilih menyerah. Ia memutuskan untuk pergi menjauh demi mengakhiri segala kepedihan dalam hubungan yang tidak berlandaskan cinta tersebut.
Bab
Bagikan

Bab 1

“Tandatangani suratnya dan buat rekamannya sekarang!” perintah seorang pria menggunakan kemeja putih, tuksedo hitam, serta dasi kupu-kupu menambah ketampanannya semakin bertambah berkali-kali lipat. Tapi sayang semua hanya cangkang untuk menutupi kekejaman yang dilakukan.

Di atas sofa putih besar seorang wanita menggunakan dress panjang berwarna senada tengah duduk. Memegang berlembar-lembar surat perjanjian serta pena, jangan lupa kamera yang merekam setiap gerak geriknya. Claudya Stewart menelan saliva yang terasa kelat, berulang kali menutup mata dan mengembuskan napas, begitu berat jemarinya menorehkan tinta pada surat perjanjian pranikah.

Poin-poin tercatat di dalamnya sama sekali tidak menguntungkan bagi Clau, terkesan merugikan. Tapi ia bisa apa selain menerima dengan lapang dada, berharap calon suaminya –Arjuna, kelak memperlakukan dirinya sebaik mungkin.

“Baik Tuan, saya tandatangani. Tapi … bisakah uangnya dikirim hari ini? Ibu saya memerlukan secepatnya.” Claudya mendongak, memberanikan diri menatap wajah sangar Arjuna.

“Tugasmu saja belum selesai, sudah meminta bayaran. Benar-benar wanita tidak tahu diri.” Sindir Arjuna mendekati Clau. Lalu menunjuk kening wanita itu dengan jari telunjuk hingga tubuh Clau terdorong ke belakang.

“Kau masih punya mata untuk membaca? Lembar pertama poin 10.” Tukas Arjuna menggeram marah, sebab calon istrinya sangat membuang-buang waktu.

“Baik Tuan, saya tanda tangan. Kita bisa menikah sekarang juga.” Jawab Clau dengan suara gemetaran.

Pada akhirnya ia pun berhasil membubuhkan tanda tangan di atas kertas berisi banyaknya peraturan selama menjadi istri seorang Arjuna Caldwell. “Sudah Tuan.” Cicit Clau, menundukkan kepala, sungguh ia tidak berani menatap amarah pada kedua mata Bosnya.

Pasalnya Clau mengetahui persis alasan Arjuna menikahinya, semua tidak lain karena Clara –kakaknya. Membuat masalah dengan Presiden Direktur Cwell Group itu, hingga Clau yang harus menanggung semua beban.

“Ok, hapus air matamu! Tidak berguna, jangan harap aku iba. Sekarang keluar dan tunggu di ruang pernikahan!” perintah Arjuna, melempar sebungkus tissue kecil ke atas paha Clau.

Kedua tangan Clau mendadak tremor, untuk menyeka air mata saja memerlukan tenaga ekstra. Sedih dan hancur perasaannya, bagaimana tidak? Pagi ini pihak rumah sakit menghubungi, menagih biaya rumah sakit serta biaya terkait transplantasi jantung ibunya.

Uang dalam rekening Clau sama sekali tidak mencukupi, walaupun bekerja di perusahaan besar sekelas Cwell Group. Tetap saja gajinya tidak mampu membiayai seluruh kebutuhan pengobatan, pembayaran hutang atas rumah yang disita dan keperluan hidup sehari-hari. Pernikahan ini sama sekali bukan keinginan Clau, terpaksa menerima pinangan Arjuna adalah jalan satu-satunya untuk mendapatkan uang dalam waktu singkat.

Semula Clau berniat meminjam uang kepada bagian koperasi dan keuangan pegawai, siapa sangka laporan akibat menumpuknya hutang terdengar ke telinga Presiden Direktur.

Clau yang melamun tersentak ketika ponselnya bergetar, sebuah pesan masuk bernada ancaman dari seseorang. Siapa lagi kalau bukan Arjuna Caldwell? Pria arogan, telah menunggunya di ruangan pernikahan.

Ya, Clau dan Arjuna melangsungkan pernikahan di badan kependudukan. Jangan harapkan adanya hamparan bunga berwarna warni, iringan musik syahdu, dekorasi mewah bak negeri dongeng atau tamu undangan. Semua hanya dalam mimpi, Clau mengubur pernikahan impian. Saat ini lebih penting ibunya dibanding diri sendiri.

Sebelum melangkahkan kaki keluar, Clau mengoleskan perona bibir serta memperbaiki riasan tipis agar wajah sembabnya tidak terlihat oleh semua orang. Dia mencoba mengukir senyum pada bibir, menyembunyikan seluruh asa. Menghela napas berulang kali, meneguhkan hati bahwa semua ini akan baik-baik saja.

Clau membuka pintu, berjalan perlahan menemui calon suaminya di ruangan. Wajah pria itu tampak santai, tidak menyeramkan seperti beberapa belas menit yang lalu. Bahkan Arjuna mengulurkan tangan kepada Clau

Sontak kepala Clau terangkat, sebab calon suaminya berdeham cukup keras. Manik abu-abu Arjuna menatap tajam dan mengintimidasi Clau, seolah mengatakan bahwa ia harus menerima uluran tangan itu. Pelan-pelan tangan Clau terangkat menggapai milik Arjuna. Seketika tubuhnya ditarik hingga merapat padu dengan sosok bertubuh tinggi nan atletis.

Keduanya mengucap janji pernikahan kemudian menandatangani sejumlah berkas penting penunjang. Data Arjuna Caldwell dan Claudya Stewart langsung tersimpan rapi serta dirahasiakan atas permintaan mempelai pria.

“Mulai sekarang lakukan tugasmu!” nada dingin Arjuna kian menusuk relung hati Claudya.

Meskipun sudah menjadi istri sah dari Arjuna, tak sekalipun Clau berani bertatap muka secara langsung. Memilih menyadari posisinya sedini mungkin, kemudian Clau menjawab, “Baik Tuan, saya akan melayani anda dengan segenap hati.”

“Bagus. Memang itu yang aku perlukan. Jaga penampilanmu! Aku tidak menyukai perempuan lusuh.” Ekor mata Arjuna melirik ke samping. Memindai penampilan Clau dari ujung kepala hingga kaki. Tentu saja karena wanita itu hanya menggunakan dress seadanya, bukan rancangan designer ternama yang memiliki harga selangit.

“Lalu Tuan, bagaimana dengan uangnya? Aku membutuhkannya.” Berani Clau mempertanyakan mengenai hak yang tertuang dalam perjanjian.

“Kau ingin uangmu kan?” tanya Arjuna sembari menyeringai.

Secepat kilat Clau mengangguk, ia bernapas lega karena sebentar lagi bisa membayar biaya rumah sakit dan hutangnya. Namun senyum itu mendadak berganti rasa perih pada pergelangan tangan, Arjuna meraihnya dan membawa Clau masuk ke dalam mobil.

“Penthouse.” Perintah Arjuna kepada sopir.

“Tuan … tapi bukankah mau mentransfer uang?” bibir merah delima Clau tak henti melontarkan pertanyaan yang sama, membuat suaminya jengah.

“Tuan?” Clau tersentak karena tangan kekar Arjuna menarik pinggulnya, menjadikan tubuh mereka menempel tak memiliki celah sedikitpun.

“Aku membenci wanita berisik seperti mu. Semakin bawel, jangan harap aku kirim uangnya!” ancam Juna membungkam mulut Clau.

Sepanjang perjalanan menuju penthouse tak banyak kata dan suara diantara keduanya, hanya deru napas serta mesin mobil terdengar mengalun menyambangi telinga.

Setibanya di penthouse, Arjuna menghempas tubuh mungil Claudya ke atas sofa. Tak mengindahkan suara kesakitan wanita itu. Clau mengusap sikut dan bahunya, seraya berkata, “Tuan sakit.”

“Ck, sakit? Sekarang laksanakan tugas lembar 1 poin 1.” Arjuna melepas dasi kupu-kupu dan tuksedo, melemparnya ke sembarang arah.

“Hah? Tapi aku sudah menandatangani surat perjanjian, uangnya belum aku terima.” Clau menolak sebab ia pikir Arjuna harus menyelesaikan kesepakatan lebih dulu baru memerintahkan melakukan ini dan itu.

“Masih berani juga! Layani aku malam ini, setelah aku puas, aku kirim uangnya.” Arjuna benar-benar menjerat Claudya ke dalam masalah baru.

Tanpa basa-basi menyambar bibir ranum Clau, tidak ada kelembutan sama sekali. Penuh tuntutan dan gairah. Tidak membiarkan Clau menghirup oksigen. Dominasi Arjuna teramat kuat, membuat Clau melemah. Dengan sisa tenaga yang ada, Claudya berusaha memberontak, namun kedua tangannya diikat menggunakan ikat pinggang.

Malam yang seharusnya istimewa dan hangat berakhir dengan tangis serta rintih kesakitan dari Clau. Akibat perbuatan suaminya yang terus bermain hingga dini hari.

Pagi ini Claudya terbangun dalam keadaan tubuh polos. Ia menyeka air mata yang turun membasahi pipi. Terlalu sakit jiwa dan raganya mendapat perlakuan sewenang-wenang dari Arjuna.

Claudya tersenyum miris, melirik ranjang berantakan. Bayang-bayang kejadian semalam memenuhi isi kepala. Ia meremas selimut yang menutupi diri, marah, kesal, sedih, tak berdaya, bercampur jadi satu. Hatinya tersayat sembilu manakala Arjuna menyebutkan nama wanita lain ketika melakukan dengannya.

Clau terperanjat ketika mendengar suara pintu diketuk dari luar, perlahan terbuka. Dia pikir Arjuna, tetapi dua orang asisten rumah tangga tampak tersenyum membawa satu nampak makanan.

“Nyonya, ini sarapannya. Tolong dihabiskan, perintah dari Tuan.”

“Terima kasih, tapi aku tidak lapar. Silakan dibawa lagi saja.” Clau menolak halus.

“Tapi Nyonya, Tuan bilang, kalau tidak dimakan, maka kami berdua menerima hukuman.” Kedua pelayan itu keluar dari kamar setelah selesai menyimpan sarapan.

Lagi-lagi Clau teringat ibunya yang terbaring di ruang ICU, ia harus kuat dan sehat demi orang tersayang dan tercinta. Lantas meraih ponsel lalu memeriksa M-Banking. Clau menggelengkan kepala, betapa terkejutnya melihat deret angka di akun bank. Nominal fantastis, bahkan ia tidak perlu repot bekerja hanya untuk memenuhi kebutuhan hidup. Arjuna adalah pria berjuta pesona, statusnya sebagai Presiden Direktur Cwell Group membuatnya dipuja banyak wanita, ya kecuali Claudya.

Secepatnya Clau membersihkan diri dari peluh yang menempel, menggosok tubuhnya dengan banyak sabun hingga kulit kenyal mulus berwarna merah. Di bawah guyuran rintik shower, tubuhnya gemetaran ketika pintu kamar mandi terbuka lebar. Seorang pria berdiri menyandar sembari memerhatikan dirinya.

“Arjuna?” lirih Clau.

“Lama sekali mandinya. Cepat! Jangan sampai kamu sakit dan menyusahkan.” Tangan kekar itu menyambar handuk yang tergantung, melekatkannya kepada Clau.

Arjuna pun menggendong tubuh istrinya, menghirup harum aroma tubuh Clau yang membuatnya candu setelah aktifitas semalam.

Seketika Clau tersentak, lantaran tangan Arjuna merengkuh pinggangnya. Sungguh saat ini Clau tak ingin disentuh secara kasar. Meskipun Arjuna suaminya secara sah, tetap saja Clau bukan budak apalagi hewan diperlakukan tanpa kelembutan sama sekali.

“Mulai hari ini kau harus melayani segala keperluanku!” Arjuna menjepit dagu Clau, menariknya ke atas hingga kedua pasang mata mereka beradu pandang.

“Termasuk kebutuhan biologis.” Bisik Arjuna sembari menyeringai.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Bukan Bonekamu Lagi
9.4
Sejak kecil, Vivian dijodohkan dengan Adriel, pewaris takhta Keluarga Mahendra. Namun, malam penyerahan dirinya yang dianggap suci justru menjadi lelucon bagi Adriel. Setelah mendengar Adriel merendahkannya dan berencana menikahi wanita lain demi ambisi, hati Vivian hancur. Sadar dirinya hanya dianggap mainan, Vivian menolak menjadi boneka lagi. Ia segera menghubungi Indra Wijaya untuk dipindahkan sejauh mungkin dari Adriel sebelum upacara promosi tiga hari lagi, bertekad memulai hidup baru.
Sampul Novel Cinta pertama dan terakhirku
8.7
Intan Arselina, seorang perawat, terkejut saat bertemu kembali dengan Abian Dirgantara di rumah sakit. Setelah empat tahun terpisah akibat fitnah ibunda Dirga, luka lama Intan kembali terbuka. Dirga yang baru saja mengalami kecelakaan berusaha keras memenangkan hati Intan lagi. Namun, perjuangannya tidak mudah karena kebencian keluarga Intan dan kehadiran Zidan sebagai penghalang. Dirga bertekad menebus kesalahan masa lalu demi cinta sejatinya.
Sampul Novel Hasrat Istri Ketiga
8.6
Pasca lulus sekolah, masa depan Kiara hancur saat terpaksa menjadi istri ketiga CEO bernama Andra. Awalnya Andra hanya menginginkan keturunan, namun kini ia menuntut pengabdian utuh Kiara sebagai istri. Di tengah gejolak gairah yang menyiksa, Mimi sang istri pertama merasa terancam dan berupaya memisahkan mereka. Mimi memanfaatkan teman masa lalu Kiara untuk menghasutnya saat Andra mengabaikan kebutuhan batin sang istri. Akankah cinta mereka bertahan atau kandas?
Sampul Novel Malam Gairah: Cinta Adalah Game Pemberani
7.9
Hari pernikahan impian Camila berubah menjadi bencana memalukan saat calon suaminya mangkir dari upacara tersebut. Di tengah rasa hancur dan amarah karena menjadi bahan ejekan tamu, Camila nekat menghabiskan malam bersama pria asing. Ia mengira hubungan itu akan berakhir saat fajar tiba, namun pria misterius tersebut justru enggan melepaskannya. Kini, Camila terjebak dalam dilema antara mengabaikan rayuan pria itu atau membuka hati untuk cinta yang baru.
Sampul Novel Menikahi Asistenku
8.4
Anton Pratama dikenal sebagai pengusaha sukses yang sangat tegas serta cerdas di kota besar. Namun, di balik kegemilangan kariernya, tersimpan sebuah kisah rahasia yang jarang diketahui publik. Sementara itu, Alya baru saja bergabung sebagai asisten di perusahaan Anton dengan perasaan yang campur aduk. Meski merasa sangat gugup, ia tetap antusias menghadapi peluang langka ini. Dari kejauhan, Alya menatap meja kerja sang bos sambil merasakan ketegangan yang nyata.
Sampul Novel Menjadi Istri Musuhku
9.8
Selena Grant, putri bangsawan Kota Seaview yang ambisius, tiba-tiba terbangun tanpa ingatan tentang tiga tahun terakhir hidupnya. Ia terkejut mendapati dirinya telah menikah dan rela merendahkan martabat demi mengejar cinta pria yang justru membencinya. Meski bukti pesan putus asa memenuhi ponselnya, Selena yang asli takkan membiarkan siapa pun menghinanya. Kini, ia bertekad membalas perlakuan buruk suaminya dan merebut kembali harga dirinya yang sempat hilang.