
ISTRI KEDUA TUAN KAIRO
Bab 2
"Kamu butuh uang 'kan Farah?"
"Iya aku butuh uang. Tapi nggak harus kaya gitu juga kan," Farah melirik dengan pikiran yang bingung.
"Hei! Ingat! Lagian itu bukan uang haram," ucap Dinda sambil mengguncangkan lengan Farah.
"I-iya aku tahu. Ta-tapi aku nggak ada fikiran untuk nikah," ucap Farah dengan tegas.
"Farah Maharani kamu tuh cuma nikah sebentar aja sama pak Kairo. Setelah kamu hamil dan melahirkan kalian itu bakalan bercerai. Uang yang akan di berikan sama kamu juga sangat banyak. Satu milyar loh! itu uang semua ya. Bukan daun! Lagian aku tahu banget bisnis salsa dan suaminya itu. Salsa bisnis skincare yang keuntungannya bisa milyaran. Pak Kairo juga pengusaha sukses. Udah kamu nurut aja apa kata aku. Kamu terima tawaran ini. Itu bakalan membuat hidup kamu bahagia. Ibu kamu juga pasti seneng banget nantinya. Ibu kamu bisa sembuh dan bisa hidup nyaman. Kamu bisa beli rumah sendiri nantinya. Nggak usah pusing pusing mikirin uang kontrakan ," jelas Dinda dengan antusias.
"Iya sih, tapi apa salsa temen kamu itu baik? Pak Kairo gimana? Nanti aku kena KDRT nikah sama pak Kairo," ucap Farah dengan cemberut.
"Dasar bodoh! Kamu nggak usah deh mikir negatif kaya gitu. Salsa itu temen lama aku. Dia itu baik . Ya udah pasti suaminya baik lah,"
"Tapi aku bisa kan? Ketemu sama pak Kairo dulu?" Tanya Farah dengan ragu.
"Haduh, ngapain nanya kaya gitu. Ya bisa lah. Harusnya kamu itu beruntung karena pak Kairo itu ganteng. Tapi awas loh! Jangan jatuh cinta sama dia. Kan nanti juga kamu bakalan cerai sama dia. Dia itu cuma pengin punya anak aja dari kamu,"
"Iya enggak kok, aku nggak bakalan jatuh cinta sama pak Kairo . Lagian aku itu fokusnya ke ibu aku. Aku bakalan membahagiakan ibu aku," ucap Farah dengan tegas.
"Oke, besok aku atur jadwalnya. Kamu harus pake baju yang bagus ya," kata Dinda mendelik.
"Aku cuma punya baju biasa aja Din,"
"Ya udah aku pinjemin kamu gamis deh, aku juga udah nggak dipake gamis itu. Besok deh ya. Nanti aku WA kamu ya,"
***
"Gimana Din? Si Farah udah mau di ajak kompromi?" tanya salsa dengan serius.
"Udah kok, sebentar lagi pasti dia pasti kesini. Kamu tenang aja," ucap Dinda melihat jam tangannya.
Restoran yang bernuansa elegan itu terlihat sangat mewah bagi Farah. Ia masih berdiri di depan restoran. Ragu untuk masuk ke dalam restoran.
"Duh, mati hapenya. Gimana ya? Masa aku harus nyari Dinda ada di meja nomer berapa. Aku kan malu masuk ke dalam," ucap Farah dengan bingung.
Tiba tiba saja seseorang tak sengaja menabraknya dari belakang.
"Eh, maaf mbak maaf," ucap Kairo dengan cepat.
"Eh, bapak. Ya Allah ketemu disini nggak nyangka. Maaf ya pak. Saya masih belum bisa ngembaliin uang bapak. Maaf pak, pasti saya balikin pak. Oh ya, saya minta alamat atau nomer WA bapak aja deh,.supaya kalau punya uang saya bisa ngembaliin," ucap Farah dengan cepat.
"Kan saya udah bilang nggak usah di kembalikan uangnya. Kamu juga jangan manggil saya bapak ya. Panggil aja mas. Emangnya saya udah tua apa dipanggil bapak," kata Kairo dengan wajah kesal.
"Oh iya iya maaf pak, eh mas,"
"Saya masuk dulu ada urusan," kata Kairo lalu segera masuk ke dalam.
"Eh pak! mas maksudnya!" panggil Farah dengan keras. Tapi sayangnya Kairo sudah terlalu jauh di dalam sana.
"Duh, kenapa aku nggak nanya namanya siapa ya, bego banget sih," Farah memukul keningnya sendiri.
"Heh! Farah!" Panggil Dinda di pintu masuk restoran.
"Eh, Dinda Untung kamu ke sini. Hape aku mati soalnya. Aku malu masuk ke dalam sendirian," Farah kini di gandeng oleh Dinda.
Mereka berdua menuju ke meja dimana ada dua orang suami istri.
"Kenalin semuanya, ini Farah teman saya," ucap Dinda dengan ramah.
Mata farah terus saja melihat wajah Kairo. Begitu juga sebaliknya.
"Hah? Mas mas itu yang bakalan jadi calon suami aku?" tanya Farah di hatinya dengan kaget.
"Duduk Farah," ucap salsa dengan elegan.
Kini Dinda dan Farah duduk.
"Ini Kairo Juang suami saya. Yang nantinya akan menjadi istri kamu," ucap salsa dengan tersenyum manis.
"Jadi kamu udah tahu semuanya kan? Dinda udah jelasin semuanya sama kamu 'kan Farah?" Tanya salsa melihat wajah Dinda.
"U-udah Bu, "
"Panggil aja mbak,"
"Eh, iya udah mbak salsa. Saya udah paham semua yang di jelasin sama Dinda," seru Farah dengan tegas.
"Oke, jadi saya jelasin lagi ya. Jadi saya udah nulis semua perjanjian di kertas. Nanti kamu baca aja ya. Soalnya lumayan banyak. Intinya kamu bakalan nikah sama suami saya dan setelah kamu hamil lalu melahirkan. Kamu akan di ceraikan oleh Kairo. Lalu anak kamu juga menjadi hak Kairo. Jadi saya dan Kairo melakukan ini. Karena kami ingin sekali mempunyai anak. Kamu mengerti kan? "
"Iya mbak salsa. Saya ngerti, " ucap Farah mengangguk.
"Kalau kamu udah siap . Nanti bisa langsung kamu menikah dengan suami saya. Kamu hubungi saya aja ya," ucap salsa dengan ramah.
Setelah pertemuan itu di dalam rumah. Kairo menjadi sangat pusing sekali.
"Udah kamu tenang aja mas. Aku yakin Farah itu orang baik. Lihat aja tampangnya. Cantik kok mas. Dia kan juga lagi butuh uang untuk biaya ibunya yang sakit," kata salsa dengan yakin.
"Iya aku tahu, tapi ini bukan hal yang remeh. Kalau ada apa apa kamu harus tanggung jawab ya. Kalau misalnya tiba tiba Farah kabur bawa uang kita gimana? Atau Farah malah nggak hamil hamil gimana?" tanya Kairo dengan serius.
"Aduh, udah deh mas. Kamu jangan ngaco. Aku bakalan ajak dia ke dokter. Kalau kesehatan dia itu bagus. Terus tadi kamu bilang apa? Farah bawa kabur uang kita? Nggak bakal mas. Aku udah kenal banyak temen yang suaminya polisi. Dia kabur kemanapun ya bakalan ketangkep. Udah deh mas . Pokonya mas tinggal serahin semuanya ke aku. Mas harus nurut ke aku. Oke?"
Kairo hanya mengangguk.
"Tapi kamu dilarang jatuh cinta sama Farah mas! Pokonya di perjanjian itu kalau Farah udah hamil dan lahiran. Kamu udah harus cerai sama dia!" ucap salsa dengan tegas.
"Iya iya lagian cuma kamu orang yang aku cintai. Salsabila yang cantik," ucap Kairo sambil mencium pipi sang istri.
Kairo hanya bisa berkata seperti itu. Karena hanya itu yang bisa membuat hati sang istri bahagia. Meski saat melihat wajah Farah yang memakai kerudung dan bergamis warna pink. Itu membuat hati Kairo bergetar. Entah kenapa ia bisa merasakan itu. Mungkin karena ia menginginkan mempunyai istri berhijab tetapi takdir masih belum berpihak kepadanya. Ia memiliki istri bernama salsa yang mempunyai wajah cantik dan rambut panjang lurus yang selalu terurai kemanapun pergi.
Anda Mungkin Juga Suka





