Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Impian yang akan terwujud

Impian yang akan terwujud

Dalam kisah dewasa muda yang inspiratif ini, aku memegang teguh keyakinan bahwa kerja keras tidak akan pernah mengkhianati hasil akhirnya. Meskipun rintangan berat terus menghadang di setiap langkah, semangatku tidak akan pernah padam. Aku bertekad untuk terus memperjuangkan segala impian yang ingin kucapai tanpa ada niat untuk menyerah sedikit pun. Bagiku, tidak ada kata mundur dalam mengejar masa depan, karena setiap usaha pasti membawa keberhasilan.
Bab
Bagikan

Bab 2

Ibu kini tengah melamun di ruangannya, sama seperti Sandi dan Andre, kini ibu terus memikirkan tentang Lee. Ibu begitu sangat menyesal karena telah membohongi Leon, namun waktu itu ibu tidak punya pilihan lain.

Kini ibu hanya bisa menyesali semuanya, ia kini juga begitu bingung, ia belum menemukan cara untuk mengatakan semuanya pada Leon.

Bukan hanya masalah Lee saja yang membuat ibu sedih, ibu juga

merasa sedih kala mengingat Sandi dan Andre juga akan segera pergi.

Kini panti akan terasa sepi jika saja Sandi, Andre dan Lee akan menjemput masa depan mereka masing-masing. Selama ini hanya mereka bertiga yang sangat dekat dengan ibu, ibu merasa tak akan bisa bila harus melihat ketiganya pergi.

Namun apa daya, ibu tidak bisa menahan semuanya agar tetap disini. Ibu tak ingin menjadi egois dan penghalang bagi masa depan Sandi, Andre dan Lee.

Kini ibu tak memiliki banyak waktu lagi, ibu harus segera

menikah cara untuk menjelaskan semuanya pada Lee. Orang tua baru yang akan mengadopsi Lee akan segera datang dan membawa Lee ke kota yang lebih besar. Mereka akan membawa Lee pergi jauh dari ibu, dan mungkin saja ibu tidak pernah bertemu Lee lagi.

Kini ibu mulai bangkit dari duduknya, ibu mondar mandir di ruangannya untuk menemukan sebuah cara agar bisa membuat Lee mengerti. Tapi sepertinya saat ini ibu tak bisa melakukannya sendiri, jadi ibu memutuskan untuk menghubungi sandi dan Andre untuk meminta pendapat mereka mengenai masalah ini.

Ibu langsung mengambil ponselnya diatas meja, kini ibu mencoba mencari nomor ponsel Jungkook dan segera menghubunginya.

"hallo Kookie, kau dan Sandi sedang berada dimana?" tanya ibu kala Andre menjawab ponselnya

"iya ibu, aku dan san sedang berada di danau. Ada apa bu? Apa ibu perlu sesuatu?" tanya Andre pada ibu

"iya, ibu memerlukan bantuan kalian saat ini, segeralah kembali ke panti dan temui ibu di ruangan ibu" ujar ibu pada Andre

"baik bu, aku dan Andre akan segera kesana" jawab Andre sembari memutuskan panggilan telepon itu.

Kini Andre kembali menyimpan teleponnya dan buru-buru menghabiskan sarapannya

" ada apa Kookie? Siapa yang menelepon mu?" tanya Sandi pada Andre

"ibu yang barusan menelpon, ibu meminta kita untuk segera menemuinya di ruangannya" ujar Andre

"ada apa ibu mencari kita sepagi ini? Apa ada sesuatu yang penting?

"tanya sandi lagi

"aku tidak tahu, cepatlah habiskan sarapanmu, kita harus: segera menemui ibu" tutur Andre pada sandi

"baiklah kalau begitu" jawab sandi sembari mempercepat makannya

Kini sandi dan Andre telah selesai sarapan, mereka segera berjalan untuk menuju ke panti lagi. Keduanya tak ingin membuat ibu terlalu lama menunggu, keduanya juga khawatir jika terjadi sesuatu yang penting sehingga ibu meminta mereka datang sepagi ini.

Tak butuh waktu lama keduanya telah sampai kembali ke panti, di halaman panti banyak sekali anak-anak yang sedang bermain termasuk Lee. Bocah itu tampak sedang memperhatikan teman-temannya yang sedang bermain.

Sandi dan Andre hanya berlaku di depan Lee, keduanya takut jika nanti mereka menyapa Lee, maka Lee akan kembali mengikuti keduanya.

Namun baru saja Sandi dan Andre melangkah beberapa langkah, bocah itu melihat Sandi dan Andre dan segera memanggil keduanya

"hyung, tunggu" teriak Lee kala melihat sandi dan Andre melintas di halam panti

Sandi dan Andre sama-sama mendengar teriakan itu, tanpa menoleh keduanya sudah tahu kalau yang memanggil mereka adalah Lee.

Mendengar teriakan Lee Sandi dan Andre langsung melanjutkan langkah kaki mereka. Sandi dan Andre tak menoleh sama sekali pada Lee,kini keduanya malah menambah kecepatan langkah kaki mereka.

"hyung tunggu aku, apakah kalian tidak mendengarku "teriak Lee

lagi

Namun kali ini Sandi dan Andre benar-benar tidak ingin berbicara pada bocah itu. Mereka seakan tahu kalau nanti mereka bicara pada Lee, maka Lee akan terus mengganggu mereka sedangkan ibu telah menunggu kedatangan keduanya.

Sandi dan Andre berlalu meninggalkan Lee, kini jarak mereka dengan Lee sudah sangat jauh sehingga Sandi maupun Andre tak bisa mendengar teriakan anak itu lagi.

"ah syukurlah, kita bisa terbebas dari anak itu" ujar Andre menghela nafasnya

"aku sih sebenarnya kasihan

melihatnya, tapi aku tahu kalau anak itu tidak akan membiarkan kita pergi begitu saja, sedangkan ibu telah menunggu kita di ruangannya " tutur Sandi

"iya kau benar san, aku juga mengkhawatirkan hal itu saat melihat anak itu mulai memandang ke arah kita" ujar Andre

"sudahlah, kita tak perlu memikirkannya dulu, saat ini kita harus segera sampai di ruangan ibu secepat mungkin" jawab Andre

Kini keduanya kembali mempercepat langkah kaki mereka, keduanya ingin segera

sampai di ruangan ibu dan melihat apa yang sebenarnya membuat ibu memanggil mereka sepagi ini.

Setelah cukup lama berjalan, kini keduanya telah sampai di ruangan ibu. Disana ibu terlihat mondar mandir seakan sedang memikirkan sesuatu.

" permisi bu" ujar Andre kaka memasuki ruangan ibu

"Kookie, dan ayo segera duduk, akhirnya kalian datang juga" ujar ibu kala melihat sandi dan Andre memasuki ruangannya

ada apa bu? Kenapa ibu memanggil kami?" tanya Sandi pada ibu

"begini san, Kookie, ibu ingin menanyakan apakah kalian sudah memiliki cara untuk berbicara pada Lee?" tanya ibu pada Sandi dan Andre

"belum bu, semalaman kami juga telah memikirkan caranya, tapi kami belum menemukan cara yang tepat untuk bicara pada Lee" jawab Andre pada ibu

"lalu kita harus berbuat apa sekarang, kita tidak bisa mengulur waktu lebih lama lagi" tutur ibu

"iya ibu, kami juga sedang berpikir keras untuk menyelesaikan masalah ini" jawab sandi pada ibu

Kini ibu, sandi dan Andre tengah sama-sama berpikir untuk menemukan solusi dari masalah Lee. Ketiganya kini sama-sama terdiam, mereka sama-sama mencari ide yang tepat untuk bicara pada Lee.

Ibu kini kembali mondar mandir, ibu merasa tak punya banyak waktu lagi. Ibu harus bisa menemukan solusi hari ini juga, karena sepertinya orang tua baru Lee tak bisa menunggu lebih lagi.

"bu, ibu duduklah, jangan berdiri seperti itu, nanyi ibu bisa pusing" ujar Andre yang khawatir melihat ibu

tidak Kookie, ibu tidak bisa

duduk tenang sekarang, ibu harus segera menemukan solusi untuk semua masalah ini" jawab ibu pada Andre.

"bu, Kookie benar, ibu harus tenang terlebih dahulu, kita pasti bisa menyelesaikan semua masalah ini" tutur Andre

"tapi bagaimana ibu bisa tenang sekarang, ini semua menyangkut masa depan Lee. Ini adalah kesempatan yang Bagus untuk Lee memulai kehidupannya yang baru" ujar ibu

"iya bu, kami juga menginginkan Lee bisa hidup bahagia kedepannya, kita semua sama-sama menginginkan yang

terbaik untuk Lee, tapi kita harus tetap tenang dalam menghadapi semua ini. Jangan sampai kita nanti akan membuat hati Lee terluka lagi, bukankah kita ingin Lee akan terus tersenyum" tutur Andre

Kini ibu mulai mendengarkan perkataan Andre dan sandi, ibu kini mau untuk duduk dan tidak terlalu memikirkan semua masalah ini yang bisa membuatnya bisa saja sakit.

Kira-kira bagaimana cara ibu, sandi dan Andre menyelesaikan semua masalah ini?

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Bercinta dengan Playboy
9.1
Hati Risa hancur berkeping-keping setelah dikhianati oleh Alan, tunangannya sendiri. Didorong rasa sakit hati, ia nekat menerima tawaran kencan satu malam dari Alva, rekan kerjanya yang dikenal sebagai playboy. Risa berniat menggunakan Alva demi membalas dendam pada Alan. Namun, situasi menjadi rumit karena Alva ternyata sepupu Alan. Akankah pembalasan ini berakhir lancar saat Alan menyadari hubungan terlarang antara tunangan dan saudaranya?
Sampul Novel Gadis Yang Terjamah
8.7
Marlina kehilangan segalanya demi ambisi pendidikan, termasuk kehormatan dan status sosialnya. Terbuang dari masyarakat, ia terjerumus ke dunia gelap narkoba di kota besar sebagai pengedar cantik yang diperebutkan para bandar. Meski berniat tobat dan berhijrah, jebakan rival mengirimnya ke penjara. Setelah mendalami agama di balik jeruji, Marlina justru kembali menghadapi penolakan keras saat bebas. Kini ia harus memilih: kembali ke jalan haram atau teguh berhijrah.
Sampul Novel I Love You Om
9.4
Setelah sepuluh tahun menetap di Malaysia, Tania pulang ke Indonesia demi mencari Rian, cinta pertamanya. Namun, Rian justru bersikap asing dan tidak mengenali benda kenangan mereka. Pencarian ini membawa Tania bertemu Bian, paman Rian. Tak disangka, pertemuan itu mengungkap luka lama Bian yang kelam. Ternyata, sosok Rian yang selama ini Tania cari adalah Bian yang menyamar. Rahasia besar ini pun mengancam kestabilan hidup mereka yang penuh misteri.
Sampul Novel Jalan Hidup Kita
8.4
Setiap individu layak bahagia, namun jalan menuju ke sana tidaklah mudah. Mia Malva Elard adalah wanita yang lelah berjuang demi kedamaian batin. Rentetan kehilangan yang menyakitkan membuatnya sinis terhadap cinta. Di tengah keputusasaan, Grayson Adelard hadir membawa tawaran pernikahan yang tak terduga. Mampukah dua jiwa yang sama-sama terluka ini menemukan kebahagiaan sejati? Mia kini harus menempuh perjalanan untuk menemukan jawaban dalam ikatan tersebut.
Sampul Novel Ketika Cinta Tak Memilihku
8.8
Dua bersaudara yang bertetangga ini harus menghadapi kenyataan pahit saat pasangan mereka pulang dari perantauan di ibu kota. Meski awalnya menganggap kedekatan antara suami dan kakak iparnya sebagai hal lumrah, sang adik mulai merasakan ada kejanggalan. Kecurigaan pun tumbuh bersama sang kakak ketika melihat gelagat pasangan mereka yang semakin intim. Kini, mereka terjebak dalam teka-teki pengkhianatan yang mengancam keutuhan rumah tangga masing-masing.
Sampul Novel Profesor Yang Mengklaim Hidupku
9.0
Ivy terpaksa menyerahkan dirinya kepada Ezra demi melindungi nama baik sang kekasih dari masalah kampus. Meski membenci sang profesor yang dingin, ia setuju menjadi teman tidurnya untuk satu malam. Ivy berharap segalanya usai setelah fajar tiba, namun Ezra justru menjadi terobsesi dan tak ingin melepaskannya. Pria itu bertekad menjerat Ivy dalam genggamannya selamanya, memastikan bahwa hubungan rahasia mereka tidak akan pernah berakhir begitu saja.