
Impian yang akan terwujud
Bab 2
Ibu kini tengah melamun di ruangannya, sama seperti Sandi dan Andre, kini ibu terus memikirkan tentang Lee. Ibu begitu sangat menyesal karena telah membohongi Leon, namun waktu itu ibu tidak punya pilihan lain.
Kini ibu hanya bisa menyesali semuanya, ia kini juga begitu bingung, ia belum menemukan cara untuk mengatakan semuanya pada Leon.
Bukan hanya masalah Lee saja yang membuat ibu sedih, ibu juga
merasa sedih kala mengingat Sandi dan Andre juga akan segera pergi.
Kini panti akan terasa sepi jika saja Sandi, Andre dan Lee akan menjemput masa depan mereka masing-masing. Selama ini hanya mereka bertiga yang sangat dekat dengan ibu, ibu merasa tak akan bisa bila harus melihat ketiganya pergi.
Namun apa daya, ibu tidak bisa menahan semuanya agar tetap disini. Ibu tak ingin menjadi egois dan penghalang bagi masa depan Sandi, Andre dan Lee.
Kini ibu tak memiliki banyak waktu lagi, ibu harus segera
menikah cara untuk menjelaskan semuanya pada Lee. Orang tua baru yang akan mengadopsi Lee akan segera datang dan membawa Lee ke kota yang lebih besar. Mereka akan membawa Lee pergi jauh dari ibu, dan mungkin saja ibu tidak pernah bertemu Lee lagi.
Kini ibu mulai bangkit dari duduknya, ibu mondar mandir di ruangannya untuk menemukan sebuah cara agar bisa membuat Lee mengerti. Tapi sepertinya saat ini ibu tak bisa melakukannya sendiri, jadi ibu memutuskan untuk menghubungi sandi dan Andre untuk meminta pendapat mereka mengenai masalah ini.
Ibu langsung mengambil ponselnya diatas meja, kini ibu mencoba mencari nomor ponsel Jungkook dan segera menghubunginya.
"hallo Kookie, kau dan Sandi sedang berada dimana?" tanya ibu kala Andre menjawab ponselnya
"iya ibu, aku dan san sedang berada di danau. Ada apa bu? Apa ibu perlu sesuatu?" tanya Andre pada ibu
"iya, ibu memerlukan bantuan kalian saat ini, segeralah kembali ke panti dan temui ibu di ruangan ibu" ujar ibu pada Andre
"baik bu, aku dan Andre akan segera kesana" jawab Andre sembari memutuskan panggilan telepon itu.
Kini Andre kembali menyimpan teleponnya dan buru-buru menghabiskan sarapannya
" ada apa Kookie? Siapa yang menelepon mu?" tanya Sandi pada Andre
"ibu yang barusan menelpon, ibu meminta kita untuk segera menemuinya di ruangannya" ujar Andre
"ada apa ibu mencari kita sepagi ini? Apa ada sesuatu yang penting?
"tanya sandi lagi
"aku tidak tahu, cepatlah habiskan sarapanmu, kita harus: segera menemui ibu" tutur Andre pada sandi
"baiklah kalau begitu" jawab sandi sembari mempercepat makannya
Kini sandi dan Andre telah selesai sarapan, mereka segera berjalan untuk menuju ke panti lagi. Keduanya tak ingin membuat ibu terlalu lama menunggu, keduanya juga khawatir jika terjadi sesuatu yang penting sehingga ibu meminta mereka datang sepagi ini.
Tak butuh waktu lama keduanya telah sampai kembali ke panti, di halaman panti banyak sekali anak-anak yang sedang bermain termasuk Lee. Bocah itu tampak sedang memperhatikan teman-temannya yang sedang bermain.
Sandi dan Andre hanya berlaku di depan Lee, keduanya takut jika nanti mereka menyapa Lee, maka Lee akan kembali mengikuti keduanya.
Namun baru saja Sandi dan Andre melangkah beberapa langkah, bocah itu melihat Sandi dan Andre dan segera memanggil keduanya
"hyung, tunggu" teriak Lee kala melihat sandi dan Andre melintas di halam panti
Sandi dan Andre sama-sama mendengar teriakan itu, tanpa menoleh keduanya sudah tahu kalau yang memanggil mereka adalah Lee.
Mendengar teriakan Lee Sandi dan Andre langsung melanjutkan langkah kaki mereka. Sandi dan Andre tak menoleh sama sekali pada Lee,kini keduanya malah menambah kecepatan langkah kaki mereka.
"hyung tunggu aku, apakah kalian tidak mendengarku "teriak Lee
lagi
Namun kali ini Sandi dan Andre benar-benar tidak ingin berbicara pada bocah itu. Mereka seakan tahu kalau nanti mereka bicara pada Lee, maka Lee akan terus mengganggu mereka sedangkan ibu telah menunggu kedatangan keduanya.
Sandi dan Andre berlalu meninggalkan Lee, kini jarak mereka dengan Lee sudah sangat jauh sehingga Sandi maupun Andre tak bisa mendengar teriakan anak itu lagi.
"ah syukurlah, kita bisa terbebas dari anak itu" ujar Andre menghela nafasnya
"aku sih sebenarnya kasihan
melihatnya, tapi aku tahu kalau anak itu tidak akan membiarkan kita pergi begitu saja, sedangkan ibu telah menunggu kita di ruangannya " tutur Sandi
"iya kau benar san, aku juga mengkhawatirkan hal itu saat melihat anak itu mulai memandang ke arah kita" ujar Andre
"sudahlah, kita tak perlu memikirkannya dulu, saat ini kita harus segera sampai di ruangan ibu secepat mungkin" jawab Andre
Kini keduanya kembali mempercepat langkah kaki mereka, keduanya ingin segera
sampai di ruangan ibu dan melihat apa yang sebenarnya membuat ibu memanggil mereka sepagi ini.
Setelah cukup lama berjalan, kini keduanya telah sampai di ruangan ibu. Disana ibu terlihat mondar mandir seakan sedang memikirkan sesuatu.
" permisi bu" ujar Andre kaka memasuki ruangan ibu
"Kookie, dan ayo segera duduk, akhirnya kalian datang juga" ujar ibu kala melihat sandi dan Andre memasuki ruangannya
ada apa bu? Kenapa ibu memanggil kami?" tanya Sandi pada ibu
"begini san, Kookie, ibu ingin menanyakan apakah kalian sudah memiliki cara untuk berbicara pada Lee?" tanya ibu pada Sandi dan Andre
"belum bu, semalaman kami juga telah memikirkan caranya, tapi kami belum menemukan cara yang tepat untuk bicara pada Lee" jawab Andre pada ibu
"lalu kita harus berbuat apa sekarang, kita tidak bisa mengulur waktu lebih lama lagi" tutur ibu
"iya ibu, kami juga sedang berpikir keras untuk menyelesaikan masalah ini" jawab sandi pada ibu
Kini ibu, sandi dan Andre tengah sama-sama berpikir untuk menemukan solusi dari masalah Lee. Ketiganya kini sama-sama terdiam, mereka sama-sama mencari ide yang tepat untuk bicara pada Lee.
Ibu kini kembali mondar mandir, ibu merasa tak punya banyak waktu lagi. Ibu harus bisa menemukan solusi hari ini juga, karena sepertinya orang tua baru Lee tak bisa menunggu lebih lagi.
"bu, ibu duduklah, jangan berdiri seperti itu, nanyi ibu bisa pusing" ujar Andre yang khawatir melihat ibu
tidak Kookie, ibu tidak bisa
duduk tenang sekarang, ibu harus segera menemukan solusi untuk semua masalah ini" jawab ibu pada Andre.
"bu, Kookie benar, ibu harus tenang terlebih dahulu, kita pasti bisa menyelesaikan semua masalah ini" tutur Andre
"tapi bagaimana ibu bisa tenang sekarang, ini semua menyangkut masa depan Lee. Ini adalah kesempatan yang Bagus untuk Lee memulai kehidupannya yang baru" ujar ibu
"iya bu, kami juga menginginkan Lee bisa hidup bahagia kedepannya, kita semua sama-sama menginginkan yang
terbaik untuk Lee, tapi kita harus tetap tenang dalam menghadapi semua ini. Jangan sampai kita nanti akan membuat hati Lee terluka lagi, bukankah kita ingin Lee akan terus tersenyum" tutur Andre
Kini ibu mulai mendengarkan perkataan Andre dan sandi, ibu kini mau untuk duduk dan tidak terlalu memikirkan semua masalah ini yang bisa membuatnya bisa saja sakit.
Kira-kira bagaimana cara ibu, sandi dan Andre menyelesaikan semua masalah ini?
Anda Mungkin Juga Suka





