Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Istri Idaman Tuan Ares

Istri Idaman Tuan Ares

Perjodohan paksa merupakan fenomena klasik yang kerap membebani siapa pun, terutama jika harus bersatu dengan orang asing tanpa landasan cinta. Beban berat inilah yang kini menghimpit hidup Ares dan Anggun. Meski hati menolak, mereka terjebak dalam situasi yang tidak memberikan celah untuk melarikan diri. Keduanya terpaksa menghadapi komitmen yang tak diinginkan, di mana alasan apa pun tidak cukup kuat untuk membatalkan ikatan pernikahan tersebut.
Bab
Bagikan

Bab 3

Hidup sebagai anak hasil dari perselingkuhan memang terlihat buruk. Setelah ibu meninggal sekitar 10 tahun yang lalu, Ares terpaksa tinggal bersama ayahnya bersama istri tertua dengan satu anak laki-laki. Di hitung dari umur Ares yang sudah menginjak umur 30 tahun, itu berarti Ares mulai tinggal di sini sejak umur 20 tahun.

Jika bukan karena ayah menjual rumah lamanya secara diam-diam, mungkin Ares tak akan pernah tinggal di rumah ini. Rumah yang menurut Ares penuh dengan sandiwara.

“Aku memang bukan pria kantoran seperti Rangga. Tapi aku bisa membuktikan bahwa dengan waktu tiga tahun saja aku bisa memiliki usaha sendiri.” Ares tengah menggerutu di dalam kamarnya.

“Memiliki usaha sesudah para wanita meninggalkanku dengan kejam.” Ares tertawa getir. “Mungkin karena ini mereka meninggalkanku dulu.”

Ares meraup wajahnya kemudian menjambret handuk di gantungan. Dengan langkah malas, Ares masuk ke dalam kamar mandi.

Jam dinding masih menunjukkan pukul enam lebih tiga puluh. Namun, jika di gunakan untuk mandi sepertinya sudah terlalu larut. Tidak apa, setidaknya dengan mandi mungkin bisa menghilangkan rasa panas dan stres.

“Kau panggil Ares. Suruh dia ikut makan malam,” perintah Bian pada pembantunya.

Pembantunya langsung mengangguk dan segera pergi ke lantai dua.

“Tuan, makan malam sudah siap.” Pembantu itu mengetuk pintu beberapa kali.

“Ya. Aku segera turun,” sahut Ares dari dalam.

Sambil mengancing kemeja tidurnya, Ares mendengus sambil menyeringai. “Ternyata ayah masih mengingatku setelah putra kesayangannya pulang?”

Meski rasanya malas, Ares pun keluar dari kamar. Raganya malas, tapi perut tidak bisa diajak bekerja sama.

Saat berjalan memasuki ruang makan, dada Ares mendadak berdegup lebih cepat dari sebelumnya. Kedua kakinya terlihat sulit di gerakkan.

“Kenapa dia masih di sini?” batin Ares.

“Ayo Ares, kita makan malam bersama.”

Suara panggilan itu membuyarkan lamunan Ares. Suara wanita yang seharusnya Ares panggil Ibu. Ibu tiri.

Membuang napas kasar, Ares pun ikut duduk. Posisi duduk Ares tidaklah menguntungkan karena harus berhadapan dengan Mareta yang posisi duduknya di samping Rangga.

“Apa ada hubungan spesial diantara mereka?” Ares masih saja membatin.

“Ayah senang melihat kita kumpul lagi seperti ini.”

Ucapan Ayah membuat Ares ingin muntah. Melihat wajah Rangga yang sok gagah saja sudah membuat Ares merasakan mual di perut.

Mereka mengobrol sambil mulai menyantap makanannya masing-masing.

“Kemungkinan, besok kalian akan menikah di hari yang sama,” ucap Ana sambil memandangi semua orang yang ada di sini.

Ares dan Rangga saling tatap. Namun, tak lama karena Ares langsung membuang muka.

“Jadi Rangga dan Mareta akan menikah?” batin Ares.

“Jadi, kau juga mau menikah?” tanya Mareta. “Dengan siapa?”

Ares mendecih dan terus mengunyah makanannya. Barulah setelah tertelan habis, Ares berbicara tanpa menaikkan wajah.

“Tak perlu tanya-tanya, bukan urusanmu juga kan?”

Mareta langsung tersenyum getir. Tak mau melihat calon istrinya merasa tersinggung, Rangga membalas ucapan Ares.

“Sopanlah sedikit saat bicara dengan wanita. Dia itu calon kakak iparmu,” jelas Rangga.

“Jadi benar, mereka akan menikah?” batin Ares lagi.

Berdehem, kemudian Ares berkata, “Tidak sopannya di mana? Aku berbicara dengan halus. Harusnya dia yang tidak sopan menanyakan hal itu padaku,” cibir Ares.

“Kau!” Rangga melotot dan hampir saja berdiri. Tapi Mareta langsung mencegahnya.

“Ares besok kau temui Anggun di rumahnya,” pinta Ayah.

“Untuk apa?”

“Jadi namanya anggun ya?” Batin seseorang tengah bicara. Antara Rangga dan Mareta sama-sama sedang berbicara dengan hati mereka masing-masing.

Ayah menghela napas. “Tentu saja supaya kau lebih dekat dengannya.”

Saat ingin membantah, Ares tak sengaja mendapati pandangan menyakitkan di atas meja. Dua tangan tengah bergandengan di atas meja.

“Baiklah, besok aku akan temui dia.” Ares berdiri lalu berjalan meninggalkan ruang makan.

Udara malam di luar tidaklah terlalu buruk. Setidaknya hembusan angin bisa membuat tubuh ini sedikit lebih relaks. Ares mendesah lalu duduk di kursi melengkung di teras rumah.

“Kau tunggu di sini. Aku ambil kunci mobil dulu.”

Suara itu terdengar sampai ke telinga Ares. Dan beberapa detik kemudian, seseorang menyembul dari balik pintu ruang tamu.

“Hai Ares,” sapa Mareta dengan seutas senyum.

Ares tak bisa jika tak melihat wajah cantik wanita di hadapannya ini. “Hai.” Hanya itu yang ke luar dari mulut Ares.

“Bagaimana kabarmu?” tanya Mareta.

“Baik.”

Rasa dongkol akan masa lalu bersama Mareta tentunya masih membekas. Sebuah rasa yang sebenarnya masih ada dan sulit untuk dihilangkan. Namun, sebisa mungkin Ares harus menutupi rasa gejolak di dadanya bahwa dirinya tengah merindu pada wanita di hadapannya saat ini.

“Jadi ... kau juga mau menikah ya?” tanya Mareta lagi.

Ares hanya mengangguk. Sebuah anggukan yang tak jelas apa maksudnya.

Menikah? Siapa yang mau menikah? Aku? Dengan wanita lusuh itu? Yang benar saja. Ares tengah menggerutu di dalam hati.

“Ayo, sayang.” Suara Rangga menghentikan obrolan kaku antara Ares dan Mareta.

Mareta tersenyum. Mendapat lirikan yang entah apa artinya, Ares hanya diam tapi bola matanya terus mengikuti dua langkah orang itu hingga masuk ke dalam mobil.

“Ayah tahu dia mantan kekasihmu.”

Ares spontan terperanjat saat suara ayah mengejutkannya dari belakang.

“Ayah,” celetuk Ares sambil mencengkeram kuat sandaran kursi kiri dan kanan.

Bian duduk di kursi kosong di samping Ares. “Kau sudah lama berpisah dengannya kan?” tanya Bian.

Ares mengangguk.

“Kau jangan pernah berpikir Ayah membeda-bedakan kalian berdua. Ayah juga sangat menyayangimu.”

Ares memutar pandangan tajam. “Inikah yang disebut tidak membeda-bedakan?”

“Apa maksudmu?”

“Ayah membiarkan Rangga menikahi wanita yang pernah aku cintai. Aku masih cinta padanya, ayah,” ucap Ares. Untuk bagian terakhir, Ares hanya bisa berkata di dalam hati.

“Tapi itu dulu kan? Kau sudah lama berpisah dengannya. Mereka saling mencintai, haruskah ayah melarang mereka?”

Ares menyeringai. “Benar, mereka saling mencintai ya?” Ares manggut-manggut. “Lalu, bagaimana denganku? Kenapa ayah harus menjodohkanku dengan Anggun? Dia tidak selevel denganku.”

“Beginikah cara kau mencintai seorang wanita?” tanya Ayah bernada sesal. “Apa yang salah dengan Anggun? Di cantik, baik. Dan berasal dari keluarga yang baik juga.”

“Aku bisa cari wanitaku sendiri, Ayah,” sergah Ares. “Ayah pikir aku tidak laku?”

“Bukan begitu Ares,” desah Bian. “Ayah hanya ingin melihatmu lebih bertanggung jawab.”

Ares berdiri. Bola matanya terlihat menyala. “Bertanggung jawab yang bagaimana? Menikah dengan wanita pilihan ayah? Iya begitu?”

Ares mendapati ibu tirinya tengah menatapnya dari ambang pintu.

“Bukan ayah yang memilihkan Anggun untukmu, tapi ibu,” sahut Ana saat itu.

“Oh,” pekik Ares dengan bibir terbuka. “Aku tahu sekarang. Jadi ... karena takut anakmu tersaingi, makanya kau mencarikan wanita kampungan?”

Ares geleng-geleng kepala. “Sepicik itukah cara kau dan anakmu menyingkirkanku?!”

“Cukup Ares!” gertak Bian. “Bukan cuma ibumu yang memilihkan Anggun untukmu, tapi ayah juga. Ayah mengenal dekat kakek Anggun.”

“Terserah!” tepis Ares. “Jika itu membuat keluarga ini puas, maka akan aku lakukan. “Dengan satu syarat!” Ares mengacungkan jari telunjuk sambil melotot.

Bian dan Ana saling pandang lalu bersamaan menatap Ares.

“Aku mau pernikahanku di gelar dengan mewah!” pinta Ares dengan lantang. “Satu lagi, Aku tak mau pernikahanku disatukan dengan Rangga. Tak sudi Aku!”

Setelah mengucapkan kalimat bernada tinggi itu, Ares langsung berlenggak masuk ke dalam rumah. Ini sebuah pilihan tepat atau bukan, yang jelas Ares menyetujui untuk menikah dengan Anggun.

***

Lanjut Nonton!
Cerita makin seru! Buka Aplikasi untuk melanjutkan membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Cinta yang Hilang di Tengah Fitnah
8.7
Pasca pernikahan dibatalkan sepihak, Aleyna Seraphina dijebak adik sepupunya hingga terjebak malam bersama pria asing. Menyadari pengkhianatan dan fitnah besar yang menghancurkan reputasinya, ia memilih pergi dari kota tersebut. Empat tahun berlalu, Aleyna kembali dan bekerja di bawah Rowan Sinclair, miliarder misterius dengan masa lalu kelam. Tak disangka, bos besarnya itu ternyata adalah pria yang bersamanya di malam penuh skandal masa lalu tersebut.
Sampul Novel CLARITTA, KAMU MILIKKU
9.1
Claritta Indriana, model populer, terjerat dalam pernikahan rumit dengan pewaris Andromeda Group, Aslan Teryeka. Meski mengaku cinta, Aslan memperlakukan Claritta semena-mena dan bersikap posesif, bahkan tega berselingkuh dengan sekretarisnya. Di tengah pengkhianatan dan kebencian Aslan yang membara, Claritta terjebak dalam dilema besar. Haruskah ia bertahan sebagai boneka dalam hubungan hancur ini, atau memilih menghilang selamanya demi meraih kebebasan?
Sampul Novel Dikhianati Saat Hati Masih Percaya
9.3
Arkan Ravendra kehilangan pengantinnya, Nayara, yang terpaksa menikah siri dengan Darryl Adraya akibat penebusan utang. Arkan bersumpah merebutnya kembali, sementara istri sah Darryl, Laras, merasa dikhianati hingga terjebak hubungan gelap dengan pria lain. Nayara kini terhimpit di antara keluarga Arkan yang obsesif dan keluarga Darryl yang merendahkannya. Akankah cinta tumbuh dari keterpaksaan ini, atau semua hancur saat masa lalu menuntut balas?
Sampul Novel My Absurd CEO
8.8
Enzo Delwyn, seorang CEO berusia 28 tahun, secara mengejutkan mengejar Aylin, siswi kelas XI SMA. Berbeda dari pemimpin perusahaan pada umumnya, penampilan Enzo sangat tidak lazim. Di balik sikap uniknya, Enzo dan kakaknya menyimpan misi rahasia untuk menuntut balas pada Aylin atas kejadian di masa lalu. Kini, ia terjebak dalam dilema antara menuntaskan ambisi dendamnya atau mengikuti perasaan. Akankah Enzo tetap menjalankan rencana awalnya terhadap Aylin?
Sampul Novel SKANDAL CEO MESUM
8.4
Axel Biantara Wijaya adalah CEO sukses PT. Wijaya Karya Reality yang dikenal karena ketampanan dan deretan skandalnya dengan model ternama. Meski mendominasi industri properti dan berita hiburan, hidup Axel yang penuh kemewahan berubah drastis saat ia bertemu Aulia Putri. Aulia adalah sosok wanita mandiri dari keluarga sederhana yang terbiasa berjuang keras sejak masa kuliah. Pertemuan ini memicu perubahan besar dalam diri Axel. Akankah sang CEO sanggup meninggalkan masa lalunya demi cinta?
Sampul Novel Suami Tiga Bulan
8.5
Manda adalah direktur sukses yang terancam kehilangan jabatan jika tidak segera menikah dan memiliki anak di usia 35 tahun. Demi memenuhi tuntutan sang Oma, ia menawarkan kesepakatan gila kepada Adam, seorang sekuriti tampan yang terlilit utang. Manda berjanji melunasi seluruh beban finansial Adam, asalkan pria itu bersedia menikahinya selama tiga bulan dan berhasil membuatnya hamil. Akankah rencana nekat ini menyelamatkan karier dan masa depan Manda?